Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Menagih janji tiga hari yang di janjikan


__ADS_3

Begitu tanpa beban Aryanti tenggelam dalam kesibukannya menikmati semua pekerjaannya seakan tak ada yang susah bagi dirinya selalu ada jalan keluar di setiap permasalahan nya begitu juga semua orang kalau semua orang mau berusaha seperti dirinya...


Adrian yang memandang dan memperhatikan dari ruangannya dari balik pintu yang terbuka menatapnya lekat lekat wajah yang selalu ada di hatinya dan begitu dirinya rindukan yang satu bulan lebih tak di sentuhnya... wajah Aryanti memang kelihatan dari samping tapi Adrian melihat semua gerak geriknya walau dari kejauhan.


Ini hari ketiga yang di janjikan istrinya ya ya.... hari ketiga Adrian tak salah lagi Adrin benar benar menghitungnya dan menunggunya, Adrian mau memanggilnya dan masuk ke ruangannya tapi kelihatan istrinya masih sibuk dan Komang Putri bolak balik ke mejanya.


Adrian hanya tersenyum dan akan sabar sampai saatnya tiba dan dalam khayalnya semua sudah tergambar dan terbayangkan...berpandangan dalam senyum dan kerinduan, mendekapnya dengan penuh perasaan aaaaaaah... kenapa Aku tidak membantunya ? biar semua cepat selesai...


Adrian keluar menghampiri meja Aryanti dan mengusap punggungnya.


"Ada yang bisa Aku bantu sayang ?"


"Eh Mas...sudah selesai dikit lagi nih.. semua hampir selesai tinggal mengantar berkas ini saja pada panitia rapat sudah di setujui tinggal tanda tangan saja"


Adrian mengangguk,dan duduk di kursi sebrang meja Aryanti dengan senyum penuh sejuta tanda tanya.


"Sepertinya grafik pencapaian kita di bulan ini bukan naik lagi Mas tapi melonjak,heeee..."


Aku nggak perduli apapun itu grafik,naik,melonjak,tak menarik lagi... Aku tak begitu fokus akan semua itu...biar management yang mengurusnya,Aku hanya ingin bibir yang lagi bicara itu begitu dekat di bibirku dan tak bicara lagi.


"Hai...Mas bengong aja pasti lagi mikir jorok ya...denger nggak Aku bicara ?" Adrian hanya senyum.


"Mau Aku traktir makan seafood di luar ?"


"Enak juga kedengarannya... boleh banget Mas...juga tumben amat ada apa nih...? perasaan bukan tanggal tanggal ada yang ulang tahun..." Aryanti mengernyit kan keningnya sambil memutar mutar badannya di kursi kerjanya.


"Aku mau menagih janji menunggu tiga hari yang kamu janjikan...apa kamu ingat itu"


"Oh itu...haaaaaaaa Mas...Mas dari kemarin juga sudah selesai Mas saja yang tak peka...Aku menunggu dari semalam di kira Mas masih jaim jaim cuek tapi ketahuan butuh...atau juga belum ngasih gratifikasi dulu sama istrinya ya ?"


"Apa ??? Kamu ini tega ya ! orang menghitung hari detik demi detik..."


"Haaaaaaaa...Mas ini lucu seperti lagu diva Indonesia saja..."


"Sekarang masuk ruangan ku...Aku ada perlu !"


Adrian seperti marah dan masuk ke ruangannya duluan dan Aryanti masih saja tertawa sambil berdiri mengusap usap pakaiannya bagian belakang dan masuk ke ruangan pimpinan.

__ADS_1


Adrian duduk di sofa dan Aryanti masuk mengetuk pintu dulu dan duduk di samping suaminya, Adrian bangkit menutup pintu dan menguncinya Aryanti hanya tersenyum.


"Kamu jadi orang tak pengertian sedikit juga dan tak punya perasaan,memainkan orang begitu saja...kamu faham nggak sih ?" Aryanti mengerutkan keningnya tak mengerti,tapi sebelum bertanya lagi Adrian sudah menutup mulutnya dengan mulutnya dan menciumnya dengan kasar dan lama lama semakin lembut dan dengan perasaan...


"Aku menunggumu sayang kamu malah tenggelam dengan kesibukan dan semua pekerjaanmu tak pedulikan Aku"


Aryanti mengerti sekarang...


"Mas nanti juga kan ada saatnya...Aku memang lagi sibuk mengurus semua administrasi rapat yang baru berjalan"


" Cukup Aku nggak mau nanti Aku maunya sekarang"


"Mas nanti saja...di rumah jangan kayak kesurupan gitu sekarang Aku masih ada pekerjaan dan Aku lapar banget mau makan dulu Aku janji Aku pulang siang sudah itu mau ngapa ngapain juga boleh...atau kalau boleh kita kita berdua lagi ke Hotel yang waktu hari itu"


Adrian melepaskan pelukannya dan duduk kembali.


"Banyak banget alasan..."


