
Adrian masih terbawa kebiasaan ketika masih kerja, setiap pagi matanya sudah melek dan tak bisa di pejamkan kembali dan itu terjadi di setiap habis subuh,memang seharusnya setiap orang juga bangun untuk mengingat kepada Allah kepada sang Pencipta sujud dan syukur,kesadaran Adrian akan hal ibadah semakin meningkat setelah mengenal Aryanti belakangan ini apalagi rentetan peristiwa yang menimpa dirinya semakin ingin lebih dekat kepada sang Khalik,terjadi perubahan yang begitu besar terhadap dirinya,dan itu disadari dengan sepenuh hatinya.
Walau hidup di benua yang berbeda negara yang memiliki empat musim Adrian belum merasakan perubahan yang begitu besar terhadap dirinya karena Adrian datang di bulan-bulan musim panas,yaitu awal tahun.
Musim panas terjadi pada bulan Desember,Januari dan Februari,musim gugur di mulai pada bulan Maret sampai Mei,dan musim dingin dimulai pada bulan Juni dan seterusnya sampai terakhir musim semi berlangsung,begitulah siklus musim di Australia.
Begitu inginnya Adrian melewati empat musim itu,itu berarti dirinya telah menyelesaikan selama setahun belajar jauh dan berpisah jarak dengan Aryanti selain ingin merasakan musim demi musim juga Adrian ingin merasakan dan menikmati hari ke hari dengan tetap memupuk perasaan dan kerinduan yang tak pernah padam di tengah kesibukannya belajar.
Hanya Aryanti yang ada di dalam hatinya, dan hanya Aryanti semangatnya untuk belajar,hanya Aryanti harapan terbesarnya untuk Adrian bisa menyelesaikan empat musim di negara dan benua ini.
Rutinitas setiap hari dilakukan,terkadang sarapan di tempat Adiknya kadang di kampus,berangkat kadang bertiga,kadang berdua sama Adiknya atau Jihan,kadang juga sendiri.
Seperti pagi ini Adrian berangkat bersama Jihan berdua karena adiknya berbeda jadwal dengan mereka, senang rasanya hati Jihan bisa berdua dengan Adrian dan itu dirasakan dirinya sejak awal bertemu dan jumpa pertama saat tahu Adrian orang Indonesia, hatinya begitu tertarik untuk bisa lebih jauh mengenal Kakaknya Adelia ini.
Apalagi setelah tahu keluarga Adrian dan Adelia adalah usahanya dibidang Hotel berarti begitu klop dengan keluarganya juga yang sama punya usaha dibidang itu mungkin seandainya terjadi yang paling bahagia adalah kedua orang tuanya jika dirinya bisa mengenalkan Adrian tetapi itu masih dalam angan-angan Jihan.
Usaha adalah salah satu jalan Jihan untuk bisa lebih dekat dengan Adrian, segala sesuatu dari dari Adrian begitu menarik bagi dirinya,juga Jihan mulai memperlihatkan sedikit demi sedikit perasaan tertariknya,walau Jihan tidak tahu seperti apa perasaan Adrian terhadap dirinya.
Adelia yang memandang dari pintunya mengantar keduanya dengan perasaan cemas,Jihan sepertinya lebih agresif memanfaatkan kesendirian Kakaknya, semoga ini bukan kesempatan mereka dan semoga ini bukan awal mereka.
Jihan begitu pintar mencuri perhatian orang begitu supel dalam pergaulan,tapi entah kenapa sampai saat ini dia belum memiliki cowok atau dilihat Adelia pernah pacaran seperti dirinya dan kali ini Adelia melihat perubahan besar pada diri Jihan sahabatnya ini seperti terobsesi dengan kakaknya sendiri, atau Jihan terlalu memilih ? entahlah
Siang menjelang Adelia baru datang ke kampus sambil menunggu teman sekelasnya dia duduk di kantin dekat pojokan,ada pemandangan aneh yang dilihatnya Jihan bersama Adrian berjalan berdua menuju kantin untuk makan siang dan Jihan dengan santainya menggandeng tangan kakaknya, ini yang ditakutkan ini yang dikhawatir dan ini yang tidak di harapkan nya,
mata Adel nggak lepas dari mereka yang dengan akrabnya mereka ngobrol sambil makan siang.
__ADS_1
"Katanya keluargamu juga usaha di bidang Perhotelan tapi kenapa kamu tidak mengambil jurusan Perhotelan malah mengambil ekonomi ?"
"Semua berkaitan sih nantinya...aku mau mencoba menengok ke dunia lain selain Perhotelan"
"Sepertinya orangtuamu tidak mengarahkan mu ya ?"
