
Bangun pagi hari minggu seperti hari hari biasanya,Aryanti memulai aktifitasnya bangun duluan bersih bersih diri di kamar mandi melakukan kewajiban sholat shubuh dan membantu Bi Inah beres beres rumah merapikan semua yang berantakan dan menyapunya,Bi Inah lanjut mengepel dan Aryanti bikin sarapan.
Aryanti membiarkan Adrian dan Alinea masih tidur,kalau nanti bangun sarapan pisang keju crispy sudah tersedia dan dirinya mau joging dulu di halaman Hotel saja,kalau ngajak Adrian biasanya suka malah siang habis waktu buat nungguin dan debat dulu,masih ngantuk lah...masih pagi lah...lagi nggak fit lah dan seribu alasan lainnya.
Aryanti sudah berpakaian setelan olahraga merah marun dan memakai sepatu sport, menengok kembali ke kamar dan mencium Alinea dan Suaminya yang tidur dalam keadaan berantakan dan tak beraturan, Aryanti tersenyum memandang keduanya dan menutup pintu perlahan,apalagi saat sekarang Alinea sudah nggak mau tidur di ranjangnya mungkin merasa di kerangkeng dan saat bangun nggak bisa turun jadi tidur selalu nimbrung sama Mama Papanya kadang Adrian suka cemberut walau tempat tidurnya big size tetap saja kalau tidur nggak beraturan juga di halang halangi guling menjadi sempit juga, Alinea sekarang kalau bangun tidur sudah bisa turun sendiri.
Aryanti pamitan dan titip pesan sama Bi Inah kalau dirinya mau berlari lari kecil di lingkungan Hotel saja dan kalau Alinea bangun duluan tolong di lihat saat turunnya dan ambil pangku keluar.
Bi Inah memandangi Majikannya yang keluar tanpa menutup pintu dan Bi Inah melanjutkan membereskan mainan Alinea yang tercecer dan Lego Lego ada di mana mana di kumpulin di kantongi jadi satu lagi di tempatnya,belum lagi puzzle puzzle kayu walau belum ngerti cara mainnya Alinea begitu suka dengan gambar gambar lucunya.
Hari menjelang siang begitu ramai kelihatannya orang di jalan raya di pagi minggu ini Aryanti hanya berlari lari kecil di halaman lanjut ke parkiran yang kosong Aryanti merasa seperti anak yang hilang mondar mandir saja di situ,lalu melihat ke jalan raya yang begitu ramai orang orang yang sama lagi joging sekedar jalan jalan atau sekedar cuci mata banyak kecengan atau pacaran juga asyik kelihatannya.
"Keluar Bu tuh banyak orang di luar kelihatannya ramai biar semangat olahraganya" seorang satpam yang jaga dari malam melihat Aryanti dan menyapanya hormat.
"Iya ya..."
Satpam membuka palang pintu dan ikut juga melihat jalan raya suasana pagi,dan Aryanti menghampirinya merasa ingin berbaur dengan yang lainnya dan Aryanti pun berlari berbaur dengan orang orang di jalan raya dan melambaikan tangannya pada Satpam yang mengangguk sambil tersenyum membungkukkan badannya pada Aryanti yang telah jauh berlari.
Begitu asyik dan nikmatnya Aryanti menikmati pagi dengan begitu ramainya orang orang di sekitarnya terasa kembali jiwa remajanya dulu yang begitu suka berolahraga, Aryanti merasa haus tapi meraba saku training nya nggak ada uang juga dirinya nggak bawa ponsel karena pikirnya hanya berlari dan joging di halaman Hotel saja.
Dan tiba tiba satu mobil memepetnya seseorang yang di kenalnya turun dengan senyuman lebar Aryanti terkesima sesaat dan sebelum sadar sepenuhnya Aryanti sudah bersalaman dan Pak Made Ardika dan tersenyum juga,Pak Made Ardika seperti menyemprotkan sesuatu di hadapannya, samar Aryanti mendengarnya entah itu ada hewan atau apalah di depan mukanya seakan mengganggu Aryanti, dan Pak Made Ardika mengusir hewan yang melintas di depan mukanya itu dan secara tiba tiba memberi air minum pada Aryanti yang memang lagi haus dan telah di buka.
"Minum sedikit saja untuk menghilangkan haus"
"Aryanti sadar setelah meminumnya dan Beristighfar menyadari kesalahannya,sadar akan kecerobohannya dirinya ada dalam Kungkungan orang yang ingin memilikinya Aryanti mau berlari dan berteriak tapi tangan kekar Made Ardika menariknya dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya dan seketika Aryanti pusing dan gelap semua penglihatannya dalam alam bawah sadarnya Aryanti dibimbing masuk ke mobil dan di dudukkan tetapi karena nggak ada tenaga akhirnya tidur di jok belakang,mobil pun berjalan entah kemana membawanya.
