
Ibu Handayani menggendong cucu kesayangannya, Mamanya Aryanti menjinjing tas peralatan bayi,Adrian membimbing Aryanti yang berjalan pelan jauh di belakang Ibunya,dan Pak Agum menjinjing tas peralatan dan pakaian Aryanti,sudah seperti rombongan saja semua punya peran masing masing dan semua atas nama cinta dan sayang pada anak menantu dan cucu.
Adrian membimbing Aryanti menuju tempat tidur yang tidak memakai ranjang menjadi lesehan kasur di gelar di lantai demi kenyamanan semuanya mengingat ruangan yang tidak terlalu luas hanya bungalo untuk satu keluarga kecil,tempat tidur bayi dari rotan dengan ayunan yang begitu lucu siap menampung penghuni baru Baby Alinea yang masih di gendong neneknya Ibu Handayani.
"Selamat datang sayang di tempat kita,jangan rewel ya...biar Mamamu bisa istirahat" Adrian mendekati putri kecilnya yang nangis oe oe...di pangkuan neneknya.
Tapi Bayi Alinea malah nangis kenceng dan meronta kecil.
"Mas coba bawa ke sini mungkin haus" dan Adrian menggendongnya dengan hati hati lalu menyerahkannya pada istrinya.
Mulai malam tadi Bayi mungil itu sudah bisa belajar menyusu dan Aryanti begitu menikmati peran barunya sebagai Mama baru,dan pengalaman pertamanya,dengan di bantu Adrian, Aryanti mencoba memberi asi pada Bayinya dan di ambil dari gendongan Ibunya.
"Rupanya haus ya sayang... sepertinya belum banyak asi nya Mas jadi Dedek nya nggak kenyang"
"Iya mungkin,ayo coba lagi biar dia tenang..."
Aryanti membalikan posisi bayinya dan mulai memberikan asi yang masih sangat eksklusif itu dan bayinya mulai menemukan yang di inginkannya lalu mulai tenang dan menyusu lama sampai tertidur kembali,Adrian menyaksikannya sambil jongkok dan mengusap usap kepala bayi dengan rambut halusnya,datang Mamanya Aryanti.
"Bobo lagi ya...? sini Mama tempatin di ayunannya…harus di ingat ya bayi itu menangis karena merasa nggak nyaman, baik haus,lapar atau sakit ada yang di rasa,atau juga pipis maupun pup semua tangisan adalah pemberitahuan buat kita,terkadang pola kebiasaannya berbalik sama orang dewasa malam mungkin dia terjaga dan malah main siang bisa seharian tidur"
"Iya Ma..." Aryanti sama Adrian pada mengangguk.
"Nanti juga semua berjalan mengikuti rutinitasnya,awalnya semua suami istri juga belajar,dan belajar itu jadi pengalaman yang sangat berharga,semua alami mengikuti kebiasaan,semua Ibu dan Bapak di pintar kan sama anaknya,anak pasti memberi pengalaman baru dan pengetahuan baru"
Aryanti tersenyum selalu nyaman saat di dekat Mamanya juga merasa tenang dengan wejangan wejangannya,orangtua yang sarat pengalaman selalu penuh dengan kehati hati an dalam melakukan apapun.
"Kalian harus bersiap siap menghadapi ke rewelan anak,saat sakit bisa dua kali lebih rewel,begadang tiap malam sudah menjadi kebiasaan orangtua baru,atur waktu agar kalian berdua bisa istirahat dan jangan sampai sakit,jangan sampai mengganggu ke pekerjaan,kalau bisa gantian tidur salah satu saat bisa,dan anak bisa tidur merupakan ketenangan luar biasa bagi orangtuanya"
__ADS_1
"Iya Ma terimakasih berbagi pengalamannya..." Adrian bangkit karena di panggil Ibunya yang duduk di depan sudah bersama Pak Surapraja.
"Bobo Dedek nya ?"
"Iya Bu tadi nangis mungkin haus"
"Bapak sama Ibu tidak akan lama di sini karena banyak urusan, yang penting sudah selamat sehat semuanya,juga istrimu semoga cepat pulih"
"Iya Pak..."
"Jaga anak istrimu baik baik soal pembicaraan kemarin kalian yang ingin pindah dan hijrah ke Bali nanti di urus team management,dan itu juga akan di kaji ulang sampai kalian benar benar siap,juga cucu Bapak sudah agak besar sedikit dan istrimu sudah benar benar pulih dan bisa beraktifitas membiasakan diri di rumah dan di pekerjaan"
"Iya Pak terima kasih..."
"Secepatnya mencari orang yang bisa membantu pekerjaan istrimu di rumah Nak dan menjaga juga mengasuh bayinya" Bu Handayani menegaskan.
"Apa tidak lebih baik dari Yayasan penyalur tenaga kerja biar orang yang terlatih ?"
