Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Fantasi


__ADS_3

"Aku mohon jangan marah aku tidak apa apakan Bu Aryanti kan ?" Made Ardika mencoba menyentuh tangan Aryanti,tapi Aryanti menolak dan hanya ketakutan yang memenuhi hati dan fikirannya.


"Sekali lagi katakan apa yang Made inginkan,aku punya suami punya Anak yang aku tinggalkan apa Made tak merasakan semua itu ? sekarang keluarkan Aku dari sini kalau mau tebusan biar suamiku menebusnya !"


"Aku tidak mau uang,aku ingin ketenangan dan kedamaian dengan orang yang Aku sayangi dan Aku cintai,aku punya banyak uang,aku bisa membeli apa saja,tapi aku tak bisa membeli nyawa istriku dan dirimu Bu Aryanti...hiduplah bersamaku dengan tenang... Aku dan Aira hanya ingin merasakan hidup bersamamu Bu Aryanti entah itu satu hari dua hari seminggu atau sebulan,Aku ingin kebahagiaan itu...Aku memastikan diriku sehat aku tahu resikonya aku melanggar hukum,penculikan tapi tidak dengan kekerasan tapi dengan kasih sayang dan cinta kasih, Aku paling di hukum tiga bulan atau paling lama enam bulan tapi tak mengapa aku sudah memberikan kebahagiaan pada putriku yang sedang sakit merindukanmu Bu Aryanti"


Aryanti terhenyak mendengar penuturan Made Ardika semua itu bagi Aryanti adalah keinginan gila,bagaimana mungkin dirinya memberikan hidup dan kebahagiaan buat orang lain dengan meninggalkan keluarganya sendiri apa salah dirinya ? hanya karena dirinya mirip Istri Made Ardika ? sungguh ini semua tidak adil buat dirinya,dan hidup seperti apa dan bagaimana yang di inginkan Made Ardika ? sungguh Aryanti tak mengerti.


"Sudah istirahat dulu yang tenang jangan marah marah lagi juga jangan menangis lagi,mau makan apa ? ini sudah malam mau ganti pakaian ? mau mandi ? Ayo aku antar tapi jangan coba coba mencari jalan keluar karena tak akan menemukannya"


Aryanti tak mau itu semua,justru dirinya hanya ingin marah dan melampiaskan semuanya,ingin keluar menjatuhkan Made Ardika,membikinnya pingsan dan kembali pada keluarganya


"Aku mau ke kamar mandi !"


"Boleh ayo lewat sini...ini handuknya Aku pastikan ini baru belum pernah di pakai,aku begitu menghargai selera Ibu Aryanti dan gaya hidup sehatnya"


Aryanti tak menjawab hanya mengikuti Made Ardika yang membuka kunci dan memberi tahu kamar mandinya,sekilas Aryanti memandang Made yang berdiri tak jauh dari pintu kamar mandi dan Aryanti masuk lalu menguncinya,dalam kamar mandi Aryanti tak melakukan apa apa hanya diam dan berfikir sambil melihat sekeliling kamar mandi yang tidak ada akses keluar hanya blower di langit langit kamat mandi yang tinggi jauh tak terjangkau, semua serba tidak fokus...melihat sekeliling kamar mandi hanya keramik motif bunga saja,hanya buang air kecil cuci kaki dan mukanya Aryanti keluar lagi terasa dingin air dan udara di sini.


Made Ardika menunggunya di luar dan menghampiri Aryanti ketika keluar kamar mandi, Aryanti melihat sekeliling ruangan yang tidak terlalu terang dan Aryanti dengan kaki basah menginjak lantai yang licin hampir terpeleset karena matanya sibuk melihat lihat sekeliling ruangan itu dan dengan sigap Made Ardika menangkap dan menahan tubuh Aryanti dengan memeluk pinggangnya dan dada Aryanti begitu berdegup kencang ketakutan menguasainya... Aryanti sadar diri dan mendorong tubuh Made Ardika yang masih menahan pinggangnya,Aryanti berjalan dengan perasaan lain ke kamarnya dan Made Ardika mengarahkan kembali Aryanti masuk ruangan tadi dengan memberi jalan.


Masih terngiang di telinganya saat dirinya mau jatuh Made Ardika membisikan kata kata yang membuat jantung Aryanti hampir copot,dan memandang Made Ardika sejenak,entah itu sengaja atau keceplosan saja.


"Hati hati sayang..."

__ADS_1


Kata kata yang keluar dari mulut Made Ardika bukan kata kata orang sakit tapi itu kata kata penuh perhatian,apa begitu kata kata penculik ? apa begitu kata kata orang yang mau menyakitinya ? apa begitu kata kata orang yang mau memeras keluarganya ? sungguh semua ini tak di mengerti Aryanti.


