Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Keputusan final


__ADS_3

Sampai di depan rumahnya keluarga Pak Surapraja mobil Adrian belok dan Adrian membuka gerbang pagar rumahnya dengan remote control,dan masuk ke pelataran parkiran depan garasi,Adrian turun duluan di susul Aryanti,Adrian mengangguk dan menarik tangan Aryanti.


Masuk rumah yang berbelok-belok Adrian menuntun Aryanti dan mereka masuk ke ruang tamu.


"Tunggu ya aku ngasih tahu dulu Ibu sama Bapak" Adrian mengusap pipi Aryanti lalu ke dalam masuk.


Aryanti hanya mengangguk dan Adrian masuk entah ke sebelah mana.


Terasa kecil jiwa Aryanti duduk di ruang tamu yang begitu luas sendiri dengan segala pelengkap,pemanis dan aksesorisnya,yang baru di lihatnya kali ini,tak banyak yang dilihatnya karena Aryanti begitu sibuk menenangkan dirinya begitu sibuk menghibur dirinya, dan menarik panjang panjang nafas.


"Tak lama Pak Surapraja Bu Handayani dan juga Andrian datang semua ke ruang tamu, Aryanti berdiri yang menyalami mereka lalu duduk kembali di tempat duduknya semula dan Adrian duduk disampingnya Aryanti.


"Gimana dek Aryanti sehat ? sudah tidak ada keluhan apa apa ?"


"Alhamdulillah Pak"


"Bapak dan Ibunya juga sehat sehat saja ?


"Heemght" Aryanti mengangguk.


"Kebetulan dek Aryanti datang ke sini,jadi saya sekalian mau ada yang di sampaikan yang saya anggap itu penting untuk saya selaku orang tua Adrian juga untuk Adrian sendiri dan dek Aryanti, sekarang kita menunggu Pak Daud sebentar lagi sampai, lagi di perjalanan menuju ke sini"


Merasa kaget Aryanti mendengar pernyataan dari Pak Surapraja apa ini menyangkut pekerjaannya ataukah ini yang ditakutkannya menyangkut masalah pribadinya dengan Adrian ? hanya waktu ya mungkin kurang dari setengah jam yang akan menentukannya.


Bi Ani datang dengan suguhannya ada teh di teko keramik dan cangkir-cangkir nya juga ada makanan kecil dan kue-kue.

__ADS_1


"Silahkan dek Ariyanti diminum dan di cicip kue-kue nya" Bu Handayani menggeser kan toples kue dan membuka tutupnya,dan tak begitu lama Pak Daud datang dengan satu staf lainnya lalu duduk bergabung setelah terlebih dulu ber basa-basi dan bersalaman.


"Sekarang kita sudah komplit ada yang ingin saya sampaikan langsung saja ke pokok utama agar semua bisa mengerti dan bisa mendengar, bahwa mulai malam ini,saya atas nama pimpinan dan management The Praja Hotel dan Restourant group mencabut mandat pimpinan terhadap Anak saya Adrian Akbara Pratama Surapraja dari The Praja Hotel dan Restourant Pangandaran,dengan alasan kepemimpinan saudara Adrian Akbara Pratama Surapraja tidak sesuai dengan standar Management Perhotelan The Praja Group"


Adrian bengong menatap Bapaknya,juga Ibu Handayani langsung bertanya, Aryanti mendadak lemas hanya Pak Daud yang kelihatan biasa-biasa saja.


"Pak Ada apa ini ?" Ibu Handayani langsung menatap tajam kearah Pak Praja sambil bertanya.


"Sebentar Bu nanti semua berkesempatan bicara"


"Sebagai sangsi atas kelalaian dalam memimpin saya sebagai orang tua mengirim Adrian untuk sekolah di luar negeri di bidang perhotelan selama 1 tahun di Australia bersama Adiknya Adelia yang telah terlebih dahulu di sana"


Deg ! Adrian begitu kaget dan terkejut 1 tahun ? Adrian emosi,marah juga nggak terima dengan keputusan sepihak dari orang tuanya juga tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,lalu Adrian berdiri,dalam bingung dan pikiran yang kacau Adrian menatap semua orang dan terakhir pada Bapaknya.


"Duduk ! Duduk... !!!" Pak Surapraja menunjuk kursi bekas Adrian tadi duduk,dan Adrian duduk kembali.


"Melakukan protes berlebihan dan tidak menerima keputusan,Bapak tambah satu tahun lagi ! Setelah di Australia tidak menunjukkan perilaku baik dan perubahan Bapak tambah 1 tahun lagi jadi 3 tahun !"


Adrian lemas dan Aryanti memegang tangan Adrian yang panas dingin berkeringat.


