Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Nama saya Aryanti Arifah Nurhadi


__ADS_3

Adrian bangun jam delapan pagi saat orang orang telah berangkat dengan aktifitasnya masing masing, setelah mandi dandan lalu duduk di hadapan Bapaknya yang lagi duduk sama Ibunya di samping kolam renang, sambil sarapan alakadarnya.


"Pak Adri mau kerja aja, dan akan mulai hari ini."


"Bagus, keputusan yang baik, terus dandan gini mau kemana?"


Pak Surapraja memperhatikan dandanan anaknya yang pakai kemeja kotak kotak juga bawahannya celana jeans.


"Mau kerja, kenapa memang apa bajunya jelek?"


Adrian memperhatikan bajunya, sambil ikut sarapan sama Bapak dan Ibunya.


"Bu Adri minta duit buat tebus SIM Adri di restoran ya Bu."


"Adrian kerja itu ada aturannya dimulai dari hal kecil, dandanan seperti ini bukan untuk kerja di kantor tapi untuk kerja bebas seperti tukang parkir di jalanan, kerja di pasar dan dandanan untuk main."


"Adri kan belum jelas kerjanya di bagian mana jadi ya bebas dulu bajunya juga Pak."


"Tidak, niat kerja ya perlihatkan keseriusan mu, pakai baju putih dan celana hitam juga sepatu yang sopan, kalau hanya untuk main main mending jangan berangkat, dan untuk SIM kamu belum bisa di ambil, kerja dulu hari ini baru SIM bisa di ambil, hari ini ikut mobil Bapak sama Pak Agum kita berangkat bersama."


Adrian terdiam, betapa tak enak hidup penuh aturan inilah itulah, pusing jadinya tapi mau tidak mau dirinya nggak bisa apa apa, apalagi sekarang orangtuanya menyetop uang yang dari kemarin kemarin begitu mudahnya ia menggunakannya mau ini tinggal gesek, mau uang tunai tinggal ke ATM.


"Biarin Bu jangan di kasih duit, biar anakmu belajar bertanggungjawab, ganti baju dan celana mu jam 09 kita berangkat, ambil bajumu Bi Ani telah mempersiapkannya."


Adrian beranjak tanpa sepatah kata lagi keluar dari mulutnya, saat seperti ini ingin Ibu nya jadi pembela dirinya dan biasanya seperti itu, tapi kali ini ibunya juga kelihatan berpihak pada Bapaknya.


Adrian balik lagi mau ke kamarnya diikuti Bi Ani dengan baju di gantungan dan celana yang masih di lipat, sebelum masuk Bi Ani menyerahkan baju dan celananya.


"Terimakasih Bi."


"Iya Mas Adrian, mari Bibi permisi."


Pak Surapraja berangkat jam 09 sopirnya Pak Agum sudah dari pagi membersihkan mobilnya tak henti hentinya mobil di lap sampai kelihatan mengkilap dan kinclong banget, Adrian duduk di samping Bapaknya hatinya galau nggak biasa resmi dan hidup semau maunya, dan sekarang dirinya dipaksa harus mengikuti aturan yang ada yang begitu resmi dan menjenuhkan.


Sebenarnya bukan di paksa juga ini adalah pilihan yang sulit bagi dirinya, saat dirinya belum siap mengambil satu keputusan untuk memilih tapi tak ada pilihan lain baginya selain memilih salah satu.

__ADS_1


Walaupun Adrian anak pemilik hotel ini tapi ia jarang sekali menginjakkan kaki ke tempat ini, kecuali ada acara orangtuanya lebih ke jarang hadir, atau acara dirinya dengan teman temannya yang numpang tempat gratis semisal ulangtahun dan Adrian datang hanya sebatas acara acara begitu.


Sampai ke tempat yang di tuju The Praja Hotel & Restourant yang berpusat di Kota Bandung, dan sudah memiliki cabang di beberapa kota, seperti di Bandung, Puncak Bogor, Kota Batu Malang, di Jakarta,Kuta Bali dan yang belum di resmikan masih dalam tahap finishing di Pangandaran Jawa Barat.


Adrian turun dari mobil kikuk mirip orang asing seperti ajudan dan sang majikan, tapi Adrian berusaha tetap percaya diri melewati semua pegawai yang pada membungkuk menyapa Bapaknya sambil tersenyum.


Sampai di ruangan Pak Surapraja duduk di sofa tamu dan Adrian juga ikut duduk.


"Adri, ini hari pertamamu kerja akan Bapak kenalkan kamu pada team management Bapak, tapi kemungkinan nanti dalam rapat. Sekarang kamu boleh pengenalan lingkungan hotel ini, seangkatan kamu ada satu orang lagi yang akan jadi partner kerja kamu nanti Bapak kenalin."


