
"Aku tegaskan lagi sama kamu Via aku tak bisa sejalan,terlalu banyak perbedaan kita maafkan aku"
"Tak bisakah kita memulai dengan saling memperbaiki semuanya ?"
"Sulit bagiku,aku sudah tak ada rasa cinta lagi sama kamu,biarlah kita cari jalan masing masing"
"Itu juga karena kesalahan kamu,menggantung aku dengan tanpa keputusan"
"Mencari yang salah nggak bakal ada ujungnya,aku mencari kamu beberapa bulan ke belakang tapi tak ada,ponsel nggak bisa di hubungi,rumah kamu sudah kosong"
"Aku tahu kamu pasti mencariku"
"Aku mencari mu untuk satu kata,kita berpisah"
"Ok aku terima kita putus secara damai,kita jadi teman kembali,aku ikuti keputusan mu dan aku juga sudah nggak ada rasa sama kamu,tapi aku minta satu malam ini kita bersama,ya bersama sebagai teman"
"Mungkin aku nggak bisa,aku pasti akan sibuk tapi kita lihat saja nanti"
"Atau kamu sudah punya cewek lain ?"
"Itu semua urusanku,aku juga nggak berhak mencampuri urusanmu"
"Maafkan aku Livia,aku bukan orang yang terbaik untukmu"
"Sama aku juga bukan orang yang cocok untukmu"
****
Selesai sholat Isya Aryanti berdandan secantik mungkin,semua yang di pakainya yang terbaik yang di milikinya,suasana di luar kamar begitu ramai orang orang berlalu-lalang dengan urusannya masing masing,Aryanti menatap gambar dirinya di cermin dan menguatkan dirinya jangan sampai ada air mata lagi.
Pesan dari Linda,"Bu Livia bukan di kamar hotel tapi di bungalo Rose no .10, Adit di lantai dua kamar no.130"
Aryanti membalasnya dan ucapkan terimakasih
Lalu melanjutkan lagi dandannya.
Pukul 20.05 Aryanti berjalan ke office,ada Linda dan Pak Edi,pak Edi bersyukur melihat Aryanti sudah tersenyum lagi walau dirinya nggak ada keberanian untuk bertanya karena di rasa itu masalah pribadinya.
__ADS_1
Aryanti lagi ngobrol sama Linda ada hal hal yang mesti di sampaikan,meminta Linda tetap mengawasi temannya Pak Adrian takut membawa Adrian ke hal hal buruk,citra dan reputasinya akan rusak hanya gara gara ulah teman yang salah,dan juga membahas hal-hal lain dan kalau bisa Linda jangan pulang Aryanti minta di temenin satu malam ini saja.
Linda keluar dari office,dan Aryanti masih di mejanya,dengan harap harap cemas Adrian segera datang walau tak bisa berdekatan,semoga tanpa sesuatu apapun bisa menyelesaikan masalahnya.
Musik di luar mengalun begitu kedengaran ke semua area Hotel,lampu lampu juga semarak warna warni,dan cuaca juga begitu mendukung cerah dan benderang,Area panggung bisa di nikmati dari dalam cafe dan langsung di halaman dengan kursi kursi dan meja kecil.
Aryanti tengah sibuk dengan fikirannya sendiri,melihat lihat lagu apa yang cocok di bawakan nya nanti di komputernya ,datang satu room boy mencarinya.
"tok to tok..."
"Bu Aryanti ada tamu yang mencari"
"Oh ya di tunggu sebentar"
Aryanti bangkit berjalan ke lobby yang banyak banget orang lalu lalang dan Habil Ismail Al - Rasyid dengan senyum menawan menyambutnya,Aryanti menyalaminya dan mempersilahkannya duduk.
"Kejutan banget buat saya Pak Habil bisa datang kemari" Aryanti begitu bersemangat.
"Bu Aryanti bisa saja,sama sama saya senang datang ke sini"
"Syukurlah semoga Pak Habil bisa menikmatinya bersama kami"
Aryanti tahu itu,tapi berusaha tenang dan cuek saja,tak ada senyum di wajah Adrian,yang terlihat hanya ke kemarahan dan emosi yang di tahan, dengan santainya Aryanti ngobrol dengan Habil yang bersukacita memandang meteor yang jatuh di hadapannya, Aryanti begitu menarik hatinya.
