
Masa masa di pingit adalah masa sulit bagi Adrian nggak mau berpisah barang tiga hari juga,dirinya masih belum puas bersama sama Aryanti,belum puas melepas rasa rindunya setelah setahun berpisah, padahal tiga hari lagi Aryanti menjadi istrinya,Aryanti sudah kasih pengertian untuk kebaikan mereka merefresh diri, menenangkan diri mereka,juga kesempatan Aryanti untuk perawatan selama tiga hari,tiga hari pertama setelah lamaran masih bisa bertemu kemana mana berdua mencari sesuatu yang di rasa mereka masih kurang dan belum cukup,benar benar melepaskan kangen,jalan jalan,makan,nonton pokoknya menghabiskan waktu cuti mereka sebelum sampai pada harinya mereka akad nikah.
Mencoba baju pengantin itu satu kewajiban bagi calon pengantin,dan menelphon teman sebagai undangan tiada yang susah di zaman serba modern sekarang ini.
Tiga hari terakhir Adrian masih saja nongol di rumah Aryanti,tapi di pintu di cegat sama Mamanya Aryanti yang dari jauh sudah melihat Adrian menuju ke arah rumahnya,tanpa bersalah atau melanggar sedikitpun.
"Eh.... Nak Adrian nggak boleh ketemu dulu... Nak Aryanti lagi luluran di kamar lagi perawatan sama seseorang ahli kecantikan..."
"Yah Ibu... sebentar doang,nggak apa apa kali ?"
"Kamarnya juga di kunci tuh dari dalam..."
"Saya tunggu aja di sini sampai selesai ya Bu heee..."
"Nak Adrian,calon pengantin itu harus sabar, harus banyak istirahat,Nak Adrian juga harusnya nggak boleh keluar rumah,jadi percuma Nak Aryanti di pingit kalau Nak Adrian masih bisa jalan jalan,pulanglah istirahat di rumah ya,sini Ibu kasih tahu dulu kenapa calon pengantin itu harus dipingit tahu tidak manfaatnya untuk pengantin itu sendiri ?"
Adrian menggeleng sambil senyum ke arah calon Ibu mertuanya.
"Tiga hari terakhir menjelang pernikahan semua pengantin pasti dalam keadaan tegang karena akan memasuki dunia baru, pikiran tidak tenang tidak fokus,pasti kurang konsentrasi,kurang tidur,kurang istirahat,kecapaian,jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,takut celaka karena banyaknya melamun dan mengkhayal ya dipingit itu jadi solusinya, beristirahat tenang di rumah itu lebih baik, bisa lebih tenang dan nyaman pada hari H nya bisa tenang mengikuti rentetan acara yang begitu banyak yang akan dijalani dari mulai sebelum akad nikah siraman sungkeman sampai pada saat resepsi tiba"
Adrian terdiam mengerti apa maksud dan tujuan orang tua kenapa harus menjaga jarak dulu,tapi Adrian berfikir seakan itu tak penting.
"Tenang saja Nak Aryanti ada di sini bersama Ibu,selama tiga hari ini jangankan jalan jalan, keluar rumah juga nggak di izinkan sama Ibu,biarlah dia luluran seluruh badannya, perawatan,biar nanti ketemu Nak Adrian di pelaminan malah nggak kenal dan pangling,tiga hari lagi boleh bawa kemana aja anak Ibu ya heeee..."
Adrian tertawa,tapi belum beranjak seakan penasaran dan ingin memastikan Aryanti ada dan baik baik saja,masih saja duduk di kursi terras rumah Aryanti.
Habis akal dan cara Mamanya Aryanti membujuk Adrian.
"Begini aja Ibu kasih toleransi sedikit sebenarnya ini nggak boleh juga,tapi special buat Nak Adrian,boleh telephon saja bagaimana ? tapi habis telephon Nak Adrian janji istirahat juga di rumah ya...mau telephon biasa apa video call ? nanti Ibu kasih tahu ke kamarnya"
__ADS_1
"Ya ya ya video call aja Bu...habis itu saya janji pulang"
Mamanya Ariyanti masuk kedalam sambil geleng-geleng kepala,lalu mengetuk pintu kamar Aryanti dan memberitahukan kalau Nak Adrian pengen ketemu di luar,Aryanti nggak mau dia mengatakan dia lagi tidak pakai baju hanya memakai kemben tapi Ibunya memaksa biar Adrian pergi coba aktifkan ponselnya dan biar dia video call bareng beberapa menit.
