
Keinginan Aryanti bukan isapan jempol belaka,ingin meninggalkan Pangandaran bukan hanya karena ada alasan permasalahan dirinya dengan siapapun tapi benar adanya Aryanti punya obsesi lain, yang intinya ingin lebih mengembangkan diri lebih jauh dan pengalaman di tempat baru.
Atau mungkin juga kehidupan pribadi dirinya dan suaminya merasa ada yang mengusik ? walaupun di rasa bukan satu ancaman yang serius tapi tetap menjadi kerikil yang mengganjal di dalam hatinya,ataukah karena itu membuat Aryanti secara spontan mengatakan tak betah lagi di Pangandaran ? entahlah.
Adrian pun tak semangat lagi mencari rumahnya dan terus menelisik keseriusan Aryanti dengan apa yang di ungkapkan saat kesal dan marah,Adrian ingin mencari tahu dengan segala alasannya,seandainya benar dan semua alasannya itu bisa di terima Adrian merasa ingin mensupport keinginan istrinya itu dan ingin merealisasikan dan mengusahakannya menjadi satu kebahagiaan yang bisa Adrian persembahkan buat istrinya.
Aryanti benar benar jatuh cinta dengan Bali terbukti di laptop di komputer nya penuh dengan ulasan tentang Pulau Bali,objek objek wisatanya dan lain lainnya tentang Pulau Bali.
Terkadang terbersit di pikiran Adrian apa ini keinginan perempuan hamil saja ? atau memang benar benar apa adanya begitu ? biarlah nanti juga akan ada titik terang atau ke mana Istrinya akan membawa keinginannya apa ke arah serius atau keinginan sesaat saja.
Hari berikutnya...
Tengah hari bahkan mau menjelang sore benar saja Adelia datang bersama Fath,Aryanti dan Adrian menyambutnya dengan penuh sukacita yang mendalam,di peluknya Adik iparnya dengan penuh sayang,dan Adrian juga tak kalah gembiranya beberapa kali memeluk Adiknya,nggak perduli Adiknya sudah dewasa bahkan sudah menikah.
"Iiiiiiiiiih Kakak ini apaan sih...aku kan sekarang ada yang punya"
"Nanti di kamar baru kamu punya Fath...heee" Aryanti sama Fath tertawa
"Fath yang bawa mobil ya ?" Adrian menatap Fath dan Fath mengangguk.
"Iya Kak,tadinya Ibu nyuruh pak Agum ngantar tapi kami menolak kami ingin santai jam berapa kami sampai nggak apa apa,kami ingin menikmati sepanjang perjalanan dan berhenti berhenti"
"Wuih... Fath jagoan banget nggak ngantuk Fath ? kalau aku nggak bakal sanggup bawa kendaraan jarak jauh,malam nya kan pasti nggak tidur aku yakin itu haaaa..."
Fath ,Adelia sama Aryanti hanya senyum senyum saja.
"Ayo Kakak antar ke kamar biar bisa istirahat" Aryanti menggandeng tangan Adik iparnya dan Adrian membantu membawakan koper koper milik Adiknya.
"Kalian suka bungalo kan ? jadi Kakak siapkan yang paling indah pemandangannya yang paling istimewa buat pengantin baru heee..."
"Terimakasih Kak Aryanti juga Kak Adrian"
"Ya sudah kami antar sampai sini saja, ini kamarnya, ini kuncinya, hati hati ya...santai saja jangan sampai ada insiden apa apa...kalau perlu sesuatu bisa telephon kami" Fath tersenyum lebar.
Adrian dan Aryanti balik lagi ke office dan melanjutkan pekerjaannya,Aryanti hanya termangu di depan komputer nya dan itu menjadi perhatian Linda.
"Selingan rujak dulu Bu heee..."
"Harusnya...cuma nggak ada bahan"
"Ntar aku lihat di kitchen dulu barangkali ada" Linda begitu solider dan pengertian,terlebih sekarang saat atasannya Aryanti lagi ngidam.
Linda bangkit dan berjalan keluar menuju kearah kitchen dan selang sekitar sepuluh menitan datang dengan piring berisi rujak dan di simpan di meja Aryanti.
"Ternyata kepala kitchen nya lebih tahu Bu...dia sudah persiapkan kalau sewaktu waktu Bu Aryanti mau tinggal pesan saja katanya..."
__ADS_1
"Masa Linda dia ngomong gitu ?"
"Bener bener orang yang tahu situasi dan kondisi heee..."
"Bu Adelia berapa hari di sini nya ?"
"Aku nggak tahu Linda sebetah nya saja mungkin,biarin dia puas menikmati liburan bulan madunya"
"Kenapa nggak Bali ya Bu heee..."
"Bosen kali Linda pengen yang beda,mungkin terlalu sering kalau ke Bali mah, honeymoon ke luar negeri sehari harinya di luar negeri,ya pilihannya ke Pangandaran ini"
"Asyik juga makan rujak sore sore Bu heee..."