"Ya Pak."


"Halo,Pak Daud apa orang baru yang akan jadi partner Adrian sudah ada?" Pak Surapraja menelephon Pak Daud.


"Oh iya Pak, tadi suruh nunggu di ruangan supervisor tapi ilang, kata karyawan lain katanya ikut room boy lihat cara beresin kamar ada tamu yang baru cek out."


"Waduh... belum di kasih tugas udah main kerja aja."


"Iya Pak kayaknya dia lama nungguin, jadi inisiatif sendiri sambil lihat lihat aja katanya."


Rapat kali ini hanya rapat terbatas hanya supervisor supervisor, Pak Daud Asisten Pak Daud dan sekaligus pemimpin utama dan hanya Dari Hotel yang di Bandung saja,lain dari biasanya kalau ada rapat besar yang di hadiri Pak Surapraja pasti dari semua Hotel hadir ke pusatnya yaitu di Bandung.


Pa Daud membuka rapat kecil kali ini semua pada diam,Adrian yang duduk di samping Bapaknya menyimpan ponselnya.


"Assalamualaikum wr wb...


Puji dan syukur kita panjatkan pada Allah SWT, atas limpahan rahmatnya Alhamdulillah kita bisa berkumpul di tempat ini, pada sehat semua?"


"Alhamdulillah Pak..."


"Mengingat pentingnya rapat terbatas kali ini saya mengharapkan kehadiran semua pimpinan bagian di Hotel Pusat ini untuk bisa hadir dan menyimak apa yang menjadi materi yang akan kita bahas kali ini.


"Pertama saya kenalkan Putra Pemilik Hotel The Praja yang akan menjadi The Next pimpinan masa depan kita yaitu Adrian Akbara Pratama."


Adrian berdiri mengangguk dam memberi salam, semua yang hadir pada mengangguk dan tersenyum juga memberi sambutan tepuk tangan.

__ADS_1


"Semoga kedepannya The Praja Hotel & Restourant akan semakin besar dan semakin maju, juga saya perkenalkan partner Nak Adrian untuk bisa belajar sebagai pemula di semua bidang perhotelan saya panggilkan...


"Silahkan duduk dan bergabung."


Seorang mengantarkan Aryanti dan pergi lagi setelah Aryanti yang kikuk duduk, dan semua mata memandang kearahnya. Aryanti tahu dirinya jadi pusat perhatian tapi dirinya berusaha tenang seperti saat praktek pertama di depan kelas PAUD-nya, walau ini berbeda yang ada di depannya adalah orang dewasa dan berpengalaman semua.


Dan Adrian tak kalah herannya kok ketemu lagi dengan wanita ini, mungkin partner yang akan Bapaknya kenalkan ya ini orangnya, ini mah sudah kenal tapi kenapa dia ada disini? apa dia melamar di Hotel ini atau Bapaknya yang menawarkan pekerjaan? entahlah.


"Silahkan dek perkenalkan dirimu..."


Aryanti berdiri memberi salam membungkuk dan tersenyum.


"Nama saya Aryanti Arifah Nurhadi, mohon dukungannya untuk saya lebih banyak lagi belajar di sini, terimakasih."


Pak Surapraja memberi tepuk tangan duluan di susul yang lainnya, lalu bicara singkat dan padat.


"Setelah kalian, tahu, kenal kedua orang ini saya titipkan kepada semua kepala kepala bagian Hotel di sini untuk bisa mengenalkan seluk-beluk bagian Hotel ini, sebagai bahan pembelajaran bagi keduanya sampai keduanya faham di semua bidang, saya tahu bukan pekerjaan mudah dan perlu waktu tapi saya yakin bisa."


"Mulai dari management Perhotelan, akuntan, marketing, kitchen, Restourant, dan semua bagian lainnya saya ingin mencetak kedua orang ini untuk menjadi pribadi yang matang di bidang perhotelan, selanjutnya saya serahkan sepenuhnya pada Pak Daud."


"Terimakasih Pak Praja atas kepercayaannya. Semoga saya bisa mengemban amanat ini"


Rapat bubar kembali ke aktifitas masing-masing menyisakan Pak Surapraja, Pak Daud, asisten Pak Daud, Adrian dan Aryanti masih di aula ruangan rapat yang lengang...


.


.


.


.


Penulis sedang merevisi novel ini dari awal dan ingin menyempurnakannya menjadi idealnya bab sebuah novel, jadi untuk itu akan menambah bab tanpa merubah tokoh dan alur cerita.


Terimakasih, Selamat membaca kembali 🙏

__ADS_1


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝


__ADS_2