
Di setujui nya dari pusat pengajuan The Praja Hotel dan Restourant Pangandaran terkait soal pembangunan lahan sisa menjadi area Outbond menjadikan Aryanti tenggelam dalam kesibukan.
Pak Edi selalu mengingatkan kepada Aryanti istirahat dan istirahat jangan terlalu memforsir diri karena pekerjaan tidak akan ada selesainya, pekerjaan memerlukan waktu panjang tidak harus tergesa-gesa,tapi Aryanti selalu punya alasan dan berkelit dari pada di kamarnya tidak ngapa-ngapain dan jenuh dengan kesendirian kalau ada yang masih bisa dikerjakan dirinya tak membuang waktu ia kerjakan,kalau ada yang masih perlu dikontrol ya di kontrolnya, kalau masih ada kerjaan yang masih belum selesai Aryanti pasti turun tangan dan tak segan membantu bantu.
Seperti sore tadi datang pesanan properti alat alat perlengkapan, seperti sampan, kano, peralatan flying fox, peralatan panjat tebing buatan dan juga perahu karet untuk wahana arung jeram mini, berserta pernak-perniknya juga tambang tambang yang segede dede pergelangan tangan dan wahana wahana lainnya,juga alat berat untuk pemasangannya besok semuanya sudah datang.
Sehabis magrib Aryanti masih berkutat di office dan keluar-masuk menyesuaikan barang apa yang di pesan dan barang yang datang,lalu sebagian dimasukkan ke gudang sementara yaitu aula rapat yang paling besar kapasitasnya di angkut karyawannya dalam pengawasan Aryanti.
Jam delapan baru pulang ke kamarnya membersihkan diri dan rebahan di tempat tidurnya menikmati lelah yang sangat,Aryanti memandang kalender dan tersenyum dirinya seperti sebuah judul lagu diva pop Indonesia 'menghitung hari' dan tinggal tiga puluh hari lagi alias satu bulan lagi dan tahun baru kembali di depan matanya,juga satu yang selalu dinantikannya yaitu kepulangan Adrian di tiga puluh hari terakhir.
Seperti menapak tilas ingatan Aryanti ke satu tahun yang lalu dengan kejadian-kejadian yang telah dilewatinya dan sekarang dirinya dan Adrian masih menikmati suatu hasil atau akibat kejadian di tahun baru yang lalu,seperti luka yang masih terasa dan belum sembuh dari hatinya,di tambah lagi dengan perpisahan yang sedang dijalaninya terasa sempurna kesendiriannya dalam penantian.
Aryanti menatap laptopnya seperti lupa terakhir malam kapan Adrian menelepon dirinya,perlahan Aryanti bangun dan membuka laptopnya, ingin rasanya Aryanti mendengar suara Adrian tapi takut dirinya mengganggu di akhir-akhir masa pembelajaran Adrian saat ini.
Mas cepat pulang biar tanggung jawab aku berkurang,karena jabatan Mas sekarang aku juga yang pegang,belum lagi operasional yang tadinya sudah jadi tanggung jawabku sekarang semakin bertambah karena Hotel kita punya proyek baru semoga jadi kejutan buat Mas Andrian kalau pulang nanti.
Aryanti menimbang-nimbang ponselnya dan memainkan di tangannya.
Mas,akankah kita lewati lagi satu senja bersama sama, akankah kita ulangi lagi kita sama-sama berteriak ke tengah lautan meneriakkan ungkapan perasaan kita ? Mas meneriakkan namaku dan aku meneriakan nama Mas...
Aryanti tersenyum semuanya sungguh tak terlupakan, jatuh cinta pertama kali dan dicintai untuk pertama kali,aku ingin hidup seratus tahun,bahkan seribu tahun bersamamu Mas...heeee Aryanti merasa konyol sendiri dengan keinginannya yang itu semua tak mungkin.
Masih dalam senyuman Aryanti teringat gambar jelek Adrian di pasir waktu itu,ini aku Papanya,ini kamu Mamanya,ini anaknya,satu,dua,tiga empat lima dan Aryanti menghapus tiga gambar Anak tapi Adrian menggambar lagi dan menghalangi Aryanti untuk menghapusnya lagi.
Aryanti tersentak kaget saat ponselnya yang masih dipegang di tangannya dan diputar-putar dimainkannya berbunyi,Adelia ?
"Halo,Assalamualaikum hai Adel..."
"Waalaikum salaam Kak Aryanti heee...
"Adel sehat juga Kak Adrian ?
"Iya Kak kami baik baik aja...
"Tumben Adel nelephon ada apa nih ?"
__ADS_1
"Enggak Adel kangen aja sama Kak Aryanti mau ngobrol juga ini nih ada yang mau kenalan,orang Malaysia heeeee..."
"Mana orangnya heee..."
Adelia ngasih ponselnya kepada Fath dan Fath meraih ponsel Adel seraya tertawa sambil tersenyum Fath berbicara dan menyapa Aryanti,sambil melambai lambaikan tangannya
"Assalamualaikum Kak..salam kenal ya aku Fath !
