Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Senyuman yang tertinggal


__ADS_3

Aryanti sudah di mobil bersama Pak Tono,ngobrol akrab dengan siapapun Aryanti selalu begitu gayanya,ada aja bahan obrolan yang bisa menghidupkan suasana walau dengan seorang sopir sekali pun.


"Pak Tono anaknya berapa ?"


"Sudah dua Bu,tapi masih SD yang satu TK"


"Terus anak istrinya sekarang di mana ?"


"Ya di Bandung,saya kan jarang ngambil libur Bu jadi satu bulan sekali liburnya minta dua hari atau tiga biar bisa pulang,gantian sama sopir yang satu lagi"


"Oh Ya ya ya..."


"Pak Tono tahu Pangandaran Beach Hotel ?"


"Tahu lah Bu,kan itu Hotel paling gede di pinggir pantai,tapi tak segede The Praja Hotel"


"Oh ya ?" Aryanti memang belum tahu.


"Itu di depan sebentar lagi sampai"


Aryanti melongokan kepalanya dari balik kaca mobil,dan Aryanti melihat megah juga bangunan Hotel ini juga tempatnya yang langsung pemandangan pantai cuma terhalang jalan raya saja,tak seperti The Praja Hotel agak jauh dari pinggir Pantai masih terhalang kebun coklat dan kelapa juga jalan raya.


Mobil masuk pelataran Hotel dan Satpam menghampiri mereka,setelah menyampaikan maksud dan tujuan lalu memerintahkan sopir memarkir mobilnya di dalam.


"Pak Tono mau turun atau nunggu di sini,kalau mau turun boleh mau ngopi ngopi cari aja kantinnya"


"Iya Bu,saya di sini saja" Pak Tono memarkir mobilnya dengan hati hati, berjejer sama sekian banyak mobil yang di parkir di area itu.


Aryanti turun menuju Lobby dan mengisi buku tamu lalu bertanya tanya pada resepsionis,yang habis mengucapkan selamat siang.


"Oh jadi Ibu mau ketemu sama Pak Habil ?"


"Ya ya ya..."


"Ibu sudah punya janji belum ?" tanya resepsionis itu.


"Belum, tapi sampaikan Bu Aryanti dari The Praja Hotel"


"Tadi Pak Habil lagi menerima tamu,tapi coba saya sampaikan dulu,silahkan Ibu tunggu di ruangan sini..."

__ADS_1


"Ya terimakasih" Aryanti berjalan dan duduk di kursi yang ada.


Aryanti duduk di ruang tunggu office,sambil melihat sekeliling Hotel ornamen dan hiasan, semua pajangan yang bernuansa Islam,dan modern,kaligrafi kaligrafi dengan bingkai warna senada kusen dan dinding dinding.


Tanaman hidup di pot pot besar jadi paru paru penyerap radikal bebas polusi udara,semua apik di tiap sudut ruangan menambah sejuk mata yang melihat.


Sang resepsionis dengan setelan batik Dan syal senada rok panjangnya datang menghampiri Aryanti.


"Bu Aryanti, sudah saya sampaikan pada Pak Habil,di tunggu aja katanya paling nggak lama lagi"


"Oh iya terimakasih ya..." resepsionis itu tersenyum memperlihatkan giginya yang rapi putih dan berlalu.


Lumayan agak lama juga Aryanti menunggu,tapi akhirnya terbuka juga sebuah pintu itu,Habil Ismail menyalami tamu laki lakinya dan berlalu setelah pamitan dan mengangguk juga pada Aryanti,Aryanti berdiri dan Habil menghampirinya.


"Bu Aryanti ? dari The Praja Hotel ?"


"Ya saya...Pak"


"Wah wah wah kehormatan banget nih Bu Aryanti mau datang ke tempat saya,ayo mari silahkan masuk..."


"Terimakasih..."


Aryanti agak menahan langkahnya mau masuk keruangan nya Habil,seperti mencari seseorang sebagai temannya nanti di dalam, Aryanti memastikan dulu kalau dirinya tak akan berdua di dalam ruangan bersama Habil.


Dan Habil pun faham dengan melihat sikap tamunya,Aryanti begitu memakai tata krama dan etika dalam bertamu, begitu juga dirinya sangat memakai adab sopan santun.


"Tenang Bu Aryanti,ada sekretaris saya di dalam ,juga ada fungsionaris PHRI juga silahkan masuk" Habil menangkap kecemasan tamunya.


Aryanti masuk dan pintu di biarkan nya terbuka, terasa adem dan nyesss banget pas masuk ke dalam ruangan,dan wangi penyegar ruangan begitu segar menyergapnya setelah duduk berhadapan di sofa yang setengah resmi dan Habil memesan minuman buat tamunya baru bisa santai mengobrol.