Aryanti masuk ke ruangan tadi yang masih berantakan dan duduk di ujung tempat tidur sambil mengelap kali tangan dan mukanya semua dalam pandangan Made Suardika.


"Sekarang makan ya,katakan Bu Aryanti mau makan apa ?" Aryanti hanya diam tak ada guna ngomong apapun Aryanti mulai menangkap sinyal dan harus memanfaatkannya,perutnya terasa lapar melilit dari pagi buta belum makan apapun kecuali air minum di gelas tadi"


"Aku mau makan apa saja asal jangan ada racunnya !"


"Haaaaaaaa...begitu dong jangan mempersulit dirimu sendiri,masa Aku meracuni orang yang aku cintai ?"


"Jangan banyak omong kosong sekarang Aku mau makanan !"


"Dengan senang hati Bu Aryanti..."


Cukup lama juga Aryanti menunggu makanan yang di inginkan nya,melihat keluar begitu gelap dan sejauh mata memandang di danau sana kerlip lampu terhalang angin yang menerpa pepohonan,Aryanti merenungi apa yang terjadi dan yang menimpanya saat ini teringat Alinea putrinya juga Suaminya Adrian dan Bi Inah mungkin semua dalam kepanikan dari pagi sampai kini hari sudah malam tapi entah jam berapa ini...


Apa Alinea tidak rewel atau anteng anteng saja ? Mas Adrian Aku baik Baik saja di sini... sungguh Aryanti tak ada yang bisa di lakukan saat ini selain pasrah dan berdoa walau dalam hatinya,sambil tetap mencari jalan keluar terbaik dan Aryanti pun belum mengerti maksud dan tujuan Made Ardika yang sesungguhnya hanya baru menangkap sedikit saja dari pembicaraan mereka karena Aryanti penuh dengan perasaan marah.


Tak bisa di pungkiri rasa takut berduaan dengan orang yang sebenarnya hanya kenal beberapa kali ketemu seorang laki laki dewasa dan dirinya seorang perempuan di satu ruangan...tapi kenapa tidak dari awal awal selagi dirinya pingsan karena pengaruh obat bius Made Ardika kalau mau melakukan perbuatan tercelanya ? Aryanti meraba seluruh tubuhnya masih seperti awal awal dirinya dandan tak ada yang berubah juga meraba bibirnya apa Made Ardika menyentuhnya ?


Aaaaaah...semua bayangan jelek ada di benaknya,tapi Aryanti berusaha menghibur dirinya sendiri kalau dirinya harus tetap sehat harus semangat dan bisa berpikir positif dan yang harus dilakukan seseorang yaitu harus makan.


Datang Made Ardika dengan nampan besar berisi makanan dan minuman menggunakan troli meja dorong dan meletakkannya di depan Aryanti yang duduk di ujung tempat tidur.

__ADS_1


"Makannya mau di mana ? di situ saja ?"


Aryanti tak menjawab hanya memandang makanan dan minuman yang tersedia di hadapannya,dan Made Ardika mengerti.


"Oke makanan ini steril mau yang mana pilih saja,untuk meyakinkan Bu Aryanti saya juga akan memakan makanan ini"


Tanpa pikir panjang lagi Aryanti mengambil satu piring spaghetti yang begitu menggiurkan bagi perutnya yang telah keroncongan dari tadi,memakannya dengan lahap,Made Ardika memandangnya sambil tersenyum dan menyodorkan tissue ke dekat tangan Aryanti.


"Pelan pelan makannya...kalau kurang kenyang boleh minta tambah lagi"


Aryanti hanya diam sambil makan tak memperdulikan tatapan dan omongan Made Ardika,serasa tak berguna yang di inginkan dirinya sekarang hanya makan dan mengumpulkan tenaga dan fikirannya kembali,untuk bisa berfikir harus punya tenaga,dan untuk bisa ada tindakan juga harus ada tenaga juga,mau marah marah juga harus ada tenaga...


Made Ardika seperti senang Aryanti menghabiskan porsi makannya dan menawarkan kembali bagiannya tapi Aryanti tak menjawab dan menyudahi makannya dengan minum air yang ada di depannya.


"Kalau Bu Aryanti sudah makan baru sekarang Aku yang makan, Aku selalu memastikan orang yang aku cintai makan dulu"


"Hentikan omong kosong dan fantasi mu Made ! Aku bukan istrimu kita tak ada hubungan dan kaitan apa apa !"


"Aku tahu tapi aku salah mencintai ?"


"Jelas salah ! salah besar malah tak ada yang bakal membenarkan di belahan dunia manapun menculik istri seseorang menculik Ibu dari anaknya !"


"Jangan emosi dan marah marah dulu biarkan Aku selesai makan dulu nanti Aku jelaskan !"

__ADS_1


__ADS_2