"Pak Habil kita ke cafe saja biar kita bisa minum dan makan makanan kecil,nggak enak tamu nggak di suguhi Heeeeee..."
"Oh mari mari..."
Mereka pindah ke cafe dan duduk di tempat yang begitu jelas bisa melihat ke panggung hiburan di luar,dan Aryanti memesan makanan dan minuman,cafe luar biasa penuh dengan orang orang yang mau mengisi waktu dan meluangkan waktu santainya bersama teman,kekasih,rekan kerja dan keluarganya masing masing.
"Sebenarnya saya jarang kemana mana Bu Aryanti"
"Kenapa begitu sulitnya mencari tempat untuk di kunjungi Pak Habil heee...?"
"Mungkin juga ya haaaaaaaa..."
"Mungkin pak Habil nya saja yang terlalu pilih pilih,bukan begitu ?"
__ADS_1
"Ah nggak juga"
"Begitu banyak objek yang sangat bagus,selama saya di sini ingin rasanya mengexplor semua objek objek indah itu"
"Sebenarnya saya bukan tak tahu objeknya Bu Aryanti,tapi lebih ke nggak ada temannya haaaaaaaa..."
"Begitu ya heeee"
"Ayo di minum,atau barangkali ada minuman lain yang mau di pesan silahkan"
"Ini cukup cukup terimakasih..."
Aryanti tahu sorot mata Habil seperti apa pada dirinya,dan Aryanti tahu setiap Habil bicara sudah menjurus ke arah pribadinya cepat Aryanti mengalihkannya dengan halus.
"Pak Habil maaf tadi saya lupa matiin komputer saya permisi dulu mau matiin komputernya dulu"
"Oh silahkan silahkan Bu Aryanti"
Aryanti berjalan ke office dan masuk,hanya Ada Adrian lagi membuka buka ponselnya,dengan kemeja yang dari tadi siang,kelihatan Adrian kucel banget duduk di sofa, Adrian hanya meliriknya sekilas dan anteng menunduk lagi ke ponselnya,Aryanti tak menyapanya berjalan ke meja kerjanya dan mematikan komputernya,mengambil tas tangannya dan kembali mau keluar.
Tapi pas balik badan Adrian menghadangnya dengan sorot mata marah menarik Aryanti dan memeluknya tanpa kata kata terus memeluknya dan tangannya mengusap usap semua yang kejangkau tangannya dan satu lagi bibirnya hampir mencium bibir Aryanti dengan paksa,Aryanti meronta dan berusaha menahan badan Adrian dan..............
"tok tok tok"
Linda masuk dengan sangat terkejut luar biasa,Linda langsung gugup,gelagapan dan malu dengan apa yang di lihatnya,merasa bersalah dirinya langsung balik badan.
"Astagfirullah, Oh maaf maaf Bu Aryanti Pak Adrian..." Linda berdiri saja sambil membelakangi Adrian sama Aryanti.
Adrian melepaskan pelukannya,dan Aryanti merapikan baju dan kerudungnya,sambil menarik nafas,menenangkan diri dan hatinya, mengumpulkan kembali kekuatannya setelah sesaat barusan merasa terbius gairah sesaat,
Tak bisa di pungkiri dirinya marah pada Adrian merasa di perlakukan tak sopan dan kasar juga memaksa,tapi jauh di dalam hatinya menikmati setiap sentuhan kerinduan yang sangat kuat di rasakan nya.
"Linda Linda,bukan kamu yang harus minta maaf tapi kami,maafkan kami ya..."
"Iya Bu Aryanti,saya nggak apa apa,saya mau ke toilet tadinya"
"Ya sudah silahkan,biarlah semua jadi rahasia dewasa kita ya,sekali lagi maafkan kami..."
__ADS_1
"Iya Bu Aryanti,sama sama"
Aryanti berjalan gontai keluar office meninggalkan Adrian sendirian tanpa kata dan bicara yang masih duduk di meja kerja Aryanti, Aryanti begitu ingin menenangkannya,memberi kekuatan padanya tapi semua di rasa percuma untuk saat ini dirinya dan Adrian di penuhi rasa emosi dan cemburu,biarlah mungkin cara ini dulu yang terbaik di jalani.