Datang Satpam satu lagi membawa dua kopi dari kantin ke post.
"Siapa yang kamu lihat tadi di luar sana ?"
"Ibu Bos mau olahraga"
__ADS_1
"Bu Aryanti ??? sama siapa ???"
"Sendiri..."
"Astaghfirullahaladzim...Dia itu dalam pengawasan apa kamu lupa ?"
"Oh ya Ampuuuuun...kenapa Aku begitu lupa ?"
"Ke mana Arahnya dia tadi berlari biar aku susul pake motor kita pastikan dia baik baik saja...jaga post jangan kemana mana sebelum Aku pulang dan jangan dulu lapor siapa siapa sebelum Aku menemukannya" Satpam satu menghidupkan motornya dan menuju jalan raya yang di tunjuk arahnya tadi.
Lama di tunggu ada kali setengah jam satpam pulang dengan wajah pucat pasi...Bu Aryanti tak ada tak menemukan jejak apapun sudah hilir mudik mencarinya kedua arah jalan... takutnya berlari berlawanan arah awal,orang orang joging mulai berkurang karena pagi beranjak panas dan siang.
"Sekarang kita pastikan dulu ke rumahnya takut sudah pulang tanpa kita ketahui,walau akses menuju ke Hotel hanya ini saja post Penjagaan Satpam"
Satu satpam berlari ke belakang ke tempat hunian Adrian dan Aryanti satpam menemui Bi Inah yang lagi menggendong dan menyuapi Alinea menjawab Ibu belum pulang Olahraga dari pagi tadi,Adrian yang habis mandi mendengar ribut ribut langsung keluar dan menatap Satpam yang begitu ketakutan dan gemetar.
"Ada apa ini ?" Adrian dengan nada penuh curiga.
"Tak ada bagaimana ini ??? bicara yang jelas !!!"
Satpam menceritakan kronologis kejadian dari mulai Bu Aryanti keluar dari Hotel dan berbaur dengan orang orang yang sama sama joging,di susul beberapa balik pake motor tak di temukan.
"Jangan mengambil dulu kesimpulan sisir kiri kanan jalan siapa tahu dia istirahat beli minum ! cari sekali lagi sisir sedetil detilnya,telephon komandan satpam masuk hari ini juga !!!" Adrian memberi instruksi dan Satpam tadi berlari ke depan lagi.
Adrian,lemas,gemetar,panik,
marah dan emosi tak tahu apa yang harus di lakukannya,Bi Inah sampai ketakutan dan gemetar memeluk Neng Alinea.
"Bi !"
"Ya Pak"
__ADS_1
"Ambil ponsel saya...!"
"Iya Pak..."
Buru buru Bi Inah masuk dan mencari ponsel Pak Adrian yang ada di meja rias kebetulan ada dua dan di bawanya dua ponsel sekalian sama milik Bu Aryanti.
Adrian menatap dua ponsel miliknya dan milik istrinya seakan tak percaya Aryanti tak membawa ponselnya,lalu mengambil dua ponsel itu dan masih dengan amarah yang sangat tinggi,nafasnya tersengal sengal dan kedua bibirnya di katup kan giginya gemeretuk.
Melihat ponsel istrinya tak ada pesan masuk juga panggilan nomor nomor lain yang nggak di kenalnya juga pada ponselnya sendiri sama tak ada pesan masuk juga panggilan dan lain lainnya.
Adrian menelephon Komang Putri, menelephon Pak Bharata dan menelephon Pak Daman dalam kepanikan dan rasa yang tak bisa di bayangkan,ini kejadian,saat semua sibuk,saat semua lengah dan orang lain memanfaatkannya.
"Bi Inah,Bawa Alinea ke dalam rumah jangan keluar kecuali orang yang masuk itu kenal, jangan keluar sebelum saya pulang,hidupkan ponsel Bibi takut saya nanti perlu"
"Ya Pak...Ada apa Pak ? saya jadi takut...Ibu kemana ?"
"Tadi pesannya seperti apa ?"
"Cuma pesan kalau Neng Alinea bangun ambil dan bawa keluar,kalau Bapak sudah bangun Ibu sudah bikin sarapan tinggal bikin minumnya saja,katanya Ibu cuma lari lari di.sekitar Hotel saja"
"Ya sudah semoga tidak terjadi apa apa jam berapa Ibu keluar ?"
"Jam enam Pak"
"Sekarang masuk jaga Alinea dan nanti ada Satpam yang jaga lagi di sini kunci pintunya"
Bi Inah masuk dan melihat Pak Adrian berjalan setengah berlari ke depan dan Bi Inah mengintip keluar dari balik kaca rumah sambil memeluk Alinea.
"Dedek kita berdo'a ya semoga Mamanya nggak kenapa kenapa..."
Alinea memandang Bi Inah dengan tatapan polosnya.
__ADS_1