
Tak ada ketukan pintu,tak Ada langkah yang menyusulnya Adrian benar benar hilang kepercayaan pada Aryanti dan semua menyisakan luka yang begitu dalam bagi Aryanti,Apa salahku ? apa caraku menanamkan kepercayaan pada suamiku semua tampak begitu buntu Adrian masih di selimuti amarah dan emosinya...biarlah mungkin semua akan luntur dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.
Inilah masa masa begitu terpuruk dalam masalah rumah tangganya semua harus di hadapi sepahit apapun dan hanya dirinya yang harus bisa menyelesaikan semuanya, Aryanti mengusap airmatanya dan menarik selimutnya dan tertidur dengan sisa isak tangisnya.
Sampai pagi menjelang Aryanti masih menunggu suaminya datang dengan kata kata maaf atau penyesalan dan lain sebagainya...tapi tak kunjung ada semua berlalu begitu saja Adrian seperti ingin membuktikan kalau dirinya juga bisa bersikap dan tak mudah tergoda.
Seperti biasanya Aryanti bangun dan melakukan aktivitas paginya, Mas Adrian mungkin tidur di kamar depan bekas Bapak dan Ibu mertuanya menginap atau sakalian di sofa kantornya Aryanti nggak perduli lagi semua terserah,mulai hari ini kita hidup serumah tapi masing masing dalam segala hal,tak ada ciuman sayang saat Aryanti membangunkan suaminya,tak ada tarikan tangan dan memeluknya lagi saat Aryanti bangun pagi,tak ada cumbu rayu dan tarik selimut bareng bareng lagi saat mau tidur.
Semua harus bisa ! sampai pada rasa percaya itu datang dan Suaminya mendatangi dirinya dan minta maaf,saat itu Aryanti akan sedikit jual mahal depan suaminya dan memberikan syok terapi sedikit mari kita jalani saja apa yang Mas mau.
Ada kebiasaan lain yang di lakukan Aryanti dari rutinitas biasanya,selain memanjakan diri dan merawat dirinya di salon menjadi banyak kegiatan Aryanti di luar kantor,setiap Adrian tak melihatnya,Aryanti nggak ada di mejanya selalu menelepon Komang Putri dan selalu mengatakan lagi di luar,melihat lihat ke Pet shop lah...lagi sauna dan luluran lah...lagi perawatan lah...lagi makan siang di luar lah... lagi belanja dan banyak lagi,kekhawatiran Adrian semakin besar seiring seringnya istrinya keluar kantor.
Rupanya dia ingin menarik perhatianku fikir Adrian,sampai kapan rasa tak percaya ini ada sampai kapanpun aku tak akan datang padamu Aryanti ! silahkan saja lakukan apapun dengan pesonamu...
Tetapi bagi Aryanti lebih banyak keluar hanya ingin melonggarkan sedikit sesak di dadanya dan menghindari pertemuan dengan Adrian suaminya yang setiap bertemu membuat sesak di dadanya semakin bertambah, apalagi dengan sikap diamnya membuat Aryanti nggak mau bertatap muka,soal memanjakan diri itu naluri perempuan dan itu bagian dari Me Time nya,tanpa ada yang di rugikan... memanfaatkan waktu di luar kesibukan dan bonusnya kecantikan dan kenyamanan bagi dirinya,apa salahnya ?
Dan hari Minggu menjadi acara rutin Aryanti membawa Alinea berenang dan bermain air dan Adrian hanya bisa memandangnya dari jauh,juga pada Istrinya Adrian hanya kalau ada hal penting baru komunikasi dan bicara,satu lagi Adrian menangkap istrinya yang kelihatan begitu tambah cantik dan penampilannya semakin sempurna.
Terkadang tidur di kamar depan terkadang tidur di kantor membuat Adrian merasa capek sendiri dengan aturan yang di buatnya,Aryanti mulai melihat semua itu dan Suaminya terkadang lagi mencuri pandang atau lagi menatap dirinya yang seakan Aryanti tak tahu dan pura pura tak melihatnya, cuek saja.
Aryanti tahu sorot mata kerinduan suaminya yang begitu lama tak berpadu dan mulai memberikan sinyal pendekatan tapi Aryanti kelewat sakit hati dan terlanjur enak dan nyaman melangkah dalam sendiri,ada rasa ingin membalas juga walau kelihatan agak konyol dan keterlaluan,tapi sedikit memberi pelajaran memang harus fikir Aryanti.
