Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Cincin sebagai pengikat


__ADS_3

"Happy Engagement Adrian & Aryanti"


Background di penuhi dengan bunga-bunga Ros warna pink kesukaan Aryanti,Adrian menyematkan cincin di jari manis Aryanti tanda ikatan cinta mereka,di sambut meriahnya tepuk tangan semua tamu yang hadir tak terkecuali orang tua Adrian dan juga orang tuanya Aryanti juga semua team management The Praja Hotel dan Restourant Group,moment kebahagiaan ini sekaligus perpisahan antara keduanya karena sore ini mereka bertunangan dan besoknya Adrian berangkat ke Australia dan juga Aryanti berangkat kembali ke Pangandaran.


Mereka hanya punya waktu satu malam saja dan Adrian ingin memanfaatkan dengan sebaik-baiknya waktu yang ada untuk dirinya dan Aryanti.


Menyedihkan memang,tapi hidup harus berani ber konsekuensi,dan hidup harus punya pilihan sebagai proses selanjutnya,dan bisa memberikan pengalaman berharga untuk bisa menjadi lebih baik lagi.


Senyum selalu menghiasi bibir mereka dan senyum di tebar ke semua orang sepanjang acara dari mulai awal sampai selesai,tetapi hati mereka bisa ditebak,terutama Aryanti malah yang kelihatan down,entah karena nervous atau malu atau yang lainnya,tak begitu banyak bicara hanya senyum dan mengangguk paling bicara hanya sedikit.


Lain dengan pandangan tamu-tamu yang hadir, mereka melihat betapa bahagianya pasangan ini betapa mewah perhelatan yang hanya pertunangan ini,Hotel di kota Bandung menjadi saksi pertunangan mereka,seperti pesta perkawinan saja begitulah orang memandang seseorang dari luar,mereka iri dengan pasangan ini mereka iri dengan kebahagiaan mereka mereka iri dengan kemujuran mereka mereka iri dengan ketampanan dan kecantikan kedua pasangan ini.


Begitulah pandangan orang terkadang benar apa adanya terkadang berbeda dengan kenyataannya.


Sebelum maghrib acara sudah selesai orang tua Aryanti telah pulang duluan dengan diantar sama Pak Agum,Begitu juga kedua orangtuanya Adrian, Aryanti dan Adrian masih di aula acara masih ngobrol sambil nunggu Pak Agum menjemput.


Aryanti telah mengganti pakaian dari pakaian resmi modern yang dikenakannya menjadi pakaian santai biasa dan juga Adrian sama telah berganti pakaian,mereka menaiki mobil setelah sebelumnya Pak Agum disuruh pulang, Adrian melajukan mobil entah ke mana dan tidak tentu arah tak tentu yang dituju yang pasti Adrian ingin menghabiskan waktu terakhir ini dengan Aryanti disisi-nya dengan perjanjian besok mereka tidak saling mengantar satu sama lain.

__ADS_1


Adrian melirik Aryanti yang dari tadi hanya diam bersandar sambil pejamkan mata entah seperti apa perasaan Aryanti saat ini,mungkin sama seperti dirinya, awal-awal hubungan mereka hanya dirinya yang begitu memperlihatkan ekspresi perasaannya, hanya dirinya yang lebih dulu aktif tetapi sekarang Aryanti juga begitu memperlihatkan perasaan sayangnya, mulai terbiasa saat berdekatan dengan Adrian seperti yang tadinya hanya malu dan malu yang dikatakannya, malu sama orang tuanya malu dilihat teman temannya, malu pada orang lain yang melihatnya,tapi sekarang Aryanti mulai terbiasa dengan menggandeng tangan Adrian di muka umum dan menyandarkan kepalanya pangkal lengannya Adrian saat berduaan,Adrian tahu begitu manjanya Aryanti pada dirinya seperti manjanya juga kepada Mamanya dan itu diperlihatkan Aryanti saat saat terakhir mereka akan berpisah dan berjauhan.


Adrian menghentikan mobilnya di taman kota yang begitu luas dengan mainan anak anak di tengah tengahnya sayang karena waktu sudah berganti malam jadi tadi banyak anak-anak yang bermain di taman bermain itu,ada bangku bangku kecil di pinggir pinggirnya mungkin diperuntukkan untuk ibu-ibunya atau Bapak atau pengasuhnya mengawasi anak-anak yang lagi bermain, Taman yang di bikin sama seorang gubernur daerahnya khusus untuk bermain dan rehat warganya, Aryanti membuka matanya melirik Adrian setelah itu dia melihat sekeliling ke luar mencari tahu di mana mereka ini berada.