"Saya sama Aryanti sudah mempertimbangkannya Bu satu Yanti nggak mau anak yang masih muda ingin sepantaran Bi Ani lah yang sudah pengalaman juga ingin orang yang tahu sehari harinya Linda tahu orangnya, tahu tempat tinggalnya dan seandainya kami ke Bali pindah akan di bawa juga dan orangnya juga siap"
"Ya mungkin Dek Aryanti lebih selektif dalam memilih yang terbaik"
"Kapan Bapak sama Ibu pulang hari ini juga ?"
"Ya nanti sorean, Bapak mau menggendong dulu cucu Bapak,juga Ibumu masih kangen sama cucunya,sebenarnya masih mau lama di sini barang beberapa malam lagi tapi Pak Daud ada yang kelihatannya penting,justru Hotel yang di Bali itu semakin merosot saja,jadi perlu pengkajian ulang dan mengirim orang ke sana Made Ardika kelihatan semakin ngawur saja beberapa tahun ini"
"Sebenarnya ada baiknya seandainya Kamu sama Dek Aryanti di tempatkan di sana apalagi Dek Aryanti menginginkannya tak masalah banget,kemungkinan Made Ardika di curiga ada kebocoran dana menurut investigasi awal yang di lakukan management, harus di cek secara menyeluruh kalau perlu pembaharuan management total"
__ADS_1
Adrian mulai berfikir berarti ada yang nggak beres,tapi kelihatan Made Ardika sebagai pimpinan baik baik saja,tapi semua kebaikan dan penampilan bisa menipu...ada apa sebenarnya Adrian ingin segera tahu permasalahannya.
"Persiapkan dulu segalanya dengan matang,sekali diambil keputusan jelas akan melibatkan orang lain,yang mengganti Pimpinan dan Dek Aryanti di sini harus di siapkan,juga Management akan menempatkan Made Ardika di mana mungkin di beri penawaran dulu seandainya mau, kamu membawa anak istri ke sana jauh dari orangtua dan mertua dengan anak yang masih kecil... keinginan Bapak sama Pak Daud tunggu investigasi dulu sampai clear masalahnya dan cucu bapak kira kira tiga bulan boleh kalian mengambil keputusan"
"Iya Pak kami nggak masalah, cuma kami ingin tahu hasil dari team management yang menjadi merosot nya rating The Praja Hotel dan Restourant Kuta Bali"
"Tentu karena akan menjadi pembelajaran bagi setiap pengelola Hotel khususnya yang ada di bawah management The Praja Hotel dan Restourant Group"
"Saya ingin memberikan sesuatu yang istimewa buat Yanti,Dia menginginkan tinggal di Bali,saya berjanji ingin merealisasikannya sebagai kado kelahiran putri kami,dan ingin menuangkan ide idenya yang Dia sudah rancang dari sekarang"
"Itu bagus dan nggak ada salahnya,bekerja itu jenuh bertemu dengan orang setiap hari dengan itu itu juga, menjalankan rutinitas yang sama setiap hari seperti nggak ada tantangan,Dek Aryanti orang yang tak pernah berhenti berfikir kita tunggu inovasinya nanti di Bali,cuma satu kesalahannya kita akan kangen sama Alinea kecil cucu kita kalau jadi jauh ya Bu...?" Bu Handayani mengangguk mengiyakan.
"Heeee...kan Bapak sama Ibu bisa ke sana setiap waktu,sambil bulan madu lagi..."
"Bapak sama Ibu kan sudah tua mudah capek,inginnya istirahat, maunya kalian tinggal di Bandung di rumah kita setiap saat kami bisa jagain dan main dengan cucu,tapi ya... semua belum kesampaian kalian masih keluarga muda wajar masih banyak keinginan dan juga ambisi yang ingin kalian realisasikan dan juga kaya akan ide-ide yang masih segar jadi biarlah sampai kalian merasa bosan dan ingin kembali ya bapak sama Ibu akan bersabar"
Adrian dan Pak Surapraja ngobrol di depan itu Aryanti juga mendengarkan walaupun tidak 100% ketangkap tetapi Aryanti bisa menyimpulkan dari isi obrolan Adrian suaminya bersama Pak surapradja juga Ibu Handayani di sofa ruang tamu.
Aryanti ingin segera sehat dan pulih lagi beraktifitas kembali sambil Aryanti ingin mengurus anaknya dengan tangannya sendiri dan juga pekerjaannya yang tertinggal dari kemarin tidak terbengkalai.
"Bu ambil dulu cucunya Bapak mau gendong dulu sebelum kita pulang"
Bu Handayani berdiri diikuti Adrian, Aryanti lagi melipat pakaian dan membereskan baju baju bayi sambil duduk ber selonjor kaki di atas kasur.
"Dek Aryanti Ibu ambil dulu si cantiknya ya katanya Kakeknya mau gendong dulu sebelum pulang"
"Iya Bu..."
__ADS_1