
Sampai di rumah Alinea ngadat menangis dan mengamuk mungkin ngantuk terganggu saat mau tidur di mobil dan di gendong Adrian masuk ke rumahnya jadi terbangun kembali Bi Inah cepat membuat susu botol dan Aryanti menenangkannya di dalam kamar,di usap usap punggung dan betisnya dan akhirnya tidur juga setelah sekian lama drama perjuangan menenangkannya.
Dengan telaten Aryanti meninabobokan putri kesayangannya di yakinkan hatinya dan di beri kenyamanan dengan memeluk dan menciumnya,Alinea paling suka di usap usap punggungnya...dan Aryanti menyaksikan dari nangis lalu menyusu sampai tidur yang asalnya matanya buka lalu perlahan pejam buka lagi memandang Mamanya dan lep tidur dengan masih ngedot botol kosong...
Aryanti tersenyum membayangkan Linda besok datang dan ingin segera menggodanya,di samping rasa kangen yang sudah begitu ingin bertemu,ada rasa bahagia di hati Aryanti dan ingin memberi sesuatu yang terbaik untuk sahabat sekalian rekan kerjanya saat di Pangandaran...
Mungkin bulan madu di mana mana juga sama ujung ujungnya menikmati masa masa penyesuaian hidup bersama dengan manis madu cinta yang baru di cicip dan di rasakan, tetapi Aryanti melihat sisi lain kedekatan antara dirinya dengan Linda,Linda mengambil penawaran dirinya dan suaminya pasti dengan pertimbangan kerinduan juga pada Bu Aryanti juga Pak Adrian dan si kecil Alinea bukan sekedar hanya Bali nya saja.
Bagi Aryanti dan Adrian begitu senang dan gembiranya di datangi apapun itu kebahagiaan bagi mereka.
Apalagi akan komplit kebahagiaan kalau Tante Adelia dan Om Fath bisa datang juga dan ingin semua segera datang waktu yang di tunggunya itu...akan banyak cerita yang saling di tukar pada saatnya nanti.
Apalagi pada Adiknya satu satunya Adelia walau adik ipar bagi Aryanti kerinduannya begitu besar rasanya,ingin segera dapat khabar Tante Adelia hamil dan menimbang buah hati seperti dirinya dan akan menjadi kebahagiaan tak terhingga.
Aryanti berfikir kado apa ya yang cocok untuk sahabatnya itu yang baru menikah,Aryanti merasa bingung biar nanti di bicarakan lagi sama Mas Adrian...dan Aryanti tertidur sambil memeluk Alinea sambil tersenyum...
"Sayang Sayang... Tante Adel sama Om Fath mau juga datang...dan kita akan kedatangan sekaligus tamu...istimew...yah tidur katanya janji nggak tidur dulu..."
Adrian berdiri memegang ponselnya sambil memandang istrinya yang sudah tertidur dan Adrian keluar lagi sambil menutup pintu pelan pelan...biar istrinya tidur barang satu dua jam nanti bangun segar lagi dan mungkin Aryanti juga belum sholat Isya...jadi ada alasan juga untuk membangunkannya.
Adrian begitu ingin Adiknya satu satunya Adelia datang berlibur ke tempatnya sekarang rehat dan meliburkan diri dari aktifitas dan rutinitasnya sehari hari siapa tahu nanti pulang liburan Adelia menjadi ngidam dan hamil...wow akan jadi surprise banget bagi kedua orangtuanya juga harapan dirinya juga Aryanti.
Jarak Malaysia - Bali begitu dekatnya penerbangan langsung dari Kuala Lumpur – Bali (Denpasar) ada sekitar 80 an penerbangan seminggu dengan waktu penerbangan sekitar 2 jam 55 menit. Jarak Kuala Lumpur – Bali (Denpasar) sekitar 1,987 km dengan tiga maskapai yang melayani penerbangan langsung yaitu maskapai Malaysia Penerbangan langsung hanya ada dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KUL) – Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (Denpasar) (DPS). Selain penerbangan langsung ada juga penerbangan tidak langsung dari Kuala Lumpur – Bali (Denpasar) dengan transit di Singapore. Penerbangan tidak langsung yaitu rute dari Bandara Sultan Abdul Azziz Shah Kuala Lumpur (SZB) begitu mudahnya dengan hanya duduk kurang dari tiga jam Adelia sudah bisa mencium keponakan cantiknya dan memeluk penuh kerinduan Adrian dan Aryanti...
Perasaan Adrian begitu bahagia tapi kebahagiaan ini belum bisa di baginya karena istrinya sudah tidur duluan dan Adrian belum merasa ngantuk lalu menyalakan tv dan menontonnya...
Pintu kamarnya terbuka istrinya bangun Adrian tersenyum dan menghampirinya.
"Sayang ada khabar bahagia lagi... coba tebak apa hayo...?"
Aryanti merenggut malas mikir dan Adrian memegang kedua tangannya lalu memeluknya.
