Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Semoga Cinta kalian abadi


__ADS_3

"Ma,bagaimana pendapat Mama nanti malam Mas Adrian mengajak Yanti ke rumahnya, seperti apa ya kira-kira apa yang harus dilakukan Yanti ? pokoknya gimana Yanti nggak tahu Ma..."


Mamanya Aryanti tersenyum Mamanya maklum semua ini adalah pengalaman pertama bagi putrinya,berkunjung ke rumah teman lelaki dekatnya,bertemu keluarganya, walaupun sudah kenal dari awalnya tetap saja ada keraguan ada kebimbangan ada kekhawatiran takut salah takut berlebihan dan semua serba salah, apalagi ini kunjungan pertamanya sejak Yanti resmi berpacaran dengan Adrian.


"Berlakulah seperti biasa wajar-wajar saja mereka juga manusia sama seperti kita, jangan malah kita bertingkah berlebihan yang akan menimbulkan pandangan aneh bagi mereka bersikaplah sopan awali semua dengan niat baik"


Aryanti mengangguk dan tersenyum, lalu memeluk punggung Mamanya dan mencium sebelah pipinya,lalu meninggalkan Mamanya yang sedang memasak di dapur.


"Mas tadi kesini naik taksi ya, belum bisa bawa mobil kan ?" Aryanti duduk di sebelah Adrian.


"Nggak diantar sama Pak Agum,mungkin sekarang juga masih nungguin di depan..."


"Astagfirullah,Mas kamu kebangetan banget,kenapa nggak di ajak kesini ya ampun segitunya kamu memperlakukan orang disuruh nunggu di depan ? Kalau ke sini kasih apa kek makan minum,Mas kesini jam berapa tadi ? tengah hari kan ? sekarang udah mau magrib, Astaghfirullahaladzim..."


"Aku sudah kasih duit buat makan minum juga buat rokok,biarin kalau lama nunggunya ya tidur aja dalam mobil"


"Terus Mas bilang tadi mau ke mana sama Ibu ?"


"Aku nggak bilang siapa siapa paling mereka tahu aku pergi ke mana,makanya cepat dandannya kita berangkat sekarang"


Aryanti masuk kamarnya dan cukup lama berdandan dan keluar dengan pakaian sangat berbeda dari kesehariannya yang biasa Adrian lihat,gaun merah panjang dengan memakai lagi luarnya blazer santai warna hitam,kerudung kembang motif senada warna gaunnya.


Habis maghrib Aryanti pamit sama Mamanya dan mereka pergi beriringan diantar pandangan Mama dan Bapaknya Aryanti,sampai depan gang benar saja Pak Agum masih dengan setianya menunggu.


Adrian kasih duit sama Pak Agum dan dia ngobrol sebentar lalu Pak Agum mengangguk angguk lalu pergi, Aryanti merasa heran kenapa Pak Agum disuruh pergi sedangkan Adrian katanya belum kuat untuk bisa membawa mobil.


"Mas katanya kita mau ke rumah Mas,kok Pak Agum nggak ikut kita ?" Aryanti merasa heran.


"Iya biar dia ngasih tahu Ibuku dulu nanti kita ke rumah, sekarang kita jalan jalan pacaran dulu kalau ada pak Agum kan kita malu heeeee..."


"Iiiiiiiiiih... fikirannya kok gitu sih Mas aku nggak mau ikut pacaran sama Mas..."


"Haaaaaaaa terus aku pacarannya sama siapa kalau kamu nggak ikut ? Udah udah... ayo masuk kita jalan jalan aja dulu sayang sebelum pulang ke rumah,tenang aja nggak aku culik kok, kalau niat aku culik di sana jauh di Pangandaran mungkin sudah aku culik kamu"


Aryanti hanya terdiam pikirannya nggak fokus dirinya masih kepikiran bagaimana nanti bertemu Pak Surapraja dan Ibu Handayani akankah dirinya grogi akankah dirinya gugup semua pertanyaan itu selalu mengganggu pikirannya dan belum terjawab hanya hati Aryanti selalu deg-degan dan nggak tenang.

__ADS_1


Adrian menjalankan mobilnya sangat pelan seakan ingin menikmati kebersamaannya dengan Aryanti lebih lama lagi.


"Kamu mau aku belikan apa sama aku sayang,aku mau kasih kamu apa aja yang kamu mau,untuk maaf yang kamu berikan sama aku..."


"Mas aku nggak mau apa apa asal kita bersama,dann janji perubahan itu sudah cukup"


"Oke aku sudah menebak jawaban itu tapi setidaknya aku ingin ikatan cinta kita di ketahui secara resmi oleh kedua orangtua kita jadi kita sekarang cari cincin yang paling bagus yang paling kamu suka aku mohon kamu jangan menolak untuk hal ini"


Adrian membelokan mobilnya ke salah satu Mall terkenal di kota Bandung dan Adrian menarik tangan Aryanti ke salah satu galery toko perhiasan dengan nama yang sangat populer dan brand terkenal,Adrian menggandeng tangan Aryanti melewati pintu kaca otomatis dan masuk ke ruangan yang begitu sejuk dengan pelayan cantik cantik dan bahasa penyambutan yang sangat ramah.


