Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Menjadi pimpinan yang baik


__ADS_3

Sebenarnya bukan karena ada omongan dari istrinya tapi Adrian sudah punya kesadaran seperti itu,merasa ada yang mengingatkan, Adrian merasa dirinya harus lebih lagi bekerja bukan hanya prestasi yang di kejar nya di hadapan istrinya yang bisa segalanya,tapi untuk kepercayaan management The Praja Hotel dan Restourant dan di hadapan orangtuanya Adrian ingin membuktikan dirinya mampu dan bisa menerapkan ilmu yang dipelajarinya,dan sekaranglah saatnya.


Aryanti hanya tersenyum melihat perubahan besar di diri suaminya bukan dirinya sekarang yang membangunkan tetapi suaminya yang membangunkan dirinya saat pagi dirinya masih terlelap dalam balutan selimut hangat dan kasur empuk tempat peraduannya.


Dan satu lagi perubahan yang drastis pada diri suaminya Adrian telah memperlihatkan kalau dirinya sudah menjadi imam yang baik di keluarganya selalu mengajak Aryanti untuk menjalankan kewajiban shalat bersama dan dia menjadi imamnya, walaupun begitu suatu nilai tak terhingga bagi Aryanti dan Adrian sendiri pernah mencicipi pesantren walau tidak lama tetapi tak mengecilkan hatinya dan itu diakuinya semuanya perlu tahapan dan belajar lagi untuk mencapai pada titik ini.


Sekarang Aryanti yang balik manja pada suaminya,dulu di awal awal pernikahannya selalu saja Aryanti meledek Adrian dengan kata-kata kolokan dan kini sebaliknya Adrian yang selalu mengkilikitik Aryanti untuk bisa segera bangun,dan mencium pipinya setiap membangunkan istrinya.


"Bangun sayang...lihat aku sudah sholat shubuh,sudah beres beres,sudah ngantongi baju kotor biar nanti tinggal di bawa ke laundry, sudah nyapu kamu masih aja belum bangun,aku gendong ke kamar mandinya ya...?kalau nggak bangun aku masukan kamu ke bathtub biar aku rendam heeee..."


"Nggak nggak...aku bangun sekarang" Aryanti bangun terperanjat seketika dan langsung ke kamar mandi,mengguyur badannya dengan air dan memasukkan bajunya ke kantong laundry,dan Adrian hanya terkekeh sendiri.


"Sayang minumnya mau apa coklat apa teh ?"


"Apa aja sih Mas pake teriak teriak ini masih pagi,sini aku bikin sendiri aku punya minuman khusus pokoknya heee..." Aryanti mengambil satu kotak karton dari lemari makanan dan mengeluarkan isinya.


"Apaan itu susu juga kan ?"


"Iya Mas tapi ini khusus buat Ibu Ibu yang ingin menambah kesuburan"


"Aku juga minum nggak ?"


"Haaaaaaaa...ya nggak lah Mas ini khusus perempuan"


"Ya sudah semoga itu bagian dari usaha kita,dan semoga segera berhasil heee..."


"Iya Mas,Mas rotinya di oles selai apa kacang,nanas apa stroberry ?"


"Biarin aku oles sendiri sayang..."


Terkadang menjalani satu biduk rumah tangga seperti pasang surutnya air laut terkadang lagi gelombang tinggi terkadang lagi surut,angin menerpa terkadang badai terkadang semilir, cuaca mendung kadang cuaca terik dan senja yang begitu indah dengan angin menerpa riak dan camar dengan gembira di atas air terkadang gelombang tinggi menghempas tanpa ampun semua yang ada di bibir tebing dan batu karang dan pasir pantai menjadi sasarannya,terkadang juga cuaca berkabut dengan rintik hujan.


Semua telah di lalui Aryanti dan Adrian,masa masa bulan madu telah mereka lalui dan setiap hari selalu mesra dan menjaga keharmonisan dan hubungan dengan satu kunci yaitu komunikasi,dan itu yang selalu di resep kan orangtua dan mertuanya.


"Mas sekarang mau ada rapat nggak ?" Aryanti sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya sambil duduk di sofa menonton berita pagi.


"Emang kenapa sayang ?" Adrian mengusap usap bahu istrinya.


"Aku mau santai setengah hari saja boleh nggak heee...?"


"Mau kemana bilang aja nggak apa apa,suamimu pimpinan yang paling baik,apalagi untuk top level seperti kamu ini mau sehari juga aku izinin...mau ke mana shoping ya ?"

__ADS_1


"Iya...heee tapi nggak mau sama Mas takut bosen dan lama menunggunya,nggak sabaran dan ujung ujungnya ngomel ngomel..."


"Ya sudah kamu pergi sama Pak Tono saja ya,lagian aku ada pekerjaan yang harus di kontrol mau memperbaiki gazebo gazebo yang ada di taman dan mengecat sebagian dinding dan genting,aku ingin tampilan beda dan lebih elegan"


"Makasih ya Pak Adrian heee..."


