
"Ck ck ck...asyik banget ini pengantin baru,romantis abis orang lain sampai nggak kebagian..."
Tiba tiba Adelia sama Fath sudah berdiri di luar tenda dan Adelia menerobos masuk sambil tiduran.
"Ugh...cape banget tapi seru Kak heee..."
"Sini Fath masuk nih di pojok ada minuman dingin" Aryanti yang lagi bersender beradu punggung dengan Adrian belakang belakangan duduk mempersilahkan Fath dan Adrian berhenti memetik gitarnya dan meletakkannya di luar tenda.
"Del ambilkan buat Fath" Aryanti menarik box minuman.
"Oh iya..."
Adelia mengambil beberapa kaleng minuman dingin bersoda ringan dan keluar memberikan minuman pada Fath yang lagi duduk sama Adrian di bangku bangku kecil untuk bersantai,dan Adelia juga Aryanti keluar tenda ikut duduk di bangku kecil menikmati angin sore
"Sepertinya aku jatuh cinta untuk yang kedua kalinya Fath setelah ada kamu heeeee...tapi kali ini pada suasana di pantai Pangandaran ini heee..."
"Kita habiskan malam di sini saja,udara terbuka malam dengan api unggun dan orang tersayang di dekat kita,sepertinya cuaca begitu mendukung" Aryanti seperti promosi.
"Romantis juga kedengarannya haaaaaaaa..."
Fath begitu antusias.
"Tapi tenda lu sama Fath di sono...ini tenda kita ya sayang jangan ganggu privasi gue"
"Privasi tuh di kamar Kak Adri,mau salto atau kuda kuda juga nggak kelihatan ya Kak Aryanti ?" Adel selalu saja bikin tersenyum..
Aryanti hanya senyum saja,menanggapi suaminya dan Adiknya saling usik dengan keusilan mereka,mungkin mereka masih merasa anak anak dan Adrian menganggap Adiknya masih kecil padahal usianya sudah dewasa,sudah ada calon suaminya di dekatnya,terkadang menimbulkan kecemburuan,iri dengan begitu akrabnya mereka,jarang sekali melihat Adik Kakak saling jahil saling ledek saling usil yang jauh dalam hati mereka saling sayang,tapi pengekspresian nya saja kadang bikin tertawa.
Adrian tahu adiknya cuman satu-satunya Adelia besok lusa akan jauh lagi dari dirinya setahun kemarin dilaluinya bersama di Australia,ada rasa semakin sayang dirinya pada Adiknya melihat begitu tegarnya Adiknya sekolah jauh dari orang tua jauh dari siapapun,begitu dewasa cara bertindak dan berfikir nya,dan banyaknya memberi bantuan pada dirinya untuk menyelesaikan sekolahnya,walau kadang tingkahnya yang manja di hadapan orang yang menyayanginya.
Terkadang Adrian lupa kalau Adelia itu sudah dewasa tapi dirinya selalu memperlakukan Adiknya seperti masa masa waktu kecil mereka seperti mengacak-acak rambutnya seperti menarik bajunya dan memeluknya kelihatan Adelia kalau sudah di peluk dia suka merasa risih sendiri,atau selalu setiap melakukan kejahilan yang berlebihan meminta maaf dengan mencium pipinya dan Adelia sehingga Adelia tersenyum kembali.
Seperti saat ini Adelia minta di ajarin main gitar yang not dan nada lagunya lupa tapi Adrian nggak mau dan Adelia maksa sambil menarik tangan Kakak nya dan mencium pipinya dan akhirnya Adrian juga luluh.
Adelia memeluk punggung Adrian sambil melihat Adrian yang memberi contoh memetik gitar dengan lagu yang di maksud,Aryanti hanya tersenyum melihatnya.
"Nih coba dulu...belajar dari dulu nggak bisa bisa"
"Iiiiiiiiiih Kakak aku kan nggak belajar khusus hanya belajar iseng aja,tapi kalau suasana santai camping gini jadi pengen bisa lagi memetik gitarnya"
"Fath sepertinya mahir juga ?" Adrian melirik Fath.
"Sedikit sedikit Kak tak seperti mantan anak band haaa..."
"Kak Aryanti bisa nggak ?" Adelia melirik Aryanti di sela sela fokus jari jari kirinya pada titik titik kunci nada.
__ADS_1
"Sama sekali nggak bisa Del...malas belajarnya tapi nyanyinya suka banget,sama orang yang bisa main alat musik aku selalu kagum"
"Termasuk sama Kak Adrian ya...? haaaaa..."
"Ya jelas doooong...heee"
Adrian merasa tersanjung,kriteria istrinya ada di dirinya Adrian mencium pipi Aryanti dengan lembut,dan Aryanti tertawa,Adelia sama Adrian sama sama tersenyum melihat tingkah Kakaknya yang begitu sayangnya memperlakukan istrinya.
"Sudah sudah kasih Fath gitarnya nggak banyak gitaris cewek di dunia ini,cewek bernyanyi saja"
Adelia tertawa dan memberikan gitar pada Fath,Fath mencoba memainkan satu lagu dengan instrumen petikan gitar tanpa lagu begitu luwesnya dia memetik gitar sampai selesai.
