
Adrian bolak balik keluar office ke dalam ke cafe ke Restourant ke kolam renang dan terakhir ke kamarnya,semua tak luput dari pengamatan Pak Edi,dan Pak Edi membiarkan sampai Adrian bertanya sendiri.
"Pak Edi tahu istriku di mana melihatnya nggak ?"
"Sini sini ada apa memangnya seperti ayam bertelur saja kelihatannya heee..."
"Saya tinggal sebentar Yanti sudah nggak ada kami mau ke ke Klinik siang ini..."
"Memangnya siapa yang sakit Bu Aryanti ?"
"Bukan sakit,tapi mau anak Pak Edi dari kemarin uring uringan melulu..."
"Haaaaaaaa... kan tiap malam juga masih rajin kan ?"
"Iya Pak Edi tapi nggak jadi jadi heee...makanya jadi begitu seperti nggak mood apa apa juga mungkin mulai terusik atau ada yang mengusik bawaannya sensitif"
"Begitulah perempuan Pak Adrian susah di mengerti,ikuti saja keinginannya...sepertinya dia ngadem di gazebo outbound Pak Adrian,saya tadi melihatnya tapi nggak yakin juga"
"Oh ya ? Ya ya ya pasti di sana... Terima kasih Pak Edi"
"Ya semoga berhasil cepat membuahkan hasil programnya"
Adrian berjalan ke belakang dari jauh juga sudah bisa menebak kalau istrinya lagi anteng melihat laptopnya tak menghiraukan suasana di sekitarnya yang rame anak anak dan pengunjung lainnya yang mencoba wahana wahana yang ada di sekitarnya.
Adrian mengamati dari belakang dari jarak sekitar satu meteran,terlihat hanya punggung istrinya dan laptop yang hidup juga buku diary dan ballpoint di sampingnya,begitu asyiknya Aryanti sampai nggak sadar Adrian ada di dekatnya.
"Enak ya mengasingkan diri,orang lain mencari nggak perduli,ponsel di matikan,nggak pesan nggak apa sama orang di office,sana yang jauh sekalian biar aku gila mencari..."
"Eh Mas...heee...aku lagi nggak ada kerjaan kok,maaf Mas mencariku ya ? sini naik aku ada penemuan baru nih tapi entah masuk akal atau nggak..."
"Apaan ?"
"Sini naik ngomongnya jangan keras keras nanti kedengaran orang"
"Apaan sih ?" Adrian naik dan duduk di samping istrinya,dan merasa penasaran.
"Ini ulasan tradisional orang dulu katanya kalau habis hubungan suami istri kaki si Istri di naikin tahan barang beberapa menit lebih tinggi dari panggul Mas percaya nggak ?"
Adrian pengen ketawa mendengarnya tapi takut istrinya tersinggung.
"Apa itu bukan mitos sayang ?"
"Tapi banyak yang berhasil Mas"
__ADS_1
"Heee...lakukan saja sayang selama tidak bertentangan dengan akidah agama, ritual apapun juga asal tidak merepotkan mu juga apa susahnya mengangkat kaki kan ? nanti malam kita coba ya heee..."
"Yeeee...main coba aja percaya nggak ?"
"Sepertinya sugestinya aku percaya heee...katanya mau ke Klinik ayo keburu sore,lupakan dulu soal naik naik kaki nanti kita bahas lagi,Adrian merasa kasihan melihat begitu gigihnya usaha sang istri berjuang mencari cara ,resep dan apapun yang berhubungan dengan kehamilan,ulasan ulasan secara keilmuan yang masuk akal sampai yang tradisional di carinya,juga sekarang mulai banyak mengkonsumsi toge atau bakal kecambah yang suka ada di gado gado sayuran,lemon hangat,juga telor ayam kampung setengah matang pake madu untuk dirinya (?) setiap menjelang tidur.
Adrian membawakan laptop Aryanti dan berjalan berjejeran.
"Mas aku ambil tas sama matiin komputer dulu ya juga pesan sama Linda kalau kita keluar dulu"
"Ya di tunggu di parkiran..."Adrian menyerahkan laptop Aryanti dan dirinya bejalan ke parkiran.
Linda yang melihat Aryanti baru masuk langsung mau keluar lagi merasa heran.
"Bu mau kemana kan nanti ada tamu rapat mau datang...siapa yang mau menyambutnya ?"
"Aku sudah ada janji sama dokter Ratih Linda mau konsultasi hasil test kami kemarin,Pak Edi aja nggak apa apa nanti pulangnya aku langsung temui panitia rombongannya"
"Oh ya sudah semoga hasilnya baik dan memuaskan Bu,sebenarnya kenapa sih harus di cek cek segala Bu ?"
