
"Welcome to our heaven dear..."
Adrian meraih pinggang Istrinya Aryanti setelah sebelumnya menidurkan Alinea yang sepertinya kecapaian di perjalanan,dan melihat berkeliling tempat tinggal mereka,sebuah vila keluarga tempat kalau keluarga Surapraja berlibur,Adrian membuka gorden kaca pemandangan Pantai yang membentang begitu indahnya di kejauhan walau terhalang sedikit daun daun pepohonan yang bergoyang di tiup angin.
"Semoga ini kado terindah buatmu sayang yang tak akan pernah terlupakan sepanjang hidup kita,Kita sekarang hidup di Kuta Bali...Pulau indah impian kita,setiap hari hari kita adalah bulan madu"
"Terimakasih Mas sayang"
Aryanti tak mampu berucap dadanya sesak dengan kebahagiaan,Aryanti memeluk Adrian dengan mesranya,walau dirinya dan Adrian datang kesini bukan untuk bersenang senang saja tapi juga untuk bekerja tetapi Aryanti tetap bersyukur terhadap suaminya yang bisa merealisasikan keinginannya bekerja adalah yang utama tinggal di Bali serta romantisnya hubungan mereka adalah bonus tak terhingga buat mereka.
"Kenapa kamu ucapkan terima kasih sayang ? bukankah begitu banyak yang telah kamu berikan juga untukku...? semuanya begitu tak ternilai,dirimu, Anak kita semua adalah kebahagiaanku,
semua adalah anugrah tak terkira buatku..."
"Mas mungkin Aku adalah orang yang paling bahagia saat ini,saat Mas bawa aku sama Anak kita ke tempat hunian yang begitu nyaman ini..."
"Saat Aku melihatmu bahagia,
aku merasa menjadi orang yang paling beruntung sayang...
kebahagiaanmu adalah sesuatu yang layak aku perjuangkan, karena Aku begitu cinta dan sayang sama Kamu"
Aryanti tersenyum manja,Adrian mencium kening Aryanti yang masih sama sama berdiri seperti dansa di dekat jendela kaca, dan Aryanti tak berucap hanya memejamkan matanya menikmati dan meresapi setiap sentuhan suaminya yang mulai mencium pipi dan leher dengan lembut dan perlahan.
Rasanya mereka telah lama tidak merasakan lagi kemesraan yang seperti sekarang ini terhalang dengan segala hambatan kesibukan, kehamilan, kelahiran dan hadirnya Alinea telah menyita perhatian mereka untuk hal-hal yang lebih pribadi seperti sekarang ini, sangatlah wajar keduanya begitu bersemangat ingin menikmati kebersamaan dan kehangatan mereka,walau sebelum berangkat ke Bali mereka sempat singgah dulu di rumahnya Aryanti satu malam dan di rumahnya Adrian satu malam memamerkan putri cantiknya dan melepas kangen sebelum keberangkatan mereka.
Seperti menyusuri jejak perjalanan bulan madu mereka yang diawali di rumah Aryanti juga di kamarnya Adrian dan sekarang mereka ada di pulau Bali pulau impian mereka,yang berbeda sekarang ada Alenia kecil di samping mereka,tapi tak menghalangi kemesraan mereka,dan benar saja ini seperti bulan madu kedua bagi pasangan Adrian dan Aryanti keduanya tenggelam dalam kemesraan suami istri sejak di rumah Aryanti maupun di rumahnya Adrian terlebih sekarang di kamar tempat tinggal barunya di Pantai Kuta Bali.
Adrian semakin panas mencium leher istrinya dan tangannya begitu nakal menjelajah semua bagian tubuh sensitif istrinya, Aryanti mulai membuka kancing kemeja suaminya satu persatu dan Adrian mulai membuka semua yang menutupi kepala istrinya dan membuka penutup badannya perlahan dan mereka telah berpandangan di atas tempat tidur sejenak Aryanti menengok dan memastikan putrinya yang tertidur pulas di ranjangnya dan Adrian semakin agresif begitu pula Aryanti seperti begitu haus akan belaian dan usapan serta ciuman ciuman panas suaminya,gigitan kecil begitu merangsang keduanya.
"Sayang seperti baru pertama kali aku menyentuhmu heee..."
"Ternyata kita bisa sepanas ini ya Mas,padahal kita bukan pengantin lagi heee...?"
__ADS_1
"Kenapa enggak sayang ? Kamu begitu menggodaku setiap waktu, Aku begitu kangen saat saat kamu begitu nakal di tempat tidur"
"Mas Aku juga begitu kangen saat saat seperti ini"
"Apalagi Aku sayang... Pokoknya kita bulan madu kedua dulu seminggu sebelum kita aktif kerja..."
"Nggak salah tuh Mas ?"
"Aku ingin puas puas dulu sama kamu menikmati tempat baru kita sayang..."
"Aaaah...Mas..."
"Sayang..."
Mereka menuntaskan gejolak hasrat asmara mereka dengan usapan,ciuman, belaian dan kecupan kecupan dengan rasa yang menggunung dan akhirnya semua terlentang dalam kelelahan di balik selimut,Adrian membelai kepala istrinya dan menciumnya dan Aryanti tersenyum penuh arti.
"Terimakasih sayang...muach" Adrian mendekap Aryanti yang berkeringat dan masih saling berdekapan.
"Heemght..."
"Apa Alenia anak kita mirip aku nggak ?"
