Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Unik dan enak


__ADS_3

Aryanti tenggelam dalam semua pekerjaannya dan Komang Putri begitu membantu semuanya,dan sampai saat semua di rasa agak senggang Aryanti bisa ngobrol sedikit santai dengan Komang Putri.


"Komang Putri tahu gimana khabar Aira...? masih di rumah orangtuanya Made Ardika ?"


"Iya Bu Aryanti,kemarin saya bertemu semua kelihatan baik baik saja,malah saya sengaja berkunjung ke rumahnya,Aira kelihatan gembira karena mungkin di situ banyak teman teman sebayanya,tak sedikitpun bicaranya menyinggung Papa Mamanya..."


"Syukurlah Komang Putri...walau saya janji suatu saat akan menelephon nya tapi apa itu akan terlaksana atau tidak... takut hanya membangkitkan ingatannya kembali akan sosok Mamanya,nanti saya fikir fikir lagi..."


"Iya Bu Aryanti jangan dulu lah...kasihan apalagi sekarang Papanya juga kan lagi tidak ada"


Aryanti mengangguk dan menghela nafas dalam dan begitu berat mengingat semua kejadian yang pernah di alaminya.


"Apa sudah ada ketetapan vonis bagi Made Ardika ?"


"Saya dengar tujuh bulan potong masa tahanan kata orangtuanya Bli Ardika"


"Ya sudah Komang semua semoga cepat terlewati...eh satu lagi apa Komang Putri dengar masalah tanah yang Made Ardika janjikan pada kita ?"


"Oh ya saya sempat menyinggungnya juga kata Iwa Mamanya Made nanti saja kalau Made sudah beres dengan masa hukumannya,biar itu jadi urusannya..."


Aryanti mengangguk sangat mengerti dan itu tidak menjadi tujuannya sekarang...ada yang memberi tanah untuk di perjual belikan ya syukur kalau nggak ada juga nggak apa apa,walau pada kenyataannya Aryanti menginginkannya.


"Komang Putri saya akan kedatangan saudara sama sahabat saya hari ini,Adiknya Pak Adrian dari Malaysia dan sahabat saya dari pulau Jawa mau bulan madu di sini saya mungkin akan sibuk juga tolong di bantu ya..."


"Owgh dengan senang hati Bu Aryanti..."


"Makasih ya Komang Putri,juga informasinya"

__ADS_1


"Sama sama Bu..."


"Hai sayang Aku keluar dulu sama Pak Daman mau ikut nggak ? Aku mau cari yang jual Ikan laut segar kata Pak Daman ada tempatnya di pelelangan" Adrian berdiri dekat meja Aryanti.


Aryanti bingung sebenarnya mau ikut,tapi masih ada pekerjaan yang belum selesai.


"Aku hanya mau beli macam macam ikan laut segar,kata Pak Daman untuk makan makan mending di pasak di Restourant kita saja lebih terjamin"


"Gimana ya...nggak ah Mas Aku masih ada kerjaan lagian takut salah satu tamu kita datang siapa yang menyambutnya masa kita sama sama keluar ?"


"Oh iya betul itu...oke Aku saja yang keluar ya,barangkali mau pesan di beliin apa ?"


"Ya kalau ada yang unik unik dan enak enak beli aja Aku nggak tahu spesifik nya"


"Sepertinya yang enak juga unik sudah ada di depan sini heeee..." Adrian mengusap pipi istrinya.


Aryanti hanya tersenyum... betapa cinta kasih keduanya antara dirinya dan Adrian di rasa Aryanti begitu besarnya... dan begitu saling membutuhkan dan saling mengisi satu sama lain, kehidupan dan nasibnya membawa Aryanti pada pencapaian sekarang ini, Hanya seorang biasa menjadi luar begitu biasa.


Citra dirinya jelas terangkat sama status sosial suaminya, dan kecantikan juga kepintaran Aryanti hanya hiasan saja yang menyempurnakan dan melambungkan dirinya yang begitu bisa mengeksplore kemampuannya karena di kasih tempat dan di fasilitasi untuk berkarya.


Semakin lama rasa cinta berubah menjadi kasih sayang diantara keduanya,apalagi setelah hadir buah cinta mereka Alinea semakin menambah rasa sebagai perekat hubungan Aryanti dan Adrian dan itu di sadari nya menjadi bagian dari dirinya untuk menjaga keutuhan rumahtangganya.


