Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Sisi jail


__ADS_3

Sepanjang jalan menuju cafe Aryanti berfikir apa ya kira kira keperluannya Pak Habil sore sore gini datang,apa iseng apa ada perlu apa memang hanya main saja ?


Aryanti menghampiri Habil yang sudah duduk di salah satu meja, Habil berhenti memainkan ponselnya dan tersenyum menyambut Aryanti yang juga tersenyum ke arahnya sambil duduk bersebrangan dengan Habil,Aryanti tahu mata Habil memandang menyapu bersih ke semua yang ada di dirinya,tapi Aryanti seolah biasa saja,karena tak ada hati dan tak terbuka celah sedikitpun untuk di masukin nya.


"Bu Aryanti gimana khabarnya ? kelihatan segar banget habis olahraga heee...kedengaran dan kelihatannya semakin bergaung dan melesat saja haaa..."


"Seperti biasa saja Pak Habil, semoga bukan hanya kabarnya saja yang semakin membaik dan membaik,tapi harapannya memang ingin seperti itu"


"Begini Bu Aryanti,maaf ya ini di luar jam kerja karena saya kebetulan tadi lewat ke sini,saya mendengar inovasi dan gebrakan The Praja Hotel yang begitu penuh inovatif,saya mau kerjasama semoga saling manfaat,seandainya ada tamu rombongan ke Hotel saya yang ingin memanfaatkan outbound saya ingin melimpahkannya kepada The Praja Hotel di sini untuk kegiatan outbound nya kira-kira bagaimana Bu Aryanti ?"


"Oh itu, boleh boleh kita bermitra dengan siapa saja,tapi sampai sekarang outbound kami belum siap pakai Pak Habil mungkin memerlukan waktu 1 sampai 2 minggu lagi atau jauhnya sampai bisa stabil segalanya siap satu bulanan lagi..."


"Nggak masalah karena kan saya juga bukan untuk memakai jangka pendek sekarang sekarang ini, juga belum ada peminatnya sampai sekarang, cuman dari kemarin-kemarin ada aja panitia tamu-tamu tour anak-anak sekolah yang menanyakan ada fasilitas outbond nya nggak Pak ? nah.... jadi untuk selanjutnya semua yang memerlukan fasilitas outbound tidak akan terlewatkan"


"Kurang lebih delapan puluh persen selesai sampai sekarang, apabila semua lancar Insya Allah selesai tepat pas tahun baru dan bisa dimanfaatkan secara maksimal"


"Bisa saya melihat lokasinya Bu Aryanti, dan untuk menjadi bahan referensi saja terhadap tamu-tamu saya nantinya"


"Boleh boleh Pak Habil..."


Aryanti harus putar otak bagaimana caranya agar dirinya tidak menjadi bahan kesalahpahaman dengan siapapun terlebih bersama Adrian dan permasalahan ini harus diketahui sama Pak Edi, Aryanti tahu Pak Edi itu mata dan telinganya Adrian,mungkin hanya di kamar mandi dan tidur saja yang tak di ketahui sama Pak Edi tentang dirinya.


"Saya pesan dulu minuman tunggu sebentar ya..."


"Oh iya,silahkan"


Aryanti bangkit menuju ke office tapi di office tidak ada siapa-siapa kecuali Linda yang lagi beres-beres mungkin mau pulang.


"Linda apa Pak Edi sudah pulang atau belum ?"


"Sepertinya sudah pulang Bu emangnya ada apa ?"


"Linda kalau Pak Edi sudah pulang tolong kamu jangan pulang dulu temenin saya mengantar Pak Habil lihat lokasi outbound untuk referensi dia terhadap tamu tamunya dia menawarkan kerjasama terhadap Hotel kita"

__ADS_1


"Oh boleh Bu ,ayo sekarang ?"


"Tapi tolong dulu ya Linda Pak Habil belum dikasih minum kamu pesenin sekalian ya ntar samper saya di cafe"


"Iya Bu"


Aryanti mencari seorang satpam di post mengajak menemani nya juga,sesuatu yang tak mungkin dirinya berjalan berdua bersama Habil Itu sudah pasti menjadi bahan kesalahpahaman antara dirinya dengan Adrian, walaupun Adrian jauh di seberang sana tapi Adrian punya banyak mata di sini dan itu diakuinya entah mata siapa entah telinga siapa yang pasti Aryanti meyakini itu,dan yang terang-terangan menyatakan itu adalah Pak Edi sendiri dan yang lainnya entah siapa lagi Aryanti tak tahu.


Aryanti berjalan duluan menuju cafe dan tak lama Linda juga menyusulnya datang dengan membawa 2 minuman gabung di satu meja,sebelumnya semua sudah pada kenal jadi mereka ngobrol dengan akrabnya


"Linda minumannya Kok cuman 2 kamu mana minumnya ?"


"Udah Bu saya udah minum dari tadi lagian kan sebentar lagi juga saya mau pulang"


"Silahkan diminum Pak Habil..."


"Oh iya terimakasih"


Seorang satpam sedang menunggu di depan menunggu mereka tetapi Aryanti santai saja biar tamunya minum dulu.


"Ya seperti itulah organisasi naik turun, pertemuan paling sebulan sekali untuk mengikat semua anggota paling ada arisan terkadang itu juga kumpul di tiap bulannya itu gantian tidak harus di sekretariat Apakah di The Hotel siap menjadi tuan rumah pertemuan selanjutnya ?"


