
Pagi yang begitu cerah dan ceria menyuntikkan semangat tinggi pada Adrian dan Aryanti yang bangun barengan dan mereka joging berdua di pelataran Hotel dan sampai ke tempat outbound,tak tampak beban dan kemurungan lagi di muka Aryanti dan begitu berserinya wajah nya.
Sepulang joging Aryanti mengajak Adrian berenang, sesuatu banget di rasakan Adrian pagi ini,Aryanti begitu menikmati hari harinya dan seperti pagi ini,Adrian yang malas namanya berenang kalau nggak terpaksa hanya mengangguk mengiyakan melihat senyum di wajah Aryanti yang begitu manisnya Adrian tak mampu menolaknya.
Sambil berganti pakaian Adrian selalu mencuri pandang pada apa yang di lakukan istrinya,sepertinya Aryanti benar benar memulai perubahan dalam dirinya dan Adrian hanya senang saja melihatnya,apalagi istrinya mulai nyanyi dan bersiul siul dengan senangnya.
Memang tak ada yang begitu berubah semua seperti biasanya mereka melewatkan malamnya dengan romantis dan selalu dengan pelukan dan ciuman sayangnya dan terkadang ada ritual yang membuat Adrian tertawa geli melihatnya selalu Aryanti menaikkan kakinya ke tembok dan menahannya barang beberapa menit setelah berhubungan intim suami istri,Adrian hanya menganggapnya mitos dan sugesti juga hiburan,tapi walau begitu Aryanti tetap saja melakukannya dan meyakini suatu saat akan terjadi pembuahan di dalam rahimnya.
"Biasanya orang rame pada renang Mas...ini sepi banget kelihatannya..."
"Ini hari Minggu sayang orang masih menaikkan kakinya ke tembok seperti kamu semalam haaaa..."
"Mas aja nggak percaya,kalau aku benar benar isi baru tahu dan aku benar benar berhasil membuktikannya heee..."
"Ya ya ya...terus kerja kerasku selama ini gimana,kalau kamu hamil dari menaikkan kaki ke tembok ?"
"Ya hasil kerja dan usaha kita lah heee..."
"Kamu jangan terlalu cape sayang renang juga santai saja ya...sini aku pegangin tubuhnya kamu renang aja seperti anak yang baru belajar,ayo ngambang aku tahan perutnya..."
"Sebalik lagi Mas kita ke ujung sana lalu balik lagi ya"
"Ayo,tapi pelan pelan saja jangan sampai ngos ngosan"
Adrian dan Aryanti berendam sambil tangannya berpegangan pada pinggir kolam renang.
"Si Adel sudah di Malaysia sayang Minggu depan ke sini sama calon mertuanya, Ibu menyarankan kita datang lebih awal ke Bandung,dan aku biar mempersiapkan tempat menginap keluarganya Fath"
"Iya Mas kita ke Bandung hari apa ya malam minggu saja ya ? nanti aku lihat dulu agenda Mas dan skedul yang sudah ada biar di kondisikan sama Pak Edi juga Linda, soalnya aku mau agak lama pulangnya"
"Iya boleh..." Adrian mendukungnya.
"Aku kangen kamarku,rumahku, Bapak Mamaku,juga kamarmu Mas dan mertuaku heee..."
"Itu mah kangen semua namanya..."
"Heeee...juga kangen temanku Mita dan anaknya"
"Heemght..."
__ADS_1
"Aku pengen tahu dan lihat Adel habis malam pertamanya seperti apa haaaaaaaa..."
"Idiiiih Mas ini aneh aneh aja,ya biasa saja seperti aku kali..."
"Aku pengen menggodanya aja dan melihat wajah pucat nya karena kurang tidur,seperti dia usil pada aku haaaa..."
"Iiiiiiiiiih...Mas jangan suka usil berlebihan ah"
"Bercanda sayang hee..."
"Udah ah Mas udah kedinginan naik yu udah ada matahari tuh kita berjemur sebentar,Aku nggak masuk kantor ya Mas mau di kamar saja santai...kan ini hari minggu kalau Mas mau masuk silahkan..."
"Aku juga nggak masuk ah mau santai kayak kamu heee...tapi aku ada janji sama Pak Edi mau servis mobil sambil jalan jalan"
"Jalan jalan ke mana Mas ?"
"Oh ya aku belum cerita ya ?"
"Soal apaan ?"
"Aku berencana cari rumah tapi yang nggak jauh dari sekitar sini biar kita bisa leluasa"
"Aku ingin yang lebih besar dikit sayang jaga jaga aja kalau nanti kamu hamil masa di satu kamar bungalo ini aja ? ini baru rencana kalau cocok dan aku suka,harusnya ini juga sama kamu melihat lihatnya tapi nggak apa nanti saja kalau udah ada yang cocok baru aku kasih tahu dan minta pertimbangan mu ya..."
