
"Mas kita pulang ke Pangandaran kapan ? besok saja ya,aku mau jalannya sore sore biar agak seger kalau sudah melewati tengah hari...kalau pagi rasanya pusing banget,terus aku nggak mau mencium wewangian rasanya nggak enak banget bikin eneg..."
"Ya ampuuuuun sayang kamu bener bener ngidamnya baru mulai berasa ya...terus aku harus gimana ?"
"Aku merasakan pusing mual,tapi saat bangun tidur sama mencium wewangian,maunya mencium yang segar segar kayak wangi buah stroberry..."
"Iya sayang bilang aja yang kamu mau,yang kamu suka,atau bila perlu aku bikin pengumuman semua karyawan Hotel semua dilarang menggunakan parfum dan wewangian tidak terkecuali semua staf stafnya..."
"Heeee... nggak begitu juga kali Mas,yang paling dekat kan Mas...jadi ya Mas yang paling nggak boleh pakai parfum"
"Iya iya...aku ikuti semua keinginanmu sayang,sudah tiduran saja...kalau mencium aku segeran nggak heee..."
"Idiiiih...itu mah lain lagi seger nya"
"Haaaaaaaa..."
"Tapi aku udah segeran Mas,aku mau bikin rujak,Mas tidur sendiri ya heeee..."
"Ya aku nggak enak lah tidur sendiri,maunya sama kamu,ya sudah ayo aku temenin"
"Kan ada Bi Ani"
"Alah takutnya kamu ceroboh naik turun tangganya"
"Emang aku anak kecil Mas ?"
"Kamu sih orang dewasa tapi di perut kamu ada bakal anak kecil aku"
Aryanti tersenyum,sebegitu perhatiannya Mas Adrian padanya sampai hal sekecil apapun menjadi perhatian pentingnya dan hal sepele pun terasa begitu besar bagi dirinya.
"Ayo katanya mau bikin rujak ?"
"Tapi aku mau pelukan dulu Mas heee... entah kenapa aku begitu nggak mau jauh sama Mas"
"Hah ? Apa ? haaaaaaaa...emang aku jauh mau kemana ? aku selalu ada di sampingmu sayang sini aku peluk,kamu tuh ngidam jangan yang aneh aneh sayang yang mudah carinya kalau menginginkan sesuatu itu,sama mau pelukan begini kan gampang heee..."
Aryanti tertawa merasa lucu saja keinginan yang tak biasanya, kadang tak masuk akal,pada dasarnya dalam keadaan hamil dirinya memerlukan perhatian ekstra,karena selemah lemahnya wanita yaitu dalam keadaan hamil,tidak bisa di rencanakan ngidam itu perasaannya datang sendiri.'
Adrian juga tertawa merasa lucu mendengar keinginan istrinya, Adrian mencium kening Aryanti dengan penuh perasaan dan Aryanti pun membalasnya,dan Adrian merasa ada yang memulai dan mencium menjadi ke mana mana.
"Eith eith...jangan terlalu bernafsu Mas...ingat ada anak kita heee..."
"Aku kangen sayang,aku takut keduluan sama pengantin heee..."
"Ngaco Mas ini orang pengantin
mah masih semangat mau malam pertama, baru akan dan mau merasakan,kita sudah dua tahun masih saja kayak pengantin..."
__ADS_1
"Ayo lah sayang nanti saja bikin rujaknya..."
tok tok tok...
"Mas Adri ! Neng Aryanti nggak apa apa kata Ibu,Itu Ibu baru pulang turun katanya..."
"Ya Bi Ani" Adrian berhenti mencumbu istrinya.
"Iiiiiiiiiih Ibu apaan sih nggak bisa lihat orang lagi senang senang,kan ini tanggung sayang sayangannya"
Aryanti hanya tersenyum mesem mesem...
"Ayo sayang kita turun"
Adrian merengkuh bahu istrinya menuruni anak tangga,Bu Handayani memandangi Aryanti dan Adrian melepaskan Istrinya saat tangannya Aryanti di raih Ibunya.
"Dek Aryanti sudah nggak apa apa lagi kan Nak ?"
Aryanti tersenyum sambil menggelengkan kepala,sini bantuin Ibu.
"Orangtuanya Fath biar nginap di rumah kita dulu sebelum pulang ke Malaysia barang semalam
kita makan bareng di sini semua,Dek Aryanti belum makan juga kamu Adri sayang ?"
"Belum Bu..."
"Ya sudah Nak Adri bantu Pak Agum mengemas sekedar cenderamata dan oleh oleh buat Orangtuanya Fath,dan Dek Aryanti bantu Ibu sama Bi Ani menyiapkan makanan ya"
"Sini ini tempatin ya satu satu dan tata di meja"
Aryanti mulai menata semuanya membantu Bi Ani dan bukan suatu pekerjaan yang sulit dan Aryanti terbiasa dengan hal seperti itu.
"Bi ada kacang goreng nggak ? aku mau bikin sambal rujak heee...
