
Aryanti bangun masih terlalu pagi, semalam juga bangun entah berapa kali karena Alinea merasa kehausan dan menangis Aryanti menyusuinya dan memindahkan Alinea tidur di ranjangnya di tengah tengah dirinya dan Adrian,Aryanti bangun dan turun ke kamar mandi membiarkan Adrian suaminya masih pulas dan Alinea juga sama.
Bi Inah juga sama sudah bangun kelihatan kamarnya tidak terlalu rapat pintunya mungkin lagi sholat shubuh atau lagi beres beres.
Aryanti keluar kamar mandi dalam keadaan segar dan masuk kembali ke kamarnya dan melakukan aktivitas pagi,setelah sholat Aryanti mencium pipi suaminya biar bangun dan Adrian membuka matanya dan menatap istrinya yang sudah basah habis mandi.
"Mas sayang bangun ini sudah siang..."
"Aku masih ingin memeluk kamu sayang"
"Bangun ah... sudah siang"
Adrian mau menarik kembali tangan Aryanti.
"Hait hait..awas itu anakmu ada di sampingmu Mas"
Adrian balik badan dan memeluk Alinea kecil di sampingnya dan menciuminya sampai bangun dan menangis.
"Iiiiiiiiiih Mas kebiasaan ya kalau gangguin Anak lagi tidur,biarin kasihan..."
Akhirnya Adrian bangun juga menggendong Alinea yang masih saja menangis,dan mengajaknya main sebentar,karena nggak berhenti menangis akhirnya memberikan Alinea pada istrinya sambil tertawa.
"Papa nakal ya...? bangunin Dedek,Dedek kan masih ngantuk..."
Aryanti menyusuinya dan Alinea kembali tenang,Aryanti ingin memberi yang terbaik buat putrinya minimal asi ekslusif selama enam bulan seperti yang di sarankan para ahli gizi dan pakar anak,walau tetap kalau di tinggalkan lama sebelum mendapat asi di kasih susu formula sebagai selingan saja.
Sebenarnya sangat dilema bagi Aryanti di awal awal penyesuaian sebagai Mama yang juga bekerja memberi asi pada anaknya tetapi setelah di jalani biasa saja malah lebih menjalin ikatan antara dirinya dan Alinea Anaknya lebih dalam lagi,apalagi orang tuanya Aryantu berkeras menginginkan cucunya di beri asi semaksimal mungkin sebagai bekal masa mendatang juga imun yang kuat bagi kesehatan anaknya.
Hari pertama kerja Aryanti di lalui dengan penataan ruangan kerja, yang dianggap strategis menurut Aryanti,memudahkan mondar mandir dan begitu mudah memanggil salahsatu staf nya, juga akses pada ruangan pimpinan yang berkaitan langsung dengan dirinya menjadi lebih terbuka tidak harus muter dan terhalang meja lain,semua berjalan step by step dan yang paling utama adalah kenyamanan ruangan kerja karena akan menunjang pada nyaman dan tenangnya kita dalam bekerja.
Lanjut menata ruangan pimpinan Adrian berdiskusi dengan istrinya enaknya seperti apa dan Pak Daman juga ada di ruangan itu juga seorang tukang yang biasa bekerja pada perbaikan dan pengadaan barang dan alat Hotel,Adrian dan Aryanti ingin benar benar suasana baru bahkan ada lemari arsip yang di ganti segala semua perubahan total senyaman orang yang akan menempatinya,barang barang lama yang sudah tidak terpakai di hilangkan,semua yang di pakai adalah yang pasti benar benar bermanfaat dan jelas pungsinya.
''Apa nggak terlalu banyak yang di ganti Mas ?''
''Nggak,untuk apa banyak barang yang nggak di pakai,biar kelihatan tidak sumpek kalau agak lengang sedikit begini kan enak nyaman,juga aku nggak suka lukisan terlalu banyak yang unik unik saja cukup satu di atas situ jadi pemandangan saat kita ngobrol dengan tamu kelihatan dari sini"
__ADS_1
"Ya aku setuju"
"Sayang,habis istirahat lanjut rapat pertama perkenalan kita sambil menunggu ruangan ini di benahi dan di cat ulang"
"Baik Pak Adrian...nanti saya sampaikan pada Pak Daman biar di teruskan pada semua staf"
Adrian memandang Aryanti sambil melotot,terasa ganjil dan lucu saat berdua Aryanti memanggil dirinya Bapak..."
Aryanti menahan senyum,sambil keluar ruangan pimpinan dan menemui Pak Daman.
Dan Aryanti istirahat pulang ke rumahnya duluan karena ingat pada Alinea setelah bertemu dengan Pak Daman dan menyampaikan pesan untuk rapat.
"Bi sini Dedek nya saya pegang dulu,Bibi bisa apa tadi sempat masak nggak,saat Dedek bobo ?"
"Sempat Neng tapi cuma tumis tumisan saja sama goreng ayam"
"Nggak apa apa Bi,lain kali kalau nggak sempat misal Dedek nya rewel nggak usah maksain masak kita beli jadi saja makanan banyak di depan,cuma kadang kita bosan juga mau pasakan rumahan"
"Iya Neng,tadi Dek Alinea boboknya lama"
"Iya Neng..."