"Selamat malam ada yang bisa saya bantu ? "


Adrian dan Aryanti tersenyum dan mengangguk.


"Saya mencari cincin terbaik untuk ikatan cinta kami"


"Oke,mau dari batu mulia apa yang tua inginkan ?"


"Berlian"


Adrian begitu sibuk memilih dan berkonsultasi dengan pelayan galeri itu,Aryanti tak tega untuk menolak semuanya tapi tak ditemukan cara agar Adrian tak berlebihan hanya untuk sebuah cincin pertunangan ikatan cinta mereka, tadinya Aryanti hanya berpikir Adrian akan membelikan 2 gram cincin emas atau cincin mas putih yang sangat dia sukai tapi semua jauh dari dugaannya,Aryanti tahu diri siapa dirinya yang Aryanti mengerti siapa Adrian dan anak siapa Adrian.


"Sayang sini coba jarinya yang ini kayaknya cocok buat kamu..."


Aryanti menyodorkan tangannya dan dengan hati hati dibantu pelayannya Adrian mencoba memasukkan cincin dan memang pas adanya,Aryanti tidak berani melihat wujud cincin itu, lalu dicobanya satu cincin lagi sampai cincin yang ketiga di cobanya,Adrian begitu sibuk dengan pilihan pilihannya sampai sampai dia tidak melihat ekspresi wajah Aryanti yang tegang.


"Sayang diantara ketiga cincin ini mana yang paling kamu suka ? ayo kita lihat lagi satu persatu..."


"Aku yang ini aja Mas yang mana ? kan harus suka sama suka"


"Heeee ...pendapat yang sangat bijaksana" pelayan galeri itu tersenyum.


"Oke deal yang ini aku juga suka..."


Akhirnya Adrian dan Aryanti menunjuk salah satu diantara ketiga pilihan cincin tadi dan Adrian membayar nominal dengan memakai kartu kreditnya.

__ADS_1


"Ini barangnya,ini sertifikat jaminannya, Terima kasih telah mempercayakan kepada toko kami Dan semoga cinta kalian abadi..."


"Kamu yakin nggak ke mana mana dulu sayang ?"


"Enggak ah kan kita lagi pemulihan"


"Kalau aku mah udah tadi pemulihan nya" Adrian melirik Aryanti sambil senyum.


"Tadi kapan ?"


"Ya tadi saat masuk kamar kamu haaaaaaaa..."


"Yang tadi itu bukan pemulihan tapi pelanggaran..." Aryanti mendorong pangkal lengan Adrian,Aryanti kesal merasa di gombalin"


"Haaaaaaaa haaaaaaaa..."


"Mas udah ah jangan tertawa terlalu berlebihan takut nanti datang rasa sedih..."


"Itu hukum alam sayang,ada sedih ada bahagia,ada siang ada malam semua berpasangan ada Adrian ada Aryanti,itu hanya sugesti yang di perkuat keyakinan seseorang"


"Aku hanya takut saja Mas"


"Kamu hanya nervous sayang mau ketemu calon mertua, biasa saja kan Kamu sudah kenal dan tahu sebelumnya juga"


"Nanti nginep ya pulangnya besok aja Ibuku pasti senang"


"Penawaran yang penuh resiko"


"Haaaaaaaa,biarin resikonya aku yang tanggung"


Begitulah sepanjang perjalanan Adrian begitu bahagianya dan tak henti hentinya menggoda Aryanti,mungkin dengan tujuan Aryanti bisa sedikit mengurangi rasa tegangnya.


Tetapi Aryanti tidak bisa keluar dari perasaan gugup dan kakunya untuk bisa lebih menyesuaikan diri saat berhadapan dengan kedua orang tua Adrian,lebih baik memimpin rapat sekian banyak staf dan anggota lainnya daripada harus berhadapan dan bicara juga menerima sorot dan tatapan calon mertua.


Aryanti lebih banyak diam menarik nafas panjang dan Andrian memakluminya,di usap usap punggung Aryanti seakan ingin memberi energi kekuatan,dan Adrian serasa ingin mengatakan aku adalah pelindungmu,akan selalu ada di saat kamu butuh.

__ADS_1


Aryanti menguatkan hatinya,ini adalah saatnya pendewasaan dirinya,di pekerjaannya Aryanti tak begitu menemukan kendala,tapi untuk masalah yang seperti ini Aryanti tak menemukan di buku sebagai teori atau rumus yang bisa di pelajari dan di hafalnya.


__ADS_2