Aryanti mengaktifkan ponselnya dan panggilan Adrian langsung masuk.
"Hai sayang lagi ngapain tuh ?"
"Lagi tiduran"
"Enak banget tiduran di urut urut gitu aku juga mau dong..."
"Ya sana cari tukang urutnya sendiri"
"Maunya sama kamu,aku tungguin kamu di sini ya...boleh kan ?"
"Oke aku pulang,tapi ponsel jangan di matikan,kalau di matikan aku datang lagi sehari tiga kali ke sini,kamu sudah sama saja kayak Mamamu"
"Iya Mas Adrian sayang,pokoknya aku ikuti apa mau mu...ntar kalau aku habis luluran aku telephon Mas deh serius...jangan ngomel,jangan menyalahkan orang lain"
"Ya ya ya aku pulang"
"Mas maaf ya kita kan harus ikuti apa kata orang tua kita, Mas sabar cuma tiga hari lagi jangan kemana mana jangan bikin aku calon istrimu cemas dan khawatir,aku nanti video call kalau ketahuan bukan di rumah atau di kamar Mas aku marah ya..."
"Iya sayang,katanya calon pengantin harus sabar aku nggak mau kalau sampai kamu marah heeee...,ya sudah..."
"Pokoknya aku sudah telephon Adel biar mengawasi Mas,biar di karantina di rumah,tiga hari lagi kita saling kasih "surprise" itu janji kita kemarin kan ?"
"Ya sayang aku ingat heeee..."
__ADS_1
Telephon ditutup Aryanti, Adrian melongokan kepalanya ke dalam rumah dan Mamanya Aryanti menghampirinya sambil tersenyum.
"Sudah telephonnya ?"
"Sudah Bu, Adri pamit dulu ya Bu..."
"Iya Nak pulang lah"
Mamanya Aryanti tersenyum melihat punggung calon menantunya yang begitu ngeyel sedikit keras kepala dan tak sabar,memang calon pengantin semua juga pasti tak sabar ingin segera sampai pada apa yang di cita citakan nya,ingin segera mencicipi mimpi dan khayal manis nya masa depan bersama orang yang sayangi nya.
Adrian menjalankan mobilnya pelan pelan saja,teringat apa yang dikatakan Mamanya Aryanti tadi memang sangat masuk akal dan itu dirasakannya sendiri begitu tak fokusnya dirinya begitu tak tenangnya dirinya begitu terbagi pikirannya,begitu tegangnya dirinya dan satu lagi begitu inginnya Adrian cepat sampai kepada hari yang dinantikan nya,hanya di dekat Aryanti dirinya begitu tenang,dan saat dekat dirinya bisa nyaman.
Adrian menarik nafas panjang dengan senyum senyum sendiri,malam pertamanya akan di habiskan nya tidur di Hotel,dengan kamar VIP yang sempurna dengan tempat tidur penuh taburan bunga melati dan kamar yang semerbak harum mawar dan Anggrek segar kesukaan Aryanti,kamar yang spesial telah di pesannya pada Pak Daud dan manager The Praja Hotel Bandung tempatnya resepsi berlangsung nanti.
Adrian ingin Aryanti menjadi seperti seorang putri bagi dirinya yang berada di taman surga dunia dengan bunga-bunga dan hiasan dan wangi bunga bunga di sekelilingnya.
Membayangkan Aryanti begitu pasrah di hadapannya,dalam pelukan malam pertamanya yang semerbak harum wewangian bunga membuat dada Adrian bergemuruh,terbayang sorot mata Aryanti begitu penuh damba belaian mesra dari dirinya dan...
"Bu tuh datang orangnya..." Adelia teriak saat melihat Adrian membelokan mobilnya masuk halaman.
Adrian terhenti dan terpotong lamunannya dan tersentak kaget, Astaghfirullahaladzim Adrian mengusap mukanya,untung aku sudah sampai di rumah,Adrian sadar memang benar calon pengantin harus banyak istirahat.
"Bukannya diam di rumah malah keluyuran melulu dari tadi Ibu ngomel-ngomel Mas Andri dari mana sih?"
"Jalan jalan dikit ini sudah di rumah lagi..."
"Mana kunci mobilnya Kak aku juga mau jalan-jalan sama Fath"
"Betul tuh jalan-jalan ajak si Fath jajan cilok sono..."
__ADS_1