Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Pertemuan


__ADS_3

''Pak Adrian saya merasa prihatin dengan ancaman yang keluarga Pak Adrian terima walau masih di ragukan kebenarannya" Pak Bharata yang asli orang Bali menanggapi cerita Adrian yang di kuatkan Aryanti.


"Kalau memang begitu kami semua proaktif ikut lebih waspada terhadap segala kemungkinan" Pak Daman menambahkan.


"Iya Pak Bharata juga Pak Daman tapi masa iya Istri saya harus diawasi 24 jam kan nggak mungkin,juga dia nggak kemana mana sama saja dengan membelenggu juga mengisolasi nya,dia juga kan perlu sosialisasi dengan lingkungannya"


"Jadi seperti apa yang harus kita ambil langkah antisipasinya Pak Adrian ?"


"Saya minta penjaga satu Satpam di rumah saya untuk berjaga jaga,walau di rasa semua itu janggal tapi aku ingin memastikan putri kami dalam pengawasan itu mulai besok" Adrian memberi perintah.


"Siap Pak Adrian...!"


"Dua saling ingatkan saat istri saya lengah pergi sendiri tanpa di dampingi sopir,mutlak harus ada yang mendampingi itu menjadi tanggungjawab semua"


"Dan ketiga perketat penjagaan di luar dan di dalam lingkungan Hotel,pemeriksaan pintu masuk dan di post di perketat KTP dan kartu identitas lainnya menjadi perhatian utama"


Aryanti hanya terhenyak mendengar semua pembicaraan dalam rapat tertutup ini,dirinya semakin takut dengan yang sendirinya juga nggak tahu apa yang di takutkan tapi Aryanti menangkap kekhawatiran dalam dirinya juga di hatinya.


Dan Aryanti meyakini semua tak se menakutkan yang di bicarakan dalam rapat ini antara dirinya suaminya Adrian,Pak Daman dan Pak Bharata,dan dirinya tak seharusnya di jaga seketat itu dirinya sudah dewasa dan bisa jaga diri juga bisa memilih mana yang baik dan salah,perasaan Aryanti seperti biasa saja dirinya kenal Pak Made Ardika kenal juga Aira Anaknya yang mungkin sekarang sudah kelas dua atau tiga SD,tetapi Aryanti nggak mau menentang apa kata suaminya, Adrian terlalu berhati-hati,terlalu mencintainya juga,mengikuti kata suami tidak menentangnya itu lebih baik.


Tapi di lain pihak menurut pandangan Komang Putri yang di hadapi adalah orang sakit cara pandang yang berbeda terutama pada dirinya dan Aryanti merasa memiliki ketakutannya di situ,tapi kalau secara hubungan baik dirinya dan Pak Made Ardika cukup baik.


Pak Made Ardika orang nya tinggi gede sangat tampan dengan wajah khas Bali,kulit bersih walau di bilang bukan putih, wajahnya cukup tegas dengan rambut ombak dan hidung mancung penampilan yang sempurna seorang laki laki,dan senyum yang selalu terkembang menarik simpatik sopan dan sangat pandai bicara.

__ADS_1


Dalam pandangan Aryanti tak ada sedikit kesalahan dalam diri Pak Made dan itu dulu saat dirinya bertemu pertama kali dan Aryanti pun merasa simpatik.


Gamang dalam hati Aryanti antara kecemasan ketakutan dan rasa tidak percaya dalam dirinya membuat Aryanti sering melamun dalam diamnya, haruskah percaya Komang Putri seratus persen ? haruskah percaya Pak Made Ardika mencintainya ? apa benar Pak Made Ardika sakit secara psikologis ?


Rapat tertutup usai menghasilkan poin poin dan perintah pimpinan yang segera harus di laksanakan.


Aryanti berusaha menjalani kehidupannya dengan normal walau peringatan dari suaminya selalu menjadi sesuatu hal yang wajib sebagai kehati hatian saja.


''Boleh pergi belanja diantar sopir sama Komang Putri"


"Boleh kita ke Pantai sama sama tapi tetap ada sopir yang mendampingi kita"


"Boleh kamu jalan jalan ke pasar Legian dan pusat seni dan oleh oleh tapi sama Alinea Bi Inah Komang Putri dan sopir juga"


"Boleh kita makan di luar tapi sekeluarga di dampingi sopir dan Satpam"


Dan seabrek aturan yang di terapkan Adrian dan di nikmati saja sama Aryanti sebagai rasa cinta dan sayangnya dan demi ketenangan juga menghapus rasa khawatir pada diri Adrian suaminya semua seolah terbiasa kalau semua sudah di jalani.


