
Tidur sekitar jam 23.00, tapi tak membuat Aryanti kesiangan malah Aryanti bangun lebih pagi dan melakukan aktifitas pertamanya,selesai mandi sholat subuh lalu membuka agendanya menulis langkah langkah awal pembenahan Hotel,membentuk team kerja,team management dan secara bertahap menutupi kekurangan pengadaan Hotel,karena dirinya sebagai manager operasional semua harus di ketahuinya juga dalam pengawasannya,dari mulai rekrutmen tambahan karyawan untuk Hotel juga Restourant sampai pembelanjaan anggaran.
Karena dirasa masih pagi Aryanti menyalakan tv dan membuka gorden kaca melongok keluar belum ada tanda tanda orang beraktifitas, sambil dandan Aryanti mendengarkan berita dari televisi,memilih baju yang sesuai dengan kerudungnya.
Semua selesai,jam tujuh kurang Aryanti keluar dari kamarnya dan menguncinya, pertama orang yang di lihat nya satpam yang habis jaga malam dan resepsionis yang kerja malam,Aryanti menyapanya dan dirinya masuk ke ruangan office yang sudah di bersihkan room boy.
"Pak Edi biasanya datang jam berapa "
"Jam jam segini Bu"
"Oh kalau datang tolong sampaikan di tunggu saya di dalam ya"
"Iya Bu"
Room boy itu berlalu dan kembali ke kerjaannya, Aryanti melihat lihat ruangannya penataannya belum seperti seleranya tapi semua bertahap di tata nanti sesuai keinginannya,Aryanti menyalakan komputer yang mungkin di pakai Pak Edi atau Linda dan Aryanti melihat lihat file di dalamnya,berbagai file sudah masuk di situ.
"Selamat pagi Bu Aryanti"
"Oh Pak Edi,selamat pagi juga,maaf saya duluan masuk ke sini lihat lihat dulu ruangan di sini Pak"
"Nggak apa apa Bu memang ini ruangan Ibu dan di peruntukan untuk pimpinan"
"Silahkan duduk santai aja dulu kita ngobrol ngobrol sebentar"
"Eh Bu Aryanti mau minum apa nanti saya sampaikan ke belakang"
"Air putih saja"
"Oh iya"
"Sekedar tahu aja sedikit Pak sebelum di bentuk dan di kukuhkan secara resmi sama Pak Adrian semua bagian di Hotel ini sudah ada pimpinannya belum ? yang ada berapa yang belum berapa Pak Edi ?"
"Yang Ada baru Satpam, kitchen, dan saya yang masih rangkap rangkap kepala room boy iya gardener iya,di resepsionis iya tapi di bantu ya Linda itu Bu"
"Ya ya ya pasti seperti itu kalau team kita belum lengkap,bertahap kita benahi bersama"
"Sekedar masukan buat saya dan bahan bahasan dalam rapat nanti,satu lagi berapa rata rata tamu harian yang masuk dalam setiap harinya week day juga week end ?"
"Tiap hari ada lah sepuluh sampai duapuluhan orang Bu "
"Ok ok terus total karyawan yang sudah terdaftar ada berapa orang ?"
Obrolan Aryanti sama Pak Edi terpotong sama room boy yang mengantar air mineral dan Linda yang baru datang,juga Seorang yang tak asing bagi Aryanti,yang setiap kehadirannya membuat hatinya nggak karuan ya Adrian,hatinya grogi, juga deg degan dan mukanya panas,tapi Aryanti bisa menyembunyikan semuanya berusaha profesional.
__ADS_1
Semua yang ada berdiri dan Adrian melirik Aryanti sekilas dan tersenyum pada semua yang hadir.
"Selamat pagi semua"
"Pagi juga Pak"
Adrian bergabung duduk di sofa dengan Aryanti dan Pak Edi,dan Linda duduk di kursi meja yang lain.
"Pak Adrian minumnya apa kopi atau teh ?" Aryanti mendahuluinya menyapa,sambil memandang Adrian dengan senyum khasnya,dan Adrian juga membalas senyuman itu sambil menelisik wajah Aryanti yang ber make up tipis,terus ke dandanan lainnya yang sempurna di matanya.
"Kalau ada boleh teh jangan terlalu manis"
Aryanti bangkit mau membuatkan teh,terasa ingin menenangkan diri dan ingin mengambil nafas sedalam dalamnya di luar sana,agar bisa punya kekuatan dan terbiasa dengan semuanya saat berhadapan dengan Adrian.
