
Setelah kepulangan mertuanya, juga Adiknya Adelia dan Fath terasa sepi kembali mengisi hari hari Aryanti sama Adrian dan hari hari berjalan kembali seperti biasa dengan rutinitas mereka masing masing,terkadang Adelia video call dari Malaysia hanya sekedar menanyakan khabar kehamilannya Aryanti,juga kabar kabari tentang kesehatan dan kesibukan masing masing,juga Aryanti selalu memperlihatkan perutnya yang mulai kelihatan membesar dan dengan antusiasnya Adelia melihatnya.
Dan tak lupa Aryanti bertanya apa sudah ada tanda tanda ngidam dan kehamilan belum juga kabar Fath dan pekerjaan suaminya kegiatan sehari hari Adelia yang mulai membantu suaminya kerja sambil mengisi waktu saja,Adelia hanya tertawa dan menggeleng, mungkin bulan madunya harus lebih lama lagi.
Juga orangtua dan mertuanya hampir setiap minggu nelephon,sudah periksa belum ? vitaminnya di minum,juga susunya jangan lupa biar sehat Ibu sama bayinya,jangan capek capek,banyak istirahat,kalau jalan jalan pagi pagi saja dan seember dan sekeranjang penuh wejangan wejangan dan pepatah lainnya.
Aryanti begitu menikmati kehamilannya yang begitu di harapkan semua orang orang tercintanya,Aku ingin mengurusnya sendiri, Aku ingin menikmati peran sebagai Ibu seutuhnya,dan Aku akan mendampingi sepenuhnya semua perkembangannya buah hatinya.
Dan Adrian begitu sayangnya semakin berlipat lipat melihat istrinya lagi mengandung buah cinta kasih mereka,tiap dekat selalu mengelus dan mengajak si kecil di dalam perutnya bicara, tak terlukis kebahagiaan Aryanti juga Adrian,saat istirahat selalu menyempatkan memegang gerakan gerakan halus di dalam perutnya yang selalu aktif membuat Aryanti begitu geli di buatnya.
Antusiasnya mereka menyambut kehadiran Si Kecil dengan selalu mencari nama yang indah dan sarat makna buat buah hati mereka yang belum tahu kelaminnya karena belum di USG.
Aryanti dengan memakai tunik dan legging bawahannya tetap kelihatan cantik walau naik berat badannya begitu drastis,sejak masa ngidam habis hanya nafsu makan yang Aryanti rasakan, sampai Adrian sering tertawa melihat banyaknya Aryanti makan.
Aryanti masih di depan mejanya lagi merancang sesuatu yang baru dari idenya seandainya suatu saat Dirinya dan suaminya pindah ke Bali dan mau mengelola Hotel di Kuta Bali,menunggu kelahiran buah cinta mereka tinggal dua bulan lagi kalau dalam waktu normal,Aryanti ingin melahirkan di sini di Pangandaran dan semua sudah di konsultasikan dengan dokter tempat klinik mereka memeriksakan kehamilannya.
Di sini cinta mereka mulai bersemi,dan di Pantai Pangandaran ini mereka melewati indahnya cinta dan gelora asmara mereka, melewatkan senja senja yang begitu indah,menjalani kerinduan yang tak akan terlupakan dan di sini juga sejuta kenangan perjalanan cintanya terukir indah,dan Aryanti sepakat dengan Adrian ingin mengabadikan cinta mereka dengan kelahiran buah hati mereka di sini juga,akan menjadi sketsa yang sempurna seandainya semua menjadi kenyataan.
Betapa Pantai Pangandaran ini telah menjadi satu cerita panjang dalam perjalanan cinta dan kehidupan mereka,suka duka,pasang surut air lautan cinta mereka telah mengantarkannya sampai pada saat ini,usia tujuh bulan kandungan Aryanti,tinggal menunggu saatnya saja dengan perasaan sejuta harapan terbaiknya.
Semangat yang begitu tinggi tak membuat Aryanti berdiam diri walau jarang masuk kantor tapi terkadang jenuh juga di dalam kamarnya Aryanti masih sempat melihat lihat agenda dirinya dan suaminya atau sekedar ngobrol dengan Linda dan berjalan jalan keliling Hotel melihat aktivitas orang orang,
Seperti saat ini Aryanti masih di depan komputernya,Adrian menghampirinya dan memeluknya dari belakang,Linda yang masih sibuk di mejanya hanya tersenyum melihatnya.
