Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Tak terbatas waktu


__ADS_3

Adrian duduk di kepala mobilnya Aryanti di sampingnya bersender pada sebelah badan Adrian,masih menyaksikan pergantian siang ke malam dan mentari tinggal garis yang memanjang dan cahaya di ujung pantai yang tak berhenti menyapu nyapu kan ombak dan gemuruhnya,seperti gemuruh hati keduanya dan deburan perasaan mereka,Adrian memegang telapak tangan Aryanti dan Aryanti hanya diam dan memandang dengan tatapan manja.


"Yan,boleh aku meminta sesuatu dari kamu ?"


"Apa itu Mas ?"


"Emght... tapi kamu janji jangan marah ya kan aku minta izin dulu"


"Seperti kamu juga Mas boleh aku juga meminta sesuatu darimu ?"


Adrian meloncat turun dari duduknya dan berdiri berhadapan dengan Aryanti.


"Yan apa yang kamu minta dari aku ? katakan kalau aku bisa memberi apa yang kamu mau"


"Maaf Mas,aku hanya mau tahu status hubungan Mas dengan perempuan lain sebelum kita sepakat satu komitmen jalan dan jalin satu ikatan perasaan kita ini,sudah tidak ada ikatan lagi atau seperti apa,aku tak mau jadi orang yang seakan tak mau tahu semuanya,dan aku nggak mau menjadi seseorang diantara Mas dan cewek lain,aku perlu kepastian,aku perlu jawaban dan pengakuan yang jujur dan clear,itu aja"


"Yanti maafkan aku,itu juga yang menjadi ganjalan ku selama ini,kenyataannya hubunganku dengan Livia tak seperti yang ku harapkan, bukan untuk di bahas diantara kita,bagiku semua sudah berakhir dan kandas,aku sudah tak berkomunikasi lama untuk menyelesaikan semuanya,bertanya bada temanku tak ada yang tahu dan satu lagi ponselnya sudah tak aktif lagi"


"Lantas hubungan seperti apa yang bisa aku harapkan darimu Mas ?,sedang Mas sendiri bukan orang yang bebas seperti aku, tanpa ikatan dan janji dengan siapapun,aku ingin diantara kita tak ada beban apa apa atau masih tersisa permasalahan dengan orang lain"


"Yan apa yang harus aku kakukan,aku serius sama kamu,aku mengerti kegalauan mu,oke aku mengerti perasaanmu sayang,untuk keseriusanku aku besok pulang dulu ke Bandung,aku janji semua akan clear seperti yang kita harapkan"


"Jika itu yang terbaik menurut Mas lakukanlah,selesaikanlah bukan hanya untuk aku tapi untuk Mas dan perasaan kita"


"Yanti,hatimu begitu bijaksana dalam menyikapi apapun,tidak menghakimi,juga tak ingin menang sendiri,kamu orang terbaik yang pernah aku kenal"


"Mas jangan berlebihan,aku biasa aja seperti yang lain,banyak kekurangan dan kesalahan,jangan memandangku berlebihan takut aku mengecewakan orang yang kagum memandangku"


"Yan aku tak tahu harus berkata apalagi padamu,semua perubahan ku terinspirasi oleh kehadiranmu di hidupku,kamu bagai secercah pijar lampu yang menuntunku ke arah yang lebih baik,aku sayang kamu Yan..."


"Mas,aku juga sayang kamu"


Adrian memeluk Aryanti dalam gelap temaram langit senja menuju malam,di usapnya belakang kepala Aryanti dan di ciumnya berkali kali dengan penuh perasaan,jantung Aryanti berdegup kencang,tungkainya terasa tak bertenaga,keringat dingin di tengah semilir angin malam pinggir pantai,tangannya terasa lemas tak berdaya,Adrian melepaskan pelukannya.


"Kita pulang sayang,udah mulai gelap,lagian bagian bawah celana kamu basah kena air tadi"


"Heemght..."


"Kita cari makan pulangnya,mau makan apa ?"

__ADS_1


"Kalau aku yang tentukan takut Mas nggak cocok"


"Jangan begitu apapun yang kamu pilih aku ikut dan aku makan,masa kamu begitu menghargai aku,aku nggak menghargai kamu"


"Mas serius ?"


"Iya ayo mau makan apa"


"Aku mau makan seafood yang di tenda tenda itu" mobil melaju perlahan di pinggir jalan raya pantai.


