
Habis maghrib Adrian turun dari mobilnya di susul perempuan yang namanya Jihan turun mengikutinya dan mereka berpisah di samping lobby entah mereka dari mana,Pak Edi begitu geram melihatnya kalau bukan atasannya dan anak boss nya sudah ku tinju pasti mukanya.
"Pak Adrian dari mana ?"
"Saya antar teman saya mau tahu sedikit Pangandaran,itu temannya Adelia"
"Saya tak punya urusan sama temennya Adelia,saya hanya berurusan dengan Pak Adrian,Apa Pak Adrian tahu Bu Handayani tadi menelepon dan memarahi saya ? kenapa Pak Adrian ini lebih mengurusi urusan orang lain di banding dengan istri sendiri ?"
Silahkan Pak Adrian cari Bu Aryanti sekarang juga jangan datang pada saya dengan sesal,Bu Aryanti tak ada di sini pergi sendiri karena mungkin menerima panggilan dari wanita itu dan membaca pesan dari orang yang namanya Jihan,mana ponsel Pak Adrian ? ketinggalan kan di kamar bungalo ?"
"Astagfirullah" Adrian mengusap mukanya beberapa kali dan dia berlari ke belakang seperti tersadar dengan kesalahannya dan Pak Edi menyusulnya,Adrian sedang menggedor kamarnya sambil memanggil Aryanti istrinya tapi pintu tetap rapat tertutup.
Pak Edi menyodorkan anak kunci pada Adrian dan Adrian mengambilnya lalu membukanya,tak ada siapa siapa di dalam posisi kamar seperti waktu di tinggalkan,hanya belanjaan Istrinya dan bahan rujak yang masih berjajar di kantong plastik.
Adrian mengambil ponselnya yang tergeletak di atas sofa dan mencoba menelephon istrinya tapi nihil tak ada jawaban dan di cobanya lagi dan lagi...
"Pak Edi kemana istri saya ?"
"Baca pesan di ponsel Pak Adrian barangkali bisa memberi petunjuk"
Adrian membuka ponselnya tidak ada pesan dari Aryanti tidak ada riwayat panggilan apapun hanya panggilan tak terjawab dari Jihan Jihan Jihan dan Jihan dan juga pesan yang sebagian sudah dibuka mungkin sama Aryanti tadi.
"Pak Edi saya minta maaf...ke mana saya cari Aryanti Pak ?"
"Kenapa bertanya ke saya ?"
Adrian diam dan menunduk.
"Pikirkan kesalahanmu pada istrimu,di situlah perlunya ke terus terangan,harusnya ada teman pertama kenalkan dengan istri atau suami agar tidak terjadi kesalahpahaman,oke Pak Adrian tidak ngapa ngapain tapi hati seorang istri kita nggak tahu jaga prasangka nya,hargai perasaannya,kalau saya ada di posisi Bu Aryanti pasti akan seperti itu"
"Saya salah Pak Edi,saya pikir dia ada aja di sini karena tadi minta saya antar ke pasar mau sarapan nasi uduk,dia ngomong ke saya nggak mau ikut lihat lihat rumah nanti saja kalau ada yang cocok aku minta pertimbangannya,saya kira dia masih beres beres dan katanya mau bikin rujak"
Pak Edi hanya menatap tajam Adrian yang duduk lemas di sofa.
"Saya coba telephon Linda,barangkali sama dia"
__ADS_1
"Saya sudah dari tadi Pak Adrian kalau ada sama Linda saya sudah menjemputnya"
"Siapa temanmu Jihan itu apa urusannya ke sini ?" Baru kali ini Pak Edi dengan tanpa pertimbangan apapun memarahi atasannya.
"Jihan itu teman saya juga teman Adelia di Australia,dia mau pergi ke resepsi Adelia sama calon tunangannya,tapi yang aku tangkap sepertinya dia mau tahu dulu keseharian calon tunangannya itu,makanya dia numpang di Hotel kita dulu"
"Perempuan macam apa dia ? berarti dia mau me mata matai orang, berarti tak ada keyakinan di hatinya"
"Dia di jodohkan orangtuanya Pak Edi"
"Kenapa dia mau ?"
"Ya saya nggak tahu,itu urusannya"
"Di situlah titik kesalahannya,hati hati Pak Adrian siapa tahu dia memanfaatkan mu,apa dia tahu Pak Adrian sudah berkeluarga ?"
"Tahu mungkin"
"Sudah tahu saja seperti itu apalagi belum tahu"
"Boleh saja Pak Adrian membelanya karena itu temannya tapi saya anggap ini ancaman buat rumahtangga Pak Adrian,dan Pak Adrian tidak menyadarinya"
"Maksud Pak Edi apa ?" Adrian emosi merasa di pojokan dan di salahkan dan berdiri sambil melotot.
"Diam ! duduk ! Pak Adrian telah membiarkan orang sebaik Bu Aryanti pulang sendiri ke Bandung dengan membawa perasaan kecewanya juga membawa mobil menyetir sendiri dan tahu nggak Pak Adrian ? Istrimu itu lagi hamil ? enak tidak bukan menjadi orang pertama yang tahu kehamilannya ? sekarang bagaimana perasaanmu tahu istrimu hamil dari orang lain ?"
