
Adrian merasa hidupnya sempurna saat memandang istrinya terlelap di sampingnya menjelang shubuh,tak tega rasanya mengusiknya sedikitpun juga,di pandangnya wajah Aryanti dengan penuh perasaan sayang yang tiada tara nya,wajah yang selalu di rindukannya dan kini telah menjadi miliknya.
Aryanti sangat kecapaian,terlihat dari tidur yang tak terbangun kan oleh suara suara kecil gerakan gerakan Adrian di sampingnya,tidur tanpa busana hanya berselimut sedada seperti saat luluran memakai kemben menutupi dadanya,terlihat lucu Adrian melihat istrinya saat tidur yang baru pertama kali melihat tidur di hadapannya.
Semua yang mempesona dari dirinya telah memberi kepuasan pada dirinya,Adrian tersenyum dan tak bosan memandang wajah istri tersayangnya,berjuta kenikmatan telah di reguk bersama nya,berjuta yang tadinya hanya khayalan kini di rasakannya, Aaaaaah....Aryanti kamu telah merubah hidupku,membalikkan duniaku,sanggup membuat aku bertahan setahun berjauhan karena kamu ada di belakangku,mendukungku mensupport dengan semangat,dengan cinta dan kerinduan.
Menjalani hidup bersamamu seperti hidup di dunia yang berbeda,selain begitu bergairah hadirmu selalu menggoda hasrat terdalam ku,entah rasa ini berlebihan untukmu ?
Tanpa sadar Adrian mengusap usap rambut Aryanti,tanpa membangunkannya,begitu wangi dan lembutnya tubuh Aryanti,begitu lembutnya juga dirasakan Adrian usapan dan belaian tangan sayangnya juga begitu manjanya gigitan gigitan kecil di bibirnya,tak bosan rasanya satu malam ini Adrian mengulang beberapa kali kemesraan dengan istrinya,sampai Aryanti kelelahan dan tertidur,sedang Adrian nggak bisa tidur sama sekali.
Adrian meraih tas Aryanti dan melihat isinya,pertama dompetnya, Adrian tersenyum melihat sesuatu yang wajib di dompet wanita yaitu photo terbaik pemiliknya dan photo orang yang di sayangnya terus ada duit cash beberapa lembar saja sampai receh receh begitu nyusun dari yang nominal besar sampai pecahan terkecil,kartu kartu nama pribadi dengan identitas The Praja Hotel Group, ATM,KTP dan kartu kesehatan juga kartu member member lainnya.
Kedua Adrian mengambil ponsel Aryanti,dengan masih setia dengan gambar profil photo mereka berdua di pantai saat senja waktu itu,lalu membuka buka file lainnya kontak yang begitu banyak,riwayat panggilan masuk dan keluar nggak ada yang lain hanya berkomunikasi dominan dengan dirinya,galeri photo,ini yang banyak koleksi pribadinya,photo di berbagai moment berharga dan paforitnya...dan terakhir video, banyak juga video yang paling banyak saat bernyanyi karaoke,di bukanya satu persatu dengan menggunakan earphone Adrian tersenyum mendengar suara istrinya bernyanyi yang kebanyakan curahan hati dan galaunya dalam penantian.
Lalu Adrian membuka lagi tasnya dan menyimpan ponselnya,ada buku Diary sedang warna hitam isinya banyak banget catatan pribadi nya begitu banyak puisi puisi kerinduan,Adrian memandang kembali istrinya dan dalam hatinya berkata,'kerinduanmu telah terobati sayang' lalu melihat yang lainnya isinya hanya kosmetik minyak wangi dan ada makanan kecil,Adrian menaruhnya kembali ke posisi semula beserta tas dan isinya.
Adrian bangun dan melihat keluar jendela , dan hari sudah mulai agak terang walaupun belum terlihat jelas,Adrian kembali ke tempat tidur hanya dengan memakai celana kolor dan telanjang dada,memunguti segala yang tercecer di lantai kamar dan menaruhnya di atas sofa,kemeja,penutup dada Istrinya dan pakaian dalam lainnya,terasa dingin badan Adrian AC masih saja on di suhu terendah terasa dinginnya dan sengaja di biarkan menyala.