"Bali lagi yang di lihat...Bali lagi..."
__ADS_1
"Yeeeee...atuh biarin emang kenapa ?"
"Kamu sedang merancang apa sih ?"
"Mas mau tahu nggak...nih lahan yang di miliki The Praja Hotel Kuta Bali adalah sekian...ada sedikit lahan yang di pakai kebun kebun dan pembuangan pembakaran limbah lumayan luas juga siapa tahu ke belakangnya masih bisa kita nego jangan depan jalan raya yang kita targetkan belakang saja selain harga bisa murah kita bisa memanfaatkannya..."
"Mau buat outbond lagi ?"
"Nggak aneh Mas di Bali mah outbound yang biasa biasa seperti di sini akan kalah dengan yang lebih ekstrim ekstrim yang di tangani profesional dan komersil"
”Jadi... !?"
"Aku mau buat kebun binatang mini, untuk edukasi dan hiburan juga pengenalan pertama untuk anak anak,bagaimana Mas...keren nggak ?"
"Wow sangat menarik sekali, sangat luar biasa banget sayang...tapi apa izin yang seperti itu sulit sepertinya ?"
"Kenapa aku selalu melihat denah tata ruang The Praja Hotel Bali sampai sedetil detilnya karena aku ingin sekali dan segera memanfaatkannya semaksimal mungkin Mas,sudah terbayang promosi kita di brosur brosur juga di spanduk spanduk kalau Hotel kita ada "Mini Zoo" nya pasti di sambut baik tourism yang suka dan pecinta binatang dan yang mau liburan dengan keluarga dan anak anak mereka"
"Sayang semoga obsesinya kali ini menjadi kenyataan,dan kamu begitu banyak ide ide walau dalam keadaan hamil begini,apa obsesimu denganku sayang ?"
"Melahirkan ini dulu dan mempersembahkannya padamu juga keluarga kita Mas...dan juga Aku ingin Bali"
Mereka berpelukan penuh rasa sayang nggak perduli yang lain melihatnya selalu ada surprise dari pasangan ini dalam hati Linda yang melihatnya dengan keheranan...
"Ehemght...masih siang Pak Adrian,sekarang jam makan mau keluar makan siang apa pelukan saja ?"
__ADS_1
"Kami makan siangnya pelukan saja Linda" Adrian balas Linda yang masih senyum senyum keluar office,dan akhirnya Adrian juga Aryanti mengikuti Linda yang sudah masuk ke kantin duluan.
"Aku lapar banget Mas pokoknya aku mau pesan makanan yang banyak"
"Pesan sesukamu sayang...tapi ingat kamu itu sehabis makan suka sakit perutnya kalau kekenyangan,pelan pelan makannya ya...jangan sekaligus biar enak di perutnya"
"Iya Mas"
"Aku senang kamu sehat sudah nggak ada keluhan lagi,makan secukupnya tambah minum juice nya,makan buahnya atau pudingnya"
"Sayang apa ide yang kamu akan tuangkan nanti itu terinspirasi akan seseorang ?"
"Ya...kok Mas tahu dan tanya seperti itu ?"
"Aku hanya menebak saja" Adrian kelihatan mukanya begitu sumringah.
"Anakku yang menjadi inspirasiku Mas...sedangkan saat outbound Aku rancang... yang menjadi idenya adalah kerinduan Aku saat menantimu di sini Mas, Aku ingin melampiaskan semua rinduku pada pekerjaan dan jadilah satu proyek yang berhasil aku kembangkan"
"Sangat luar biasa sayang...
beruntungnya Aku menjadi orang yang kamu rindukan"
"Yeeee...itu dulu Mas sekarang semua rasaku sudah terbagi,rasa sayang,rasa cinta juga rasa rinduku pada anakku,pokoknya Mas siap siap tersisih"
"Kan itu anakku juga,aku tak akan merasa tersisih"
__ADS_1
"Iya anak Papa Adrian"
"Heeeee..."