
Sampai di kamar bungalonya Aryanti mengeluarkan belanjaannya dan Adrian hanya tersenyum melihatnya,di perhatikan setiap gerak gerik istrinya, dan kelihatan Aryanti agak sedikit gemuk dari biasanya, atau mungkin lebih berisi kelihatannya.
Aryanti membuka kotak makanan dan mengeluarkan juga buat suaminya dan di simpan di hadapannya.
"Mas ayo katanya mau nasi uduknya"
"Oh ya, enak nggak ? "
"Enak lah dari pada bikin sendiri kelamaan ini tinggal makan heeee..."
Adrian ikut makan nasi uduk,yang sebenarnya Adrian belum mau makan tapi tak tega melihat perjuangan istrinya untuk bisa memakan nasi uduk ini sampai harus mencarinya ke pasar,biasanya perutnya hanya diisi dua lapis roti oles kering atau basah atau juga sereal dengan susu hangat,dan secangkir kopi mix atau teh manis,tapi akhirnya Adrian makan juga sampai habis dan Aryanti tersenyum senang.
"Mas aku di sini saja ya nggak ke kantor,nggak ikut Mas juga sama Pak Edi aku lagi males dan mau beres beres di kamar kita sebelum berangkat ke Bandung"
"Ya nggak apa apa,paling bikin rujak ya ?"
"Heee...nanti telephon Linda masuk nggak ya dia ?"
"Ya sudah ya aku berangkat dulu sayang..."
"Ya Mas,hati hati ya..."
"Heemght..."
Adrian keluar dan Aryanti memandangi punggung suaminya di tatapnya dengan senyuman sampai Adrian menghilang dan menjauh.
Entah sugesti atau karena harapan dan keinginannya terlalu besar Aryanti tanpa sepengetahuan Adrian suaminya selalu melakukan testpack walau hasilnya belum memenuhi harapannya,dan kali ini juga Aryanti iseng saja melakukannya sendiri di kamar mandinya,perasaannya datar saja seperti biasanya dan di simpannya hasil celupan testpack tadi di atas wastafel,dan Aryanti lalu menyikat kamar mandi setelah beberapa menit melihatnya ada yang berbeda ada dua garis biru dan lain dari kemarin kemarin.
Aryanti begitu terkejut dan mengambil lagi bekas bungkus testpack tadi dari tempat sampah dan di bacanya kembali dengan teliti.
"Astagfirullahaladzim Ya Allah aku hamil ? Alhamdulillah Ya Allah Aryanti berlinang airmata...mana ponsel,ponselku mana ? aku telephon Mas Adrian sekarang aku suruh pulang sekarang juga aku kasih surprise yang luar biasa ini,aku begitu nggak sabar benar benar nggak sabar...
__ADS_1
Terngiang kembali kata kata dokter Ratih SpOG.
"Jika sudah merasa telat datang bulan,juga merasakan tanda seperti itu, biasanya perempuan akan memastikannya melalui alat tes kehamilan atau test pack,alat itu banyak di jual bebas di apotek apotek, Alat test kehamilan yang umum digunakan memang kurang akurat,tapi di pastikan itu sebagai tanda awal,untuk lebih lanjut bisa periksa di dokter melalui USG,memiliki arti negatif hamil bila menunjukkan satu garis, sedangkan dua garis menandakan bahwa Ibu sedang positif hamil"
Aryanti mengambil ponselnya sambil memegang alat testpack dan mencari nomor suaminya dengan satu pintasan dan menelephon nya dengan gemetar,dan tangan kirinya tetap memegang hasil testpack dan memandanginya dengan perasaan percaya dan nggak percaya.
"Ayo angkat Mas ini surprise, ayo angkaaaaaaat...Mas Adrian kamu lagi ngapain sih,lagi di mana ? sampai nggak sempat angkat telephon ?"
Aryanti heran kok bunyi ponsel suaminya ada di depan dan benar saja,ponsel suaminya tergeletak di sofa depan,Aryanti menarik nafas panjang...dan mengusap perutnya dengan tersenyum.
"Belum saatnya bapakmu tahu sayang..."Aryanti mengambil ponsel suaminya dan membukanya,banyak panggilan tak terjawab,pesan aplikasi dan SMS juga pemberitahuan dari media sosialnya,Aryanti membukanya,panggilan tak terjawab Jihan,Jihan,Jihan dan Jihan juga Jihan...
"Siapa Jihan ?" pikir Aryanti mengerutkan dahinya...perasaan suaminya nggak ada koneksi,teman atau saudara yang namanya itu atau itu seseorang yang di kenal dan di save dengan nama itu ? atau memang suaminya belum pernah cerita kalau dirinya punya teman yang namanya Jihan ?
Lalu Aryanti membuka pesan aplikasi ada lagi dari Jihan.
"Mas Adrian masih ingat aku nggak ? aku sudah di Indonesia Aku Jihan,aku kangen lho sama kamu Mas heee...mau ke undangan Adelia tapi bersama seseorang yang ada di Pangandaran,sambil aku mau tahu dulu sebagai penjajakan sebelum aku tunangan di Pangandaran ini,aku ikut tumpangan dan mampir di Hotel mu ya lantai dua nu 20..."
