
Komang Putri mengangguk mengiyakan pertanyaan Aryanti memang seperti itu konfliknya walau sebelumnya Komang Putri juga menganggap Made Ardika mungkin sakit karena dianggap semua yang dilakukannya keluar dari kebiasaannya,tapi setelah mendengar kata-kata Bu Aryanti dan cerita lainnya Komang Putri merasa lega.
Selesai satu tahapan yang menjadi tugas Aryanti kali ini satu lagi ingin segera bisa memberi pernyataan di hadapan polisi dan bertemu suaminya...rasa rindu yang menggunung membuat Aryanti begitu bersemangat untuk segera menyelesaikan semuanya.
Datang dua orang polisi di halaman parkir Hotel untuk mengawal dan menjemput mereka semua berangkat setelah berbincang sebentar dengan Pak Daud.
Sampai kantor polisi Aryanti dengan diantar semua orang terdekatnya yang pertama mengisi daftar tamu dan di persilahkan menemui suaminya.
Aryanti duduk berhadapan dengan Adrian suaminya setelah sebelumnya mereka berpelukan tanpa ada kata kata apapun, Aryanti menatap Adrian yang begitu kuyu belum mandi kelihatan baru bangun tak bergairah lelah dan kelihatan kurang tidur walau senyum masih tersungging melihat istrinya yang begitu cantik dan kelihatan sudah segar dan masih terlihat di wajahnya raut kesedihan.
Adrian meneliti setiap centimeter apa yang ada di istrinya dari ujung kepala sampai kakinya tak ada yang kurang semua tampak sempurna dengan dandanan dan pakaian yang begitu serasi juga satu yang tak pernah terlupakan dari istrinya wangi parfumnya.
"Mas Sudah sarapan ?''
"Sudah"
"Saya bawakan lagi makanan, kalau nggak buat nanti siang... sama baju buat ganti salin"
"Iya..."
"Atau Mas mau apa nanti kita kirim lagi,apa yang di perlukan ?"
"Nggak sudah cukup... gimana Ibu sama Alinea sehat ?"
"Iya sehat Mas.."
"Gimana perasaanmu sekarang sudah enakan ?"
__ADS_1
"Lumayan sudah jauh lebih baik,Aku tidur sampai nggak sadar nggak ada Mas di sampingku...semoga semua cepet selesai dan kita bisa berkumpul kembali"
"Maafkan Aku ya...semua malah terlibat jauh dalam masalah ini"
"Nggak ada yang perlu di maafkan Mas,semua orang juga akan melakukan hal seperti Mas, walau bukan kebanggan buat Aku...Mas melakukan itu semua, tapi aku lebih menghargai usaha Mas dalam membela aku sebagai istri,apapun itu Aku menghargainya" Adrian tersenyum agak kecut seperti masih menyimpan dendam yang teramat dalam dari tatapan dan senyumnya.
"Ya sudah Mas baik baik jangan bikin masalah baru,biar semua cepat beres...dan permasalahan selesai"
Datang Pak Daud dan Pak Surapraja,Adrian memeluk Bapaknya dan menyalami Pak Daud seperti dengan istrinya Adrian tak banyak cakap, sekali lagi Aryanti memeluk suaminya dengan linangan airmata dan berbisik lirih di telinga Adrian yang sama memeluknya tanpa ekspresi.
"Mas Aku kangen..."
Adrian menatap Aryanti sambil mengangguk dan Aryanti beranjak menuju ruang pemeriksaan di ikuti Pak Surapraja dan Pak Daud,dan langkah Aryanti seakan berat dan berhenti sesaat dalam tertegun nya melihat sosok yang begitu di kenalnya baru keluar dari ruang pemeriksaan sama memandang ke arah Aryanti dengan pandangan yang begitu sulit di artikan ya Made Ardika baru selesai di periksa di dampingi dua orang polisi.
Aryanti memalingkan mukanya dan berhenti berjalan sampai Made Ardika dan dua orang polisi itu lewat di hadapannya, dan Pak Surapraja juga Pak Daud ikut juga berhenti berjalan tak ada yang sanggup berkata apa apa selain semua pada diam walau mereka saling kenal begitu dekatnya dan pernah punya hubungan kerja yang begitu eratnya.
Aryanti melirik perlahan seiring lewatnya Made Ardika dan dua orang polisi yang mengantarnya dan meneruskan lagi langkahnya tanpa meliriknya lagi.
Aryanti berhasil melewati pemeriksaan dengan lancar dan semua kronologi nya sama percis yang dituturkannya di Hotel tadi pagi pagi di hadapan Pak Surapraja,Pak Daud,Pak Daman,dan Pak Bharata juga Komang Putri.