"Alah ini masalah gaya bermain saja,takutnya kami terlalu banyak gaya heeee..."
"Ada ada aja Bu Aryanti ini...heeee kayak renang saja ada gayanya"
"Ya Bu"
Aryanti dan Adrian duduk dihadapan dokter Ratih SpOG, dengan perasaan tegang walaupun di tenang-tenang hatinya tetap aja ada kekhawatiran dalam diri Aryanti dan juga Adrian.
"Ini hasilnya Pak Adrian dan Bu Aryanti kita lihat dari urutan atas,kelihatannya semua bagus kalian berdua sehat sehat saja hormon cukup,****** cukup subur,darah normal,juga di urine nggak ada kandungan alkohol,bahkan lebih bersih dari ukuran normal pria pada umumnya,Pak Adrian nggak ngerokok kan...
Jadi hasilnya semua baik baik saja, hanya kurang 1 menurut saya perbanyaklah berdoa dan berusaha semaksimal mungkin intensif berhubungan dengan perasaan santai tanpa terbebani itu saja Bu Aryanti Pak Adrian hanya menunggu saat dan waktunya saja begitu"
"Alhamdulillah...terima kasih dokter..."
"Kita semua hanya berusaha semaksimal dan sekemampuan kita tetapi hasilnya kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa"
"Iya dok"
"Jangan lupa kalau suatu saat sudah ada perubahan dan mungkin Bu Aryanti bisa ngecek sendiri di rumah seandainya suatu saat telat datang bulan periksakan langsung dan kita bisa tangani lebih awal untuk kesehatan Ibu dan calon janin nya hanya itu pesan saya selamat berjuang dan berusaha jangan lupa berdoa"
Adrian dan Aryanti bersalaman dengan dokter Ratih,dan dokter Ratih mengantarnya sampai ke luar klinik.
Adrian memeluk Aryanti setelah masuk mobil dan Adrian mencium kening istrinya dengan perasaan terdalamnya begitu senangnya Aryanti dengan hasil yang begitu sempurna menurut penelitian dokter menurut analisa secara pemeriksaan, sungguh tak ada lagi beban di hatinya hanya dirinya ingin lebih intensif lagi berdoa dan berusaha semaksimal mungkin.
__ADS_1
Aryanti begitu berbinar matanya walau Adrian tak tahu entah kapan kebahagiaan itu menjadi sempurna di wajah istrinya,dan dirinya hanya ingin memberi support dan semangat agar istrinya lebih banyak lagi istirahat.
"Mas kita berdua sehat sehat saja,tak ada halangan dan kendala apa apa"
"Iya sayang hanya kita perlu lebih santai saja,sudah jangan cemas lagi,jangan murung lagi,jangan uring uringan lagi perbaiki mood kamu ya,kita praktekan malam ini juga metode tradisional hasil pencarian kamu tadi itu heeee..."
"Aaaaaah Mas aku..."
"Kenapa lagi ?"
"Aku nggak sabar heee..."
"Haaaaaaaa...tumben kamu semangat banget sayang,sekarang juga bisa kita pulang langsung praktek jangan nunggu malam,wow..sepertinya akan ada gairah baru nih..."
"Aku bikinin resep Bapak ya Mas"
"Dengan senang hati sayang...kita lepasin semuanya tahu tahu benihku tertanam di perutmu heee..."
"Semoga Mas itu harapan semua"
"Ya sudah kita langsung pulang saja ya nggak usah ke kantor lagi udah sore"
"Tapi aku ada janji mau ketemu sama panitia rapat yang sore ini datang"
"Ssssssssst ada Pak Edi,ada Linda dan staf yang lainnya"
"Tapi panitia nya biasanya mau langsung ketemu aku Mas"
"Alah paling buat nego nego harga saja kasih platform biasanya limit discount sama Pak Edi udah beres..."
Aryanti terdiam dan mengambil ponselnya dan menelephon sama Pak Edi dan bicara seperlunya.
"Sayang dua bulan lagi kita hadiri resepsi Adel jadi sepertinya,kali kali di waktu santai telephon Ibu tanya tanya ya...atau Adel nya langsung pasti senang dia dan langsung pasti konsultasi"
"Alhamdulillah Mas akhirnya jadi juga,dan kita bisa pulang ke Bandung"
"Sekalian kita juga bulan madu lagi heee..."
"Aneh bulan madu kok nikahnya sudah bertahun tahun"
"Ya biarin nggak ada yang larang kok...nggak melanggar aturan apapun kan ?"
"Terserah Mas lah"
__ADS_1
"Heee..."