"Eh Bu Aryanti biarin saya aja yang buatkan,Ibu duduk aja lanjutin ngobrolnya"
"Oh terimakasih Linda" Aryanti kembali duduk di samping Adrian dan melanjutkan ngobrolnya.
"Sampai di mana kita tadi Pak Edi ?"
"Oh ya tadi Ibu menanyakan jumlah karyawan yang sudah terdaftar"
"Ya ya ya,begini aja pak Edi nanti kalau sudah hadir semua kepala bagian kita rapat permulaan untuk pertama kali ya,saya mau jam delapan,agenda rapatnya rekrutmen dan pengukuhan kepala kepala bagian Hotel ini,bagaimana Pak Adrian setuju ?"
Pak Edi dan Linda keluar tinggal Aryanti dan Adrian di ruangan itu,Aryanti bangkit mau menuju meja yang ada komputer nya yang tadi pagi sudah di hidupkan nya,tapi tangannya di tahan Adrian.
"Mas apa ? semua ada saatnya"
"Lihat pakaianku benar nggak,juga dasinya ?"
"Dasinya kurang matching sama kemejanya,salah pilih"
"Mestinya kamu pilihkan aku baju sama dasinya"
"Hai hai hai emang itu tugasku juga ?"
"Ya iya lah kamu kan yang bakal jadi nyonya Adrian"
Tak urung hati Aryanti begitu berdegup,Adrian semakin memperlihatkan perasaan hatinya.
"Ssssssssst, Mas ah pagi pagi udah bikin orang mabuk aja"
"Haaaaaaaa,aku pengen lihat seberapa mabuknya Ibu Aryanti ini"
__ADS_1
"Udah ayo kita lihat fasilitas fasilitas lainnya,jangan di tempat tertutup berdua nggak boleh kata orang tua"
"Boleh dong pegang tangan sebentar kan aku kangen semalem nggak ketemu"
"Ya jelas kan kita sama sama tidur,ngaco aja ini orang,serius Mas sebentar lagi kita rapat,udah dulu masalah hati dan perasaannya kita kerja dulu sekarang"
Aryanti menarik tangannya dan menuju meja yang biasa di pakai Linda,dan Adrian hanya tertawa melihat Aryanti begitu serius dalam
bekerja.
"Sarapan dulu yu kan ada kantin di depan,kayaknya ada makanan yang ringan ringan"
"Mas aja dulu aku lagi lihat lihat kapasitas ini Hotel"
"Alah nanti aja,masa kerja sampai lupa waktu sarapan,makan dulu ntar kamu sakit terlalu serius banget jaga diri dan kesehatan itu penting"
"Oalah panjang banget pepatah nya Pak Adrian,ya sudah ayo kita sarapan dulu biar nggak tambah panjang lagi pepatahnya.
Adrian tersenyum menang,ingin rasanya menggandeng tangan lembut dan mungil itu dan tak melepaskannya,sebenarnya dirinya juga tak mau sarapan,bertemu dengan Aryanti dan bisa memandang wajahnya saja sudah merasa kenyang,tapi demi Aryanti sarapan sudah menjadi hal yang wajib baginya sebelum memulai aktifitas.
Dalam kantin dengan piring kecil makanan ringan dan air mineral di hadapan mereka dan Adrian secangkir teh hangat sehangat hati mereka yang lagi menikmati masa masa awal kebersamaan dalam asmara yang bergelora, rasa yang ada seakan tak akan pernah hilang mengisi setiap relung hati mereka dengan keindahan yang tiada tara.
Memandang mu seakan tak pernah jemu malah menghadirkan kerinduan yang menggebu,cinta telah membius mereka.
"Anak Mama sudah kasih khabar belum kalau anaknya sudah sampai ?"
"Heeee,belum Mas aku sampai lupa,paling nanti malam saja pulang kerja,makasih ya udah mengingatkan"
"Sampaikan juga jangan khawatir anaknya aman ada yang jagain,dan hatinya telah di titipkan"
"Jangan mulai ah Mas,masih pagi kita bahas kerjaan aja,jangan bikin aku malu sendiri"
"Pokoknya kalau lagi berdua waktu buat kita,kalau ada di ruangan kerja ya buat kerja,itu sudah jadi keputusan"
"Sepertinya keputusan yang kurang bijaksana,dan pemaksaan itu"
"Tapi yang di paksa nya juga senang dan suka tak masalah kan ?"
"Ok sebagai bawahan aku ikut apa kata pimpinan"
"Gitu dong,satu lagi senja nanti kita ke pantai dan itu juga keputusan"
"Mas ???"
__ADS_1