__ADS_1
Banyak kejadian yang menyiratkan Adrian ingin berdamai dengan istrinya tapi merasa dirinya masih bisa dan mampu dalam kesendirian,sok kuat juga sok mampu,juga sok tahan barangkali... seperti hari minggu kemarin Aryanti habis bawa putrinya Alinea berenang di kolam renang Hotel dan berenang juga bersama Aryanti dan di tungguin Bi Inah...semua terasa santai dan gembira sampai pulang kembali dan Alinea tidur karena kecapaian dan Aryanti mengeringkan rambutnya dengan hair dryer juga merasa ngantuk dan tidur berdua di kamar,entah apa maksudnya Adrian masuk begitu saja apa mau mengambil baju atau apa...antara sadar dan tidak Aryanti mendengar dan melihat suaminya tertegun dan memandanginya sangat lama Alinea dan dirinya,Aryanti saat tidur yang lupa belum pakai baju hanya memakai tangtop dan short pendek...Aryanti yang biasa semua tertutup membuat Adrian tak enak hati melihat kemolekan tubuh istrinya...paha dan betisnya dengan bulu bulu halus,juga tangan dan lehernya yang begitu mulus juga belahan dada istrinya tanpa sedikitpun cela dan noda dan jiwa laki lakinya seperti terbangun kan, Adrian tak berkedip memandang tubuh yang selalu wangi dan hangat saat di peluknya dan Adrian langsung menyelimuti istrinya dan keluar kamar lagi dengan menahan perasaannya sendiri, berusaha menenangkan gejolak dalam dadanya dengan nafas tak beraturan,Aku merindukannya... aku begitu menginginkannya...
Ada juga kejadian sangat lucu sore sore rehat dan santai pekerjaan Aryanti pergi ke tempat perawatan dan begitu lama menikmati relaksasi dari semua kesibukannya entah kebetulan atau hanya ingin memastikan kemana istrinya pergi Adrian kelihatan cukuran juga di barber yang ada di depan salaon Aryanti melakukan perawatan tubuhnya...dan sampai Hotel kembali Adrian menyuruh Aryanti menghadap dan memanggilnya dengan tujuan dan maksud nggak jelas...Adrian hanya ingin melihat istrinya dari dekat yang semakin cantik,wangi dan terawat juga penampilan yang semakin sempurna.
Juga saat makan siang dan sarapan Adrian selalu mengikuti di mana Aryanti makan dan sarapan walau dari kejauhan, sudah hampir tiga minggu mereka tak bertegur sapa walau jauh di lubuk hati Aryanti juga merasakan kerinduan,belaian dan sentuhan suaminya,tapi Aryanti tak mau memulainya juga Adrian merasa dirinya yang membuat aturan mungkin merasa gengsi dan hanya menunggu kelihatannya... tetapi yang di tunggu Aryanti kelewat cuek dan pura pura tidak tahu dan juga masa bodoh.
"Komang... Bu Aryanti habis makan siang suruh menghadap saya di ruangan saya,ada yang sangat penting untuk di bicarakan"
"Oh baik Pak Adrian nanti saya sampaikan"
Dan Komang Putri pun menyampaikan pesan pada Aryanti dan di tanggapi dengan santai oleh Aryanti.
"Oh ya apa Komang nggak tanya hal pentingnya apa ?"
"Ya sudah biar sekarang Aku ke sana"
Aryanti bangkit berjalan menuju ruangan Adrian suaminya dan mengetuk pintu yang tidak tertutup rapat, Adrian tak menjawab hanya melihatnya sekilas siapa yang datang...
Adrian duduk di sofa dengan ponsel di tangannya dan Aryanti berdiri di hadapannya memandang pada Adrian.
"Silahkan duduk" Adrian bergeser duduknya memberi tempat pada Aryanti dan Aryanti duduk dengan santai dan tanpa beban apapun.
__ADS_1
"Ada yang ingin di sampaikan Pak Adrian ?"
Adrian menatap tajam istrinya.
"Semakin Aku lihat semakin sering kamu keluar kantor akhir akhir ini...apa yang kamu cari heh ?"
"Kenapa Mas tanya bukankan Mas nggak perduli ?"
"Kata siapa Aku nggak perduli ? Aku ini suamimu !?"
"Kenapa Mas memproteksi Aku sedang Mas sendiri tak membutuhkan Aku ?Aku keluar dengan aturan tak ada pekerjaan yang terbengkalai dan belum selesai, Aku jenuh... Aku bosan !"
Aryanti bicara tak kalah sengitnya dengan Adrian.
"Siapa yang tak butuh ? justru aku butuh kamu hanya saja beban trauma yang menghantuiku, Aku tersiksa sedang kamu dengan enaknya melenggang seakan tiada beban"
"Oh...rupanya butuh juga sama istrimu yang dengan seenak enaknya Mas bentak bentak, bawel,bikin pusing dan lain lain...siapa yang bikin aturan ? Aku apa Mas ?
Aryanti bangkit dan mau berjalan keluar tapi tangannya di tarik dan di pegang Adrian dan mau tidak mau mereka berhadapan begitu dekatnya dan Adrian menarik pinggang istrinya setengah kasar dan mencium bibir Aryanti dengan bertubi tubi dan Aryanti begitu tanpa persiapan merasa kaget...
Aryanti meronta melepaskan diri tapi tangan kekar dan dekapan Adrian begitu kuat menekannya dan Aryanti membiarkan suaminya terus menciumi seluruh wajahnya begitu bernafsunya seperti macan lapar mencengkram mangsanya... Aryanti menggigit bibir Adrian dengan kencangnya dan Adrian menjerit kecil lalu melepaskan pelukannya dan meraba bibirnya yang terasa asin...
__ADS_1
"Aku paling tidak suka di paksa siapapun !" Aryanti berjalan keluar membiarkan Adrian yang memegangi bibirnya yang berdarah dan mencari cari tissue.