"Ada Neng kemarin bibi goreng banyak waktu Neng Adel minta di bikinin..."
"Makasih Bi ya..."
"Biarin Bibi yang bikinin Neng Aryanti kan udah selesai duduk saja"
"Sekalian pedas dan banyak ya Bi biar di simpan di kulkas,nanti kalau Adel pulang pasti pengen rujak heee..."
"Masa langsung jadi Neng ?"
"Ah Bibi kan pengantin baru pasti kurang tidur...apalagi ini Adel yang doyannya rujak sama yang pedas pedas"
"Oh iya ya hi hi hi..."
__ADS_1
Aryanti mengupas buah dan mencucinya lalu mengirisnya juga menempatkannya di mangkuk.
"Dek Aryanti lagi ngapain itu ?"
"Mau bikin rujak Bu"
"Sini Ibu bantuin,duduk saja sana tungguin..." Aryanti bengong saja saat Ibu mertuanya mengambil alih pekerjaannya,apa sebegitu istimewanya wanita hamil di mata orang orang yang memang menginginkan kehamilannya ?
Orang seperti Aryanti tentu merasa nggak enak hati di perlakukan berlebihan, tapi apa dirinya harus membantah,tentu itu lebih nggak enak lagi,
orangtuanya masih wajar menurut Aryanti memberikan rasa sayang berlebih tapi ini keluarga suaminya juga terasa berlebih memperlakukan dirinya dan satu kata Aryanti merasa malu saja.
"Hai hai hai...orang hamil nggak boleh duduk sembarangan apalagi itu duduk di tangga,sini sini duduknya di kursi,ini udah jadi mau di mana makannya ? di depan saja sini Ibu bawain di temani Bi Ani ...Bi...pindahin sambalnya ke mangkuk biar Dek Aryanti nggak colek dari cobeknya ya..."
"Ya Bu..."
Ya ampuuuuun sebegitu sibuk dan repot nya Nak orang orang sekitar kita,menyambut kehadiranmu Aryanti tersenyum dan mengusap usap perutnya.
Aryanti berfikir begitu banyak cerita di buku di film juga di sinetron bahkan dalam kehidupan nyata sehari hari ada Seorang mertua jang judes,galak,serba ngatur juga nggak mau tersaingi,takut menantunya membuat anaknya tidak sayang lagi dan lain sebagainya,tapi dalam kehidupannya semua itu tak ada,apa semua itu Aku ini terlalui baik ? perasaan biasa saja...
Aku menjalani semuanya biasa biasa saja.
Apa yang di cita citakan Aryanti melampaui lebih dari apa yang di harapkan nya,suami yang sayang luar biasa juga mertua dan saudaranya yang sama sama menyayanginya sungguh itu suatu karunia yang tak terkira,terkadang Aryanti berfikir apa yang aku bisa berikan untuk keluarga ini ? tak ada semua serba kecukupan,dan dirinya hanya bisa memberi kebaikan dan bakti seorang istri,juga seorang menantu.
"Wah wah wah sudah jadi rujaknya sayang...?Adel anterin nggak Bu haaaa..."
"Pengantin baru mana mikirin makanan" Ibu Handayani menjawab datar.
Udah bibi bikin banyak sambalnya Mas di simpan di kulkas biar kalau besok pulang dia mau tinggal mengupas buah buahan nya"
"Betul itu Bi... biar sekalian ngidamnya bareng sama istriku"
Bu Handayani dan Aryanti hanya tersenyum.
"Jangan lupa perhatikan istrimu makan tetap harus masuk apa saja jangan hanya rujak,juga susunya,kalau masih mual coba ganti rasa lain susunya,jangan nunggu dingin minumnya hangat kuku langsung minum,juga jangan banyak banyak dulu setengah gelas saja dulu daripada keluar lagi...juga kalau masih belum bisa di atasi konsultasi ke dokter kandungan biar nanti di kasih obat anti mual nya"
"Iya Bu"
"Juga kalau di rasa belum begitu baikan biar Dek Aryanti di Bandung dulu sampai dia merasa enak,biar nanti Ibu yang antar"
"Justru Adri yang nggak enak Bu ninggalin dia di sini"
"Kan di sini sama Ibu Bapak,juga orangtua nya..."
Pokoknya Adri nggak mau jauh jauh,malah nanti Adri yang cemas"
"Aku nggak apa apa kok Bu,paling mual sama pusing pagi saja,sudah istirahat,minum yang hangat makan yang asem asem hilang dan biasa lagi"
__ADS_1
"Ya syukurlah kalau merasa kuat,dan nanti di perjalanan juga berhenti berhenti saja jangan di paksakan kalau di rasa nggak nyaman turun dulu dan istirahat,Ibu mau tuntaskan dulu Adikmu sampai dia berangkat lagi baru Ibu tenang dan nanti bisa menengok calon cucu Ibu ke Pangandaran"
"Iya Bu..."