"Boleh boleh tapi saya harus ikut dulu pertemuan satu kali biar melihat tata cara orang, penyambutannya,cara menjamunya mengadakan acaranya seperti itu"


"Simpel saja Bu Aryanti,aula sama konsumsi saja,udah itu udah jadi... ngobrolnya yang panjang dan lama heee..."


"Ya ya ya...,ayo Pak Habil keburu ke sorean banget kita lihat lokasinya"


Mereka berempat berjalan lewat samping Hotel yang sudah berubah menjadi taman taman dengan pohon dan bunga bunga,juga jalan yang di design sebegitu rupa,ada undakan ada yang lurus juga ada yang setapak setapak dengan sekat rumput yang mulai tumbuh.


Dan sampailah di belakang dan Area yang begitu luasnya terbentang dengan penataan yang sangat terprogram walau belum selesai seratus persen,tapi kelihatan proyek ini bukan tanpa perencanaan yang sangat matang, dan tanpa program dari segi fasilitas dan juga budget pasti ini menelan biaya yang lumayan,Habil merasa kagum terhadap apa yang ada di depan matanya dan terlebih kepada Aryanti sebagai pengelola nya.


Kekaguman Habil semakin bertambah kepada Aryanti setelah melihat kinerja dan hasil dari sebuah ide-idenya yang dituangkan kedalam semua program inovasi Hotel yang tiada henti, semua menyiratkan ambisi yang sangat disukainya,menjadikan hasil dari pemikiran terbentang di depan mata mereka,apalagi sudah berjalan optimal semua akan terlihat nyata.

__ADS_1


Betapa inginnya Habil berpartner dengan Aryanti sebagai partner kerjanya dan lebih jauh juga begitu mendamba Habil untuk bisa berpartner menjadi teman hidupnya, pesona Aryanti telah mengikatnya telah menariknya,untuk jauh lebih kenal dekat dan mengetahui statusnya.


Setiap ada kesempatan ingin selalu dimanfaatkan untuk bertemu melihat dan mendengar suaranya itu selalu dicari alasan sekecil apapun dan kepentingan yang tak begitu penting di anggap merupakan suatu kesempatan bagi Habil.


"Luar biasa pencapaiannya Bu Aryanti,semoga lancar dan sukses pengunjungnya,dan menjadi motivasi buat hotel-hotel lain agar semakin maju lagi"


"Terima kasih Pak Habil, Aamiin... seperti itulah harapan saya juga"


"Saya tunggu kehadiran Ibu Aryanti pertemuan bulan ini terakhir sebelum tahun baru PHRI Kabupaten Pangandaran nanti akan saya daulat Bu Aryanti biar menjadi motivator muda di bidang Perhotelan"


"Waaaah...jangan Pak Habil,aku belum siap,aku kan anggota baru malah nggak akan datang lho kalau sudah di beri posisi tanpa persetujuan saya haaaa..."


"Ya ya ya pokoknya saya tunggu"


Mereka berkeliling melihat secara acak semua wahana yang ada ada yang selesai ada yang masih berapa persenan.


Setelah capek mereka berhenti dan duduk di salah satu bangku bangku peristirahatan yang seperti halte-halte begitu sengaja untuk beristirahat atau membuka juga memasang peralatan pengaman nantinya setelah meluncur atau yang lain lainnya


"Begitu santainya sore malam minggu begini Bu Aryanti?" Habil mulai menelisik.


"Ya beginilah Pak Habil mau kemana lagi dan memang mau di mana lagi ? di sinilah tempat saya,sudah ada semuanya olahraga mau refreshing karaokean juga ada, sengaja saya bikin komplit agar malam minggu saya tidak kesepian heeee..."


"Ah masa segitunya Bu Aryanti,kalau memang mau jalan jalan ke luar saya siap dengan senang hati mengantar, sekali-kali ayolah keluar melihat sudut sudut Pangandaran lainnya keluar dari rutinitas kita menghirup udara pantai mungkin..."


"Iya Pak Habil terimakasih banyak lho penawaran nya, mungkin lain kali saja heee..."


"Saya begitu menunggu lain kalinya itu Bu Aryanti,kalaupun Bu Aryanti berubah fikiran lain kalinya di rubah menjadi kali ini saja dan malam minggu ini juga saya senang sekali bisa mengajak Bu Aryanti keluar haaaa..."


"Maaf Pak Habil saya sudah punya janji mau karaokean malam ini sama teman..." Aryanti mau tahu seberapa punya keberanian orang ini suka pada dirinya.


"Wah wah wah...menyenangkan juga tuh,tapi sayang Bu Aryanti sudah janji duluan,kalau suatu saat belum ada janji boleh juga kita bikin janji suatu waktu nanti ?"


"Heeee... boleh boleh saja Pak Habil,nanti malam juga kalau mau Pak Habil tinggal reservasi aja dulu cuma nggak bareng sama saya heee...

__ADS_1


Linda yang nungguin Aryanti ngobrol sama Pak Habil mulai gelisah,apa yang di obrolkan nya tuh orang,lagian Bu Aryanti seperti memberi pancing kepada Pak Habil, walaupun Linda tahu Aryanti hanya iseng tapi kasihan sama Pak Habil hatinya hanya di aduk aduk dan di obrak abrik saja dan hanya di beri harapan semu,mungkin itu sisi jail nya Aryanti.


__ADS_2