Adrian mencoba membuka selimut istrinya sedikit dan memasukkan badannya ke dalam selimut dan memeluk kembali tubuh itu,Aryanti bergeming dan menggeliat nikmat banget,perlahan membuka matanya dan sedikit kaget, Adrian pura pura tidur tapi Aryanti tahu Adrian nggak tidur karena baru saja melingkarkan tangannya ke pinggangnya,Aryanti menatap wajah di depannya dalam remang lampu tidur dan merabanya mulai dari kening,pipi,hidung dan bibir,senang rasanya Aryanti memegang dan memainkan daerah situ,Aryanti mencolek hidung Adrian yang lagi merem melek.
"Aku tahu Mas nggak tidur..."
__ADS_1
"Aku kan nunggu kamu tidur..." Adrian membuka matanya.
"Ngapain nungguin orang tidur ?"
"Biar ketahuan bangunnya,dan aku menunggunya kembali,aku masih mau mengulangnya heee"
"Mas,tadi malam kan udah berkali kali..."
"Emang kenapa,nggak boleh ?"
"Bukan nggak boleh,apa Mas nggak capek,aku sampai lemas gini..."
"Capek kan bisa istirahat dulu...sayang"
"Aku nggak mau hari esok,aku minta pagi ini sekali lagi pokoknya,terus aku tidur..."
"Mas ini sudah siang ayo kita mandi,kita pulang"
"Pulangnya sore sayang,mau ngapain di rumah juga mending di sini,di rumah ya di kamar juga mending di sini nyaman nggak ada yang ganggu"
Dalam hati Aryanti meng iya kan juga apa kata Adrian kalaupun di rumah dirinya merasa canggung untuk bermesraan terhadap orang tuanya,apa lagi di rumah Adrian ada adikynya ada tamunya Fath dan ada kedua orang tuanya mungkin dirinya akan lebih nggak enak lagi,tapi setidaknya Aryanti ingin Adrian bangun dan istirahat atau kemana aja lah sekedar jalan-jalan jangan hanya malas-malasan tergolek di tempat tidur dan yang terpikirkan "satu" hanya itu-itu saja.
__ADS_1
Lain lagi dengan Adrian dirinya belum merasa puas semalam bermesraan sama istrinya,istirahat sebentar dan memulainya lagi seperti tak ada capeknya,memang di maklumi Aryanti sama dirinya juga ingin selalu nempel terus sama Adrian,tapi rasa lelah menderanya seperti habis marathon lima kilo meter tubuhnya terasa berat dan agak sakit juga ngilu ,rasanya ingin berendam di air hangat memilihkan tenaganya tapi keinginan suaminya adalah yang utama seperti pesan Mamanya "jadilah istri yang baik"
Aryanti tak bisa menolak untuk ke sekian kali di malam itu Adrian memeluknya dan merangsang kembali gairahnya,tetap nikmati,tetap menggelora di tengah capeknya tubuh mereka.
"Mas"
"Hemght"
"Apa orang lain seperti kita di malam pertamanya sampai berkali kali ?"
"Orang lain lebih dari kita sayang..."
"Aaaah...Mas suka ngarang"
"Mungkin juga haaaaaaaa...tapi aku kalau bisa pengen pecahkan record dengan kamu sayang..."
"Record apaan sih Mas ??? ada ada aja,Aryanti menggigit bibir Adrian dan Adrian meringis menahan sakit.
"Aaaaaah...enak sayang heee..."
Sampai pada akhirnya matahari bersinar menerangi pagi,terlihat dari sela sela gorden yang sedikit terbuka,suara pagi tak membuat mereka terbangun, Aryanti mengusap mukanya,Adrian dan Aryanti tergolek dalam lelah yang sangat,kepuasan hasrat yang menggunung terbalaskan sudah,semua rasa sesak dan keinginan dan harapan selama ini terbayar sudah Adrian tertidur di balik selimutnya dan Aryanti menatapnya sambil tersenyum.
__ADS_1
Aryanti bangun dan memakai gaun tidurnya dan susah payah turun dari tempat tidurnya, menginjak lantai yang begitu dingin dan penuh dengan melati yang berserakan dan melihat tempat tidur sudah begitu berantakannya, Aryanti mengambil segala sesuatu yang berantakan di lantai bahkan bantal guling sampai tergeletak di lantai dan mengumpulkannya disimpan di atas sofa.
Aryanti beranjak ke kamar mandi setelah sebelumnya dia bercermin di meja rias meneliti wajah,leher,dan dadanya yang masih terasa kecupan kecupan hangat suaminya, masuk kamar mandi dan membuka gaun tidurnya perlahan masuk bath tub dan menyalakan air hangat dan wewangian aroma terapi ke dalam nya dan berendam dengan nikmatnya.