"Menjadi pimpinan itu harus ikhlas, benar dan jujur kuncinya dan bisa memberi contoh teladan yang baik kepada sekian banyak karyawan yang dipimpinnya,sedangkan kamu Adri bukannya memberi contoh yang baik tetapi malah mencoreng nama baik sendiri dan juga nama baik Hotel dan juga nama baik dirimu sebagai pimpinan di situ,Itu yang tidak bisa Bapak terima, bagaimana kamu bisa menjaga Ibumu,Bapakmu,saudaramu,perusahaan Bapakmu,juga calon istrimu kalau kelakuanmu seperti itu ?"


"Pak Adri minta maaf,tolong Bapak mempertimbangkan kembali keputusan yang Bapak keluarkan tadi,aku nggak sanggup !"


"Adri,memberi maaf itu gampang tinggal mengucapkan saja dan sebagai orang tua Bapak terlebih dahulu telah memaafkan kamu tetapi yang Bapak harapkan bukan itu, tapi sikap tanggung jawab kamu dan sikap dewasa dalam menyikapi setiap permasalahan,baik masalah pribadi masalah pekerjaan dan juga masalah keluarga, kamu harus bisa memilah dan memilih dan juga menempatkan pada porsinya yang semestinya, yang tidak sanggup itu apanya ?"

__ADS_1


Adrian hanya terdiam dan tidak bicara lagi,hanya menatap lantai dengan kosong,yang terbayang olehnya hanya perpisahan dengan Ariyanti selama 1 tahun.


"Pak apa tidak terlalu berat Bapak menghukum Adri dengan keputusan itu ?" Ibu Handayani mulai angkat bicara.


"Ibu,Bapak bukan menghukum,ingat bukan menghukum, Bapak tidak merantai tidak mengikat tidak menyuruh bekerja tidak mengurung dan juga tidak mengisolasi Adrian, Bapak hanya mendidiknya menyuruhnya untuk sekolah menimba ilmu menempa diri untuk bisa lebih dewasa untuk bisa lebih mandiri Apakah itu yang disebut hukuman ? tidak ada hukuman untuk anak sendiri"


Semua terdiam begitu juga Aryanti kata kata Pak Surapraja memang benar adanya tidak ada salah sedikitpun baik sikap sebagai pimpinan perusahaan juga sebagai sikap orang tua terhadap anaknya.


"Adri Bapak ini merintis usaha dari kecil,dari nol setapak demi se tapak, Kalau boleh sombong Bapak sukses membangun perusahaan ini sampai seperti sekarang ini, Bapak sukses menjaring pelanggan,Bapak sukses menjaring ribuan tenaga kerja tetapi bapak merasa tidak sukses mendidik 1 orang anak, Dan itu menjadi PR dan harapan Bapak kedepannya, Bapak ingin sukses juga mendidik anak-anak Bapak"


"Bapak sayang sama kamu Adri, Bapak tidak mencampakkan kamu Bapak tidak mengasingkan kamu Bapak benar benar ingin masa depan kamu itu lebih sukses dari Bapak, untuk siapa Bapak selama ini usaha selain untuk masa depan anak-anak Bapak,Pikirkan dulu semuanya resapi dulu semuanya introspeksi dulu diri kamu sendiri, apa keputusan Bapak ini baik menurut kamu baik menurut semuanya ?"


"Sengaja semuanya Bapak sampaikan sekarang menunggu kamu sembuh Adri, menunggu dek Aryanti sembuh biar bapak bisa tenang menyampaikannya,biar kamu juga berdua tidak sakit hati dan tidak kecewa dengan keputusan Bapak ini dan bisa menerima keputusan Bapak dalam keadaan sehat semuanya"


"Pak bagaimana ini ? mungkin Adri sudah membeli cincin segala untuk keseriusan masa depannya dengan dek Aryanti..." Bu Handayani menyela pembicaraan suaminya.


"Bapak menghargai semua usaha Adri untuk lebih serius dengan dek Aryanti dan Bapak memberi kesempatan kepada kalian berdua untuk untuk bisa bertunangan dulu sebelum Adri bertolak pergi ke Australia dan dek Aryanti ke Pangandaran cari waktu yang tepat dalam waktu dekat ini"


"Keputusan ini final tidak bisa ditawar dan diganggu gugat Bapak sudah pertimbangkan matang-matang Bapak sudah bermusyawarah dengan team management dan semoga keputusan ini mendatangkan manfaat untuk kita semua"


"Dan untuk selanjutnya mengisi kekosongan pimpinan The Praja Hotel dan Restourant


Pangandaran saya selaku pimpinan dan team management The Praja Group mengangkat Ibu Aryanti Arifah Nurhadi sebagai pimpinan di The Praja Hotel dan Restourant Pangandaran"


Adrian bangkit meninggalkan rapat kecil di ruang tamu rumahnya dan berjalan ke tangga naik ke atas tanpa sepatah kata pun meninggalkan Aryanti meninggalkan Pak Praja Ibu Handayani dan Pak Daud juga seorang stafnya, semua mata memandang punggungnya.

__ADS_1


__ADS_2