"Emang harus mirip siapa ?"
"Tapi semakin besar sepertinya malah mirip adikmu Adel "
"Haaaaaaaa...ya mungkin kan darah aku sama Adel sama,tapi nggak lah secantik kamu pastinya tambah sedikit dari ganteng Aku jadi kecantikan Alenia sempurna...bidadari kedua setelah Mamanya"
"Wow... pujian yang membuat Aku sama Alenia melayang heee..."
"Mas tolong Baju Aku takut Dedek nya bangun kita belum pakai baju juga Aku mau lihat Bi Inah apa dia masih istirahat atau sudah berbenah"
"Nggak nambah lagi sayang ???"
__ADS_1
"Mas...masihkah Mas punya energi untuk itu ? dua malam berturut turut tambah lagi ini siangnya"
"Heee...kan ini bulan madu kedua kita" Adrian mengusap usap punggung istrinya yang belum memakai pakaian
"Masih banyak waktu Mas sayang....simpan energinya buat nanti malam, mau tidur apa bangun ? kalau mau tiduran sambil jaga Dedek ya...takut bangun aku mau berbenah pakaian saja dulu sedikit demi sedikit terlalu lama di koper jadi ringsek" Aryanti mencolek hidung suaminya dan beranjak turun dari tempat tidur.
"Ya sudah...aku istirahat dulu,biar malam nanti aku bisa menagihnya" Aryanti hanya tersenyum.
Aryanti keluar dan mendapatkan Bi Inah lagi beres beres bajunya, dan di masukkan ke lemari di kamarnya.
"Bi sudah istirahat belum, istirahat saja mumpung Dedek nya bobo"
"Nggak apa apa Neng Bibi sudah biasa,biar cepat beres semuanya,kopernya banyak banget,Bibi mah sudah selesai beresin yang mana dulu ini Neng ?"
"Punya Dedek Alinea aja dulu Bi tapi beresin saja di luar dulu,biar nanti tinggal nempatin di lemarinya ada Mas Adri lagi tidur di kamarnya"
"Iya Neng..."
Aryanti juga sibuk membereskan satu per satu koper,pakaian dirinya sama Adrian aja ada enam koper,baju kerja dan baju santai,belum sepatu sepatunya satu orang saja propertinya segitu banyaknya ini tiga anggota keluarga,apalagi Alinea walau masih batita tetap perlengkapannya begitu banyak.
Adrian sama Aryanti menempati satu vila keluarga di belakang Hotel utama yang tadinya di sewakan siapa saja yang menyewa tapi sejak Adrian sama Aryanti berniat tinggal dan mengelola Hotel di sini vila keluarga Surapraja itu di benahi dan di perbaiki,dan di lengkapi dengan perabotan lengkap untuk rumahtangga tinggal,termasuk ranjang mungil buat si cantik dan lucu Alinea,semua lengkap kamar pengasuh anak juga sampai peralatan dapur,Aryanti sama Adrian begitu puas saat menerima video lengkap huniannya sekarang,apa yang tidak bisa untuk keluarga Surapraja ? semua tinggal pencet tombol dan keluar perintah maka jadilah apa yang mereka idamkan satu vila peristirahatan pisah dari Hotel utama dengan tujuan lebih privasi,dengan tiga kamar tidur ruang tamu dapur dan kamar mandi.
Hidup dalam kenyamanan dan berlimpah materi tak membuat Aryanti hidup berlebihan tetap bersahaja,dan Adrian pun mengikuti alur dan gaya hidup sederhana Aryanti,walaupun tabungan dan depositonya begitu membengkak setelah Pak Surapraja membagi hibah pada anak anaknya Aset berjalan dan menghasilkan tentunya,Aryanti tetap membelanjakan uangnya sesuai kebutuhan buka sesuai keinginan,terkadang Adrian begitu heran belum pernah istrinya meminta sesuatu pada dirinya,mungkin dari hasil kerja dirinya juga lebih dari cukup.
Adrian bukan orang yang pelit bahkan di bilang sangat royal dengan uangnya,tapi setelah punya Istri semua begitu terkontrol,Adrian hanya memegang satu ATM saja dan itu juga jarang di gunakan,
sedangkan Istrinya Aryanti memegang beberapa ATM,baik tabungan pribadinya dari sebelum menikah juga tabungan bersama suaminya setelah menikah.
Aryanti terkadang tercengang melihat saldo di tabungannya, Dan tak pernah sedikitpun dulu membayangkan menjadi seperti sekarang ini,jangankan memiliki tabungan yang jumlahnya seperti sekarang ini bermimpi juga tidak berkhayal juga nggak dan membayangkannya saja seakan Aryanti tidak berani tapi pada kenyataannya sekarang dirinya ada dalam posisi ini seorang istri Adrian pemilik 2 hotel berbintang dengan aset sekian penghasilan bersih perbulan sekian, kalau sekarang penghasilan Hotel yang di Bali lagi merosot dan perlu pembenahan,apalagi sudah di benahi dan kembali melambung akan melambung juga angka nominal di tabungannya.
Itu baru dari aset hibah,belum nilai yang suaminya dan dirinya punya,perhiasan dan berlian, rumah dan kendaraan semua begitu bernilai tinggi,karena rumah terletak di jantung kota Bandung.
Aryanti berfikir uang di tabungannya mungkin sudah cukup buat membangun satu hotel lagi...
__ADS_1