
Bangun pagi agak kesiangan karena malam tak bisa langsung tidur,Adrian tidur hampir pukul 00.20,dengan perasaan masih ngantuk berat Adrian duduk di pinggir tempat tidurnya,kepalanya terasa berat tapi Ia berusaha bangun dan pergi ke kamar mandi, kepalanya terasa segar setelah kena guyuran air.
Setelah berdandan Adrian bergabung ke meja makan bersama Bapak dan Ibunya, yang dari tadi sudah duduk di meja makan sambil ngobrol,Ibunya tersenyum melihat anak bujang kesayangannya sudah berubah seratus delapan puluh derajat,berdandan sudah tidak harus pake ceramah lagi,sudah bisa menyesuaikan diri dan menempatkan dirinya,dan mungkin sudah menyadari siapa dirinya dan posisinya.
Bapaknya juga tersenyum dan tahu percis siapa di balik semua itu siapa partner kerja Adrian,Adrian nggak tahu kalau Bapak nya ahli strategi dan intuisi tinggi.
"Ayo sarapan dulu,mau sarapan apa ?" Ibunya menggeser geser kan menu sarapan yang ada di meja.
"Bapak jam berapa berangkat biasa jam sembilan ?"
"Iya,tapi kalau nggak ada yang harus di bicarakan kadang jam sepuluh,kadang juga nggak ke kantor" Bapaknya menjawab sambil mengocek sereal di mangkuknya.
"Kalau peresmian Ibu juga ikut kan ?"
"Iya dong kan Ibu juga mau lihat seperti apa Hotel itu setelah di bangun sekian bulan bahkan sekian tahun"
"Target apa yang kalian targetkan pertama untuk Hotel itu ?" Bapaknya bertanya sambil tersenyum pada anaknya,hanya menguji kemampuan seorang Adrian.
"Kami menargetkan presentasi pendapatan Pak,yang kemarin minusnya banyak semoga bulan pertama kami kelola naik minimal dua kali lipat,syukur syukur impas dengan pengeluaran"
"Haaaaaaaa,Kamu sekarang sudah bisa berfikir rupanya"
"Bapak kok malah tertawa enak banget emang apa lucunya ?" Ibunya Adrian agak ketus nggak enak anaknya di ketawain.
"Prestasi itu buat Adri Bu,Bapak yakin dari awal juga kamu pasti bisa,ya sudah kita berangkat sekarang" Adrian hanya resenyum
"Ibu mau kemana hari ini ?" Adrian melirik ibunya.
"Ibu mau di rumah aja nggak kemana mana,mau renang dan mau ngurus tanaman anggrek sama Bi Ani"
"Ya sudah,takutnya nanti Adri berangkat lagi Adri nggak sempat ketemu Ibu dulu"
"Ibu ada kok,nanti Ibu siapin baju baju kemeja yang mau di bawa"
Adian mencium tangan Ibunya dan mencium sebelah pipinya,dan Ibunya mencium tangan Pak Surapraja lalu memberikan agenda dalam bungkus tas kulit warna hitam.
__ADS_1
"Bapak sama Adri berangkat dulu Bu"
"Ya Pak hati hati"
Melihat keduanya Bu Handayani seperti melihat satu orang dalam dua generasi,Adrian seperti Bapaknya hampir di semua pembawaannya,cuma Adrian punya postur lebih menjulang,dan kulitnya putih,tak seperti Bapak nya agak gelap,
Bu Handayani mengantar mereka sampai di halaman depan dan mobil hilang dari pandangan di jalan berbelok.
Pak Agum yang membawa mobil mereka melirik dari kaca spion dalam pada Adrian yang menurutnya berbeda penampilannya,mungkin Mas Adrian sekarang sudah serius kerja fikirnya.
" Bagaimana khabar Nak Aryanti,apa dia juga betah di sana ?"
"Oh eh,Aryanti baik baik saja Pak,kelihatannya sama seperti aku betah di sana" Adrian agak gugup tiba tiba Bapak nya bertanya soal Aryanti.
"Syukurlah,itu yang Bapak sama semua management harapkan"
Jangan jangan Bapaknya tahu soal dirinya dan Aryanti fikir Adrian,tapi kalau tahu dari mana ? ah...nggak mungkin,tapi kalau sampai tahu biarin saja toh aku mau serius sama dia.