"Bibi silahkan makan,sholat dan istirahat saya susui dulu Dedek nya"
Aryanti menimbang nimbang putrinya di pangkuannya,di peluk dan di ciumnya dengan perasaan luar biasa.
Satu jam waktu istirahat tak terasa,dan Aryanti menunggu suaminya mau makan bersama tapi nggak pulang malah nelephon Ada tamu dan makan di depan saja,Aryanti makan sama Bi Inah sambil membawa Alinea main di kasur lantai ruang keluarga.
''Dadah sayang...dah cantik Mama pergi dulu ya nanti pulang lagi,Dedek samai Bi Inah dulu ya...muach'' Aryanti mencium pipi ranum putrinya.
Dan rapat pun berjalan seperti biasanya,Aryanti dan Adrian memperkenalkan diri sebagi pimpinan utama dan Aryanti tetap manager umum operasional,ada yang di tambahin jajaran staf yaitu Komang Putri menjadi asisten Aryanti bukan sekretaris pimpinan, karena Aryanti bisa juga menjadi sekretaris Adrian dalam semua program kerjanya, Aryanti dan Adrian ingin menerapkan metode yang di pakai nya di Pangandaran dan di rasa mereka sukses membawa Pangandaran begitu maju pesat.
Semua bagian divisi memperkenalkan diri dan melaporkan presentasi pencapaian masing masing,kekurangan di anggaran ini itu juga kebihanannya dan harapan kedepannya semua lebih baik lagi.
Yang di terapkan Aryanti dalam memimpin adalah mendengar semua keluhan dan kekurangan,
__ADS_1
mencari solusi dan memberi contoh dan bekerja gotong royong di bagiannya masing masing,saling tanggung jawab atas pekerjaan nya itu mutlak menjadi prioritas nya.
Walau ini hanya rapat perkenalan tak urung juga berjalan sangat lambat waktu sampai ashar belum selesai,itu belum apa apa termasuk program jangka pendek menarik minat pengunjung dengan merubah tampilan Hotel dan gebyar pemasangan spanduk di mana mana.
Hotel harus tampak cantik dan unik sehingga menarik semua pengunjung,satu lagi setiap hari minggu ada door prize di cafe dan Restourant penyertaan menu sisipan seperti sarapan sebagai bonus bagi para tourism yang menginap di Hotel ini.
Dan banyak lagi trik marketing yang bisa di lakukan walau dianggap sepele tapi begitu senang tamu menginap dan menjadi daya tarik tersendiri.
''Ya...jadi saya mengharapkan penerapan berbagi plus nya itu, sebagai langkah awal seperti sarapan gratis buat tamu yang menginap,atau bagi tamu yang menginap makanan ringannya menjadi free kalau minum di cafe Hotel ini,begitu yang saya harapkan..." Aryanti tersenyum menatap satu persatu semua stafnya.
"Bagaimana bagian Cafe sama Restourant apa anda anda siap menerapkan program baru ini ?"
Adrian tersenyum juga bicara menguatkan Aryanti.
"Sangat siap Pa Adrian.."
"Ya kami mengerti..."
Semua staf mengerti dan mengikuti arahan pimpinan mereka.
"Saya menitik beratkan pada bagian Marketing sebagi ujung tombak satu perusahaan, sasaran utama kita tamu harian dan keluarga yang berlibur,tidak seperti waktu saya di Pangandarani,maaf semua berbeda jadi trik kita juga harus berbeda saya fikir,bukan berarti mengecilkan harapan kita pada tamu yang rapat,tapi fakta yang ada memang seperti ini" Aryanti menyampaikan temuan dan di sesuaikan dengan keadaan di lapangan.
"Memang terlalu berat untuk satu perusahaan dan instansi harus rapat begitu jauhnya ke luar pulau seperti ke Pulau Bali ini tapi untuk perusahaan yang melakukan gathering itu masih memungkinkan dan Organisasi seperti partai melakukan kongres atau muktamar besar itu masih mungkin,dan marketing silahkan di kelitik semua instansi terkait dan cari tahu agenda agenda mereka"
Wow...semua menyimak begitu kagum dengan semua masukan dan suntikan semangat Manager operasional Ibu Aryanti,menjadi semangat tinggi bagi semua, tak ada yang bisa membantah Memang Bu Aryanti begitu kuat kharisma memimpinnya,itu baru jangka pendek belum jangka panjang dan inovasi inovasinya yang semua akan di terapkan juga di sini.
Walau kata katanya lembut tapi tegas dan jelas semua programnya bisa di fahami dan sangat real untuk bisa di realisasikan.
Rapat bubar hampir setengah empat dengan kepenatan Aryanti yang sangat,Adrian membuka botol air mineral dan menuangkannya ke gelas di depan istrinya yang masih bersandar di kursinya.
"Kita nggak jadi jalan jalan Mas..."
"Nggak usah jalan jalan aku senang di rumah saja heee..."
"Aku tahu arahnya dan ujung ujungnya ke mana itu"
__ADS_1
"Haaaaaaaa..."