
Begitu lamanya Aryanti berendam,relaksasi diri dan santai sampai airnya menjadi dingin dan di tambahkan lagi dengan air yang baru,di sandarkan kepalanya di pinggiran bibir bath tub sampai berasa ngantuk dan di pejamkan kedua matanya,sentuhan air hangat dan wangi aromaterapi sabun begitu menenangkannya.
Tanpa di sadari Adrian dengan tersenyum menghampirinya pelan pelan dan mencium kening Aryanti yang lagi memejamkan mata,tubuhnya begitu transparan terlihat begitu polosnya membayang di air bening bath tub mengundang hasrat Adrian kembali,begitu terkejutnya Aryanti sampai mengambil handuk di atas kepalanya dan mau menutupi dada dan tubuhnya.
"Ssssssssst....aku suamimu..."
"Mas..."
"Aku kaget banget sayang ,pas aku bangun kamu nggak ada di sampingku,tak tahunya di sini..."
Aryanti hanya tersenyum.
"Boleh aku ikutan ya heeee..."
"Nggak, sempit Mas aku udah dari tadi Mas sendiri ya...
"Sempit apaan ini sudah ukuran buat dua orang sayang....nggak mau pokoknya berendam lagi berdua ya...nanti aku ganti airnya biar di tambah hangatnya,ambil sabunya biar busanya banyak kan katanya kamu malu kalau kelihatan..."
Aryanti hanya terdiam sambil memasukkan wewangian ke dalam bath tub dan menenggelamkan seluruh badannya ke dalam air sampai lehernya dan Adrian menarik tangan Aryanti dan memeluknya dalam keadaan basah di dalam air dan licin,sungguh sensasi yang luar biasa di rasakan keduanya,Adrian menyusuri kembali lekuk lekuk indah di hadapannya,berciuman di hangatnya air dan wangi esensi kenanga dan zaitun yang begitu menenangkan,dan mereka hanyut kembali di suasana kemesraan.
Air luber tumpah lewat samping bath tub,saat gerakan Aryanti tubuhnya menggelinjang kala Adrian menyusuri area dada dan daerah sensitifnya lainnya dengan ciuman ciuman panas nya.
"Mas aaaaah..."
"Kenapa sayang hemght...? Adrian begitu bernafsu merengkuh tubuh istrinya tak peduli air tumpah kemana mana,dan Aryanti juga merasakan hal yang sama sama ingin lebih melampiaskan gejolak dalam dadanya dan gairah keduanya begitu membuncah, sepertinya anak panah yang menunggu di lepaskan,dan membiarkannya melesat ke jantung hati mereka.
Adrian bangkit dan menarik tangan Aryanti perlahan turun dari bath tub lalu membungkus badan Aryanti dengan handuk dan membopongnya kembali ke tempat tidur dan membaringkannya lalu menyergapnya seketika,terasa mendapat kesegaran dan energi baru keduanya menuntaskan kembali rasa dahaga mereka di atas tempat tidur dengan berbagai ekspresi dan bermacam gaya di cobanya,sampai keduanya merasa capek dan tak bertenaga lagi terkuras habis, dalam lemas hanya mata yang berpandangan dan senyum penuh arti.
"Mas...aku lapar aku butuh nutrisi khusus untuk tenaga ekstra kalau tiap malam seperti ini...
"Haaaaaaaa...sayang sayang...kasihan sampai kelaparan begitu,ya sudah kita mandi dulu lalu kita cari makan,kalau mau makanan sekedarnya dulu ada di kulkas juga, coba lihat ada buah, puding mungkin kamu ada yang suka"
Aryanti mengangguk dan kembali memeluk sebelah tangan Adrian manja,dan Adrian mengecup keningnya penuh rasa sayang.
"Aku lemas Mas boleh minta tolong ambilkan buahnya heee..."
__ADS_1
"Oke tuan putri,hamba ambilkan apapun buat tuan putri,tuan putri duduk saja di sini dan tunggu..."
Adrian keluar dari selimut lalu memakai kembali celana kolor nya yang basah tapi hampir kering dengan telanjang dada berjalan ke arah kulkas,lalu mengambil sekeranjang kecil buah komplit seperti kemasan parcel dan menyimpannya di tempat tidur dekat Aryanti.
