
adakah rasa ini menyentuhmu ?
saat rindu menyapaku
mungkinkah kita satu perasaan
dalam rintik air hujan
dalam desiran angin malam
dan tiap malam yang kujalani
juga tiap hari yang ku lalui
ku gantungkan hati pada rembulan
yang tetap setia kepada bintang
titipkan lah rindumu pada malam yang pekat,
kirimkan lah gejolak hatimu pada gemuruh ombak di Pantai
obati galau rasa dan jiwaku
sempurnakan penantian ku ini
datanglah dengan rasa cintamu
- Aku merindukanmu Mas Adrian.
Aryanti mengusap air matanya, setelah selesai menulis satu bait puisi tentang perasaannya, lalu mengirimkannya lewat e-mail, mungkin dengan cara ini dirinya bisa merasa lega mungkin dengan cara ini dirinya bisa mengungkapkan perasaannya dan segala ganjalan di hatinya bisa terbebaskan,Aryanti hanya ingin Adrian tahu kalau dirinya merindukannya dan Adrian pun merasakan hal yang sama.
Aryanti menangis sendiri di tempat tidurnya,mukanya di sembunyikan di bantal,menangis sampai sesenggukan,begitu kesepiannya hari hari yang di laluinya,se tegar apapun seseorang akhirnya sampai pada titik nol rasa terbawah serendah rendahnya dalam sebuah kerinduan dan penantian.
"Aku sangat tersiksa dengan perasaan ini Mas,
begitu berat beban ku menanggung semua penantian ini,saat rindu datang menyapaku aku selalu mengalihkannya Mas...,aku selalu tegar kembali,aku selalu kuat kembali,tapi kali ini aku tak sanggup,aku lemah,pertahanan yang selama empat bulan terakhir begitu kokoh,sekarang ambrol bersama airmata ini"
__ADS_1
Aryanti sambil menangis berbicara sendiri seakan Adrian ada di hadapannya,menatap kotak perhiasan yang berisi dua cincin,hatinya merasa begitu teriris,dan airmatanya walau tak di undang datang dengan sendirinya, tak ada tempat untuk mengadu,untuk mencurahkan segala isi rasa, tak Ada tempat untuk bersandar saat dirinya ingin bermanja,tak ada yang memeluknya saat dirinya begitu merindu.
Aryanti menatap laptopnya yang berisi gambar-gambar dan foto-foto dirinya bersama Adrian saat momen-momen terindah dalam perjalanan cintanya, tak terhitung jumlahnya yang mereka abadikan bersama,tak terhitung juga waktu kebersamaan yang mereka isi dengan kebahagiaan,di saat senja, di saat malam, dan di setiap hari-harinya.
Dengan air mata yang masih mengembang Aryanti menatap satu persatu sambil meraba foto dirinya dan Adrian,semua rasa ini biarlah hanya dirinya yang tahu dan merasakan,kalau dirinya sampai nelepon Adrian saat ini mungkin Adrian akan merasa terbebani, Aryanti pasti akan merasa sangat bersalah,apalagi kalau sampai Adrian melihatnya menangis takut Adrian jadi kepikiran terus,dan Adrian gagal dalam masa studinya karena merasa tidak betah.
Aryanti mengusap mukanya sambil beristigfar, di tengadah kan nya mukanya ke atas menatap langit langit untuk mengurangi beban dari dalam dadanya, dan untuk mencegah air matanya jangan sampai keluar lagi.
Begitu lelahnya Aryanti dengan segala kesibukannya dan di tambah dengan beban perasaan hatinya, Aryanti membaringkan tubuhnya menikmati rasa letih nya, menikmati rasa lelahnya dalam kesendirian,melirik jam dinding waktu menunjukan pukul 23.01 Aryanti memejamkan matanya yang terasa perih karena bekas nangis,lalu mencoba tidur dengan memeluk guling di sampingnya,dan Aryanti tertidur lelap dengan memeluk kerinduan dan penantiannya.
Tidur kurang lebih 6 jam Aryanti merasa tubuhnya lunglai saat bangun,setengah enam pagi sudah bangun kembali lalu menunaikan kewajibannya dengan melakukan shalat subuh, lalu Aryanti duduk di meja riasnya dengan memandang wajahnya yang kusam dan kuyu bibir matanya bengkak karena malam habis menangis lalu Aryanti mengucurkan tetes mata dan mengompresnya dengan tisu basah tetapi karena habis menangis langsung tidur bengkak nya tidak hilang hilang.
Setelah membersihkan tempat tinggalnya tempat tidurnya dan semua disapu dan di pel nya lalu Aryanti berdandan dan Aryanti tidak mau membuang-buang waktu dengan kesendirian nya karena menurut keyakinannya kesendiriannya akan mengundang perasaannya sedihnya tetapi kalau ada orang lain yang bisa diajak berbicara suasananya akan lain.
