
"Bapak fikir ini kesempatan bagus kita bisa berkumpul sama Anak menantu Bapak semua di sini, yang pertama semua Anak Bapak sudah berkeluarga,yang kedua mumpung Anak perempuan Bapak Nak Adelia masih di sini"
"Bapak hanya ingin mempertegas bagaimana nasib aset Bapak selanjutnya,perlu di ketahui aset Hotel yang ada itu ada berapa Pak Daud ?"
"Satu Bandung,dua Batu Malang,tiga Jakarta,empat Pangandaran,lima Medan dan enam Bali,tujuh Puncak Bogor ada tujuh Pak"
"Ya...Ada tujuh,Bapak sama Ibu sudah semakin tua dan semakin capek mengurus semua itu, mungkin setahun dua tahun kedepan Bapak ingin pensiun dan istirahat,Bapak ingin mengasuh cucu dari kalian"
Semua tampak diam dan tak ada yang berkomentar sedikitpun.
"Bapak Akan hibahkan empat Hotel pada kalian berdua Adrian sama Adelia,dan tiga Hotel lagi untuk bekal hari tua Bapak sama Ibu dan membiayai yayasan yang kami dirikan,silahkan kalian kelola dengan baik Bapakmu sama Ibumu menunggu di gaji dari kalian"
"Untuk Anak paling besar dan juga laki laki Nak Adrian Bapak beri kebebasan istimewa memilih Dua Hotel yang kamu anggap kamu sukai,dan Adelia bukan Bapak meng anak tiri kan kamu,tapi Kamu juga harus belajar menghargai saudara laki laki sebagai Kakakmu,dan semua Hotel sama,besarnya sama kapasitasnya sama potensinya juga sama"
"Semua Hotel masih dalam satu naungan yaitu di bawah management The Praja Hotel dan Restourant Group,Bapak menyerahkan sama kalian pengelolaannya masih mau di pegang The Praja Hotel silahkan mau di pegang sendiri silahkan dan mungkin Adelia karena nggak akan domisili di Indonesia masih di pegang Management The Praja Group dan nanti akan ada penghasilan yang akan kalian terima dan Bapak minta manfaatkan semua itu buat pengembangan selanjutnya"
Adrian masih saja diam dan tak mampu berucap,rasanya sedih di kasih sebegitu besarnya dari orangtuanya dan di sinilah kesadarannya terusik,dirinya harus lebih bisa bertanggungjawab lagi untuk bisa memajukan syukur syukur bisa lebih mengembangkan lagi.
Adrian memandang Istrinya Aryanti seakan meminta pendapatnya dan itu sudah menjadi pembicaraannya sebelumnya dan Aryanti mengangguk pasti pada suaminya.
"Silahkan Nak Adri memilih untuk menjadi catatan Pak Daud selanjutnya,dan Bapak juga ingin mendengar apa pendapat kalian berdua Adrian sama Dek Aryanti apa ingin dikelola sendiri diambil alih atau tetap disatukan dibawah manajemen The Praja Hotel Group ?"
"Terlebih dahulu saya terimakasih untuk orangtua kami tercinta dan mohon maaf pada Adik saya tercinta,dengan pertimbangan yang matang dari segala hal saya dan Istri, saya sepakat mengambil satu Hotel yang di Bandung dengan pertimbangan Kami suatu saat ingin kumpul dengan orangtua kami juga mertua kami, karena mereka semua tinggal di Bandung,dan yang kedua karena kami jatuh cinta dengan Pulau Bali jadi kami sepakat mengambil yang di Bali,adapun untuk pengelolaan kami masih mempercayakan kepada management The Praja Hotel Group demi kekeluargaan dan kebersamaan kami dengan orangtua kami dan saudara kami Adelia,sekali lagi kepada Adik saya Adelia kami mohon maaf atas pilihan saya dan istri sebagai Kakak"
Adelia tersenyum sambil mengangguk menyetujui apapun yang menjadi pilihan Kakaknya,Adelia jauh tak berfikir akan secepat ini kedua orangtuanya memberikan jatah untuk anak anaknya dan sedikitpun tak menyangka, orangtuanya begitu bijaksana dalam mengambil keputusan dan ini mungkin sudah menjadi keputusan yang penuh pertimbangan dan perhitungan baik buruknya.
__ADS_1
"Baik Nak Adelia apa anda sama suami anda sudah punya pilihan untuk sekedar pegangan saja ?" Pak Daud tersenyum memandang putri Pak Surapraja.
Adelia menggeleng dan melirik Fath lalu ada sedikit diskusi dan di ambil satu keputusan yang sudah di sepakati berdua.
"Ya saya juga terimakasih untuk kedua orangtua kami tersayang,
pada suami tersayang Al Fatih,pada Kakak kami tercinta juga Kak Adri juga Kak Aryanti yang kami hormati,sebenarnya kami tak mau memilih di beri hibah saja kami begitu berterimakasih,tetapi karena Kakak kami telah memilih dan orangtua memberi keleluasaan kami memilih jadi kami pun sepakat memilih,satu yang di Jakarta,karena mungkin kami mudah transit kalau mau pulang kampung,dan yang kedua kami memilih The Praja Hotel dan Restourant Pangandaran ini...
