Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Ujian kehamilan


__ADS_3

Adrian, Aryanti,Adelia sama Fath lanjut ngobrol setelah kepergian Jihan temannya dan Habil,


Aryanti memandang wajah Adrian yang nggak ada riak riak bersalah dalam raut mukanya,semua seakan biasa dan datar datar saja,memang tidak ada hal atau pandangan istimewa lainnya pada diri Adrian dan Jihan selama pertemuan mereka,entah itu karena di hadapan Aryanti sama Adiknya Adelia dan Fath,tapi setidaknya Aryanti mulai tahu Adrian memang tak punya rasa khusus dan istimewa.


Lain lagi dengan Jihan, Aryanti melihat ada sedikit kepanikan yang di tutupi terbukti dengan banyaknya salah tingkah dan gagal fokus yang di lakukan Jihan,dan entah apa pendapat Adik Iparnya Adelia setelah perpisahannya dengan sahabat Australia nya itu.


"Menurutmu gimana Del cocok nggak Pak Habil dengan temanmu itu ?"


"Sangat serasi banget Kak...cuma saya nggak tahu Jihan masih belum yakin dengan pilihannya,seperti ada keraguan di hatinya mungkin karena kebersamaan mereka belum terlalu lama di masa dewasa sekarang ini tetapi lambat laun aku yakin mereka berjodoh"


"Apalagi yang jadi pertimbangan Jihan Del ?"


"Entah lah Kak melihat bijaksananya Pak Habil menerima apa adanya keputusan apapun yang Jihan berikan serta pilihan yang Jihan lakukan bahkan Pak Habil tak ingin menjadi beban dalam kehidupan Jihan atas pilihannya dan itu yang saya tangkap dari obrolannya Jihan, keterbukaan ke terusterangan mereka berdua semoga menjadi titik langkah awal mereka ke arah yang lebih baik"


"Si Jihan seleranya bule kali Del kan lama sama kamu di Australia" Adrian ikut nimbrung.


"Ya nggak tahuuuu...tapi dia sepertinya nggak memandang dari mana atau siapa,yang penting cocok dengan hatinya mungkin juga seiman itu juga jadi bahan pertimbangannya"


"Begitulah penilaian tidak selalu sesuai kenyataannya,


pandangan kita begitu serasi cocok keduanya,tapi yang menjalani orang lain, lain lagi harapan dan yang di rasanya"


"Sebagian orang yang taat malah melakukan ta'aruf,untuk mencegah fitnah sebelum sah menjadi suami istri,yang sukses banyak yang gagal juga banyak,Memang apa yang kurang dari pasangannya Si Jihan itu semua cocok cocok saja tinggal jadiin apalagi ya ?" Adrian jadi ikutan komentar.


"Ssssst...Mas jangan menilai orang terlalu jauh dengan pandangan kita,biarkanlah orang dengan jalannya masing-masing menjalani semua dengan pilihannya dan takdirnya" Adelia juga mengiyakan.


"Pulang yu sayang..."Adrian mengusap bahu istrinya dan tersenyum nakal,Aryanti mengangguk dan tersenyum sambil cemberut.


"Pengantin mau kemana agendanya hari ini mau jalan jalan atau mau kemana ?"


"Sepertinya Fath milih bobo lagi haaaa..." Adrian menunjuk Fath.


"Apaan sih Kak ?! masa bobo siang malam jalan jalan sekarang, Aku mau ke pantai pokoknya sampai sore" Adelia melotot sama Adrian


Dan Fath pura pura menguap sengaja menggoda Adelia sambil pura pura mau tidur dengan bertumpu pada kedua tangannya yang di lipat di atas meja lesehan Restourant.


"Alah alah...ini lagi Aku tahu ini pura pura"


Adrian sama Aryanti tertawa seraya berdiri.


"Biarkan dia tidur di situ Del,sepertinya dia benar benar mau tidur,nanti bangun langsung nyusul kamu" Adrian tak henti tertawa


"Ayo lah Fath sayang... kan tadi baru bangun ke selang makan sama ngobrol doang,masa ngantuk lagi ?"


"Ya sudah Del Kakak pulang dulu mau sholat"


Aryanti sama Adrian beranjak dari Restourant,masih terdengar Adelia merayu Fath agar mau di ajak jalan jalan,memang terasa sama dirinya juga saat pengantin baru apalagi ini belum ada seminggu pernikahan Adelia sama Fath mereka masih hot hot nya lagi seneng senengnya,

__ADS_1


menikmati dan menjelajah sesuatu yang baru,kelihatannya Fath sama Adel siang malam lembur terus.


Aryanti masuk duluan di susul Adrian dan duduk di sofa.


"Nyalain AC Mas tolong aku gerah banget..."


Adrian mendekati Aryanti dan duduk di sampingnya sambil memberi remote control AC biar istrinya yang mengatur suhunya.


"Sepertinya ada yang nggak mau melewatkan pertemuan tadi rupanya..." Aryanti menyindir suaminya yang sudah membuka kancing kemejanya karena gerah.


