
Adelia telah selesai mengepak apa yang akan di bawanya pulang,hanya sedikit pakaian dan juga oleh oleh, buat apa bawa banyak banyak pakaian pulang nya tidak akan lama hanya semasa liburan saja,di rumahnya juga masih banyak pakaian lamanya,dan koper satunya milik Fath,lalu di jajarkan di dekat pintu.
Tinggal yang paling banyak kopernya kak Adrian,malas banget rasanya Adelia mengepak barang barang Kakaknya,jadinya Adelia malah lesehan sambil melihat lihat ponselnya,dan enaknya sekarang telephon Fath walau hanya say hello,atau lagi di mana,sedang apa sama siapa,dan ujung ujungnya 'ke sini dong bawain aku makanan karena aku sibuk...'
Fath yang tak bisa menolak akhirnya datang juga dengan tentengan makanan di tangan nya.
"Katanya sibuk...tapi kayaknya dari tadi hanya main ponsel saja"
"Heeee...ya ini sibuknya sibuk main ponsel"
"Kak Adrian masih di Kampus ya ?"
"Iya masih urusan administrasi"
"Terus tiketnya udah dapat belum ?"
"Udah doooong,itu mah paling semangat Kak Adrian mengurusnya"
"Kak Adrian kangen banget ya sepertinya" Fath duduk di samping Adel dan menyimpan makanan di depannya.
"Pastinya,kita juga gimana rasanya nggak ketemu sehari dua hari aja, apalagi ini setahun kebayang,makanya aku nggak mau berpisah sama kamu dan nggak mau seperti itu" Adel menyenderkan kepalanya di lengan Fath dan Fath hanya tersenyum.
"Emang mau kemana kita berpisah ?"
"Ya kita nggak tahu perjalanan nasib dan takdir seseorang ke depannya seperti apa ? apalagi kita beda negara..."
"Ssssssssst,nggak usah jauh jauh ngobrolnya,aku masih dekat di sampingmu masih dengan cinta,apalah artinya beda negara kalau tujuan kita sama" Fath mencolek hidung Adel.
Adelia tersenyum,betapa bangga dengan Fath,sudah tak bisa ke lain hati sepertinya,Fath begitu serius dengan Adelia terbukti dengan membawa nya liburan tahun lalu Adelia ke Malaysia ke tempatnya tinggal, kedua orang tuanya dan juga keluarga yang lain menerima baik Adelia walaupun mereka dengan sorot mata penuh selidik.
Dan sekarang giliran Fath yang akan dikenalkan Adelia kepada kedua orangtuanya semoga ini menjadi awal yang baik bagi mereka walaupun mereka sama-sama masih menuntut ilmu tapi mereka tak ingin membuang-buang waktu, setelah lulus kuliah mereka juga punya niat untuk menyusul Kakaknya Adelia Adrian untuk lebih serius lagi.
Lagi glendotan,peluk peluk tangan saling memainkan tangan Adelia dan Fath, Adrian datang dan mengetuk pintu,Fath tersenyum dan mengangkat sedikit kepala Adelia uang masih menyender di lengannya.
"Hai Fath,siap nggak ?"
Haa...siap Kak Adrian"
__ADS_1
"Del barang-barang gue udah dipak semua belum ?"
"Heee... belum Kak,punyaku dulu sama Fath"
Adelia menunjuk dua koper yang telah siap di dekat pintu keluar.
"Yah lu malah pacaran mulu,udah sini bantuin gue..."
Fath sama Adelia hanya tersenyum melihat Adrian keluar lagi dan berjalan menuju kamarnya dan Adel juga Fath mengikuti ke kamarnya Adrian.
Dan mulailah satu per satu koper koper di isinya sampai penuh dengan pakaian dan segala macam pernak-pernik milik Adrian, memang membengkak juga selama setahun di Australia Adrian sendiri selalu membeli mengoleksi barang kesukaannya yaitu sejenis jaket-jaket dan di Negeri empat musim ini surganya untuk belanja barang-barang seperti jaket dan lain-lain apalagi saat musim dingin tiba.
"Yakin dengan penerbangan malam Kak ?"
Adelia melirik kakaknya sambil masih memasukkan barang barang ke koper lainnya.
