Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Diam diaman bikin kangen


__ADS_3

Adrian kembali ke office tak melihat ada istrinya atau Linda hanya ada staf yang lain dan langsung menyalaminya dan mengucapkan selamat atas pernikahannya dan Adrian terimakasih banyak pada semua.


Di mejanya sudah ada map map bertumpuk dan Aryanti memposisikan kembali semua pekerjaannya seperti semula,semua keputusan hasil dari kepala bagian setelah lolos pertimbangan Kepala Pimpinan yang menandatangani,yang setahun kemarin Aryanti yang mengambil alih semuanya.


Adrian menatap tumpukan map map di depan nya,ingin diskusi dan masukan dari istrinya,dan mengambil keputusan atau mempertimbangkannya bersama seperti dulu lagi.


Kenapa aku begitu egois dengan perasaannya sendiri merasa ingin menang sendiri di depan istrinya yang begitu lembut dan penuh pengertian terhadap dirinya,semua berawal dari masalah kecil kenapa jadi memercik menjadi begini ? tak seharusnya dirinya bersikap seperti itu pada Aryanti.


Kenapa juga semakin mereka Diam Diaman semakin kangen saja sama istrinya yang mejanya lagi kosong,kemana dia ?


Adrian menelephon Adelia dan Fath kalau dirinya sama Aryanti sudah di kantor,kalau mau sarapan bareng tinggal ke depan saja,dan juga bertanya mau ke mana hari ini,Adelia jawab belum tahu untuk hari ini mungkin mau coba outbound dan ikut acaranya Kak Aryanti saja tapi malamnya...


Adrian mulai berpikir emang Aryanti punya acara apa nanti malam ? dan ini malam terakhir Adelia dan Fath di sini sebelum besok pulang ke Bandung dan dua hari ke depan bertolak lagi ke Australia, mungkinkah Aryanti akan bikin kejutan ?


Adrian keluar ingin memastikan Aryanti ada di mana dan lagi ngapain, tapi tak terlihat batang hidungnya mungkin dia lagi memeriksa kamar kamar di bangunan utama tapi mungkinkah pagi-pagi begini ? Adrian bertanya pada Satpam dan Satpam memberitahukan kalau Bu Aryanti pergi ke pasar sama Bu Linda dengan membawa mobil menyetir sendiri.


Satu lagi keheranan Adrian Aryanti sudah lancar membawa mobil sendiri ? sejak kapan kenapa tak memberi tahunya ? Astaga ! begitu. banyak perubahan dan pencapaian Istrinya dalam setahun ini sedangkan dirinya hanya berkutat dengan perasaan egois nya sendiri dan ingin menang sendiri dari orang lain selain perasaan cinta dan sayangnya pada Istrinya.


Dan Adrian melihat dengan kepala dan matanya sendiri Aryanti sudah datang dan duduk di belakang kemudi memarkirkan mobilnya dengan hati hati melewati palang post Satpam.


Adrian buru buru menghampirinya setelah mobil terparkir sempurna dan membukakan pintu mobil depan di mana Aryanti posisi duduk.


"Sayang dari mana ? Pagi pagi sudah keluyuran"


Aryanti hanya tersenyum,tuh dia selalu begitu seperti tak punya rasa marah selalu saja tersenyum sangat manisnya,dan dengan suara tanpa tekanan datar saja padahal tadi di kamarnya mereka diam diaman sampai berangkat kerja.


"Alah Pak Adrian baru di tinggal ke pasar beli makanan sama buah buahan saja sudah khawatir banget ini Bi Aryanti nya sekarang sudah datang heee..."


"Bukan begitu Linda yang membuat saya khawatir adalah saya belum melihat Aryanti lulus menyetir dihadapan saya,tapi sudah bandel membawa mobil sendiri..."


"Haaaaaaaa...lucu Pak Adrian ini kan Bu Aryanti sudah punya SIM ya jelas sudah layak lah Pak"


"Bagiku nggak tetap harus kelayakan dari saya,ini syarat khusus buat istriku"


"Berarti Bu Aryanti harus punya SIM banyak doooong heeee..."


"Iya Linda Surat Izin Mengemudi udah ada surat izin menikah sudah,surat izin mandi bersama udah ada,juga surat izin bobo apalagi...haaaa"


Linda sama Aryanti ngakak bareng hanya Adrian saja yang hanya mesem mesem...


"Banyak banget belanjaannya sayang..." Adrian membantu membawakan belanjaannya,Aryanti hanya tersenyum melihat perubahan roman muka suaminya yang pasti nggak tahan lama lama diem diaman.

__ADS_1


"Tar malam kan kita camping sayang...bakar jagung,barbeque di taman Outbound..."


"Serius ?"


"Tanya aja sama Linda..."


Dan Linda pun mengangguk belum di tanya juga.