Nasib baik begitu berpihak pada Aryanti selain suami yang begitu sayang,fasilitas tak kurang suatu apapun,keluarga dan mertua yang mendukung dan karir yang cemerlang menjadikan Aryanti begitu sentral di lingkungannya dan Adrian menyadari itu semua.


Walau tidak di perlihatkan Adrian selalu was was dan takut tidak bisa memberi kebahagiaan pada istri tercintanya,Adrian selalu ingin mendukung apa yang menjadi ide istrinya...Adrian sadar dirinya tak sepintar Aryanti dalam ide bekerja dan mencipta tapi dirinya punya power dan wewenang yang tinggi dan mutlak menjadikan diantara keduanya balance satu lagi Adrian begitu bisa memanjakan istrinya dan romantis.


Aryanti menekuni kembali pekerjaannya sampai rehat tengah hari Aryanti baru bisa meregangkan otot dan kepalanya yang terasa pegal...dan Aryanti menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kerjanya dan merefresh kan fikirannya dengan memejamkan matanya.

__ADS_1


"Bu mau makan siang nggak ?"


"Oh Komang Putri,mau kita makan di mana ?"


"Ke kantin saja yu Bu..."


"Ayo biar santai makannya"


Dapur kantin memang menyediakan makan buat semua karyawan Hotel dan di kasih fasilitas makan satu kali dalam satu hari kerja,dengan cara prasmanan dan mengambil sendiri makanannya juga di kantin menjual dan menyediakan segala keperluan dan kebutuhan semua karyawan dari mulai minuman makanan kecil,rokok,dan jajanan komplit dan di kelola oleh koperasi karyawan,kalau Restourant dan cafe semua makanan di khususkan untuk para pengunjung dan tamu Hotel di komersil kan untuk umum.


Aryanti sama Komang Putri makan apa yang menjadi menu dapur karyawan dan Aryanti juga sebagai pimpinan di Hotel itu terkadang bosan makan di Restourant atau di luar dan sekali kali ingin menikmati masakan sederhana yang menjadi menu makan semua karyawannya.


Dengan senang hati kepala chef nya mempersilahkan pimpinannya untuk makan dan segala di tawarkan dan Aryanti hanya mengangguk sambil senyum, Aryanti seperti karyawan biasa saja ngantri saat jam sibuk makan...malah ada rasa bahagia bisa makan di tengah tengah sebagian karyawannya yang semua begitu hormat pada dirinya...


Satu kelebihan kepala chef yaitu harus bisa mengolah semua bahan yang ada menjadi satu makanan yang bermanfaat baik untuk keperluan Restourant juga untuk kebutuhan karyawan, apalagi di Hotel nya sekarang lagi ada rapat,dan semua anggota rapat berikut makan siang dan makan malam terbayang sama Aryanti team dapur dan Restourant sibuknya seperti apa di tambah menu rehat suguh rapat yaitu snack kue kue basah yang tiap waktu harus beda dan harus ada pada waktunya...tapi balik lagi itu satu pekerjaan yang di jalani dengan terbiasa jadi ya biasa saja di jalaninya...


Memang beda yang mengurus menu khusus untuk karyawan dan Restourant masing masing di pimpin satu kepala chef, Restourant satu kepala chef,Dapur dan bakery satu kepala chef dan cafe satu kepala chief juga.


Di fikir fikir begitu banyak karyawan yang bernaung di satu Hotel saja dan Aryanti membayangkan semua Hotel Pak Surapraja yang begitu banyak dari tujuh Hotel yang di bawah naungan The Praja Hotel dan Restourant Group berapa jumlah karyawannya yang semua struktur dan keperluan satu Hotel hampir sama mencapai ribuan...


Masya Allah ! semoga semua lancar sehat dan saling memberi manfaat.


"Bu mau nambah apa lagi makannya ?" Komang Putri mengagetkan lamunan Aryanti sambil makan.


"Oh eh cukup Komang...saya lupa ngambil minumnya mau teh tawar hangat,enak banget makannya walau cuma sayur lodeh,goreng ikan dan perkedel tambah kerupuk.


"Biar saya ambilkan Bu sekalian saya juga ambil minum"

__ADS_1


Aryanti meneruskan sedikit lagi makannya sambil melihat lihat semua isi dan penataan kantin,Ada penghargaan yang memang khusus bagi semua top level dan orang kantor tempat duduk makan yang di pisah dari karyawan umum,mungkin kalau lagi jam jam sibuk makan jangan sampai pimpinan mereka tak kebagian duduk.


__ADS_2