"Kalau nggak sabar ayo kita pulang sekarang...di rumah juga ada Anak ada Bi Inah nggak enak juga...ya sudah kita makan saja dulu katanya mau traktir Aku"


"Nanti gampang Aku traktir orang satu Hotel semuanya"


"Ayolah kita makan dulu Mas...sepertinya Aku butuh asupan protein tinggi heeee..."


Sekali lagi mereka berpelukan dan berciuman,Adrian tak melepaskan lagi istrinya... dengan sedikit agak kasar mulai tangan nakalnya berkeliaran tak mengenal rambu rambu,Aryanti membayangkannya begitu merinding tapi begitu suka dan menantinya...


"Aku kangen banget sayang..."


"Aku juga sama Mas..."


"Kenapa harus menunggu nanti ?"


Adrian tak sabar lagi dan membuka semuanya dan Aryanti tak berdaya hanya mengikuti keinginan suaminya...semuanya terjadi di situ lampu ruangan mati suasana begitu senyap,Aryanti begitu merinding melihat begitu berhasrat nya suaminya tapi begitu ingin merasakan kenikmatan itu yang sama dirinya juga begitu mendambanya.


Semua berserakan sepatu dan segala yang menempel di tubuh mereka tanggal hanya ada rintihan kecil Aryanti yang semakin memacu semangat Adrian dan suara nafas mereka yang begitu tak beraturan...


"Aku bisa gila kalau harus menunggu lebih lama lagi sayang..."

__ADS_1


Aryanti tak menjawabnya sibuk dengan menikmati kegagahan suaminya dan memejamkan matanya merasakan kenikmatannya sendiri.


Adrian begitu puas melihat istrinya terkulai kecapaian semua telah terobati... dahaga yang selama ini begitu mengganggunya dan bikin semuanya nggak fokus semua fikirannya, hanya istrinya yang bisa menjadi obat semua galaunya.


"Di sediain kamar VIP dan view yang begitu indah juga harga yang fantastis malah nggak di pakai sama sekali...akhirnya semua berakhir di sofa kantor"


Adrian mengecup kembali dada istrinya yang masih terbuka... dan Aryanti membiarkannya terbuka.


"Kenapa hemght...capek ? senang ? puas ?"


Adrian menyodorkan pakaian istrinya sambil tersenyum,dan Aryanti masih saja diam.


"Untung sofa nya gede dan panjang, sepertinya perlu di fikirkan memasang tempat tidur single di sini"


Aryanti masih diam sambil memakai kembali pakaiannya, dan Adrian meliriknya.


"Kamu marah ya sama Aku ? atau jangan jangan kamu minta nambah ? tenang sayang nanti malam masih panjang"


Adrian merasa heran melihat istrinya tak seperti biasanya, diajak bercanda juga tak merespon nya hanya diam tak ada komentar dan bicara apapun.


"Hai...serius kamu marah ? atau kamu sakit sayang ? Aku minta maaf ya sudah maksa kamu memang benar Aku nggak sabaran orangnya...oke sebagai gantinya dan permintaan maaf Aku mau kasih apa saja yang kamu mau..." Adrian sekali lagi mencium dada istrinya sambil memegang dagunya.


"Aku lapar aku mau makan,dari pagi aku belum sarapan keburu sibuk,katanya mau traktir semua rekan kerja tapi Aku tunggu tunggu belum ada buat apa Aku juga ngasih tahu Mas ? Mas juga nggak peka pada janji sendiri"


"Oh itu maaf Aku kelewat kangen sama kamu sayang jadi nggak fokus pada apapun...ayo kita jadiin sekarang tinggal pesan datang panggil semua teman dan rekan jadi kita makan makan..."


"Lihat ini jam berapa,jam makan siang sudah kelewat,semua orang sudah makan kecuali kita,yang sibuk mengunci diri di dalam sini "


"Oh ya ampuuuuun...kok bisa lupa segalanya ya....heeee maaf sekali lagi ya sayang ayo kita aja dulu yang cari makan, besok kita umumkan dari pagi biar mereka nggak makan siang dulu"


Adrian menunggu Aryanti berpakaian...begitu banyak pernak pernik yang di pakai perempuan,semua di pakainya dan harus kembali seperti semula dengan rapi,Adrin mengambilkan sepatu istrinya dan menyimpan di dekat kakinya yang terakhir di pakai ya sepatu itu mereka lalu keluar dan Aryanti masih berkaca di meja kerjanya...sekali lagi Adrian menunggunya...memang benar menunggu perempuan itu harus sabar dan banyak mengalah...


Akhirnya mereka makan di Restourant itu itu juga karena Aryanti begitu lapar dan Adrian hanya tersenyum melihat istrinya makan.


"Sepertinya Aku mau pulang habis makan Mas...nggak enak mau mandi"


"Oh nggak apa apa aku juga mau pulang capek mau istirahat"

__ADS_1


Aryanti memandang suaminya yang menurutnya ikut ikutan saja.


"Capek apa mau nambah capeknya ?" Aryanti meledek Adrian yang tertawa di sampingnya, mereka tertawa berdua.


__ADS_2