"Pokoknya penerbangan pertama atau terakhir setelah aku selesai semuanya,mau malam,tengah malam atau pagi buta juga kita berangkat"
"Idiiiih yang kangen berat nggak tahan,sampai segitunya,udah di khabarin nggak tuh Kak Aryanti nya ?"
"Gampang nanti kalau udah injak kaki di tanah air,tinggal telephon"
Adelia hanya mesem mesem saja sambil melirik Kakak nya yang kelihatan begitu tak sabarnya,terbayang apa yang akan di lakukan Kakaknya sama Aryanti pas mereka bertemu haaaa...pelukan kah ? atau tatap tatapan ? atau pegangan tangan atau mendobrak pintu tempat tinggal Kak Aryanti ? hah !?
"Kakak apapun alasannya demi persahabatan dan persaudaraan juga kebaikan kita apa Kakak sudah pamit pada Jihan ?"
"Gue nggak usah di ingetin yang gitu mah,pasti ingat duluan"
"Ya syukurlah kalau Kakak tahu,aku kan cuma ingetin kalau kalau saja Kakak lupa"
"Dia malah ngasih bingkisan ke gue nggak tahu isinya apa itu di ransel katanya buat kenang-kenangan aja kalau kita pernah jadi teman dan dekat"
"Wow romantis banget si Jihan...tapi Kakak nggak memeluknya kan heee..."
"Itu mah rahasia laki laki"
"Kakak ! sudah mau pulang juga masih bikin penasaran hati orang aja..."
__ADS_1
"Haaaaaaaa...makanya jadi orang itu jangan mancing mancing,tuh mancing di laut bukan mancing omongan orang,sana tanya si Jihan di peluk sama gue apa nggak ?"
Fath tertawa dan Adelia cemberut,Fath mengusap usap punggung Adel sambil tetap tertawa.
Kalau si Jihan di peluk sama Fath baru lu marah ya Fath ? cuma di peluk doang nggak ada rasa apa apa biasa aja,soalnya yang mau dianya meluk gue haaaa..."
Adrian berdiri menghampiri Adel yang masih cemberut,di peluknya adiknya itu dari belakang dengan perasaan sayang dan Adelia hanya diam.
"Terimakasih ya Adikku tersayang,sudah bantuin semua,segalanya dari awal gue ke sini sampai sekarang gue selesai dan lancar semuanya,kalau nggak ada lu gue pasti sudah kelabakan apa apa sendiri,sekali lagi sebagai Kakak yang baik gue minta maaf terus terang gue sama Jihan nggak ada apa apa jujur ini apa adanya seperti yang lu takutkan,nggak pernah terjadi apa apa,masalah dia suka sama gue itu urusan pribadinya dia, yang penting gue setia kepada janji dengan Aryanti"
Adelia balik memeluk Adrian dan sekali lagi hatinya merasa tenang Adelia begitu ikhlas melepaskan Kakaknya pulang walau pernah bikin pusing dirinya.
"Gue do'ain lu sama Fath baik baik nanti di sini segera selesai kuliahnya dan segera penuhi harapan orangtua kita program anak nanti nyusul gue heee..."
Fath tertawa juga Adrian.
"Udah sore nih jadi kita berangkat jam berapa nanti ?"
Jam sembilan kita berangkat ke bandara dan penerbangan terakhir jam 22.00.malam itu yang kita kejar,pagi kita sudah di Indonesia.
Semua selesai Adelia dan Fath keluar dari kamar Andrian mereka juga ingin bersiap-siap karena hari sudah mau menjelang malam.
Adelia mampir mengetuk kamar Jihan dan Jihan keluar seperti habis tiduran.
"Ya Del ada apa?"
"Aku sama Kak Adrian juga Fath jadi berangkat malam ini,kamu serius nggak pulang liburan kali ini ?"
"Nggak Del aku di sini aja"
"Liburannya lama lho...mau ngapain aja udah ada planing ?"
"Mau menyusuri Australia mengexplor sedetil detilnya heee..."
"Ya sudah maafkan Kak Adrian ya, sama titip pintu kamar ku ya haaaa..."
"Oke, selamat liburan sampai bertemu lagi di sini..."
__ADS_1
Adelia dan Jihan salaman dan pelukan dan saling mengusap usap punggung,ada rasa sedih di hati Jihan,akankan dirinya ketemu lagi dengan Adrian yang telah meninggalkan kesan di hatinya.