
Bumi berputar pada porosnya,siklus silih berganti, dan musim tanpa lelah berubah dan berganti, simbiosis mutualisme tetap berjalan, gaya gravitasi bumi tetap pada rumusnya dan air mengalir ke permukaan yang lebih rendah itu hukum alam semua berjalan pada rel nya.
Sepuluh bulan telah terlewati Adrian berarti sepuluh bulan kalender telah dicoret nya, sepuluh bulan dirinya menetap di kota Perth Australia dan telah menjalani tiga musim keempat yang terakhir ini,sepuluh bulan juga dia berpisah dengan Aryanti dan kini saatnya berbenah,saatnya mempersiapkan diri untuk menyelesaikan semuanya dan kembali ke tanah air dengan membawa kerinduan yang menggunung.
Menikah di bulan cinta atau februari nggak ada yang bisa menawarnya lagi siapapun itu orangnya, pulang ke tanah air persiapkan diri, mempersiapkan segalanya untuk segera meminang belahan jiwanya dan membawanya menuju pelaminan itulah yang ada di angan-angan nya.
Ingin Adrian melihat Aryanti tersenyum bahagia di kursi pelaminan bersama dirinya dengan tatapan dan doa restu dari orang-orang sekeliling mereka,semua menjadi impian yang sebentar lagi akan menjadi kenyataan.
"Hai Mas Adrian melamun saja,kenapa kayak cape banget hati hati kesandung heee..."
"Hai juga Ji... biasa lagi mumet mood dan fikiran"
"Sebegitu sibuknya ya sampai nggak ada waktu buat sosialisasi dan hangout ? Jihan nyerocos di samping Adrian.
"Nggak juga Ji...cuma karena aku capek jadi mending istirahat dan tidur, sekarang kan udah akhir-akhir masa kuliahku jadi begitu padat dan begitu banyak pemadatan dan aku ingin semua itu lulus dengan baik walaupun cuman satu tahun"
"Ya ya ya...aku perhatikan sejak keluar dari kampus Mas Adrian seperti kelihatan lagi melamun tidak peduli di sekelilingnya"
"Heee... begitu ya ?"
"Kalau boleh aku traktir kita minum dulu yuk di tempat itu sambil istirahat,dan sebelum kita sibuk kembali belajar di kamar kita"
Andrian tertegun sejenak memikirkan baik buruknya tapi apa salahnya dirinya juga merasa haus setelah berjalan lumayan dari kampus sampai tempat tinggalnya,toh dirinya hanya minum terlepas dengan siapa Jihan atau orang lain.
"Oke aku juga merasa haus Ji,ayo kita minum dulu atau sekalian makan apa sepertinya enak"
"Heee... berarti kita sama Mas Adrian, capek lelah haus dan jenuh dengan aktivitas kita sehari-hari"
Mereka ngobrol hal hal yang ringan sambil nunggu pesanan mereka dan setelah pesanan mereka datang mereka minum sambil makan makanan kecil Jihan memesan kue tart dan Adrian memesan cookies.
Ada satu pasang mata yang memandang kearah mereka dari jarak jauh yaitu Fath Al-Fatih pacarnya Adelia lagi menunggu Adelia, sama mereka juga untuk makan sepulang dari kampus sebenarnya lumrah dalam pandangan Fath di tempat terbuka mereka ngobrol sambil minum dan makan tetapi karena Fath mendengar obrolan dari Adelia pandangan Fath menjadi berubah terhadap mereka,jadi ada sedikit keinginan hatinya untuk lebih meyakinkan mereka berdua tidak ada apa-apa dan mengarahkan camera ponsel canggihnya ke arah mereka.
__ADS_1
"Mas Adrian bisa sedikit teknik nggak ? "
"Soal apa Ji ?"
"Laptopku nge blank, trus ada lagi gitu aja,kadang mati trus hidup lagi,Aku nggak ngerti sedangkan aku lagi butuh butuhnya bisa Mas Adrian melihatnya atau itu karena over data atau apa Aku nggak ngerti kalau nggak aku yang bawa kamar Mas boleh...?"
Adrian merasa kasihan melihat muka Jihan yang begitu memelas dan meminta pertolongan walaupun dirinya tidak yakin bisa memperbaikinya tapi setidaknya dia masih bisa melihat kerusakan atau separah apa rusaknya laptop milik Jihan.