"Sayang turun yu"


Aryanti mengangguk sambil membuka sabuk pengaman dan turun mengikuti Adrian yang lebih dulu turun.


Adrian mengulurkan tangan dan Aryanti menyambutnya mereka berjalan bergandengan mencari tempat untuk duduk sekedar untuk bisa menghirup udara segar menghirup udara malam terakhir di kota Bandung.


Adrian dan Aryanti tak ingin drama perpisahan mereka begitu di dramatis, mereka hanya ingin berdekatan dengan hanya saling menatap,dengan saling genggam tangan dan berpelukan.


Aryanti menatap Adrian,bibirnya terkatup rapat tak ada jawaban apa apa hanya airmata yang rembes mengembang lalu ke ujung bola matanya dan menetes ke pipi.


"Sayang jangan menangis,aku nggak sanggup melihat air matamu" Adrian mengusapnya perlahan dengan menahan perasaan nya sendiri.


Tetapi tangis Aryanti malah semakin pilu, di tariknya Aryanti ke dalam pelukannya,Adrian tak sanggup berkata apa-apa hanya mengusap usap punggung Aryanti,dari pengalaman kemarin kemarin mereka berpisah sehari seminggu mereka bisa melewatinya dan berjalan seperti biasanya dengan kerinduan mereka yang membuncah, tetapi ini waktu setahun akan seperti apa kerinduan mereka ?

__ADS_1


"Sayang sudah,jangan menambah berat beban hatiku,aku jadi nggak rela melihat kamu seperti ini, aku menjadi kepikiran terus nantinya,sudah ya...kita belajar kuat melewati segala cobaan, melewati segala rintangan,dan kita coba lebih kuat lagi untuk mencapai cita-cita kita,kita jalani dengan aktivitas dengan kesibukan setahun itu tidak akan lama dan tak ada artinya aku selalu menghibur diri seperti itu"


Aryanti mulai agak tenang cuma sisa tangisan masih tergambar dengan jelas, Andrian mengusap samping kepala Aryanti sambil mengangguk.


"Kita masih bisa berkomunikasi di setiap saat kita mau,teknologi telah memfasilitasi kita untuk memanfaatkannya, setiap saat kita bisa melihat wajah kita,ada telephon,ada e-mail,dan juga aplikasi aplikasi lainnya,tahu tahu aku sudah balik lagi ke sini heee..."


Adrian mencoba menghibur Aryanti dan menguatkan dirinya sendiri.


"Ayo senyum yang sangat manis buat aku,dan bicaralah ungkapkan perasaan mu"


Aryanti mulai senyum walaupun kaku dan kecut tapi Adrian memahaminya,pasti terasa berat buat Aryanti pribadi,Aryanti akan kembali ke tempat kerjanya dengan 1000 kenangan bersama Adrian,melewatkan waktu bersama sama,mengukir kenangan cintanya di Pantai Pangandaran,sedangkan dirinya akan pergi ke tempat baru di mana belum ada kenangan apapun dengan Aryanti.


"Sayang kamu harus lebih kuat lagi ya,karena kamu mulai besok menjalani segalanya sendiri dan aku sebagai pengingat hanya ada di cincin ini,pakai setiap saat jangan sampai di lepas" Adrian mengusap usap dan memainkan cincin di jemari Aryanti.


"Mas, aku merasa sayang memakai cincin ini, takut hilang,takut rusak aku lebih senang menyimpannya dan setiap aku kangen sama Mas pasti aku akan melihatnya"


"Hee...itu untuk dipakai sayang karena itu kan identitas kamu kalau tidak dipakai orang tidak tahu kamu itu sudah ada yang mengikat jadi setiap saat pakai kalau rusak ya kita nanti ganti lagi,kita beli lagi yang baru"

__ADS_1


Aryanti mulai tersenyum lebar dan menyadari kekeliruannya Adrian juga tersenyum dan mengusap-usap kepalanya, Aryanti malu dan menyelusup kan kepalanya ke pelukan Adrian.


__ADS_2