Adrian tepuk tangan dan memberi selamat dengan memeluk Adiknya Adelia.
"Haaaaaaaa..." dalam tawa Pak Surapraja ada kebahagiaan dan di sambut senyuman Ibu Handayani.
"Anak Bapak semua sudah pintar pintar,dan memilih Hotel hotel yang paling strategis,biarlah bagian orangtua Bapak sama Ibu bagian yang jauh biar bisa piknik dan bulan madu terus sekalian nengok Hotelnya heeee..."
Semua tertawa Adelia yang paling malu di sindir sama Bapaknya,dan Fath mengusap usap punggungnya.
"Maaf untuk masa sekarang sepertinya tidak Pak,saya sepakat dengan suami saya Mas Adrian tetap di Pangandaran,tapi kalau saya sudah melahirkan mungkin ada pandangan lain, kami ingin merasakan hidup di Pulau Bali dan memajukan dengan inovasi dan ide ide kami"
Aryanti bicara apa yang menjadi harapannya kedepan bersama suaminya Adrian.
"Harapan yang sangat bagus dan romantis kedengarannya, pasangan muda dengan satu anak tinggal di Pulau romantis Bali,ya ya ya..." Pak Daud sangat senang atas pilihan Adrian dan Aryanti.
"Boleh kami tunggu Inovasi selanjutnya untuk Bali,sepertinya kalian ingin romantis setiap hari ya haaaa..." Pak Daud berusaha menggoda Aryanti dan Adrian.
"Ini gara gara nya kita bulan madunya di sana dan mungkin begitu berkesan Pak Daud jatuh cinta kepikiran terus jadinya pengen mencoba hidup di sana haaa..."
__ADS_1
"Juga Nak Adelia apa begitu berkesan di Pangandaran ini rupanya ? haaaa..."
"Hanya kebetulan saja Pak Daud,ya kan sayang ?" Adelia melirik Fath yang tersenyum di sampingnya,dan semua tertawa.
"Baik untuk selanjutnya ada pertanyaan ada usulan dan lain sebagainya silahkan di ajukan,satu keinginan dan harapan kami sebagai orang tua kalau boleh Dek Aryanti sama Nak Adrian pindah ke Bandung biar kami bisa memantau kehamilan Dek Aryanti tapi ini hanya usulan kami sebagai orangtua yang selalu khawatir,isi rumah kalian atau mau tinggal di rumah bersama kami,kami begitu senangnya"
Aryanti tersenyum menanggapi harapan Pak Surapraja,akan tetapi Aryanti tak langsung menanggapi atau mengiyakan juga menolak.
"Besar harapan kami juga Pak untuk bisa berkumpul bersama tapi masih begitu banyak PR yang harus kami lakukan di sini,kami tak akan kemana mana tempat pulang kami adalah Bandung,tujuan rumah masa depan kami juga ada di Bandung"
"Ya ya ya...kami mengerti kita hanya bangga sebagai orangtua melihat begitu optimisnya anak anak kita dalam memajukan Hotel kita"
"Pak Daud seandainya nih kita saya sama Istri saya mau mengelola Hotel yang di Bali,tapi kepemimpinan sekarang contoh Pak Made Ardika putra daerah asli Bali apa nanti itu seperti apa jabatan dia atau bagaimana management menempatkan dia di tempat baru atau gimana Pak ?"
"Pertanyaan yang sangat bagus Mas Adrian,keputusan Management akan ada penawaran di pindah dulu dengan jabatan sama,keputusan pemilik adalah mutlak dalam hal jabatan,jadi biarlah management yang mengurus dan menyampaikan jika suatu saat Mas Adrian sama Neng Aryanti mau mencoba mengelola Hotel yang di Bali"
"Pertanyaan saya Pak Daud maaf sebelumnya,seandainya suami saya dan saya tidak mengelola salah satu Hotel apa kami termasuk di team management dan punya wewenang di situ apa tidak ?"
Pak Daud memandang Pak Surapraja dan memberi kode agar Pak Surapraja yang bisa menjawab pertanyaan ini.
"Baik Nak Adrian sama Dek Aryanti,Bapak tidak mengelola salahsatu Hotel tapi Bapak menyumbangkan ide ide,pekerjaan Bapak setiap hari sampai hari ini tetap sibuk tapi masih sempat bulan madu yang ke sekian kalinya dan liburan heee... jadi Bapak sama team management mempersiapkan kalian berdua untuk memimpin keseluruhan hotel ini,jadi Bapak pensiun kalian sudah siap memegang estafet kepemimpinan"
Aryanti dan Adrian juga semua pada diam.
"Juga buat Adelia jika suatu saat rindu pulang dan tinggal di sini,silahkan kelola bersama sama Kakakmu" Adelia tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
"Tapi sekarang fokuskan dulu ke yang satu itu,yaitu program ngasih Bapak sama Ibumu cucu seperti Kakakmu heee..."
"Lagi giat giatnya ya kan Fath ?" Adrian menggoda Fath yang dari tadi nggak ada suaranya,Adelia mendelik di samping Fath yang tertawa.