"Linda semua bawa ke kitchen ya biar minta di bersihin dan di bumbui lalu taro di kulkas dulu bahan bahannya"


"Ya Bu"


Adrian menjinjing satu kantong dan di serahkan sama room boy yang lewat biar di kasih sama Linda sekalian dibawa ke Kitchen


Aryanti masuk office lagi dan duduk di belakang mejanya menganalisa file file yang ada di komputernya dan di sesuaikan dengan data yang tadi di bacanya di map map,melihat lagi data keuangan pemasukan dan pengeluaran juga semua rinciannya semua sinkron,Aryanti mau semua data ada di buku dan di file komputernya sama bahkan di laptopnya untuk di pelajari di waktu senggangnya...dan biar mudah mengeceknya,dan kebiasaan itu di terapkan sejak awal awal kepemimpinannya.


Begitu antengnya Aryanti melihat semua konsep di komputernya,semua wahana Outbound ada di situ di teliti satu per satu dan ingin di buatkan brosur buat referensi promosi semua marketingnya,agar menjadi daya tarik lebih lagi buat pengunjung,dan mencari kata kata promosi yang menarik lebih dan penasaran lagi


Adrian memeluknya dari belakang,Aryanti agak kaget tapi berusaha biasa dan malah memegang tangan Adrian yang ada di bawah lehernya dan mengusap usapnya.


"Sudah Mas lihat map map yang bertumpuk itu ?"


"Belum,ayo sama kamu"


"Pokoknya aku mau diskusi sama kamu"


"Diskusi apa ? ini kan lagi diskusi juga,kalau diskusi yang lain ya nanti malam heee..."


Aryanti menggoda suaminya,jelas Adrian malah tergoda dan memeluk lebih kencang juga mencium pipi Aryanti dan...


"Wah wah wah... ini sudah benar benar nggak beres peluk pelukan dalam suasana kerja harus kena sangsi ini,pokoknya ini pelanggaran berat dan harus di hukum"


"Ampun Bu Adelia hukumlah kami masukkan kami ke kamar yang nyaman berdua heee..."


"Enak banget hukumannya pake nawar segala"


Adrian melepaskan pelukannya sambil berdiri masih di belakang Aryanti Adrian hanya nyengir dan Aryanti hanya tersenyum lalu mempersilahkan Adelia dan Fath duduk di sofa office.


"Kayaknya Adelia sama Fath begitu siap ayo kita ke area outbound keburu nanti penuh mau ada tamu yang masuk"


"Iya Kak Aryanti,lihat aku sudah pakai training nih Fath juga..."

__ADS_1


"Adel tunggu sini dulu Kak Yanti ganti sepatu sama baju dulu nggak enak pakaian seperti ini...


"Oke nggak pake lama ya..."


Aryanti mengangguk sambil berjalan keluar.


"Yu Mas"


Adrian berjalan sambil merengkuh bahu Aryanti keluar dari kantor,Aryanti hanya diam saja,dan sampai kamarnya Adrian duduk di sofa membuka sepatu.


"Mas mau coba ikut permainannya ? sepertinya seru lho, sebenarnya aku juga belum pernah mencoba menaiki satu aja wahananya Mas sepertinya ngeri yang agak ekstrim gitu mah heeee..."


"Boleh ayo kita coba,soal naik naik yang ekstrim itu bagian cowok sayang... cewek enaknya di bawah"


"Idiiiih itu mah lain lagi Mas..."


"Buka baju sama dasinya sayang..."


Aryanti membuka kancing kemeja Adrian dan melonggarkan simpul dasinya,dan tangannya Adrian mulai liar kemana mana.


Aryanti tahu gelagatnya ini mah bakal lanjut dulu gantiin tadi pagi,biarlah Adelia menunggu ada temannya ini Fath sama Linda,dan benar adanya tanpa basa basi lagi Adrian menyergap Istrinya di sofa itu juga dan Aryanti tak menolaknya.


"Mas kita kan lagi kerja..."


"Ini juga kerja sayang"


"Itu menurut Mas..."


"Biarin orang pada tahu kita ini pengantin baru belum ada sebulan,orang lain juga begini pasti..."


"Jangan lama lama ya takutnya Adikmu Adel nggak sabar nunggu kita nanti pintunya di gedor dari luar"


"Telephon aja dulu biar dia pergi duluan masa mesti kita temenin kan ada pemandunya"


"Iya ya..."


"Biar kita bisa tenang baru kedepan habis istirahat jam satu heee..."


"Aku kangen pantai senja Mas..."


"Iya nanti kita ke sana,sekarang aku kangen pantai indah kapuk,kita ke tempat tidur ya...mau jalan atau aku yang gendong ?"

__ADS_1


"Aku mau di gendong"


"Manjanya istriku..."


__ADS_2