"Sama sama Bu Aryanti"


Mereka tertawa berdua dan Adrian mencium kening istrinya.


"Kapan kita ke pantai saat senja sayang ?" Adrian membelai rambut istrinya.


"Iya ya Mas,sejak kita menikah kita belum pernah pergi ke pantai lagi kita sibuk aja di dalam kamar heee..."


"Ya sekarang kan lain lagi suasananya kita lagi menikmati sesuatu yang halal yang kita tunggu tunggu dari dulu heeee...,nanti saat pantai rindu pasti memanggil kita"


"Apalagi kalau kita sudah punya anak ya Mas,pasti kita akan lupa tempat tempat indah yang menyimpan memori perjalanan cinta kita,karena kita pasti akan lebih sibuk dan repot..."


"Untuk kebahagiaan nggak begitu sayang,kita harus menyempatkan waktu untuk kita berdua bagaimanapun caranya,kita harus menikmatinya seperti kita menikmati bulan madu untuk keharmonisan kita"


Aryanti hanya tersenyum.


"Ayo kita ganti pakaian udah siang tuh" Adrian sekali lagi yang mengingatkan Aryanti sambil melirik jam dinding,betapa senangnya hati Aryanti Suaminya yang kini mengingatkannya akan segala hal dan satu lagi yang paling penting soal tanggungjawab pada pekerjaannya,tidak hanya ranjang,kasur,selimut,tidur dan bobo yang ada di hari harinya,mungkin bulan madunya sudah lewat kali ya ? Aryanti hanya tersenyum.


Aryanti memilih bajunya sendiri dan menaruhnya di atas tempat tidur dan mengenakannya lalu bercermin meneliti wajahnya di meja riasnya dan duduk untuk berdandan.


"Mas aku kelihatan agak gemuk nggak ?"


"Sepertinya biasa saja sayang...menurutmu gimana ?"


"Aku merasa gemuk lho Mas..."


"Ya biarin gemuk sedikit nggak apa apa mungkin suntikan vitaminnya cocok haaaaaaaa..."


"Aaaah Mas bisa saja"


"Sepertinya gemuk sedikit seperti Adel kamu tetap cantik kelihatan berisi makin sexi..."


"Alah alah...Mas ngomongnya sudah kemana mana aja,sini dasinya aku benerin dulu"


Aryanti menyimpulkan dasi suaminya dan Adrian agak sedikit tengadah,lalu Aryanti membetulkan kembali kerah bajunya.

__ADS_1


"Udah ganteng heee..."


"Terimakasih sayang..."


Aryanti melanjutkan dandannya,dan setelah selesai baru keluar berjalan melewati bungalo dan kamar Hotel lantai dasar dan melewati parkiran yang panjang dan luas baru sampai depan melewati lobby Hotel dan masuk ke office yang di sampingnya Cafe dan Restourant,Adrian masuk duluan Aryanti entah menyapa siapa di luar sana dan ngobrol.


"Pagi Pak Adrian segar banget nih kelihatannya heee..."


"Pagi juga semua..." Adrian masuk ruangannya.


Dan Aryanti menyusul masuk setelah menyapa semua yang sudah ada di ruangan itu,dan berjalan ke mejanya dan duduk di tempatnya masing masing,dan langsung tenggelam di balik mejanya.


Hanya Ruangan pimpinan yang terpisah yaitu ruangan Adrian hanya satu meja dan sofa tamu juga lemari lemari sendiri,luar itu semua satu ruangan hanya di halangi penyekat ruangan saja,Aryanti yang memegang jabatan manager operasional menempati meja paling pinggir dan bisa melihat ke semua bagian orang orang yang menjadi bawahannya,baik melihat sudah hadir atau belum hadirnya dan kalau memanggil cukup dengan berdiri.


Begitu banyak staf yang ada di ruangan itu, dan lain lainnya lagi,mulai dari pimpinan tertingginya,Corporate Owner


General Manager adalah Aryanti dan


Executive Secretary di pegang Linda,


Sales & Marketing


Chief Engineer


Duty Manager


Hotel Account


Personal Manager


F & B Manager


Room Division Manager


Front Office Manager


Executive Housekeeping


Struktur Organisasi Hotel yang begitu lengkap juga melengkapi,tambah dengan staf outbound dan lain lain lagi.


Terkadang Aryanti tertegun sendiri dengan posisi dirinya yang membawahi begitu banyak orang,tapi sampai saat ini tidak menemukan kendala apapun semua di jalani dengan baik dan lancar lancar saja,karena dasar kepemimpinannya adalah musyawarah.

__ADS_1


Seperti tahun kemarin pimpinan di pegang rangkap sama dirinya dan Aryanti tetap tak mau duduk di mejanya Adrian hanya menempati mejanya sendiri,terlalu banyak mengingatkan fikirnya,dan pak Edi yang tahu Aryanti jarang masuk ke ruangan Pak Adrian dan membiarkannya kosong hanya tersenyum saja.


__ADS_2