"Mengarahkan tidak tapi ekonomi bisa masuk ke mana aja kan ? hanya tidak spesialis,semua di Perhotelan, Abi ku di dunia Hotel, keluarga Abi semua di dunia Hotel"
"Wow sudah seperti dinasti rupanya,haaa..."
"Ya begitulah,dan aku tinggal,lahir dan besar di daerah pantai,jadi aku anak pantai hehehehe..."
"Ngomong ngomong ke pantai jauh nggak dari sini kalau kita mau ke pantai ?"
"Nggak terlalu jauh sih sebenarnya aku juga kangen untuk menghirup udara pantai,apalagi sekarang kan musim panas pasti begitu ramainya orang orang dan turis menikmati matahari, ayo kapan-kapan nanti kita jalan bareng aku antar mau ke pantai mana ...Cottesloe Beach,Mettam Pool,Bathers Beach,Leighton Beach atau City Beach ? itu semua pantai terbaik yang ada di Kota Perth dengan khas pasir putihnya"
"Wah...sepertinya menyenangkan juga... ya oke nanti diinfo lagi kalau aku ada waktu senggang kita jalan-jalan ke pantai si Adel suka nggak pandai dia ?"
"Semua orang pasti suka,aku nggak begitu tahu Adelia suka atau nggak soalnya aku belum pernah ke pantai sama Adelia sama sekali"
"Kapan ya,hari ini Adelia masuk siang kemungkinan sampai malam"
"Kalau mau sore nanti pulang kuliah Aku ada waktu kok...kalau Mas Adrian sempat aku tunggu lagi di sini" Jihan seperti memaksa.
"Aku melihat dulu kelasnya sampai jam berapa"
__ADS_1
"Kalau nggak aku minta no ponselnya boleh ?"
"Boleh boleh..."
Jihan tersenyum terasa menang dia dihadapan Adrian apalagi Adrian menyukai pantai yang juga seperti dirinya, kapan lagi punya kesempatan dan betapa ingin dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Seandainya teman sekelasnya belum nyamper, ingin rasanya Adelia melihat lebih lanjut apa yang mereka lakukan, Tapi menurutnya nggak ada tanda tanda Kakaknya memperlihatkan perasaan khusus atau perlakuan khusus terhadap Jihan, hanya makan sambil ngobrol dan setelah itu mereka kembali ke kelas masing-masing.
Sore harinya Jihan menunggu dengan perasaan sendiri dan berharap dengan begitu cemasnya semoga Adrian ada waktu dan mereka bisa jalan bersama untuk pertama kalinya.
Adrian dengan santainya keluar dari kampus mungkin dirinya perlu merefresh diri dan pantai adalah salah satu kenangan terindah bersama Aryanti walaupun tidak bersama Aryanti saat ini ingin dirinya menikmati suasana pantai sekedar untuk bahan cerita buat Aryanti,mungkin suatu saat Adrian bisa mengajak Aryanti liburan atau bulan madu suatu saat nanti...
Dari jauh Jihan sudah tersenyum,dan Adrian melambaikan tangannya karena dirinya tidak mau masuk lagi ke kantin,Jihan dengan senangnya menghampiri Adrian.
"Rupanya ada waktu ya heee..."
"Memang segala sesuatu kalau direncanakan dengan pasti kadang suka tidak jadi,mending dadakan aja ketemu pergi cus jalan akhirnya..."
Adrian mengikuti aja ke mana arahnya Jihan membawanya Jihan menghentikan satu bus yang lalu-lalang di depan kampus mereka,dan mereka naik lalu mencari tempat duduk, mereka duduk berdampingan
"Australia bus bus nya begitu nyaman apalagi fasilitas untuk mahasiswanya begitu dipermudah, akses ke segala penjuru begitu mudah didapat dan disini bus adalah satu kendaraan favorit warganya mereka bangga naik bus bangga naik kereta listrik ekspres nya dan bangga naik fasilitas umum"
"Hidup di negara maju memang nyaman,tapi kita harus nyaman dulu dengan usaha kita heeee..."
Mereka tertawa bersama,dan Adrian begitu menikmati perjalanan dengan pemandangan dikiri kanan yang begitu indah,dalam khayal lamunan Adrian seandainya Aryanti yang ada di sisinya saat ini mungkin sesuatu yang tak akan terlupakan.
__ADS_1
Dan dalam lamunan Jihan seandainya Adrian adalah kekasihnya mungkin saat ini dirinya lah yang paling bahagia, tapi sayang sampai saat ini Adrian masih tetap seorang Adrian belum menjadi siapa siapa dirinya, dan semoga ini adalah prosesnya.