Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Apa aku ini posesif ?


__ADS_3

Adelia kembali ke kamarnya dan duduk termangu di sofa memandang suaminya Fath tersayang yang masih tergolek di tempat tidur,Adelia tersenyum melihat Fath yang masih telanjang dada dengan separuh badannya di tutupi selimut mungkin kecapaian sehabis perjalanan tadi juga habis bercinta... sejak datang dan memasuki kamar bungalo nya Fath menarik dirinya dan memepetnya ke tempat tidur.


Nuansa romantis yang di berikan pihak pengelola Hotel yaitu Kakak dan Kakak ipar nya Aryanti begitu istimewanya walaupun Adelia dan Fath tak memintanya, tapi di sadari Adelia semua adalah rasa sayang Kakaknya pada dirinya.


Kamar bungalo yang di design khusus penuh dengan harum semerbak bunga segar,lilin minyak aromaterapi di kamar mandi dan vas bunga besar di atas kepala ranjang tidur dan semerbak wangi mawar dan melati, kulkas berisi makanan dan minuman tinggal memilih yang di suka, dispenser air dan semua makanan juga minuman siap seduh komplit ada juga AC,Televisi dengan fasilitas DVD player yang memungkinkan bisa nonton dari tempat tidur,membuat semua orang betah berlama lama di dalam kamar.


Satu yang membuat Adelia masih merasa punya ganjalan dalam fikirannya tentang sahabatnya Jihan ternyata masih membawa perasaannya ke sini dan semua itu masih tetap diperlihatkan walaupun dirinya telah menggandeng seseorang yang mungkin akan menjadi suaminya apa yang ada dalam pikirannya ? sungguh tak bisa di fahami.


Sungguh Adelia melihat sikap Jihan sangat tidak sopan di hadapan Kakaknya dan Kakak iparnya Aryanti,Jihan telah memercikkan permasalahan di rumah tangga Kakaknya, kalau kemarin-kemarin kakaknya masih belum menikah itu masih mungkin bisa dimaafkan tapi ini saat Kakak iparnya tengah hamil Jihan telah mengundang permasalahan bagi rumah tangga Kakaknya,dan Adelia ingin segera hari esok tiba saat Jihan mau mampir sebelum pulang ke Anyer dan bertemu dulu juga Adelia ingin melihat raut mukanya,juga keseriusan dengan gandengannya.


Adelia berjalan ke tempat tidur dan mencium sayang suaminya dan berbisik mesra...


"Sayang Fath lihat ini jam berapa ? apa siang mau di sambung sampai malam nggak bangun dulu ?"


Fath menggeliat dengan nikmatnya dan malas malasan dengan mata masih merem, dan menarik kembali Adelia ke tempat tidur dan memeluknya di dalam selimut.


"Sayang aku mau ke pantai..." Adelia membuka selimut yang menutupi mereka.


Fath membuka matanya dan memandang istrinya sambil tersenyum nakal.


"Mau renang ? di sini saja renangnya heee..." Fath menunjuk perutnya.


"Kita jalan jalan dulu cari angin masa di kamar melulu"


"Baru saja masuk kamar,Dulu Kakakmu nggak keluar tiga hari tiga malam di Bali katanya"


"Idiiiih ngapain aja tuh di kamar ? pasti itu bohong !"


"Haaaaaaaa... ya orang dewasa,baru menikah di kamar pengantin berdua masa cuma ngobrol ?"


"Aaaaah...Fath jangan ikut konyol kayak mereka, Aku nggak mau,pokoknya Aku mau keluar jalan jalan dulu ayo mandi...Ayo Aku kilitikin nih"


Fath menangkap tangan Adelia dan merengkuhnya seketika,Adel berontak tapi Fath memang lebih kuat, dan akhirnya Adel pasrah dalam ciuman yang bertubi tubi,tak ada kata lain selain membalas ciuman yang tadinya lembut berubah menjadi panas.


"Kita jalan jalan tapi nanti kalau kamu sudah nggak berontak heee..." Fath merasa menang dan terus mencumbunya.


Adelia tersenyum dan mengalungkan tangannya di leher Fath akhirnya.


***


Aryanti pulang masuk kamarnya dan duduk istirahat di sofa,Adrian yang mengikutinya duduk juga di sebelahnya, Permintaan izin Adelia untuk bertemu dengan Jihan di sini sedikit mengganggunya,Aryanti berharap bisa bertemu dan ingin tahu seperti apa orangnya ? juga haruskah Adrian tahu ? sebaiknya memang tahu agar tidak terjadi salah paham lagi.


"Sayang gimana perasaanmu ?" Adrian mengusap bahu Aryanti lembut.


"Enakan Mas seperti biasa saja"

__ADS_1


"Syukurlah,aku ingin kamu itu cepat melewati masa masa krisis ngidamnya sayang...aku khawatir terus,sekarang aja dari siang belum makan...apa aku beliin di bawa ke sini ya ?"