"Waalaikum salam Fath,salam kenal juga ya,dari kemarin hanya dengar namanya saja tapi sekarang Kakak bisa melihat orangnya,kata Adel ganteng banget,tak tahunya pas lihat dan kenalan ternyata lebih ganteng dari yang Kakak bayangkan heee..." Aryanti menggoda Fath.
"Kak Aryanti bisa saja,aku jadi malu"
"Kakak do'a kan kalian lancar kuliahnya,juga lancar hubungannya sampai ke tujuan akhir heee..."
"Iya Kak Aamiin...,nih Adel lagi yang bicara"
"Kak Aryanti kan sebentar lagi Kak Adrian pulang sekarang dia lagi pemadatan lagi memasuki masa-masa ujian jadi dia kayaknya serius banget deh pokoknya, nanti kan sekalian libur aku mau pulang juga sama Fath bareng Kak Adri,Fath juga mau ikut kesana biar kenalan sama Bapak Ibu,terus Kak Aryanti mau apa oleh-olehnya ?"
"Adel Adel... kakak tidak meminta apa-apa, juga tidak mau apa-apa datang dan pulangnya kalian semua terus kita bisa bertemu adalah suatu kebahagiaan buat Kakak"
"Adel, Kakak nggak tahu juga masa mau di kasih pekai nawar segala,pokoknya kalau Adel mau ngasih terserah apa aja pasti Kakak terima dengan senang hati"
"Yah... Kak Aryanti,nggak apa apa ini Fath yang nyuruh,pokoknya Kak Aryanti searching di mesin pencarian ya Explorer Australia,nanti kalau udah ketemu kasih tahu aku,asal jangan minta ikan pari khas Australia soalnya Steve Irwin juga meninggal kena racunnya heee..."
"Baru kali ini Kakak bertemu sama orang yang mau ngasih sesuatu itu dengan pemaksaan heee... pokoknya terima kasih banget Adel sama Fath atas keinginan dan kebaikannya Tapi Kakak tidak bisa silakan kalian pilihkan saja kalau memang kalian ingin memberi sesuatu apapun itu Kakak terima dengan senang hati, yang terpenting adalah jangan sampai membebani kalian"
"Ya sudah nanti aku fikirkan lagi sama Fath"
"Del,Kak Adrian nggak bisa di ganggu ? bisa nggak Kakak mau lihat dan dengar suaranya ?"
"Bisa Kak, nanti Adel ke kamarnya,malah senang dia mah sehari juga kalau ngobrol sama Kak Aryanti katanya heee..."
"Kak,Kak Adrian ini ada yang kangen katanya..."
Adrian yang lagi melihat anteng laptopnya tengadah ke atas,melihat Adel menyodorkan ponselnya berdiri di pintunya,Adrian mengambil ponselnya,dan Adelia pergi balik lagi.
__ADS_1
"Mas,lagi sibuk ya aku ganggu nggak ?"
"Biasa aja sayang,nggak banget ada apa hemght...?" Adrian tersenyum.
"Tadi Adel sama Fath nanya aku Mas mau di kirim oleh oleh apa katanya,ya aku nggak tahu"
"Haaa...oh itu dari kemarin juga Si Adel ngomong terus apa ya katanya yang bagus dan cocok buat kamu sayang..."
"Gitu ya ?"
"Ya terus aku kasih tahu gambaran tentang kamu seperti apa,karakternya,pribadinya juga penampilan kesehariannya,biarin dia mikir sendiri...Aku juga punya kejutan istimewa buat kamu sayang..."
"Apaan itu Mas ?"
"Yeeee...nggak aci dong kalau di kasih tahu sekarang mah bukan kejutan lagi namanya"
"Ya sudah simpan aja kejutannya,jangan sampai lupa orangnya yang aku tunggu bukan kejutannya heee..."
"Heee... Sayang kalau nanti aku pulang,aku langsung saja ke Pangandaran ya walau sampainya jam berapa jam berapa juga,tolong nanti buka pintunya ya heeee..."
"Masa sampai segitunya Mas ? gimana kata kedua orangtuanya Mas nanti ?"
"Mereka juga pasti tahu lah,juga maklum dan merasakan..."
"Iya tapi kan mereka orangtua nya Mas,sedangkan aku belum jadi istri Mas alangkah baiknya pulang dulu ke rumah dulu mereka juga pasti kangen"
"Kan sebentar lagi kamu akan jadi istriku,jadi kangennya lebih besar sama kamu sayang..."
"Terserah Mas lah, yang penting sehat,selamat dan kita bisa ketemu lagi..."
"Rasanya aku nggak sabar,sekarang aku mencoreng minggu perminggu heee...karena bulannya usah habis tinggal minggu ke minggu dan aku bisa pulang dan memeluk kamu..."
"Dasar ngeres,udah ponselnya kasih lagi sama Adel tuh..."
"Biarin aja mungkin dia juga lagi pelukan sama tukang kebun kelapa sawit heee..."
__ADS_1