Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Teristimewa di hatiku


__ADS_3

"Adelia...sekali ini saja si Jihan minta tolong sama gue, sudah itu udah"


"Kakak,ini awalnya sekali minta tolong,nanti tolong kedua lagi dan tolong yang ketiga lagi dan terus ini akan menjadi kesempatan dia untuk lebih dekat dengan Kak Adri"


"Gue hanya ingin membalas Budi dia waktu ngantar gue daftar dulu saat lu nggak bisa, apa salahnya sih kita juga punya niat baik sama dia,gue pernah di tolong sekarang giliran dia minta tolong sama gue masa gue tolak ? kelihatannya dia tidak punya niat jelek atau tujuan lain"


"Yang punya niat jelek itu dia sama Kakak,dia itu manfaatin Kakak..."


"Adelia !? Kok kamu segitunya sama teman sendiri yang telah lama kamu kenal ?


"Iya karena dia terang-terangan menyatakan suka sama Kakak di depan aku nggak perduli apapun,Kakak udah tunangan udah punya cewek walaupun aku sudah katakan status Kakak tetapi dia berkeras hati apa itu namanya kalau bukan niat jelek ?"


"Tapi kan aku nggak suka sama dia,nggak ada hati sama dia..."


"Itu belum Kak Adri,kalau terus-terusan dia nempel Kakak terus-terusan Dia menggoda, Kakak bisa apa ? katanya nggak suka katanya nggak ada hati,tapi kenapa Kakak mau pergi sama dia mau diajak sama dia ?"


"Adelia coba mengerti, si Jihan itu ngajak gue itu bukan ke pantai bukan ke klub bukan ke tempat hiburan,bukan ngajak gue bersenang senang dan lainnya hanya mengajak gue menemaninya ke tempat paguyuban mahasisawa keturunan Arab, mahasiswa yang ada di Australia kamu ngerti nggak sih ?"


"Pokoknya aku nggak mau mengerti dan aku sekali lagi nggak setuju Kakak berangkat sama dia kalau Kakak memaksa aku akan kasih tahu ke Kak Aryanti juga akan kasih tahu Bapak sama Ibu"


"Kamu nggak ada pengertiannya sama sekali sih,coba mengerti jangan memandang sisi buruknya saja,tapi cari positifnya"


"Aku nggak menemukan sisi positifnya, Aku pengen Kakak itu cepat selesai disini dan cepat pulang kembali biar nggak bikin aku pusing..."


"Siapa yang bikin kamu pusing, coba rubah cara berfikir lu nya sedikit saja jangan negatif thinking begitu kamu nggak bakalan pusing"


"Susah sih ngomong sama orang yang sudah terkontaminasi rayuan..."


"Siapa yang merayu...? perasaan nggak ada yang merayu gue..."


"Itu temen Arab Kakak yang ke centilan..."


"Adel...! itu kan temen kamu juga"


"Apa ? nggak suka temannya di bilang centil ?silahkan bilang sama dia adukan ketidak setuju an aku,ketidak suka an aku...sana pergi jauh, sekalian berkebun kurma berdua di Arab"


"Astaga Adel...kamu itu ngomongnya apa sih malah kemana mana"


"Pokoknya aku nggak suka Kakak deket sama dia titik"


"Oke kalau gitu lu aja yang ngomong sama dia bikin alasan semanis mungkin gue nggak bisa nemenin dia,jangan sampai dia tersinggung jaga perasaan dia"


"Nggak mau,itu urusan Kakak selesaikan saja sendiri..."


"Makanya jadi orang tuh lembut sedikit,disuruh ngomong sendiri nggak mau giliran gue mau nganter segitu juga nggak boleh,terus gue harus gimana ?"


"Fikirkan aja sendiri alasannya...ngapain Kakak minta izin sama aku ? kalau tetap pada pendirian sendiri tidak bisa dikasih masukan tidak bisa dikasih pengertian"

__ADS_1


"Udah Adelia...berangkatnya juga besok hari minggu lu udah ribut dari sekarang,aku beliin makanan mau ya..."


"Nggak mau, makanan sogokan nggak enak,siapa yang mau makan ?"


"Pokoknya aku izinin lu pacaran sama si Fath Al Fatih Malaysia itu deh...gue modalin sekalian lu berkebun kelapa sawit nanti di Malaysia"


"Idiiiih...emang siapa yang minta izin ? enak aja tuker tukeran permasalahan,aku mah orang bebas,mau pacaran sama siapa juga...emang Kakak pacaran bikin masalah,tunangan juga bikin masalah,jangan jangan nanti sudah nikah malah bikin masalah juga"


"Stop...! setinggi apapun lu sekolah tidak bisa memprediksi takdir,nasib seseorang dari segi keilmuan,nggak ada satu orang pun yang mau gagal dalam cinta,rumahtangga,usaha dan lain lain"


"Makanya bikin rekam jejak yang baik,karena itu cermin suksesnya masa depan,jangan sedikit sedikit nyusahin orangtua,pokoknya mulai detik ini aku nggak perduli sama Kakak,mau pergi sama siapa silahkan mau ngapain ngapain juga aku nggak perduli,karena Kakak juga nggak mau dengar aku lagi... Aku benci sama Kakak..."