"Nanti saja Mas Aku belum lapar"


Aryanti menyenderkan kepalanya di bahu Adrian,dan sesekali memegang pipi suaminya dengan telapak tangannya.


"Mas,boleh aku ngomong


sesuatu ?"


"Boleh katakan sayang...mau jalan jalan ke pantai,mau berenang,mau karaoke atau mau makan sesuatu ?"


"Itu semua bukan Mas"


"Lalu apa ? apa dede bayinya mau Papa cium ?" Adrian menempelkan mukanya ke perut Aryanti,tapi Aryanti malah geli dan teriak sambil tertawa.


"Aaaaaah... Mas jangan...aku geli"


"Lalu mau apa ? mau bobo ?"


"Kalau itu mah maunya Papa Adri"


"Terus mau ngomong apa ?"


"Aku mau bulan madu lagi Mas...seperti Adelia sama Fath heee...sepertinya aku rindu saat saat itu"


"Iya ya Mas,sampai akhirnya aku positif benih mu di rahimku..."


"Iya sayang kita tak menyadarinya..."


"Mas aku bingung harus ngomong dari mana dulu..."


"Soal apa sayang ? dari tadi muter muter nggak jelas,malah ke bulan madu segala,orang Adelia sama Fath yang bulan madu yang ngidam pengen ikutan malah kamu heee..."


"Mas teman Australia mu besok mau ketemu Adel di sini,boleh nggak kalau Mas nggak menemui dia ?"


"Dari mana tahu dia mau datang ?"


"Adelia yang minta izin Aku,ya aku izinin lah bukan urusan sama Aku,aku nggak ada hak melarang"


"Kenapa kamu izinin ?"


"Lho kok ? kan itu temannya Adelia"


"Kalau membuat kamu nggak nyaman nggak usah di izinkan"

__ADS_1


"Mas sebenarnya Aku juga nggak ada masalah sama Dia,yang punya masalah itu Mas sama Dia makanya Aku ngomong minta sama Mas jangan ketemu Dia besok kalau bisa"


"Oke aku nggak ketemu Dia lagian aku juga nggak mau, aku tidur seharian besok,kamu saja yang masuk kantor"


"Tapi pasang mukanya biasa saja Mas jangan di lebih lebihkan begitu,biasa aja datar... Aku kan ngomong baik baik"


"Kapan Adelia ngomongnya ?"


"Tadi waktu makan rujak di office"


"Oke jangan jadi masalah dan salah faham lagi jelas kan ketemunya sama Si Adel ?"


Aryanti diam,apa Aku ini terlalu berlebihan mengatur gerak langkah Mas Adrian ? sampai sebegitu nya ? tapi seandainya di biarkan nggak ada ketidaksetujuan dari dirinya akan semau maunya juga,apa Aku ini posesif ? perasaan telah bijaksana mengambil langkah dan keputusan, rasanya semua ego selalu menjadi pertimbangan yang begitu di bolak balik bagi Aryanti,takut menyinggung orang lain terlebih ini suaminya sendiri.


"Mas apa aku meminta yang berlebihan ?"


"Aku ini suamimu,kamu berhak melarang dan mengingatkan yang di rasa kamu lebih baik,dan aku juga begitu menghargai kamu,pendapat kamu aku memahami mu,jangan jadi fikiran sayang..."


"Terimakasih Mas,mungkin itu hanya kekhawatiran ku saja atau ketakutan ku saja,mungkin Aku terlalu mencintaimu"


"Baru kali ini Aku mendengar kata kata calon Mama ini begitu cengeng heee..."


"Aaaah Mas..."


"Sama sayang Aku begitu sayang banget sama Kamu,juga calon bayi kita,Aku takut Kamu tersakiti ,sebisa mungkin Aku menjaganya,terus terang Aku takut Kamu marah dan meninggalkan Aku,terus Aku nanti sama siapa,Kamu bawa anak kita ah...pokoknya nggak terbayangkan,itu juga karena Aku terlalu sayang sama kalian berdua"


"Kan anaknya masih di dalam Mas..."


"Iya Aku tahu..."


Aryanti tertawa...


"Pokoknya sekarang kamu makan mau makan apa hayo Aku cariin,mau makan di luar atau di sini atau di Restourant depan saja ?"


"Aku nggak mau makan Mas..."


"Harus"


"Aku memang nggak lapar"


"Tapi bayimu harus masuk makanan,jangan hanya mikirin sendiri saja mentang mentang nggak lapar"


"Minum susu saja ya Aku bikinkan..."


"Nggak, Aku belum bisa minum susu,pasti keluar lagi"

__ADS_1


"Terus maunya apa ?"


"Aku mau tiduran"


__ADS_2