Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Hati yang berbunga


__ADS_3

Sampai Hotel Aryanti dan Adrian langsung menuju kamarnya masing masing,tapi sebelum masuk Adrian menarik tangan Aryanti,Aryanti begitu takut,hatinya bergemuruh,tangannya berkeringat dan dengkulnya terasa lemas.


"Yan apa yang akan kamu lakukan sekarang ?"


"Ya tidur Mas"


"Mau mimpi in siapa ?"


"Ya terserah mimpi aku dong"


"Sebelum tidur ngapain dulu,ngelamun aku ya ?"


"Mas ini gede rasa banget,ngelamun aja sendiri,ya sudah aku masuk duluan ya"


Aryanti menarik tangannya tapi Adrian tak melepaskannya malah tersenyum penuh tanda tanya,dan sulit di mengerti.


Boleh aku minta satu lagi biar aku sama kamu mimpi indah nanti malam ?"


"Ehemght apa itu"


"Senyum manis mu"


Mau nggak mau Aryanti tersenyum,tapi lebih karena geli melihat tingkah Adrian yang seperti anak anak,dan Adrian pun melepas tangannya membiarkan Aryanti masuk duluan dan hilang di balik pintu masih dengan senyuman,baru Adrian beranjak dan masuk ke kamarnya.


Adrian menjatuhkan badannya di kasur tempat tidurnya,matanya menyapu langit langit kamar yang putih bersih,wajah mempesona Aryanti tergambar jelas di sketsa yang tergambar di langit langit kamar itu, Aku benar benar telah jatuh cinta yang sebenarnya,aku tak mau membuatnya kecewa,aku ingin selalu melihat dia tersenyum.


Semakin malam semakin jauh angan khayal dan lamunan Adrian terlintas kekasih sebelumnya Livia yang sudah tak berhubungan tak komunikasi juga nggak,sudah tak ada kecocokan lagi,tapi kata putus belum ada tapi Adrian sudah memberikan tanda tak satu tujuan lagi,biarlah Livia mencari kecocokan sendiri dengan yang lain.


Akan aku selesaikan hubungan yang sudah tak sejalan lagi itu,yang terbaik seperti apa, apalagi sekarang jarak begitu jauh,yang ada juga selalu percekcokan dan percekcokan setiap bertemu,bukan rasa cinta lagi dan memang semua itu awalnya di bangun atas cinta sesaat sebagai teman,sama sama mencari teman di kala nongkrong nongkrong nggak karuan sama teman temannya,dan Adrian nggak tahu latar belakang siapa Livia,orangtuanya apalagi saudaranya nggak tahu,dan hanya kenal di kafe tempatnya ngumpul.


Lain dengan perasaannya pada Aryanti begitu tulus datang dari hati,kagum akan pribadinya,salut dengan kepintarannya, dan bangga dengan kesopanannya,dan perasaan itu semakin hari semakin menjadi berkembang tak terkendali.


Di matanya Aryanti begitu sempurna mengingat senyumnya yang melelehkan hatinya, Adrian tersenyum sendiri,apa ini yang namanya cinta sejati,aku mencintainya ya aku begitu menyayanginya dengan sadar,aku ingin dia jodohku tak mau yang lain lagi.


Adrian memandangi ponselnya yang begitu banyak wajah Aryanti walau hasil jepretan nyuri nyuri,dan diantara yang paling berkesan di hatinya saat senja saat dirinya menyatakan cintanya.

__ADS_1


Tak beda dengan Aryanti sendiri sejak masuk kamarnya dirinya tiduran di atas kasurnya hatinya kacau balau antara percaya dan enggak bolak balik badannya tapi tetap tak bisa menenangkannya,Ya Allah aku telah jatuh cinta,dan Adrian pun mencintainya pula, inilah cinta pertamanya,semua terasa berbunga bunga serasa hati mau meledak.


Mengingat semua begitu cepatnya,Aryanti ada rasa ketakutan akan perasaan Adrian pada dirinya takut hanya cinta sesaat atau sekedar pelabuhan hati sementara karena seringnya mereka bertemu,sedangkan dirinya begitu tulus mencintainya,tapi ya Aryanti menguatkan hatinya sendiri semua akan di jalaninya hanya waktu yang akan membuktikannya.


Bak seorang pangeran yang lagi jatuh cinta pada orang biasa Aryanti ingat dongeng di buku perpustakaan jaman dulu masa sekolah dan sekarang dirinya yang jadi seperti di cerita dongeng di kehidupan nyatanya.


"Tik to tik tok tik tok..."ponsel Aryanti bunyi waktu menunjukan jam 22.09,Aryanti melirik ponselnya panggilan video Adrian,Aryanti mengerutkan dahinya dan meraih ponselnya.