Setelah selesai pemeriksaan Pak Daud berbincang lagi dengan pihak kepolisian,begitu alotnya pembicaraan mereka sampai membuat Aryanti begitu pegal menunggu dan sampai pada akhirnya Pak Daud keluar dengan raut muka kecewa dan menghampiri Pak Surapraja.
"Permohonan penangguhan penahanan Mas Adrian nggak bisa karena polisi baru memeriksa semua saksi belum menyimpulkan hasil dan akan di pelajari dulu,menurut prosedur satu hari,tiga hari dan seterusnya tergantung kasus yang di hadapainya" Pak Daud bicara di hadapan Pak Surapraja.
"Apa keterangan semua saksi tidak meringankan bahkan membebaskan Mas Adri ?"
"Kita di suruh datang lagi besok"
__ADS_1
Pak Surapraja hanya diam,yang terbayang sedihnya adalah istrinya pasti selalu bertanya nggak ada jalan lain dan kompromi ? kenapa tak ada negosiasi ?
"Sabar ya Dek Aryanti...Mas Adri belum boleh pulang...kita sudah mengupayakan semaksimal mungkin yang terbaik, yang penting kewajiban kita sudah dipenuhi,kita serahkan semua pada kepolisian dan kita tetap berdo'a memohon segala yang terbaik" Pak Suraparaja merengkuh bahu Aryanti dan di ajaknya berjalan ke parkiran menuju mobil dan masuk ke mobil,dan mereka pulang dengan membisu tanpa obrolan apa apa...
Komang Putri yang duduk di samping Aryanti juga tak berani menyapa atasannya itu walau sekedar menawarkan air minum juga,semua muka kelihatan muram dan mendung terlebih Aryanti,apalagi Aryanti menyembunyikan sebagian dari jendela hatinya yaitu mata... matanya di tutupi dengan kacamatanya jadi yang memandang tidak bisa melihat raut muka yang sesungguhnya.
Dan dimata orang orang Aryanti tak ingin terlihat begitu di kasihani terhadap kasus yang dialami dirinya dan suaminya, biarlah semua berjalan apa adanya dan semua orang juga tahu permasalahannya.
Satu yang mengganjal di hatinya saat berjumpa dengan suaminya begitu dinginnya sambutan Mas Adrian pada dirinya,entah itu perasaan Aryanti saja atau memang keadaan yang tak begitu memungkinkan untuk bisa lebih akrab dan hangat.
Entah perasaan bersalah suaminya dan menambah beban juga masalah bagi semuanya... entahlah... tapi Aryanti tak pernah menemukan wajah sedingin suaminya tadi di kantor polisi,tak pernah suaminya menunjukan wajah seperti itu,yang biasa di tampilkan wajah penuh senyum,wajah menggoda,wajah penuh kerinduan dan wajah emosi...
Aryanti berusaha menghibur diri sendiri dengan hal hal yang membahagiakannya, seperti mengingat kebahagiaan yang telah di berikan pada Aira walau akhirnya menyimpan tanda tanya besar mungkin di benak Aira dengan kejadian menyaksikan Papanya babak belur dan Mama nya pingsan dan orang orang tak di kenal di hadapannya.
Tragis dan di luar skenario memang,tak mudah menyimpan keburukan di mata orang orang walau untuk sesuatu yang manis.
"Bu... Bu Aryanti...sudah sampai...ayo turun mau ke rumah atau ke kantor ?" Komang Putri mengagetkan lamunan panjang Aryanti,dan seketika Aryanti membuka mata dan kacamatanya.
"Kita ke kantor dulu ada yang mau saya bicarakan"
"Ya Bu"
Aryanti turun diikuti Komang putri di belakangnya dan menuju meja kerjanya...
Komang Putri langsung duduk di depan meja Aryanti siap dengan segala tugas dan perintah juga mendengar semua yang di ucapakan atasannya,setelah Aryanti duduk dan sedikit merasa tenang Aryanti mulai menatap Komang Putri.
"Bagaimana pendapat Komang Putri terhadap kejadian yang kemarin kemarin kita lewati,juga pendapat Komang sendiri terhadap Made Ardika ?"
__ADS_1
"Saya keliru,telah menganggap Bli Ardika dan saudara saya sendiri sakit dan pandangan Bu Aryanti dari pertama bertemu di Beachwalk itu benar,Bli memang tidak sakit jiwa sekali lagi Bu Aryanti benar dalam hal ini..."
"Cari tahu apa cek yang Made Ardika berikan itu isi apa kosong siapa yang mencairkan dan me ngeceknya ?"