Adelia menangis di hadapan Adrian,merasa tak di hargai, dan merasa sakit hati.


"Kok lu malah nangis,gue fikir apa sih susahnya menyederhanakan masalah ini ?"


"Bagiku ini bukan masalah yang sederhana,ini akan menyangkut perasaan banyak orang,sudah aku capek..." Adelia berdiri dan keluar dari kamar kakaknya dengan sisa tangisan yang masih ada.


Adrian hanya terdiam memandang punggung Adiknya yang keluar dari kamarnya.


Hilang akal Adrian untuk meyakinkan Adel bahwa dirinya tidak ada apa-apa dengan Jihan, dan dirinya hanya ngasih tahu kalau besok Jihan hanya minta ditemenin, serba salah minta izin sama Adelia seperti ini hasilnya,ujung ujungnya ribut, nggak bilang-bilang takut nanti ketahuan lebih parah permasalahannya.


Adrian menyakinkan dirinya kalau dirinya tidak tertarik dengan Jihan dari segi apapun,Adrian hanya memandang Jihan itu seorang wanita yang cantik saja,enak untuk diajak diskusi dan ngobrol.


Adelia balik ke kamarnya dengan masih menangis kayaknya bakalan lama ini mah ngediamin Adrian udah dirayu udah di ajak bercanda,di godain juga dia nggak mempan kayaknya dia bener-bener nggak suka Adrian pergi sama Jihan.


Ponsel Adrian berbunyi dan Adrian meraihnya.


"Aryanti melakukan video call...


Adrian tersenyum dan membukanya.


"Sayang ...."


"Mas khabarnya sehat sehat saja kan ?"


"Iya aku baik,di sini lagi musim dingin sayang... yang paling kuingat hanyalah kamu,dan selalu mengkhayal seandainya ada kamu di sini"


"Emang mau ngapain kalau ada aku ?"


"Ya aku mau memeluk kamu"


"Otaknya nggak jauh dari itu,Adel mana biasanya ada di kamar Mas"


"Baru saja pulang,habis makan bareng..."


"Kamarnya nggak jauh kan Mas ? bisa aku ngomong dan melihat wajahnya aku kangen heee..."

__ADS_1


"Katanya tadi mau ada pacarnya datang"


"Wow...serius Mas sama yang orang Malaysia itu ya,tolong kasih Mas ponselnya sekalian aku mau lihat juga kenalan sama pacarnya Adel ganteng nggak Mas ?"


"Ganteng lah...tapi masih gantengan aku serius...katanya mereka mau belajar bareng..."


"Gombal...Kan ini malam minggu Mas...masih saja belajar ? rajin amat,apa belajar yang lain kali hehehe....


Ups salah ! deg Adrian melakukan kesalahan besar,baru melakukan salah sedikit saja Adrian merasa susah mencari alasan,kalau teleponnya dikasihin ke Adel bisa bisa Adel langsung menceritakan soal dirinya,dan mungkin menceritakan juga kalau Adel sama dirinya habis berantem,bahkan Adel sampai menangis segala dan akan terjadi perang dingin.


"Iya sayang nanti saja,aku nggak mau si Adel mencuri perhatian kamu,aku mau lama lama memandang kamu,kamu jangan ke siapa siapa kangennya,sama aku aja ya...


"Heeeeeee....itu kan Adik Mas p sendiri ?"


"Pokoknya aku nggak mau, kalau mau nelpon sama Adel ya sama Adel aja lain waktu"


"Ya sudah aku lihat wajah gantengnya mana...?"


Adrian mendekatkan ponselnya sambil bergaya lucu dan Aryanti tertawa.


"Kok kumis sama cambang nya nggak cukuran ? mau kayak orang Arab ya ?"


"Lagi sibuk,juga malas,kan kamu senang sama orang Arab"


"Kata siapa ?"


"Pokoknya aku mengira ngira lah..."


"Ngarang itu namanya..."


"Sayang setiap selesai satu bulan aku selalu mencakra kalender,ingin rasanya semua bulan segera bisa aku Cakra semuanya dan terbang ke pelukanmu..."


"Ya sabar...sama Aku juga kangen banget Mas, kan kita sudah melewati empat bulan ini,tiba tiba Mas udah ada di sini lagi heee..."


"Sayang kalau aku pulang mau di kirim apa ?"


"Kan masih lama Mas...?"


"Tapi aku pengen tahu apa yang kamu inginkan"


"Aku hanya ingin Mas saja nggak mau apa apa"


"Itu mah sudah pasti, yang lain yang lain.."


"Apa ya Australia penghasil Anggur termewah dan mahal aku nggak suka,kalau kanguru itu di lindungi... apa ya aku nggak tahu terserah Mas aja masa orang mau dikasih pake nawar..."


"Ya sudah nanti aku fikirkan lagi sambil mencari yang istimewa buat orang yang teristimewa di hatiku..."

__ADS_1


__ADS_2