"Aku singgah walau bukan untuk sesuatu yang sungguh...Kamu begitu ada di hatiku itu yang sungguh heee...dan itu sungguh belum berlalu"
"Hotel mu lumayan bagus,tak kalah dengan Hotel di pantai City Beach,aroma pantainya masih terasa banget"
Aryanti bisa menarik kesimpulan kalau perempuan ini temannya Adrian waktu di Australia,tapi kenapa Adrian tak pernah cerita ? kenapa pula ada kata kata seperti ada apa apa antara suaminya dengan orang itu ?
Hati Aryanti agak panas badannya agak meriang membaca kata kata Jihan,dan satu lagi seorang Jihan ada di sini begitu dekat,ada di Hotelnya di lantai dua no 20,sebagian pesan Jihan nggak bisa di cernanya,Aryanti menyimpan kembali ponsel suaminya dengan perasaan tak menentu,haruskah dirinya marah ? haruskah dirinya mendatangi kamar lantai dua no 20 ? haruskah dirinya menerangkan sama Jihan kalau dirinya istri Adrian ? haruskah dirinya menginterogasi suaminya ? aaaaaah semua bikin pusing,sekali lagi Aryanti melihat ponsel suaminya dan lalu membungkus testpack pake tissue dan di masukkan ke dompetnya.
Satu kata Aryanti tak mau melihat Jihan,tak mau bertanya pada suaminya sampai suaminya berterus-terang sendiri pada dirinya dan satu lagi tak ada kejutan testpack garis dua dan kehamilan untuk suaminya titik.
Aryanti melihat jam dinding,dan berkemas sendiri lalu keluar dan mengunci pintunya sambil menjinjing tas pakaian nya,membiarkan semua belanjaannya tadi di pasar berjajar di sisi tembok kamarnya belum di sentuhnya.
Aryanti menitipkan kunci di resepsionis dan mengambil kunci mobilnya dan berjalan ke parkiran,Aryanti pulang duluan ke Bandung sendiri dengan menyetir sendiri juga membawa perasaannya sendiri, dan banyak pertanyaan belum terjawab.
__ADS_1
"Ini hari bahagiaku,aku nggak mau bersitegang dengan suamiku,aku ingin merayakan kebahagiaan ini dengan orangtuaku juga mertuaku biarlah Mas Adrian menyelesaikan dulu persoalannya dan nanti aku tinggal mendengar penjelasannya"
Aryanti tak pamit sama siapapun dan Linda juga nggak masuk kerja hari ini.
Aryanti melihat jam di pergelangan tangannya waktu menunjukkan jam 12.09 perjalanan sudah lumayan jauh,Aryanti berhenti untuk istirahat dan beli minuman begitu ingin Juice jeruk yang dingin sepertinya segar,dan Aryanti mencoba menelephon Pak Edi tapi tak di angkat mungkin lagi sholat atau lagi makan atau entah lagi apa...
Dan Aryanti meneruskan perjalanannya dengan hati hati karena ini untuk pertama kalinya dirinya membawa kendaraan sendiri jarak jauh dan akhirnya masuk juga kota Bandung Aryanti berhenti dan meminggirkan mobilnya karena Pak Edi memanggilnya.
Aryanti menimbang nimbang angkat nggak ya ? dan akhirnya Aryanti menginjak gas kembali dan membiarkan ponselnya berbunyi dan berbunyi lagi,hatinya begitu tak tenang ingin segera sampai di rumahnya dan bisa beristirahat walau dengan fikiran yang terbagi.
Akhirnya Aryanti sampai di depan gang menuju rumahnya,Aryanti memarkir mobilnya di depan kios yang tutup,Aryanti menarik nafas sangat berat dan istirahat sejenak di dalam mobil,meraih ponselnya dan mematikannya,Aryanti membiarkan tas pakaiannya di jok belakang dan dirinya turun hanya membawa tas selempang nya.
Sampai rumahnya sekitar jam dua,Aryanti mendapati kedua orangtuanya sedang santai di rumah,mungkin bapaknya baru pulang dari pasar,keduanya sangat terkejut dengan kedatangan putri semata wayangnya,dan Mamanya menyambutnya dengan suka cita dan perasaan heran,kok tidak mengabari dulu mau datang,dan juga satu lagi keheranan kok tak bersama suamimu ? seorang ibu menangkap ketidak beresan dengan anaknya,tapi Aryanti meyakinkan Mamanya kalau dirinya dan Adrian baik baik saja,ini murni kejutan buat orangtuanya kalau dirinya sedang hamil.
Dan orangtua mana yang tidak bahagia mendengar kabar seperti itu dari awal perkawinannya orang tuanya begitu menunggu kabar saat seperti ini dan saat ini semua menjadi kenyataan sampai-sampai Mama dan Bapaknya Aryanti menangis sambil berpelukan.
"Akhirnya kita akan jadi kakek nenek Pak..."
"Iya Ma...Ya Allah do'a kita di kabulkan Ma..."
"Apa kamu sudah memberitahukan mertuamu Nak ?"
"Belum Ma, bahkan Mas Adrian juga belum tahu..."
"Hah ??? suamimu juga belum tahu ? ada apa dengan kamu ini Nak ?"
"Aku ingin merayakan kebahagiaan ini sama Bapak sama Mama dulu" Aryanti tersenyum dan kedua orangtuanya berpandangan heran.
"Sudahlah Ma nanti juga Mas Adri nyusul kan mau resepsi pernikahan Adiknya Adelia"
Orangtuanya baru merasa tenang walau tetap merasa heran dan ada kejanggalan.
__ADS_1