Benar di dalam ruangan ada seorang lali laki sepantaran Habil,juga ada seorang wanita yang sama berhijab seperti dirinya tersenyum dan mengangguk.


Ruangan yang besar sejuk seperti di sekat menjadi dua bagian dengan fungsi yang berbeda tapi satu ruangan di tata apik dengan struktur organisasi PHRI di bingkai besar,visi misi,dokumentasi kegiatan dan lain lain,dan mungkin sebelah sana ruang kerja Habil.


"Bu Aryanti gimana sehat ?


"Alhamdulillah Pak..."


"Haaaaaaaa sepertinya saya merasa tua kalau ada yang memanggil Pak"

__ADS_1


"Maaf Pak Habil sepertinya perlu adaptasi dulu agar saya terbiasa,dan mulai sekarang kebiasaan itu di mulai heeee..."


"Bu Aryanti pintar banget memberi alasan dan alasannya begitu intelek kedengarannya"


"Saya atas nama The Praja Hotel dan Restourant ,seja silaturrahim ke sini dan mungkin mendaftarkan Hotel kami di organisasi yang mewadahi perusahaan kita"


"Kehormatan banget Bu Aryanti,dengan masuknya The Praja Hotel semoga kita semua menjadi satu keluarga yang bisa saling tukar fikiran dalam segala sesuatu yang bermanfaat"


Obrolan mengalir seperti air,mengalir ke mana arah yang lebih rendah,dan itu hukum air dan gemerincik nya begitu mengena di hati Habil dan Habil begitu kagum dengan wawasan Aryanti juga secara pandangan pribadinya,cantik,pintar dan yang pasti kelihatannya Sholehah.


"Kelihatannya Bu Aryanti lulusan luar negeri ya,tahun berapa lulus kuliahnya ? management perhotelan mana ?"


Aryanti tertegun sejenak,nggak salah nih orang menilai,apa menjebak,apa menebak ? apa tebak tebakan ?


"Enggak Pak Habil saya kuliah di Bandung,juga bukan dari jurusan Perhotelan,dan harusnya saya jadi guru TK atau Paud bukannya kerja di Hotel kalau menurut pendidikan dan jurusan yang saya pilih semasa kuliah heeee..."


"Lho kok bisa ?"


"Ya begitulah,perjalanan seseorang susah di tebak,dan hanya bisa berencana,nasib yang membawa kita ke mana aja dan takdir menentukannya"


"Ya ya ya benar seperti itu "


Terlalu banyak yang ingin di tanyakan pada Aryanti dan ngobrol terlalu jauh,tapi Habil sadar ini masih dalam suasana dinas,dan satu pertanyaan yang nggak jadi di tanyakan nya apa Aryanti punya kekerabatan dengan keluarga Pak Surapraja ? tapi itu tak terucap takut dianggap tidak sopan,hanya heran aja usia segitu Aryanti sudah bisa menduduki jabatan manager umum operasional yang membawahi semuanya.


Semakin kagum Habil pada Aryanti,selain bisa membawahi semua,juga memimpin management Hotel besar seperti The Praja Hotel,Aryanti begitu lugas dan tegas dalam berpendapat,dan semakin Habil ingin dekat kenal jauh dengan Aryanti,lepas dari semua itu senyum menawan Aryanti tertinggal di hatinya.


Inovasi yang di obrolkan nya sangat masuk akal bukan seperti angan angan yang hanya fantasi saja,seperti motto hidup nya Aryanti mengatakan,'harus kelihatan beda,ada dan tiada dirinya' artinya apa ? jadi artinya kepemimpinan dirinya harus ada perubahan.


Tak puas rasanya Habil ngobrol soal ini itu dengan Aryanti,selalu nyambung dan menanggapi nya dengan luwes,kalau kata pelawak mah ngobrol dengan Aryanti dia tahu dari Madona sampai Maradona.


Habil menjabat erat tangan Aryanti dan menyampaikan salam buat pimpinannya,juga berkata boleh suatu saat kita bertemu dan ngobrol lagi,Aryanti menjawab dengan mengangguk dan tersenyum.


"Terimakasih banyak Bu Aryanti telah datang ke tempat kami"


"Ya sama sama Pak Habil"


"Sekali kali kita makan siang bareng,biar lebih akrab, heeeee..."


"Semoga Pak,kita lihat saja semoga waktunya senggang"

__ADS_1


Aryanti undur diri dan pamitan,di depan lobby Hotel Pak Tono sudah membuka pintu mobilnya dan Aryanti masuk setelah mengucapkan salam.


__ADS_2