"Haaaaaaaa,gitu aja susah pilih mau yang mana tuh berjejer,nih yang ini aja kelihatan tempat nya agak luasan"


Mobil berhenti di depan warung tenda dengan aneka macam makanan laut Aryanti turun duluan di susul Adrian,Aryanti begitu antusias memilih menu Adrian hanya tersenyum.


"Mas mau apa,aku udah ini sama ini"


"Samain aja tapi aku mau minumnya jeruk hangat"


"Ya"


Aryanti memesan semua menu yang di pilihnya tadi.


"Yan Aku berangkat pagi banget biar bisa pamitan sama kamu belum kelihatan sama orang lain"


"Beda lah kalau pamitan berangkatnya nggak ketemu dulu,aku mau memandangi kamu dulu sepuasnya"


" Nanti kemejanya kena noda lagi heeeeee"


"Oh iya,sekalian aku mengambil stok kemeja yang banyak nanti haaaaaaaa..."


"Mas ah... memalukan"


Aryanti merasa malu,dan tersipu lalu Adrian menepuk nepuk halus tangannya.


"Mau pesan apa sama Mama mu biar aku ke rumahmu nanti"


"Aku lupa laptop Mas tapi kalau sempat aja ya aku nggak pesan apa apa titip salam aja"


"Ok pasti aku ke rumahmu mampir"

__ADS_1


"Mas jalan sendiri ? aku khawatir lho takutnya ngantuk perjalanan jauh nggak ada teman ngobrol,nanti nyenggol odong odong punya Bapakku sama tukang bubur ayam lagi..."


"Haaaaaaaa,kamu ingat aja,tapi hikmah dari kejadian itu begitu besar bagiku sayang,dan yang tak terkira dalam hidupku adalah bisa bersamamu"


"Sama pak Tono aja lagi,di sini juga belum terlalu banyak keluar,biar aku nggak khawatir ya Mas"


"Iya boleh nanti malam aku ngobrol dulu sama Pak Tono"


"Mas,aku juga seperti orang lain pada umumnya,aku punya sisi perasaan yang lain di hatiku..."


"Maksudnya apa hemght ?"


"Aku nggak bisa tenang,aku cemburu kamu bertemu lagi dengan perempuan lain,walau ini semua proses penyelesaian" Aryanti menunduk kelihatan agak muram.


"Yan sayang,apa kamu nggak percaya sama aku ? kalau kamu nggak percaya mungkin aku yang lebih nggak tenang,perasaanku padamu tak terbatas waktu,kita masih punya beribu,berjuta kesempatan bersama dan harapan kita selamanya,aku selalu meminta dalam do'a do'a ku kamu itu adalah jodohku"


"Mungkin semua ini tak beralasan dan kedengaran cengeng,tapi aku manusia biasa,dan memiliki perasaan seperti ini sangat manusiawi"


"Aku mengerti ke khawatiran mu,tapi coba lihatlah ke belakang flash back ke rintisan kita sampai kita di percaya sama management di posisi ini,masa aku mengecewakan kamu,kita berjuang di pekerjaan kita dan berjuang juga untuk menyatukan perasaan kita,sudahlah,tenangkan hatimu fokus ke pekerjaan,aku nggak lama selesai semuanya kita bersama lagi"


"Ayo kita makan,aku mau melihat kamu makan banyak"


"Mas juga"


"Makan pake tangan aja, perasaan udah lama nggak makan peke tangan" Aryanti menyingkirkan sendok dan garpu nya.


"Bener juga ya ayo kita pake tangan, haaaaaaaa"


"Mas sekalian ngobrol sama Pak Surapraja dan Pak Daud kapan peresmian Hotel ini,semoga aja sebelum tahun baru,jadi pas pergantian tahun baru kita bisa meraup tamu sebanyak banyaknya jika sudah di buka secara resmi untuk umum"


"Ide bagus itu,terkadang sesuatu yang tak terpikirkan olehku datang dari diri kamu Yan...mungkin otak dan hatiku isinya hanya kamu heeee..."


"Masa segitunya Mas, berarti otaknya ngeres itu,mesti di konsultasikan"


"Enak aja,nggak perlu konsultasi cukup ketemu kamu sudah jadi penawar semuanya"


"Ih gombal banget"


"Mungkin kalau nggak gombal kamu nggak bakalan suka,kelihatannya kamu juga senang di gombal in ya"

__ADS_1


"Aku memang nggak suka suasana yang kaku,tapi kalau Mas udah gombalnya keterlaluan kadang aku suka sebal,aku merasa bodoh dan konyol"


"Haaaaaaaa,udah jangan cemberut nanti lesung pipi nya hilang,nyari ganti di jualan online nggak bakalan ada"


__ADS_2