"Kan rumah kita yang di Bandung ada malah belum kita lihat Mas"
"Ya kan ini yang di sini,kita hidup di sini,aku hanya mengikuti saran Bapak saja masa Bapak menawarkan kita tolak kan nggak enak"
Aryanti diam dan berjalan menuju kamarnya dalam keadaan basah diikuti Adrian,dan masuk lalu membilas tubuh mereka dengan guyuran air.
"Mas sarapannya mau apa sereal apa roti ?" Aryanti masih dengan handuk di membelit di kepalanya dan mengocek minuman di gelas buat Adrian dan dirinya.
"Apa aja sayang..."
"Aku rasanya mau nasi uduk atau nasi kuning Mas heeee...kemana ya nyarinya aku kangen sarapan di Bandung,atau kalau sore sore habis cape taekwondo makan nasi uduk sama teman teman perasaan enaaaaaak banget..."
Adrian mengerutkan dahinya dan berfikir aneh aneh aja biasanya nggak begitu apa aja yang ada istrinya mau dan masuk.
"Harusnya ke pasar nyarinya ya Mas pasti ada,aku ke pasar aja boleh ya Mas ?"
__ADS_1
"Boleh aku antar aja ya..."
"Ayo Mas...Mas juga mau nggak ?"
"Boleh aku mau..."
Aryanti begitu gembira mendengarkan kesediaan Adrian untuk mengantarnya Adrian merasa heran juga baru mengerti untuk hal sepele seperti itu juga Aryanti begitu antusias dan kelihatan senang dan girang banget,apa memang Aryanti telah begitu melepaskan beban yang mengganjal di hatinya ?
Adrian mengingat ingat dari kemarin kelihatan istrinya ceria banget malamnya juga begitu romantis dan tak lupa menaikkan kakinya ke tembok dan menahannya barang beberapa menit,sampai sampai Adrian partisipasi menahan pinggul istrinya sambil tertawa,nggak apa apalah menyenangkan istri kan Ibadah fikir Adrian.
Mereka pergi ke pasar dan begitu banyak yang di beli Aryanti dan inilah kebiasaan semua perempuan kalau sudah belanja baik di pasar tradisional atau di Mall-mall selalu banyak yang di lirik ujung-ujungnya nawar dan beli,Adrian dengan sabar menunggunya di mobil sambil melihat lihat ponselnya.
Akhirnya Aryanti datang juga dengan bawaan yang lumayan banyak dua tentengan kantong plastik besar,Adrian heran beli apa itu ?
"Beli apa sayang kelihatan berat itu ?"
"Ini makanan nasi uduk dan lain lainnya,dan ini cobek sama mutu buat bikin rujak seperti Adel waktu itu,juga bahan rujaknya dan bumbunya...heeee"
"Kamu kayak orang ngidam aja sayang"
Aryanti jadi diam dan menunduk Adrian merasa bersalah,telah mengusik istrinya dengan kata katanya.
"Oh maafkan aku sayang aku nggak bermaksud..."
"Mas nggak apa apa ,memang aku mau ngidam,mau hamil,mau punya anak,ini mungkin aku bisa pakai dan manfaatkan kalau aku sewaktu waktu sama Linda mau untuk bikin rujakan bareng bareng"
"Nggak apa apa sayang aku juga mungkin kalau lagi puyeng mau juga heee..."
"Kadang aku sedih Mas,kita berumah tangga sudah mau dua tahun kurang beberapa hari saja,tapi kita belum punya alat rumah tangga apapun,sendok,garpu,piring,gelas,kompor,penggorengan dan lain lain baru punya ini cobek sama mutu doang,kita tiap hari sarapan roti,sereal, dimsum, bubur ayam,makan siang di restoran di kantin, kadang keluar cari makanan di luar"
Adrian tertegun begitu sederhananya pemikiran istrinya,yang diinginkannya hanya hal yang begitu sepele menurut pemikirannya,mungkin kalau wanita lain lebih bahagia seperti ini nggak perlu repot repot tinggal makan dan nggak perlu repot repot.
"Sayang kan kita rumahnya aja baru nyari yang di sini,makanya dukung aku biar kamu bisa mengisi rumah kita nanti dengan perabotan yang kamu sukai, kalau perlu satu toko kita borong semua"
"Heee...nggak kepakai kali Mas kalau satu toko mah,aku mau yang perlu perlu saja,aku ingat Mita temanku Mas dia begitu bangga pada suaminya habis nikah di bawa suaminya pindah ke rumah cicilan di perum, bulan ini kebeli kasur,bulan ini kebeli tv bulan ini kebeli rak piring dan seterusnya kedengarannya senang banget Mas heeeeee..."
"Sayang kita harusnya lebih bersyukur,kita di beri kemudahan dan rezeki lebih,kita tidak perlu menyicil semua sudah tersedia,rumah,kendaraan, kamu pergi aja ke kitchen Hotel semua itu milik kita"
"Tapi kenyataannya aku punya cobek sama mutu ini saja setelah kita menikah dua tahun Mas heee..."
__ADS_1
"Iya juga ya haaaaaaa..."