Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Menjaga perasaan


__ADS_3

"Iiiiiiiiiih... Mas mesum amat sih nggak kenal tempat di mana saja sembarangan banget...kalau kelihatan orang gimana kita contoh yang kurang baik jadinya bagi mereka..."


"Haaaaaaaa...laporin saja silahkan Bu Aryanti sana sama mertuamu delik aduannya ciuman paksa di kantor apa melanggar undang undang dan tata tertib The Praja Hotel dan Restourant nggak ?"


"Huh...Dasar nggak sabaran ! malas Aku masuk ruangan ini kalau lagi sibuk" Aryanti melepaskan ciuman suaminya dan beralih tempat duduknya jadi di hadapan Adrian di sebrang meja kerjanya dan mulai kelihatan serius dan pura pura marah.


"Haaaaaaaa...jangan suka bohong Bu Aryanti,padahal Aku tahu kamu juga suka banget sayang hayo ngaku..." Aryanti tak memperdulikan Adrian yang tertawa terkekeh dengan senangnya melihat Aryanti yang cemberut dan pura pura marah...


"Mas ini perlu di lihat lagi juga di pertimbangkan ya di lihat lihat lagi jangan lupa sebelum di tanda tangani nanti..."


"Memangnya kamu mau ke mana sayang ? di sini saja dulu lah Aku kangen banget sama kamu terimakasih untuk bunganya mana ? masa nggak ada pelukan dan ciuman ?"


"Kan semua juga ada saatnya Mas...karena Mas sudah begitu romantis hari ini Mas boleh ajak Aku nanti malam jalan jalan dan Aku mau makan malam yang begitu suasana syahdu juga beri Aku suasana beda"


"Ya Aku ingin saatnya sekarang ini saja,di mana mana juga habis di kasih ya terimakasihnya langsung... ini mah malah bunganya yang di cium cium bukan orang yang ngasihnya..."


"Mau nggak ajak Aku nanti malam ?"


"Maunya ke mana ?"


"Ya terserah yang ajak dong,kalau bisa sekalian surprise nya juga heeee"


Oke sayang janji ya nggak berubah lagi nanti malam kita "kencan" berdua saja" Adrian tertawa senang banget kelihatannya mendengar permintaan istrinya.


"Aku mau jalan jalan dulu ke kebun binatang sama Komang Putri"


"Ngapain jalan jalan ke sana ?sama Aku saja tungguin sebentar biar kita bisa diskusi lagi penempatan penghuni baru nanti..."


"Mas Aku mau sedikit memberi pengarahan pada Komang Putri soalnya nanti Komang Putri akan menjadi pemandu anak anak SD yang akan berkunjung ke kebun binatang kita"


"Serius ? ya ayo sama Aku juga di kasih pengarahannya..."


"Ya sudah kalau Mas mau mari kita ke sana sekarang..."


Adrian menghampiri Aryanti dan menggandeng tangannya keluar dan menutup pintu ruangannya, Ada rasa tersendiri di hati Adrian saat menggandeng tangan istrinya, bukan ingin pamer kemesraan di hadapan orang lain,tapi keinginan dan rasa cinta yang luar biasa diantara mereka membuatnya tak bisa menyembunyikan semua rasa itu.


"Mas Adelia sudah keluar sama Fath dari tadi pagi tapi Linda belum kelihatan batang hidungnya sampai mau siang ini"

__ADS_1


"Haaaaaaaa.. jangan jangan dia pingsan sayang coba telephon"


"Ah nggak mau takut ganggu..."


"Pasti ponsel nya juga di matiin coba aja..."


Adrian dan Aryanti hanya tersenyum sambil berpandangan penuh arti berdua.


"Tanya tuh si Linda berapa kali pingsan dalam semalam..."


"Memang orang habis di gebukin pingsan Mas ? yang bener saja..."


"Memang kamu nggak pingsan ?"


"Ya enggak lah..."


"Sekarang enggak tapi dulu awal awal iya..."


"Bukan pingsan Mas tapi mabuk haaaa..."


"Hadeuuuuuuuh... si Adel sama Fath lagi bukannya menikmati liburannya berpetualang di dalam kamar malah kemana mana.."


"Heee...iya juga ya memforsir diri di dalam kamar juga perlu istirahatnya melihat yang indah indah di luar sana"


Aryanti melihat Komang putri dan menghampirinya,kelihatan Komang Putri memegang kertas panduan nama binatang beserta gambarnya lengkap juga nama latinnya,asal,suku dan masuk ras apa juga usia nya sekarang...dan semua itu Komang Putri perlihatkan pada Aryanti dan Aryanti mengiyakan semuanya.


"Jam berapa anak anak datang berkunjung ke sini ?"


"Sebentar lagi kalau menurut jadwal Bu"


"Oh begitu marathon jadinya ya ?"


"Nggak apa apa Bu sudah terbiasa jadi guide"


Komang Putri melihat Pak Adrian yang jauh berjalan di depan mereka dan mengamati setiap satwa yang ada di kebun binatangnya itu dengan seksama terkadang ngobrol sama penjaga dan perawat binatang binatang itu.


