
Sepulangnya Habil semakin terasa perasaan bersalah Aryanti begitu membelit dan mengurung dirinya, seketika berubah semuanya, masih tergambar wajah simpatik,sopan, Habil yang penuh energi dan semangat saat bicara dan optimis dalam segala hal.
Betapa tak sampai hati Aryanti melihat wajah Habil yang berubah semuanya seketika, dan wajah simpatik yang telah begitu memikat Aryanti sebagai partner sahabat dan mereka se profesi dan begitu nyambung saat mereka ngobrol, walaupun beda tempat bekerja.
Pertama kalinya Aryanti membuat kecewa hati seseorang yang mencintainya dengan penolakannya akankah hubungan Habil dengan dirinya seperti sedia kala seperti Habil yang dikenalnya pada awal-awal pertemuan mereka.
Maafkan aku Pak Habil karena hatiku telah aku titipkan pada seseorang dan kami berjanji akan mempatrinya bersama menjadi satu ikatan suci kami.
Tadinya mau karaokean malam minggu ini tapi Aryanti nggak jadi ,selain Linda nggak jadi datang juga masih kepikiran, diganti dengan perenungan diri sendiri dan menjadi begitu bad mood,jauh di dalam hatinya Aryanti tak ingin membuat kecewa siapapun termasuk Habil yang begitu telah baik terhadap dirinya yang telah begitu mengajak dan selalu sharing juga memberikan pengalaman dibidang Hotel,semua yang terkait Perhotelan yang menjadi pekerjaan mereka dan soal-soal lainnya,begitu semangatnya seorang Habil berbicara bersama dirinya.
Selalu ada sisi baik dan buruknya satu pilihan dan penilaian kita terhadap seseorang,dan selalu melihat sisi baiknya saja terhadap orang yang kita sayangi, seperti Aryanti yang menghibur dirinya dengan mengingat satu sosok di pelupuk matanya 'Adrian' begitu nggak ada cela di mata dan hatinya,ataukan memang cinta itu buta seperti kata pepatah ? Adrian memang idealnya,semua yang ada di dirinya Aryanti begitu suka,sorot mata kangennya begitu membangkitkan gairah jiwa mudanya.
Postur tinggi dan berotot dengan penampilan tegap,garis muka tegas sempurna ideal seorang laki laki,romantis yang dirasakan Aryanti memang ekspresi rasa sayang yang terlalu berlebihan,begitu memanjakan dirinya dalam segala hal,dan juga cemburunya yang begitu membuat ciut hati orang yang merasakannya,tapi rasa sayang yang melelehkan hati yang tak bisa Aryanti lupakan dan membuat sakit di dalam dadanya saat mereka berpisah dan berjauhan.
Anugrah cinta yang begitu mengisi sanubarinya menjadi bahan rasa syukur tak terhingga bagi Aryanti,mengisi hari-harinya dengan perasaan yang di milikinya dan yang di miliki Adrian adalan kebahagiaan nya.
Aryanti berjalan ke lobby melihat suasana malam minggu,masih seperti malam malam biasanya malam yang berbintang benderang dengan angin semilir membawa bau pantai melewati hidungnya,tamu tamu Hotel berlalu-lalang yang entah darimana atau sekedar jalan-jalan,ada yang keluar balik lagi ke kamarnya, resepsionis yang kelihatan dari luar masih kelihatan sibuk ada saja aktivitas orang yang di layani di depannya dengan telepon yang sekali kali di telinganya dan bicara sambil harus dengan senyuman.
"Linda ? ngapain kamu balik lagi ke sini ?" Aryanti melihat Linda memarkir motornya.
"Heeee...nggak jadi Bu doi lagi ada perlu sama keluarganya,lagian saya ingat aja ajakan Bu Aryanti,daripada di rumah ya aku ke sini aja lagi..." Linda masih memegang helmnya.
"Linda sebenarnya ajakan aku itu nggak usah jadi beban,seperti biasa saja jangan jangan kamu lagi ada masalah dengan cowoknya ya ?"
"Nggak kok Bu,serius ada keperluan sama keluarganya,mengantar keponakannya ke pesantren,nggak ada sopir jadi dia deh yang gantiin"
"Oh ya sudah,terus kita sekarang ngapain ? coba ke informasi apa ada ruang karaoke yang kosong nggak ? saatnya kita karaoke memuntahkan segala beban di hati kita heeee...."
Mereka berdua tertawa ngakak,seperti remaja. baru gede yang begitu cengengesan dan lupa diri,hidup memang tak selalu terang karena kita juga butuh gelap untuk menikmati gemerlapnya bintang gemintang...
