Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Kejutan anti klimaks


__ADS_3

Duduk sendirian di kursi pesawat Adrian mencoba menenangkan diri dan berusaha istirahat dan memejamkan matanya ,Adelia bersama Fath di depannya entah lagi ngapain.


Penerbangan langsung Perth - Bandung tanpa transit,terasa begitu lama di rasakan Adrian,Adrian mulai menghitung hitung,terbang jam setengah sepuluh berarti sampai Bandung sekitar jam dua atau setengah tiga pagi,langsung ke Pangandaran sekitar tiga jam jadi jam lima sudah bisa ketemu Aryanti,pas banget Aryanti pasti sudah bangun sudah memulai aktivitasnya,mungkin lagi joging atau lagi beres beres kamarnya...


Adrian belum ngasih tahu Adelia kalau dirinya tidak akan pulang dulu ke rumahnya tapi akan langsung ke Pangandaran semoga saja yang menjemput ke bandara nanti karena masih pagi tidak ada Bapak sama Ibunya tapi hanya Pak Agum saja.


Dan juga pada Aryanti, walaupun sudah ngasih tahu dirinya akan pulang langsung ke Pangandaran menemui dirinya tetapi tidak tahu waktunya kapan dan jam berapa berapanya Adrian ingin benar-benar memberi kejutan terhadap Aryanti,pokoknya malam minggu Adrian berangkat bersama Adel dan Fath dari Australia.


Walau dirasa begitu jauh dan panjangnya perjalanan akhirnya sampai juga pesawat yang di tumpangi Adrian landing dengan mulus di Bandara Husein Sastranegara Bandung,serasa dadanya mau meledak Adrian ingin segera mencari mobil carteran,atau taksi apa saja yang bisa membawa dirinya begitu cepat secepat jet sampai ke Pangandaran.


Memasuki bandara turun dari pesawat Adrian tak memperdulikan semua koper kopernya juga bawaannya yang lain, dirinya menerobos orang orang dan keluar duluan nego dengan taksi bandara dan rebut tawar sebentar lalu Adrian menyetujuinya,lalu Adrian menemui Adel yang berjalan santai gandengan sama Fath, Adelia yang masih jauh di belakang di tariknya ke pinggir berbicara sebentar.


"Astaga,Kakak serius mau langsung ke Pangandaran ?"


"Iya pokoknya udah dari Pangandaran ntar balik ke Bandung sambil bawa Aryanti"


"Sama siapa Kakak ke sana ?"


"Ya sama sopir taksi lah..."


"Kak apa nggak lebih baik Kakak pulang dulu menemui Bapak Ibu dan istirahat dulu,apa nggak ada hari esok apa,besoknya baru kita sama sama ke Pangandaran..."


"Alaaah... panjang banget ngomong sama lu, pokoknya bilangin sama Bapak sama Ibu aku ke Pangandaran pulangnya,udah udah gue berangkat sekarang Fath ketemu lagi nanti ya..." Adrian melambaikan tangan pada Fath yang bengong saja dari tadi.


Adelia mematung melihat Kakaknya pergi dengan hanya membawa ransel saja,sambil geleng geleng kepala Adelia masih melihat sepintas Adrian naik taksi dengan tergesa gesa.


"Pak saya di buru waktu rapat yang sangat pribadi,kalau bisa ngebut,tapi hati hati juga ya pokoknya secepat mungkin bisa sampai di The Praja Hotel Pangandaran..."

__ADS_1


"Siap Pak,mau sampai jam berapa soalnya jam segini jalanan pasti kosong" sopir taksi mengangguk.


"Secepat mungkin lah pokoknya nanti saya kasih lagi tip kalau sampai dengan waktu yang saya inginkan"


"Siap Boss kita berangkat sekarang,silahkan pake sabuk pengamannya"


Mobil melesat,sopir taksi bandara seperti mendapat tantangan,dan menguji keahliannya, Adrian meyakini kalau jalannya seperti ini bisa dua jam sudah sampai atau paling lama ya dua jam setengah,Adrian tersenyum lebih cepat lebih baik...apalagi mau di kasih uang tip semakin bersemangat si sopir taksi.


Sepanjang jalan Adrian sampai tahu mulai keluar kota Bandung ,tanjakan paling terkenal panjang dan curam Nagreg,persimpangan jalan pecah antara Garut dan Tasikmalaya,Pasar tumpah yang bikin macet jalanan Malangbong,belokan tajam Gentong,Pasar Ciawi, Tasikmalaya,perbatasan Ciamis,Banjar Patroman,Banjarsari dan...masuk wilayah Pangandaran...mobil belok ke pelataran The Praja Hotel dan Restourant setelah melewati pemeriksaan post Security Mobil masuk dan parkir di area parkiran,Adrian turun dan menghirup udara dalam dalam sambil memandang langit Pangandaran yang masih dengan jelas berkelap-kelip karena hari masih terlalu pagi,ingin dirinya teriak sekencang kencangnya sambil tengadah ke angkasa raya.