"Ya Mas..."


"Masih belum tidur ya"


"Heemght"


"Ngapain aja ?"


"Lagi beres beres" Aryanti berbohong,dan mengarahkan camera ponselnya ke arah lemari yang terbuka.


"Aku nggak bisa tidur,aku ingin melihat wajahmu"


Sebenarnya sama dalam hati Aryanti juga mengatakan itu,tapi cewek lebih bisa menyembunyikan perasaan nya.


"Resep apaan tuh ?"


"Ya biar bisa tidur"


"Gimana gimana coba kasih tahu"


" Balikin bantalnya,tepuk tiga kali lalu tenggelamkan wajah kita..."


"Itu mah dongeng guru TK Bu Aryanti"


"Heeeeeee"


"Aku ke kamarmu ya,sebentar aja boleh ya..."

__ADS_1


"Nggak,aku mau siap siap tidur"


"Ketemu di pintu aja ya"


"Aku panggilkan Satpam kalau mengganggu waktu istirahat orang"


"Yan kok gitu sama aku ?aku mau ketemu kamu sebentar aja"


"Mas apa nggak ada hari esok, esok kita ketemu lagi setiap waktu kita ketemu,besok boleh pandangi aku sepuasnya"


"Kalau nggak kamu keluar pintu deh lalu tengok ke arah kamarku udah gitu udah "


"Mas ya ampun apa itu nggak berlebihan namanya ?"


"Aku mohon Yan aku benar benar lagi jatuh cinta nih,aku nggak bisa tenang aku nggak bisa tidur"


"Kan ini juga lagi tatapan muka,nih aku dekatkan mukanya ya biar jelas" Aryanti mengarahkan camera ponselnya pada tas gambar kartun sambil tertawa.


"Sebentar aja ya,please nih aku keluar nih..."


Dorongan hati juga perasaan yang sama Aryanti akhirnya beranjak dari tempat tidurnya,mematikan ponselnya berjalan menuju pintu keluar dan membuka pintu.


Baru membuka pintu dan hanya ingin menengok saja ke arah kamarnya Adrian,sosok Adrian sudah menjulang di depan pintu dan menerobos masuk ke kamarnya,Aryanti terkejut kaget bukan main,Adrian tak memperdulikannya langsung menarik Aryanti ke dalam pelukannya,Aryanti meronta penuh rasa takut tapi pelukan Adrian begitu kuat akhirnya pasrah dalam lemas kedua tungkainya.


"Yan aku sayang kamu,berkali kali dan tak bosan aku ucapkan sayang sama kamu hanya ingin kamu tahu"


"Mas aku juga mencintaimu" bergetar dan terbata bata suara Aryanti seperti tercekik.


"Ya ya ya sayang,maafkan aku,jika aku terlalu berlebihan dalam mengungkapkan perasaan"


"Mas jangan membuat aku ketakutan masuk sembarangan ke kamarku,jangan seperti ini lagi,apalagi ini sudah malam kalau di lihat orang gimana kita yang malu"


"Iya aku janji nggak lagi lagi,ya sudah aku sudah puas memandang mu" Adrian memandang wajah Aryanti sekali lagi dalam temaramnya lampu kamar dan melepas pelukannya,tapi tangan Aryanti belum di lepaskan masih dalam genggamannya di ciumnya kedua tangan lembut itu dengan perasaan dan terasa hangat ke seluruh tubuh Aryanti ada getaran kecil menjalar ke semua anggota tubuhnya,tak terasa keringat dingin di tubuhnya.


Adrian mengusap belakang kepala Aryanti dan keluar kamar dengan enggan diantar tatapan Aryanti yang mematung di dekat sofa kecilnya,Aryanti mengangguk sambil menutup pintu dan menguncinya.

__ADS_1


Aryanti memegang kedua pipinya yang masih terasa panas,juga mengusap pangkal jemarinya dan masih terasa hangatnya ciuman Adrian di jari jarinya,Ya Allah aku jatuh cinta,inikah rasanya jatuh cinta ? tak terbayangkan sebelumnya,begitu menggebu perasaan itu menyiksaku dan tak ada obatnya selain ketemu bertatapan dan mendengar suaranya.


Tanpa terasa airmata Aryanti menetes mungkin itu ekspresi perasaan yang memuncak seorang wanita entah suka atau duka,Aryanti masuk kamarnya dan menenggelamkan dirinya dalam selimut,bayangan wajah Adian di pelupuk matanya tak hilang hilang hingga menjelang kantuk dan terbang ke alam mimpi indahnya bersama kekasih hatinya Adrian...


__ADS_2