Dan saat ini Aryanti asyik berbelanja kebutuhan sehari hari di supermarket sebuah Mall terkenal Beachwalk Kuta Bali adalah salah satu mall yang terbesar dan tercantik di Bali, Design arsitekturnya sangat unik, hampir seluruh area mall terbuka, di tengah tengah mall di tanami pepohonan tropis yang teduh dan juga di tempatkan kolam kolam sepanjang taman sehingga membuat pengunjung rileks dan adem saat berjalan mengitari mall, pemandangannya juga cantik banget view nya menghadap kelautan lepas Pantai Kuta.


Saat kita jalan jalan mengitari Beachwalk Bali ini kita bisa mendengar alunan deburan ombak pantai Kuta dan apabila kita berdiri di lantai 2 kita bisa memandang indahnya Pantai Kuta dari kejauhan, apalagi kalau sedang sunset,di pinggir pinggir mall yang menghadap pantai banyak cafe cafe, jadi kita bisa duduk duduk santai sambil memandang pantai Kuta, membuat Aryanti betah membawa Anak berbelanja di sini.


Mall Beachwalk Bali ini sangat luas di bandingkan mall mall yang berdiri di Bali saat ini, luasnya adalah sekitar 3.7 hektar membuat jalan jalan terasa nyaman dan leluasa,Mall ini juga di lengkapi dengan tempat parkir lantai 2 yang sangat luas yang sanggup menampung ratusan mobil dan motor,semua terasa nyaman untuk jalan jalan sore membawa keluarga sekalian berbelanja kebutuhan.

__ADS_1


Aryanti berbelanja seperti biasanya dan semua berjalan apa adanya dan seabrek mainan Alinea dan kebutuhan Adrian suaminya menjadi daftar belanjaan yang di tulisnya,karena jarangnya belanja membuat Aryanti menulis setiap kebutuhannya,dan yang paling banyak adalah kebutuhan dirinya membuat Bi Inah begitu lama menunggu sambil membimbing Neng Alinea yang baru belajar jalan dan merambat.


"Bu Aryanti ? apa khabarnya..."


Aryanti terkesima dan begitu terkejut dan langsung lemas, orang yang selama ini ada di otaknya dan membuat takut dan terkekang hidupnya ada di depan matanya tersenyum khas menyodorkan tangannya sambil tersenyum...


"Pak Made Ardika ? saya baik baik aja..." Aryanti juga menyambut tangan yang di sodorkan dan mereka bersalaman erat.


"Syukurlah saya kerja di sini walau tak setinggi di Hotel jabatan saya,tapi masih bisa bekerja"


"Oh ya Pak Made Ardika Kerja di sini hebat banget...Apa khabarnya Aira ?"


Made Ardika kelihatan mendung dan muram membuat Aryanti merasa bersalah telah bertanya, tetapi topik bicara apa yang paling memungkinkan dalam pertemuan yang singkat seperti ini ?


"Aira baik baik saja,cuma sekarang dia sakit jadi berhenti sekolah sementara waktu,dia masih ingat saja sama Bu Aryanti dan kalau nanti saya ceritakan pertemuan ini pasti dia senang"


"Saya turut prihatin Pak Made,semoga Aira cepat sembuh,sampaikan salam saya..."


"Ya ya ya pasti saya sampaikan"


Pak Made Suardika menatap Aryanti dan Aryanti cepat cepat mohon diri permisi dan pamit undur diri,terasa datang kesadarannya dan merasa takut juga,tapi Aryanti melihat semua normal normal saja, Pak Made Ardika seperti tidak sakit dan sehat, berbicara nyambung dan komunikasi lancar,juga kalau sakit nggak mungkin dia bisa bekerja di Mall sebesar ini.


Aryanti menyudahi belanjanya dan mendorong keranjang belanjaannya menuju kasir dan bertransaksi di situ,terlihat Bi Inah lagi melatih Alinea jalan di bangku bangku peristirahatan dan ruang tunggu pengunjung.

__ADS_1


Aryanti sangat bimbang merahasiakan atau bicara pada Adrian suaminya pertemuan ini,takut kalau Aryanti sampaikan akan menjadi kecemasan bagi suaminya juga yang lainnya,tapi kalau nggak di sampaikan tak ada yang menjadi bahan pertimbangannya,tapi Aryanti memilih merahasiakannya dan ada yang menjadi catatan pertanyaan bagi Komang Putri apa benar Pak Made Ardika kerja di Mall itu ???


Pak Made Ardika kelihatan sehat dan nyambung saat bicara,ini semua tak seperti yang di sampaikan Komang Putri pasti ini ada kesalahan,semua keresahan Aryanti hanya ada di benaknya.


__ADS_2