Adrian membayar sejumlah uang dan bersalaman, lalu berjalan dengan langkah pasti seperti Seorang Jendral Napoleon Bonaparte yang datang dengan membawa kemenangan setelah menaklukan beberapa wilayahnya menjadi satu kesatuan Perancis yang sangat termasyhur ke seantero pelosok dunia,kembali ke pelukan istri tercintanya Josephine,dan begitu takluk di pelukan cintanya.


Adrian ngetuk bungalo nomor 1,beberapa kali di ketuk,dan di ketuk lagi lampu di dalam menyala dan anak kunci di buka lalu menyusul pintu terbuka,Adrian hampir melompat yang keluar seorang laki-laki dengan hanya memakai kaos dalam tinggi tegap badannya sambil mengerutkan dahi dia memandang kepada Adrian.


"Bapak mencari siapa heh ?"


"Bapak ini siapa ?"


"Saya mencari kekasih saya dia tinggal di bungalo kamar ini..."


Bapak ini ngelindur ya ? sejak kapan kekasih bapak tinggal di sini ?"


"Emght...setahun yang lalu..."


"Ngaco apa mabuk Bapak ini ? nggak mungkin menyewa bungalo selama setahun ? emang Hotel ini punya nenek moyang Bapak ? sana sana,pergi saya mau tidur lagi ! tanya resepsionis sana..." si Bapak tadi menutup pintu kembali.


"Hai hai hai...tunggu Pak tunggu tok tok tok... tapi Bapak bukan lagi berselingkuh sama kekasih saya kan ?"

__ADS_1


"Apa bapak bilang saya selingkuh ? awas ya aku tonjok ya kamu,jangan jangan situ yang mau selingkuh salah kamar,dengar ya... saya ini habis melaut tiga tahun lamanya,tiga tahun saya puasa,sekarang saya pulang,karena di rumah ada anak dan saudara pada datang saya menyewa bungalo ini untuk kangen kangenan sama istri saya....puas ??? nih buktinya,Mah coba sini ada orang nyasar..."


Datang seorang perempuan dengan memakai daster tanpa lengan dengan rambut berantakan bangun tidur,Adrian bengong dan melongo sendiri.


"Ada apa sih Pak pagi buta sudah ribut aja..."


"Jelas nggak ? apa ini kekasih Bapak ? si Bapak tadi merengkuh bahu yang katanya di sebut istrinya.


"Oh maaf,maaf bukan bukan ini kekasih saya beda jauh banget sama ini,silahkan lanjutkan kangen kangenan nya heee...Bapak kan tiga tahun berpisahnya,saya cuma satu tahun Pak,tapi sama nggak tahannya heee..."


"Awas ya kalau ganggu lagi saya panggilkan satpam ! sana cari kekasih kamu...!"


Si bapak tadi menutup pintu sambil ngomel-ngomel sebenarnya Adrian juga begitu dongkol kenapa Aryanti tidak memberitahu kalau dirinya sudah tidak tinggal di kamar ini dan Adrian mencoba menelepon Aryanti tetapi tidak diangkat, lalu Adrian kembali ke resepsionis resepsionis yang lagi terkantuk-kantuk ditanya sama Adrian resepsionis itu malah memandang curiga kepada Adrian rupanya itu adalah resepsionis laki-laki baru,Adrian bertanya soal Aryanti tinggalnya sekarang dimana tetapi resepsionis itu malah seperti ketakutan apalagi harus memberitahu tempat tinggal atasannya kepada Adrian,yang menurutnya orang asing.


Lalu Adrian berjalan ke post satpam bertanya kepada kedua satpam,tapi satpam itu juga sama satpam rekrutan baru memang belum kenal sama Adrian.


"Maaf Pak Bapak ini siapa ?" Bu Aryanti memang pimpinan kami tapi saya tidak tahu tinggalnya di mana coba bapak tanya aja ke resepsionis barangkali dia tahu"


"Tadi saya sudah nanya ke resepsionis resepsionis nya tidak tahu, kenapa Bapak tidak menelepon langsung aja ke Bu Aryanti ?"


"Kalau diangkat dari tadi saya nggak mungkin bertanya sama Bapak ke sini !!!" Dua orang satpam itu seperti ketakutan.


Balik lagi Adrian ke resepsionis dalam keadaan putus asa teringat menelepon ke Pak Edi dan Linda benar saja Pak Edi juga sama tak ada jawaban,mungkin jam segini apa masih tidur atau mungkin mematikan ponselnya,satu lagi harapannya nelephon Linda yang menjawab malah layanan operator selular....jalan terakhir Adrian adalah memesan kamar untuk istirahat, terlalu panjang harus banyak ngomong dan malas kesal marah untuk menerangkan siapa dirinya kepada orang-orang yang baru dan tidak mengenal dirinya,memang keterangan apapun,dan siapa dirinya dirasa Adrian tidak perlu,dan harus menjelaskan panjang kali lebar.


"Bungalo semua penuh sama semua lantai bawah Pak,ada kamar di lantai dua apa mau lantai tiga ?"


"Di mana saja asal jangan di Australia"

__ADS_1


Resepsionis semakin ketakutan,dan sesekali melirik ke arah Adrian.


Adrian mengisi buku tamu dan menyerahkan KTP nya juga membayar sejumlah uang, resepsionis itu menyerahkan kunci dan memberi tahu no kamarnya...


__ADS_2