"Adelia tuh sukanya pedas pedas,kalau ditawari pasti antusias apalagi pengantin baru banyak begadang haaaa..."
"Itu pengalaman pribadi Bu"
"Semua pengantin juga begitu pastinya,makanya cepet jadiin seriusin jangan Gonta-ganti melulu"
"Iya aku seriusin sama yang ini haaa..."
tik tok tik tok....Ponsel Aryanti berbunyi.
Adelia memanggil...
"Kakak lagi di mana ?"
"Masih di Kantor lagi makan rujak sama Linda"
"Aku mau... aku mau..."
"Ayo kesini tinggal pesan lagi ke kitchen kalau kurang"
"Aku ke situ sekarang ya..."
Dan tak lama Adelia pun datang sendirian dan langsung menarik kursi ikut duduk, melingkar di meja kerja Aryanti.
"Kurang ntar aku ambil lagi..."
Linda beranjak ke dapur lagi dan membawa satu piring lagi buah buahan juga umbi umbian bengkoang,jambu air,timun,mangga mengkel dan lain lainnya.
"Fath mana Del nggak mau dia rujak ?"
"Dia tidur Kak heeee..."
__ADS_1
Aryanti tersenyum penuh pengertian.
"Kak Si Jihan kan masih ada di sini,mau ketemu aku di sini boleh nggak ?"
"Kok minta izinnya sama Kakak ? ya tentu boleh kenapa enggak ? emang apa urusannya sama Kakak ?"
"Yaaaaah barangkali nggak boleh kan mungkin juga ketemu Kak Adrian heeeee...sedikit banyak kan Kak Aryanti tahu"
"Itu hanya kisah sepihak Del,tadinya Kakak juga merasa terusik dengan telephon dia ,pesan singkat sama surat yang di titipkan segala,tapi di fikir untuk apa di permasalahkan toh Kakakmu juga nggak menanggapinya,hanya pandangan Kakak nggak sopan aja,orang tahu sudah berkeluarga masih terang terangan mengatakan suka,itu aja yang Kakak nggak seneng"
Adelia diam.
"Kakak sempat nggak terima dan ribut kecil sama Mas Adri,tapi ada yang lebih penting dari mempermasalahkan soal itu dan menanggapi semua itu yaitu kehamilanku"
Adelia mengangguk,menyatakan setuju dengan pernyataan Kakak iparnya.
"Aku hanya bersahabat baik,luar dari semua karakter dan perasaan dia terhadap siapapun,itu pribadi dia,malah aku selalu beda faham dari cara pandang dia menyatakan suka,memang terang terangan dan blak blakan sama aku juga Si Jihan suka sama Kak Adri"
Aryanti bengong mendengar penuturan Adelia,kok ada orang yang dengan 'keukeuh' dengan keinginan nya,dan mencari titik lemah dan celah orang yang di sukainya dan berusaha memasukinya.
"Bagi Kakak itu merupakan ancaman walau kecil,betapapun Mas Adri sama Kakak saling mencintai toh pada saat titik lemah orang memasuki sekecil apapun celah itu akan menjadi permasalahan dan trauma yang tak berkesudahan,apalagi orang itu akan ada di lingkungan sekitar sini,akan ada saja alasan dan ketidak sengaja an yang akan terjadi,Kakak menjadi tidak betah di sini dan ingin mencari peluang di tempat lain..."
"Astaghfirullahaladzim...apa Kak Aryanti ini benar sudah nggak betah di sini ?" Adelia memegang tangan Kakak iparnya
"Untuk jangka panjang mungkin iya Del,tapi sekarang sekarang ini Aku akan berusaha tenang di sini"
"Ssssssssst..." Aryanti memberi kode pada Adelia.
"Wah sore sore gini makan rujak,udah pada makan ini belum ? Pengantin juga ada di sini rupanya ?" Adrian keluar dari ruangannya dan menghampiri Aryanti dan Adelia karena Linda entah kemana,Adrian mengusap usap punggung istrinya.
"Udah kenyang sama rujak Kak heee..."
"Ada yang mulai ngidam juga ini ?" Pak Edi yang melihat Adelia sama Aryanti makan rujak menggoda Adelia.
"Do'a kan saja Pak Edi,biar cepet nyusul punya ponakan" Adelia membalas candaan Pak Edi.
"Yang giat aja Neng Adel kalau perlu lembur,jangan mau kalah sama Kakaknya heee..."
"Oh tentu Pak Edi kita selalu ngebut terus"
"Ini lagi minta resepnya sama yang sudah isi heeeee..."
Semua tertawa.
"Ya sudah Kak nanti lagi kita teruskan ngobrolnya,aku ke kamar dulu takut Fath bangun"
__ADS_1
"Ya ya ya..."