"Ya Allah Pak Edi jadi istri saya ke Bandung pulang sendiri,juga lagi hamil pantesan sepertinya aku menangkap yang aneh aneh... Astaghfirullahaladzim,Sayang maafkan aku aku khilaf aku salah aku telah mengabaikan mu aku telah membiarkanmu"
Adrian tersungkur di lutut Pak Edi menangis tak menyadari kelaki laki pan nya, Pak Edi juga hanya bersedih dan meraih bahu Adrian dan mendudukkannya lagi di sofa,Adrian menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya,matanya merah berair,perasaannya tak menentu dan tak tahu apa yang harus dilakukannya.
"Bu Aryanti orang yang paling bijaksana yang saya kenal,tadi dia menelephon saya dan berkata 'Saya tak ingin salah paham sama suami saya,juga saya tak ingin bersitegang juga marah marah,saya ingin tenang menikmati kebahagiaan yang saya tunggu selama dua tahun dalam perkawinan saya'
"Pak Edi saya berangkat ke Bandung sekarang" Adrian mengambil kantong bahan rujak dan mendekapnya di dadanya dengan linangan air mata.
"Pagi pagi saja,pikiran Pak Adrian lagi kalut sekarang sudah terlalu malam"
__ADS_1
"Tidak,saya berangkat sekarang, panggil Pak Tono biar dia yang bawa mobil"
Semua tak bisa di bantah dan sekarang posisi kembali normal Adrian yang memberi perintah dan Pak Edi menurutinya.
Tak ada kesedihan yang dirasakan Adrian seperti sedihnya dirinya saat ini betapa tidak mereka berdua begitu menunggu saat-saat moment terbaik dalam pernikahan yaitu kabar kehamilan tetapi saat ini Adrian malah tahu dari orang lain mungkin itu hukuman untuk dirinya.
Aryanti entah dari apa hatimu terbuat hatimu begitu menjaga perasaan orang lain menjaga perasaan aku sebagai suamimu agar kita tidak bertengkar agar kita tidak bersitegang kamu lebih memilih merayakan kebahagiaanmu sendiri sedangkan aku yang paling bertanggung jawab dalam hal ini entah ada di mana.
Waktu menunjukkan jam sembilan mungkin kalau lancar akan sampai ke Bandung sekitar jam 1 malam mungkin Aryanti sudah beristirahat tetapi Adrian tidak peduli satu kata yang ingin disampaikan kepada istrinya yaitu maaf sama ingin mengusap dan mencium perutnya yang berisi buah hati mereka.
Sepanjang perjalanan Adrian hanya diam dan memejamkan mata dan Pak Tono yang memegang kemudi juga hanya diam karena melihat Pak Adrian tidak merespon semua pertanyaannya entah ada apa semua tak seperti biasanya.
Adrian membayangkan istrinya membawa mobil sendiri mengendarai mobil sendiri dengan jarak yang begitu jauh juga dalam keadaan kondisi hamil walaupun masih hamil muda tapi semua dirasakan Adrian begitu mencemaskan nya.
Dokter Ratih SpOG mengingatkan,hati hati di tri semester pertama kehamilan itu saat saatnya sangat rawan,jangan mengendarai kendaraan, jangan berat berat ,capek capek bahkan bila perlu hubungan suami istri pun di hentikan sementara sampai usia janin stabil dan tumbuh dengan sempurna.
Adrian mencoba memejamkan matanya dan pikirannya jauh tak tentu arah,suami macam apa aku ini dan calon bapak seperti apa aku ini,bukannya memberi kebahagiaan lebih pada istrinya tapi malah dirinya menorehkan luka di hatinya diawal awal kehamilannya.
Adrian teringat juga kata Pak Edi tadi kalau pak Edi di marahi Ibunya,mungkin khabar dirinya Ibunya sudah tahu dan kalau sampai tahu Aryanti pulang sendiri juga membawa kendaraan sendiri dalam keadaan berbadan dua habislah aku...
Tapi Adrian menyadari semua kesalahannya,Jihan memang tak salah di matanya tapi dirinya tak bisa memaksa orang lain berpandangan sama dengan dirinya,setiap orang punya pendapatnya masing masing...
Benar saja sampai Bandung Adrian sekitar jam satu malam kurang dikit,Adrian mencoba menelephon Aryanti tapi tetap tak ada jawaban mungkin Istrinya sudah terlelap dengan kebahagiaannya atau dengan kekecewaannya,Adrian bertanya pada pak Tono mau ikut ke rumah atau di mobil saja ? dan Pak Tono memilih di mobil saja.
Adrian berjalan di gang yang begitu sepi hanya ada suara kentungan di pukul mungkin ronda malam di kejauhan,dan Adrian mengetuk pintu dan mengucap salam berkali kali,dan gorden kaca terbuka Bapaknya Aryanti membuka pintu dan Adrian menyalaminya dan di persilahkan masuk.
"Oh Nak Adrian kemalaman ya...sama siapa ?"
"Sama sopir Pak Tono Pak,tapi di mobil biarin saja paling tidur"
"Nak Yanti sudah pules kali ketuk saja,Bapak tidur lagi ya..."
"Oh iya Pak terimakasih silahkan silahkan lanjutkan istirahatnya"
Adrian duduk di kursi sekedar istirahat lalu ke kamar mandi buang air kecil dan mencuci kaki dan tangannya juga mengambil minum sendiri di tempat minum dan menuju kamar Aryanti, mengetuknya lalu memutar handle pintunya dan tak di kunci Adrian masuk,dan melihat Istrinya lagi tidur memeluk guling.
__ADS_1