Adelia, Adrian sama Aryanti bertepuk tangan dan Adelia memeluk punggung Fath sekilas.
"Kenapa sih kalau cowok-cowok pintar pintar main alat musiknya ?" Adelia duduk di samping Fath kembali.
"Cewek itu kebanyakan fikiran dan belanja jadi nggak fokus fokus,lagian menganggap bisa salah satu alat musik itu belum terlalu lazim"
Semua tertawa.
"Nggak juga sayang...kalau belajar serius pasti bisa semua orang juga,alat musik sesuatu yang nyata bisa di lihat dan di pelajari bukan sesuatu yang abstrak..." Aryanti mengusap usap tangan Adrian.
"Iya Kak Aryati betul itu...saya malah nggak tahu Fath pintar main gitarnya,nanti kita lanjutkan belajarnya di Australia haaaaaaaa..."
"Gimana nih sudah sore lanjut saja bakar bakarannya apa nunggu malam kita pulang dulu ?"
"Cowok cowoknya gimana nih ? mau di sini apa pulang ?"
"Aku di sini saja mau coba flying fox lagi" Fath masih saja duduk.
"Ya sudah Aku mandi dulu hati hati ya Fath..." Adrian juga bangkit dan Fath mengangguk.
Adrian merengkuh bahu istrinya dan berjalan mengikuti Adelia dan Aryanti melingkarkan tangannya di pinggang suaminya.
Adrian dan Aryanti masuk kamarnya dan Adel juga masuk ke kamarnya.
"Menunya apa nanti malam sayang ?"
"Cumi bakar,Udang bakar dan nasi liwet pokoknya mantap deh Mas..."
"Wow... kolesterol tinggi tapi tambahan tenaga buat aku heee..."
Aryanti mendelik manja dan Adrian menarik tangan Aryanti dan Aryanti memeluk pinggang Adrian sambil tertawa dan Adrian membawa Aryanti duduk perlahan lalu mencumbunya di atas sofa,seperti biasanya nggak ada kata bosan dan capek bagi mereka,semua begitu indahnya,semua begitu mesranya,semua begitu menggelora nya,dan semua begitu nikmatnya.
"Mas hari pertama kita kerja nggak menghasilkan apa apa,malah Mas nggak buka satu pun map haaa..."
__ADS_1
"Nggak apa apa sayang ini kita lagi kerja heee..."
"Aaaaaah Mas,apa nggak bosan siang malam tempur terus ?"
"Aku nggak bakalan bosan sayang,mungkin nanti frekuensi nya saja yang mungkin berkurang"
Aryanti balas mencium leher Adrian
"Mulai besok kita serius kerja setelah Adelia sama Fath pulang"
Aryanti mengangguk dan melepaskan pelukannya.
"Udah ah kita mandi,nanti malah kebablasan lupa waktu lagi"
Adrian mengangguk lalu berdiri duluan dan menarik tangan Aryanti.
"Mandinya bareng ya..."
"Nggak mauuuuu..." Aryanti tertawa dan duluan masuk kamar mandi berlari kecil dan Adrian menyusulnya sambil tertawa.
Terkadang merasa geli atau malu Aryanti saat mandi bareng suaminya,tetapi Adrian begitu menyukainya seperti masa kecil kurang bahagia saja menikmati air seperti apa.
Mungkin karena belum terbiasa saja Aryanti ada rasa sungkan,dan perlu pembiasaan dulu,terkadang malah suka menunggu suaminya mandi duluan baru dirinya,tapi Adrian selalu menariknya untuk berendam bersama...dan alasan apapun nggak bisa masuk di hadapan Adrian.
"Mas aku luluran dulu ya,Mas mandi duluan nanti aku nyusul"
"Luluran apaan kan udah jadi pengantinnya juga ?"
"Haaa...siapa bilang luluran pengantin,ini luluran berbentuk sabun,buat perawatan saja aku biasa menggunakannya"
"Biarin aku tunggu aja sambil berendam ya,atau aku bantuin mau ?"
"Nggak ah...emang Mas bisa bantuin ? entar malah ke mana mana tangannya heee..." Aryanti membuka pakaiannya dan membelit badannya pakai handuk sedada, lalu duduk di atas closet yang di tutup mulai membasahi kaki dan tangan nya dan menggosokkan cream lulur praktis ber scrub harum wangi,dan Adrian memperhatikannya.
"Mas jangan lihat lihat ya aku malu...sekarang bagian badannya heee..." dan dengan masih memakai underwear Aryanti mulai mengoles dan menggosoknya perlahan ke seluruh badannya.
"Biar apa sih sayang lama lama pakai sabun gitu ?"
"Aku nggak tahu persis Mas cuma aku merasa nyaman dengan wanginya,begitu segar lain dengan memakai sabun biasa...kalau di bacaan nya sih untuk kecantikan dan perawatan kulit tapi aku lebih ke perawatan dan relaksasi saja...juga lebih bersih mengangkat kotoran yang menempel di kulit kita"
"Udah sini berendam dulu aku ganti airnya ya.."
Aryanti mengangguk dan mengulurkan tangannya minta bantuan Adrian untuk naik.
"Hmmh...wangi banget istriku"
__ADS_1
"Haaaaaaaa,Mas bisa aja"