Aryanti dan Linda berjalan ke ruangan karaoke yang masih kosong,pegawai yang tahu siapa yang datang membungkuk sambil tersenyum dan dibalas Aryanti juga Linda dengan senyum dan anggukan juga.
Pegawai laki laki tadi menyalakan dan memilihkan lagu dan genre yang di inginkan dam memeberikan mix dan di simpan di atas meja.
"Serius Bu mau lagu ini heee...?"
"Kamu meragukan saya ya Linda haaa..." Aryanti mengecek sound.
Kau Auraku
Lagu ADA Band
__ADS_1
Malam kehadiran cinta sambut jiwa baru
Telah lama kutunggu hadirmu di sini
Namun hanya ruang semu yang nampak padaku
Meski sulit harus kudapatkan
Kerinduan yang mendalam terbitkan hasratku
Sambutlah tangan ini terima janjiku
Rasakan cinta yang tulus lewat aliran darahmu
Menyatu seiring dalam kasih
"Ayo Linda duet juga enak nih..."
"Haaa..."
Kau auraku oh, pancarkan sepercik harapan
Datanglah merasuk, menjelma, meleburkan cinta
Kembangkan senyuman bagai bunga bawa keindahan
Tak dapat kusangkali adanya dirimu
Yang selalu menaungi pikiran batinku
Ingin miliki hatimu takkan pernah terlepaskan
'Ku persembahkan semua padamu
Kau auraku oh, pancarkan sepercik harapan
Datanglah merasuk, menjelma,…
Meleburkan cinta ...
"Wow sukses kita Linda... haaaaaaaa...beri rating dong...
__ADS_1
"Luar biasa suaranya..." Linda bertepuk tangan dan jingkrak jingkrak seperti anak TK yang habis nyanyi di depan teman temannya.
"Mana tadi video nya ?"
Linda menyodorkan ponsel Aryanti dan Aryanti memutar ulang sambil tertawa tawa sendiri,merasa lucu dan begitu meresapi tiap bait lagunya, Linda mengambil alih mix dan bernyanyi lagu kesukaannya.
Mencoba lagu yang menurut mereka enak di bawakan,mencoba lagi sampai mereka bosan sendiri,sampai mereka kehausan.
"Udahan yu Linda jam berapa ini ya ?"
"Jam sebelas Bu udah malam,aduh saya kemalaman pulangnya..."
"Nggak usah pulang lah takut nginep aja di kamarku ya"
"Saya jadi nggak enak nih Bu..."
"Tinggal tidur apa nggak enaknya ?"
Linda sejenak mikir dan diam.
"Mau maksa pulang ? kamar segitu banyaknya...udah temani aku yu kita lanjutin ngobrolnya di kamarku"
Aryanti menarik tangan Linda mereka keluar beriringan dan berjalan lewat tengah area Hotel yang mulai agak sepi melewati kolam renang dan taman taman.
Aryanti masuk duluan dan menyalakan lampu, Linda mengikutinya dan duduk di sofa,Aryanti membuka kulkas mengambil minum dan makanan kecil.
"Linda apa kamu tahu bagaimana ekspresi Pak Habil tadi,aku begitu sangat berdosa Linda..."
"Pak Habil menyatakan sukanya Bu ?"
"Walau belum ke arah situ tapi aku sudah menangkap sorot matanya,dan aku memotongnya dengan memberi tahu statusku yang sebenarnya,perasaanku sendiri merasakan begitu kelihatan kecewa dan terpukulnya"
"Begitulah romantikanya Bu,kita tak bisa melarang orang jatuh hati,suka,sayang pada siapapun,tapi semua tak seperti yang kita harapkan"
"Iya Linda betul itu...semoga Pak Habil menemukan seseorang yang cocok dengan Dirinya"
"Iya Bu semoga,terus ke acara PHRI Bu Aryanti jadi datang nggak ? apa mau aku aja lagi sebagai wakil heeeeee..."
"Aku yang mau datang,aku mau bertemu dengan Pak Habil mau meyakinkan dengan melihat sendiri,apa dia begitu kecewa sama aku,atau masih bisa kami bersahabat"
Sekali lagi Aryanti mengingat kembali saat melihat Habil memegang tangan dirinya dengan sorot mata yang penuh rasa cinta... seperti saat Aryanti melihat dan merasakan untuk pertama kalinya Adrian menyatakan suka pada dirinya.
__ADS_1
Kenapa harus aku Pak Habil ? kenapa pilihanmu harus jatuh kepadaku ?
Malam semakin sunyi Aryanti melirik Linda sudah tak bersuara lagi,dan tenggelam dalam mimpinya,Aryanti menarik selimutnya mencoba memejamkan matanya.