Berdua makan buah dan Aryanti menahan tawanya,Adrian heran dan sambil senyum juga mengangkat kedua mata dan alisnya meminta jawaban dan penjelasan dari Aryanti.
"Ada apa sayang ketawa,apa ada yang lucu ?"
"Kita yang lucu Mas haaaa...lapar yang lain terpenuhi malah berlebih,tapi lapar perut dari kemarin malam belum makan sedang tenaga terkuras habis"
"Iya aku pesan sekarang ya biar diantar ke sini"
"Eh Mas jangan,jangan..."
"Kenapa kan kita lapar ?"
"Nggak mau ada orang melihat kita berantakan dan melihat kamar yang seperti ini"
"Pokoknya kalau nggak mau ketemu orang yang ngantar kamu ngumpet aja biar aku yang nanti buka pintu sedikit terus aku saja yang ngambil pesanannya"
"Ya sudah aku mandi ya,janji hari ini sampai malam nggak "ngulang" lagi kan ?"
"Huh...dasar nggak ada kenyang kenyang nya.."
Aryanti masuk kamar mandi dan menguncinya dari dalam dan langsung mengguyur dari ujung kepala sampai ujung kakinya dengan guyuran shower air hangat, Mamanya selalu berpesan seandainya seseorang kurang tidur jangan dulu mandi karena badan akan mengeluarkan panas yang berlebihan karena metabolisme tubuh tidak normal kalau memaksa mau mandi ya harus dengan air hangat agar tubuh tidak merasa kaget lagi.
Selesai mandi Aryanti keluar dengan kepala di tutup handuk dan memakai piyama mandinya terlihat sangat segar dan wangi ,Adrian duduk di ujung tempat tidur masih dengan telanjang dada sambil melihat-lihat ponselnya sambil mengunyah apel, Aryanti bercermin kelihatan mukanya agak pucat.
"Mas..."
"Aku lihat mukaku seperti pucat begini apa nggak ya ?" Adrian seketika meliriknya dan langsung menghampiri Aryanti.
"Enggak ah...perasaan biasa aja mungkin ini efek capek sama kurang tidur saja sayang, tapi perasaannya enak nggak ? " Adrian memegang kedua pipi Aryanti
"Biasa aja tapi..."
__ADS_1
"Jangan sakit dong sayang kalau kamu sakit gimana kita berangkat bulan madunya, Bali menunggu kita, aku harus gimana ? aku yang paling khawatir... udah sekarang tunggu dulu makanannya kita makan dulu ya"
Aryanti menarik tangan Adrian yang lagi memegang apel dan mendekatkan ke mulutnya lalu menggigit nya dari tangan Adrian,Adrian tertawa sambil mengusap punggung Aryanti.
"Mas..."
"Heemght..."
"Pakai dulu bajunya malu,tar ada orang antar makanan..."
"Biarin malu apaan ? semua juga ngerti kalau habis malam pertama itu capek luar biasa"
"Maksudku bukan itu,sopan lah masa telanjang dada gitu ? nih pakai bajunya"
"Kaos aja ada kan kaos ?"
Aryanti membuka kembali lemari dan mengambil kaos Adrian dan menyodorkannya.
"Pakein doooong sayang...kan kamu istri aku heeee..."
"Iya... kolokan banget..."
"Heeee...kan kolokannya cuma sama kamu sayang...sini aku kasih imbalan nih" Adrian
mencium pipi Aryanti,dan Aryanti hanya mengerlingkan matanya.
Pintu di ketuk dan Adrian membukanya,lalu memberi tips sama waiters laki yang mengantar makanan tadi dan menutup mengunci kembali pintu,semeja beroda makanan diantar ke kamar mereka,Adrian mendorongnya ke tempat tidur dan membiarkan Aryanti makan dan memilih makanan yang di sukanya.
"Mas ayo makan..."
"Makan aja duluan aku mandi dulu ya"
"Aku nggak mau,ini makan pertama kita Mas,ini adalah ibadah lho..."
"Tapi aku nggak enak belum mandi sayang..."
__ADS_1
"Terus yang enak buat Mas apa ? bobo lagi ?"
"Haaaaaaaa...oke ayo kita makan dulu..."