"Bu sekedar informasi dari Mamanya Bli Ardika tadi pagi telephon saya kalau dalam rombongan Anak anak SD nanti akan ada Aira salah satunya...

__ADS_1


"Oh ya ??? masa ? terimakasih infonya Komang Putri biar saya tidak mengacaukan konsentrasi Aira saya tak akan hadir dalam penyambutan,tapi saya ingin melihat Aira dari jarak jauh dan memastikan semua baik baik saja dan sesuai rencana"


"Iya makanya saya juga ngasih tahu Bu Aryanti takut ketidak sengaja an membuka luka lama lagi bagi Aira dan mungkin juga pertanyaan besar juga di hati Aira tentang Mamanya dan mungkin keluarganya mulai membuka hati Aira sedikit demi sedikit seiring bertambahnya usia Aira"


Aryanti tercenung sendiri flashback semua kejadian yang rasanya baru kemarin terjadi,saat ini Aryanti hanya ingin melihat Aira dengan keceriaannya, dengan senyumnya dan dengan wajah gembiranya.


Aryanti memberi sedikit pengarahan pada Komang Putri karena yang lain lainnya Aryanti sudah yakin dan percaya pada kemampuan dan pembawaan Komang Putri,dan mereka kembali ke Lobby Hotel sambil ngobrol sama Adrian juga.


"Kalau rombongan sudah datang tolong kasih tahu aku ya Komang Putri telephon saja nggak apa..."


"Siap Bu Aryanti"


Dan Aryanti masuk lagi ke kantor dan merenung sendiri di mejanya ada rasa ingin bertemu dengan Aira dan bertatap muka tapi semua itu hanya tinggal keinginannya saja lebih besar rasa takut dan kasihan dan akan menimbulkan pertanyaan yang tak terjawab bagi Aira,bahkan janji untuk menelephon pun belum Aryanti wujudkan sampai sekarang semua serba menjaga perasaan semua orang termasuk perasaan suaminya sendiri.


Bagaimana kalau Aira melihatnya berlari menghampirinya dengan memanggil Mama pada dirinya ? juga bagaimana komentar teman temannya yang pasti semua menganggapnya Aryanti adalah Mama nya Aira,dan mungkin semua temannya akan menganggap Aira bohong katanya Mamanya kerja di luar Pulau tak tahunya kerja di sini,tak terbayangkan terpuruknya kembali perasaan Aira.


Ponsel Aryanti berdering dan ada yang memanggil Aryanti meliriknya dan Komang Putri memanggil.


"Bu Aryanti rombongan sudah di gerbang barangkali ingin sekedar melihat Aira saya sudah mengenalinya...dia memakai jaket pink rambutnya di di kepang satu ke bawah...ada banyak anak yang di kepang rambutnya"


"Ya ya ya...jaket pink ya ?"


"Ya Bu"


"Oke terimakasih" Aryanti berjalan ke arah Restourant dan masuk lalu duduk di kursi meja dekat kaca dengan pemandangan keluar begitu jelas.


Aryanti memilih milih anak-anak dari ratusan mungkin tapi tak menemukan dan matanya menyapu semua anak-anak sekali lagi dan matanya tertuju pada satu Anak berjaket pink.


"Aira..." Aryanti terpekik pelan dan matanya terus mengikuti gerak geriknya,semua anak berkumpul dulu di area halaman Hotel jadi Aryanti begitu bebas memandang Aira yang kelihatan seperti biasa,cerianya anak anak...dan satu lagi Aira memakai tas gendong pura pura oleh oleh Aryanti padahal di belikan sendiri oleh Papanya,ada kesedihan dan kegembiraan di raut muka Aryanti...sedih dengan melihat Aira dan kebohongan yang di berikan Made Ardika padanya dan sedih pula ingin Aryanti memeluk dan menciumnya layaknya pada anak sendiri,tapi gembira juga saat melihat muka Aira dan keceriaannya berarti semua keceriaannya berawal dari kehadiran dirinya saat itu walau semua harus di tebus dengan perpisahan Aira dengan Papanya.


"Hai sayang lagi ngapain di sini ? pesan makan ? masa jam segini makan ?"


"Aku baru mau pesan minum Mas sini Mas mau juga ?"


"Boleh boleh... kamu pesan apa ?"


"Aku jus jeruk mas jus mangga kan ?"

__ADS_1


Aryanti menatap suaminya... perasaannya semua terkuras untuk dirinya dan tak ada yang tertinggal,tinggal menjaga rasa itu tetap ada dan selalu menyala memberi semangat pada perjalanan hidupnya, bahkan Aryanti merasa tak berhak menyinggung dan menyakiti sedikitpun hati suaminya,bahkan untuk sekedar minta izin memandang Aira saja Aryanti merasa ragu,begitu menjaga perasaan suaminya...


__ADS_2