"Aku nggak begitu yakin bisa Ji tapi boleh aku lihat bawa aja ke kamarku nanti ya"
"Iya terima kasih ya Mas Adrian sebelumnya, siapa tahu masih bisa dimanfaatin dan di benerin"
"Iya Ji jangan lu terima kasih dulu kan aku belum memperbaiki nya juga"
"Heeee..."
"Ya udah kalau selesai kita pulang aja kamu udah kan makan sama minumnya ?"
"Ayo biar aku tunjukkan nanti laptopnya dibawa kamar Mas aja ya"
Mereka bangkit setelah Adrian membayar semua makanan dan minumannya dan Jihan menyodorkan kan beberapa lembar uang dolar Australia tapi Adrian menolaknya dan malah sekarang kebalikannya Adrian yang traktir Jihan.
Fatih memperhatikan mereka yang berjalan berdampingan sampai jauh dan hilang terhalang bangunan dan rumah-rumah.
Dan tak lama Adelia datang tapi tidak memberitahukan apa yang dilihatnya barusan takut malah merusak selera makan mereka, dan kemungkinan Adelia akan marah depan Kakaknya,Fath tak ingin ada masalah
dirinya sangat menghargai Adrian karena Fath juga meyakini antara Adrian dengan Jihan tidak ada apa-apa seperti yang dicurigai Adelia dalam omongan pengaduannya terhadap dirinya
"Aku belum pesan makanan Del kamu orang aja yang pesan"
"Ya ampun dikira udah tinggal makan aku datang itu"
__ADS_1
"Heeee takutnya selera kamu berubah jadinya aku salah nantinya terkena marah lagi kamu malah menyalahkan aku dan marah"
"Habis ini aku ke tempatmu ya, Aku mau ketemu lagi Kakakmu mau ngobrol sama Kak Adrian"
"Boleh ayo aja"
"Kakakmu udah mau selesai ya kuliahnya ya ? kayaknya tinggal beberapa bulan lagi terus dia mau langsung pulang atau masih mau di sini kamu jangan ikut pulang ya ntar aku gimana ?"
"Kita pulang di akhir semester aja saat liburan terakhir musim semi aku berencana mau pulang saat Kak Adrian lulus kamu jadi ikut kan ke Bandung ?"
"Makanya aku juga pengen ngobrol gitu sama Kakak kamu saat Kakak kamu pulang kita bareng pulang liburan ke tempat kamu di Indonesia"
"Syukur syukur kita pulang bisa hadiri pernikahan Kak Adrian ya kan Fath ?"
"Pulang ke Malaysia nya kapan ?"
"Heeeeeee nanti saat kak Adrian bawa Kak Aryanti bulan madu..."
"Kalau Kak Adrian sama Kak Aryanti bulan madu kita orang ngapain ?"
"Aaaaah...Kamu Fath,ya kita jalan jalan aja"
Adel menatap Fath sambil cemberut lalu menyenderkan kepalanya di lengan Fath dan Fath tertawa terkekeh-kekeh.
"Pulang yu" Fat menggoyang kan lengan Adelia dan Adelia mengangguk manja.
Berdua berjalan Adel menggandeng tangan Fath,satu rasa telah menyatukan keduanya,walau berbeda suku, bahasa, budaya dan negara tapi saat panah cinta menusuk jantung hati tiada yang bisa menghalangi cinta untuk bersemi di empat musim kota Perth Australia yang menjadi saksi rajutan perjalanan cinta mereka.
Apalah artinya jarak Malaysia dan Indonesia,di semua belahan dunia masih banyak cinta dengan perbedaan serupa tapi tetap menjadikannya sesuatu yang abadi,cinta menyatukan mereka.
Menikmati sebuah rasa yang mereka miliki menjadikan keduanya semakin mengerti,kalau perbedaan bukan satu masalah lagi,cinta telah menuntunnya dan memberi makna pada setiap perjalanannya.
__ADS_1
Adelia dan Fath masuk lift,dan entah kenapa bagi setiap pasangan selalu di jadikan kesempatan, walaupun lift berjalan membawa mereka naik ke lantai berapa pun tujuan mereka tidak akan memerlukan waktu lama,tapi waktu yang sebentar itu selalu menjadi sensasi yang mengasyikan saat di dalam lift berdua dengan pasangan.
Begitu juga Adelia dan Fath,yang tadinya masih tertawa tawa menjadi terdiam saat Fath memepetnya dan mengangkat kedua tangan Adel dan menciumnya,dan adegan itu tidak lama karena ada seseorang atau siapa aja dari lantai berapa yang menghentikan mereka mau naik ataupun turun dan masuk ke lift juga.