__ADS_1
"Apa sih Mas ?"
"Adel sama Fath mau juga liburan bareng Linda ke sini..."
"Serius Mas ?"
"Iya sayang..."
"Bagus dong kita jadi semarak"
"Tapi Fath mengajukan syarat..."
"Maksudnya ?" Aryanti duduk di sofa samping suaminya.
"Kita juga harus datang ke Malaysia suatu saat nanti"
"Heeee...asyik juga tuh jadi bukan hanya kita yang mau di kunjungi tapi dia juga pasti mau lah kedatangan kita..."
"Aku belum sholat Mas..."
"Ayo atuh kita sama sama,kunciin dulu semua pintu Mas Bi Inah sudah istirahat biarin kasihan...ini jam berapa ?".Aryanti melirik jam baru pukul 20.20..
Adrian tak menjawab lalu keliling mengunci semua pintu dan jendela,kelihatan istrinya keluar kamar mandi dan sudah masuk ke kamar,dan Adrian menyusul masuk kamar melakukan sholat juga dan berganti pakaian tidur.
Aryanti masih di depan cermin dan Adrian memeluk Alinea yang sudah tidur.
"Ssssssssst...Mas jangan ganggu dia biarin dia tidur,ntar ngamuk lagi mau tidurnya susah"
Adrian melepaskan pelukannya dan memandang istrinya yang begitu banyak mengoleskan cream sesuatu pada wajah tangan dan yang lainnya, padahal cuma mau tidur...tapi harumnya begitu menggoda, malam pertama Adrian tidur lagi di tempat tidur ini dan di kamar ini ada perasaan kangen yang tak biasa walau keadaannya masih tetap sama, tempat tidur yang super jumbo dan begitu empuk juga badcover yang baru di ganti dengan selimut super lembut dan seorang istri yang begitu harum begitu tak sabar Adrian menunggunya.
Adrian bangkit dan turun dari tempat tidur lalu memeluk Istrinya yang sudah selesai memakai semua lotion dan cream juga segala macamnya...
__ADS_1
"Malam malam berdandan cantik buat siapa hemght ?"
"Buat yang mau ! dan buat diriku sendiri..." Aryanti tersenyum sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Adrian manja dan kedua tangan Adrian di pinggangnya,dan Adrian tersenyum memandang setiap detil wajah istrinya dengan rambut terurai
"Sayang Anak kita sudah tidur apa yang akan kita lakukan ?" Adrian berbisik dan kena di telinga Aryanti membuat Aryanti merinding.
"Mas maunya apa ?"
"Aku mau semuanya...dari ujung sampai ujung..."
"Berarti Mas mau menelan Aku bulat bulat ?"
"Enggak sayang,Aku tak mau menyakitimu,tapi Aku mau menikmati mu sepuasnya dan memberimu kebahagiaan..."
Adrian begitu erat mendekap pinggang istrinya dan mulut mereka begitu dekatnya hingga nafas keduanya begitu hangat terasa,dan gairah yang begitu bergolak menyergap keduanya... dan Adrian seperti baru pertama menyentuh istrinya dengan bebas agak gugup sedikit padahal tadi siang di sofa kantornya seakan lupa apa yang telah terjadi antara mereka...
Adrian mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu tidur yang redup remang,Aryanti merebahkan tubuhnya dan menanti sentuhan suaminya selanjutnya.
Badan Adrian yang begitu kekar telah berada di sampingnya tanpa pakaian...Aryanti mengelusnya perlahan dan Adrian paling suka mencium dan menggesek gesekkan dagunya di leher istrinya dan panasnya malam di mulai.
"Sayang... sepertinya kamu begitu tambah cantik saja..."
"Nggak ngegombal dan tak memuji juga Aku sudah pasrah kok Mas..."
"Serius sayang...bikin orang syirik aja dan Aku semakin mabuk saja"
Haaaaaaaa...Aku jadi merasa tersanjung Mas... tapi kenapa Mas seperti tidak setuju usulanku mau buka praktek kerjasama perawatan di Hotel kita ?"
"Ssssssssst...ini tempat tidur kita sayang besok lagi bicara hal lain lain dan yang lainnya,di sini hanya ada Aku dan kamu dan rasa cinta kita heemhgt ?"
Aryanti tersenyum memang bukan saatnya membahas hal hal yang menjadi pekerjaan di kantornya.
__ADS_1
Aryanti meluk dada hangat itu dan perlahan paha dan betis mereka bersentuhan dan bergesekan Adrian menarik selimut sedada.
Tak kenyang rasanya Adrian menggigit gigit kecil bibir kenyal istrinya yang saling membalas dengan panasnya...Aryanti memejamkan matanya saat mulut dan lidah suaminya begitu liar ke bagian sensitif tubuhnya dan malam ini malam penantian Aryanti yang begitu panjang,dan malam Adrian mengobati semua galau rasa di hatinya selama satu bulan lebih menahan semua kerinduan kehangatan istrinya.