Mobil sampai Hotel,The Praja Hotel dan Restourant dan Pak Agum menurunkan mereka percis di depan lobby Hotel, Pak Agum sigap membukakan pintu untuk Pak Surapraja dan Adrian keluar duluan.
Rapat terbatas di mulai jam sepuluh, Pak Daud mengerti permintaan Adrian dan secepatnya mengirim orang yang sudah berpengalaman di Restourant ka Hotel yang di kelola Adrian,draft selanjutnya soal peresmian akan segera di laksanakan tinggal nunggu harinya saja,dan yang lainnya semua di sampaikan dan di bahas hingga tercapai keputusan dan yang lain lainnya.
Adrian menghela nafas lega,akhirnya selesai juga dan dirinya bersiap siap untuk kembali ke Pangandaran,istirahat sejenak santai turun dari kursi meeting di Aula ke sofa di ruangan office.
"Kelihatan semangat banget Mas Adrian,pantai Pangandaran dan pesisirnya telah menarik hatimu rupanya haaaaaaaa..." Pak Daud menggoda nya.
"Lebih dari sekedar itu Pak Daud,walau baru kemarin saya di sana saya telah jatuh cinta pada pantainya itu heeeee..."
"Ya ya ya semoga sukses lancar semuanya"
"Aamiin Pak"
Adrian pamit sama Bapaknya dan semua yang ada di situ,dengan diantar Pak Agum Adrian pulang ke rumahnya dan bersiap siap berangkat sekitar jam dua siang.
Pak Tono sopir di Hotel yang di Pangandaran sudah dari tadi pagi mencuci mobil Adrian dan mengelapnya sampai mengkilat.
__ADS_1
Dan Adrian pamitan sama Ibunya,Ibunya memeluk anak kesayangannya sambil mengusap usap punggungnya,Adrian melepaskan pelukannya mencium tangan dan pipi Ibunya lalu naik ke mobil dan berangkat.
"Hati hati sayang..." Adrian tersenyum sambil mengangguk.
"Udah nggak ada yang ketinggalan lagi Mas kita siap meluncur ?"
"Ya siap Pak Tono" Adrian melirik laptop Aryanti yang di simpan di sebelah jok nya tapi di masukin lagi ke ranselnya.
Mobil mulai melaju keluar halaman dalam tatapan Ibunya Adrian dan Bi Ani yang kembali menutup pintu gerbangnya.
"Pak Tono kita mampir dulu ke Mall aku mencari sesuatu dulu yah"
"Iya Mas" Pak Tono menjawab sambil fokus ke depan jalan mobil.
"Pak Tono nggak usah turun aku nggak lama kok "
"Ya ya ya.."
Adrian seperti bergerilya mencari sesuatu yang di inginkan nya,dan setelah menjelajah setengah dari Mall itu baru mendapatkan apa yang di inginkan nya dengan rasa puas Adrian melanjutkan perjalanannya.
"Pak Tono,saya ngantuk mau tidur,Pak Tono nggak apa apa nggak ada yang ngajak ngobrol dulu ?"
"Oh silahkan Pak Adrian,saya mah kenyang malam tidur cukup,tadi juga habis nyuci mobil tiduran lagi"
Tak ada lagi percakapan diantara keduanya,dan mobil meluncur dengan mulus tanpa hambatan,Adrian begitu pulas tidur di jok belakang dengan bantal leher yang terpasang,badannya yang tinggi nggak cukup tidur memanjang mengikuti jejeran jok mobil,tapi merebahkan jok belakang sampai habis,kelihatannya cape banget,dan Pak Tono dengan hati hati menjalankan mobilnya ingin memberi kenyamanan pada majikan mudanya.
Separuh perjalanan telah di laluinya dan Adrian mulai bangun dan melirik ke luar kaca jendela mobilnya.
"Berhenti aja dulu Pak kalau ada tempat makan,kita istirahat sambil makan dulu"
"Saya masih kenyang Pak tadi di suruh Ibu makan"
"Nggak apa apa ngopi ngopi aja nggak makan juga,saya yang mau makan"
"Iya Pak nanti kita cari tempat istirahat nya"
__ADS_1