"Aku sengaja ingkar janji sayang biar kamu lihat sendiri apa aku ini seperti apa ? kalau aku dari kemarin berdebat sama kamu,mungkin ujung ujungnya nggak bakal enak,aku ingin kamu melihat,dan tahu Si Jihan itu seperti apa ?"


"Hemght...Aku sudah bisa membaca orangnya seperti apa..." Aryanti kelihatan begitu serius


"Seperti apa orangnya ?"


"Sepertinya masih suka sama Mas Adri"


"Tapi Aku kan enggak ?!"


"Semoga saja"


"Sudah stop nggak ada lagi bahasan orang lain,sini kita tidur aku mau tidur sama kamu sekarang"


"Kok nafsunya jadi sama Aku ?"


"Aku mau sholat dulu Mas..."


"Sholatnya nanti habis mandi"


"Mas aku lagi hamil..."


Aku tahu aturannya"


"Mas siang siang begini aku gerah"


"Kan udah nyalain AC"


"Kita malu nanti masuk kantor lagi"


"Lebih malu lagi kalau Aku mencumbu kamu di kantor"


Adrian menggandeng istrinya ke tempat tidur,nggak ada kata lagi semua terjawab sudah,Adrian mencium perut istrinya dengan sayang dan mengusap usapnya sambil mendekatkan telinganya di perut Aryanti,mendengarkan detak jantung buah hatinya walau belum kedengaran karena tanpa alat.


Siang pun berlalu,tak ada rasa dongkol dalam hati Aryanti walau harus mandi siang siang,semua adalah ibadah,dan semua dalam rumah tangga sudah biasa,suami istri ada keinginan lanjutkan saja tak kenal waktu,Hamil muda lagi hangat hangatnya dan haus kasih sayang,hanya Aryanti wanti wanti agar lebih hati hati melakukannya.


Adrian dan Aryanti kembali ke kantor dan Linda menghampiri Aryanti yang sudah duduk di mejanya dan Adrian masuk ke ruangannya.

__ADS_1


"Bu yang tadi itu ceweknya Pak Habil ya ?"


"Mungkin ya mungkin juga tidak Linda..."


"Loh kok bisa begitu Bu ?"


"Jadi kita ngegosip nih ceritanya ? Aryanti tertawa.


"Daripada suntuk Bu heee..."


"Ya seperti itu,itu temannya Adelia kuliah di Australia,


namanya Jihan,mereka Pak Habil sama Jihan di jodoh kan sama orangtua mereka mereka saudara sepupuan,intinya Pak Habil menerima ya penjajakan dulu pengenalan dulu mari di jalani saling memahami,tapi kelihatan Jihan nya masih banyak pertimbangan entah apa yang di timbang timbangnya"


Linda bengong sambil manggut manggut.


"Satu lagi Jihan sukanya sama suamiku,tapi ssssssssst...ini hanya kita yang tahu"


"Hah ?! Bu ???"


"Jadi tadi itu semua nggak nyangka dunia ini begitu sempit,tadi itu pertemuan grogi yang aku lihat" haaa...


"Pak Adrian nya gimana Bu ?"


"Memang tidak terus terang sejak di Australia juga,aku hargai itu demi kebaikan dan ketenangan kami,Adelia menjelaskan semuanya padaku,dan Aku percaya suamiku dan Adiknya Adelia kalau mereka tak pernah terjadi apa apa"


"Ya ampuuuuun Bu..."


"Satu lagi kelihatannya Jihan masih penasaran,masih menitipkan surat di resepsionis yang aku baca,awalnya Aku nggak terima makanya waktu itu aku pulang sendiri ke Bandung dan malamnya Mas Adrian nyusul juga"


Linda tertegun serumit itu Bu ceritanya.


"Iya Linda semua sudah terlewati dan jelas masalahnya,tadinya Aku juga nggak terima,membaca pesan dengan kata kata masih suka ke ponselnya Mas Adri,yang kebetulan tertinggal di kamarku"


"Ya Allah...sehat ya Bu jangan terpengaruh kerikil kerikil yang menguji,mungkin itu cobaan kehamilan Bu"


"Aku cukup bijaksana melihat permasalahan ini,di satu pihak Jihan sahabat baik Adiknya Mas Adrian Adelia,di satu sisi apa ini ancaman buat rumah tanggaku ? Manusiawi Linda kalau aku khawatir dan cemas Aku juga Sahabatnya Habil hanya satu harapanku Linda semoga mereka jodoh"


"Ya Aku juga berharap begitu Bu"


"Sudah ya Linda kita lanjutkan kegiatan kita...coba lihat agenda Saya seminggu kedepan,apa ada yang urgent ?"


"Kalau tidak ada yang penting penting aku mengurangi kegiatan mau bulan madu lagi seperti Fath dan Adelia haaaa..."


"Wah ini benar benar menular rupanya heeee..."


"Nggak Linda Aku hanya perlu banyak istirahat saja,kecuali ada yang penting mengharuskan Aku ada ya Aku hadir"

__ADS_1


"Iya Bu..."


__ADS_2