Aryanti masuk kantornya lebih awal dari staf stafnya yang lain belum pada datang,memang masih pagi hari tapi Aryanti sudah menyalakan komputer nya dan juga laptop pribadi nya di sampingnya,berkeinginan hati Aryanti ingin membuang kesendiriannya.
Pertama datang adalah Pak Edi langsung mengucapkan selamat pagi kepada Aryanti di susul Linda yang juga merasa heran melihat Aryanti pagi-pagi sudah standby di office, juga Linda melihat penampilan Aryanti yang berbeda karena Aryanti memakai kacamata walaupun itu bukan gaya menurut Aryanti,dirinya hanya menghilangkan atau menyamarkan bekas bengkak tangisan.
"Pak Edi kita rapat hati ini ya jam 09.00 ada yang mau saya sampaikan" suara Aryanti agak parau.
"Baik Bu Aryanti nanti saya kasih tahu di group staf"
"Terbuka untuk umum orang semua orang bisa ikut Bu apa tamu sama personil Hotel saja ?"
"Ya untuk umum lah Pak Edi saya ingin mengkomersilkan nya"
"Oh begitu ya ?"
"Juga satu lagi saya mau buka karaoke keluarga,untuk kita bisa hangout di saat penat"
"Terus tempat untuk karaoke itu memakai ruangan mana Bu ?"
"Ruang sidang itu kan ada beberapa dari yang kapasitasnya sedikit menengah dan kapasitasnya paling banyak jadi kita mengambil yang jarang di manfaatkan, fasilitas yang paling kecil yang jarang digunakan kebanyakan yang rapat kan menginginkan tempat yang agak lengang walaupun personil rapatnya sedikit"
"Iya Bu saya faham,kita coba diskusikan nanti"
Linda menghampiri Aryanti,keduanya sudah seperti saudara dan teman selalu menjadi teman ngobrol dan curhat juga diskusi apapun dan dalam suasana apapun, Linda begitu khawatir lihat perubahannya di diri Aryanti takutnya Aryanti sakit dan tidak ngomong terhadap dirinya, apalagi suaranya sampai serak seperti itu.
__ADS_1
"Bu Aryanti baik-baik aja,apa lagi kurang enak badan hemght...?"
"Nggak apa apa Linda,cuma agak masuk angin kali sedikit,tapi nggak begitu mengganggu"
"Maaf suka di kerok nggak Bu ?"
"Nggak,aku geli juga sakit rasanya heeee..."
"Minum jamu atuh Bu..."
"Jamu apaan ?"
"Ya jamu tolak angin lah Bu,masa jamu habis lahiran"
"Hehehehe...belum sarapan nggak apa apa ?"
"Malah lebih bagus itu,seduh air hangat...tunggu saya cari dulu di kantin"
"Makasih ya Linda"
"Iya Bu..."
Linda keluar menuju ke arah kantin, dan tak berapa lama masuk lagi dengan membawa beberapa sachet jamu,lalu Linda mengambil gelas dan di isi air hangat dari dispenser juga tatakan dan sendok kecil untuk mengaduknya, Linda menghampiri Aryanti dan meletakkan gelas juga jamunya dihadapan Aryanti.
"Pagi pagi udah ngerepotin hehehe..."
"Apaan Bu cuma sediain jamu doang"
"Apa ada ya jamu untuk obat rindu ? hehehe..."
"Itu mah orangnya aja datang Bu sembuh langsung,rupanya lagi kena angin rindu ya Bu haaaaaaaa..."
"Ssssssssst..."
Aryanti mengocek gelas yang sudah dituang jamu sambil sama-sama tertawa bersama
Linda, di situ enaknya Aryanti walaupun dia adalah pimpinan tertingginya di tempatnya bekerja tetap aja low profil dan humble dengan siapapun dan membuat semua orang senang bukannya takut atau malah segan tapi malah kharisma seorang pemimpin semakin di hargai, tidak segan bercanda dengan siapapun dalam batas wajar.
__ADS_1
Aryanti membuka kacamatanya karena terkena uap dari gelas saat akan meminum jamu nya,dan Linda melihat mata Aryanti agak bengkak,Linda tahu juga bisa menebak kalau Aryanti habis menangis, perpisahan yang begitu tiba-tiba dengan Pak Adrian mungkin membuat tertekan perasaannya, siapapun orang nggak perduli tingginya status sosial dan jabatan kalau masalah perasaan semua sama,Linda juga merasakan apalagi dirinya melihat hubungan Bu Aryanti sama Pak Adrian lagi hangat-hangatnya.
Linda juga melihat semakin kesini Bu Aryanti semakin langsing saja,mungkin terlalu capek dengan pekerjaan,atau juga jarang makan atau banyak pikiran atau juga selalu teringat sama Pak Adrian entahlah...Linda merasa kasihan,walau dirinya akrab dengan Bu Aryanti tetapi untuk masalah pribadi yang sangat privasi mereka sama-sama menjaganya tapi sebisa mungkin Linda ingin menghibur dan bisa menjadi temannya.