Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Dalam lelah


__ADS_3

"Saya sudah dapat khabar Bu Aryanti,kalau cek itu isi dan sudah di cairkan senilai itu dari Pak Daman tadi"


"Apa Komang yakin Made Ardika sakit ?" Komang Putri menggeleng...dan Aryanti pun tersenyum.


"Cari tahu khabar Aira, bagaimana kondisinya apa sudah ceria kembali apa masih dalam ketakutan di tinggalkan Papa sama Mamanya ? dan setelah melewati kejadian kemarin...saya hanya ingin tahu dan ini luar dari kasus kemarin saya merasa tidak memberikan drama yang 'happy ending' buat Aira,walau sekedar untuk kenangan kebersamaan kami"


"Baik Bu...mungkin pulang nanti saya akan temui langsung di rumah orangtuanya Bli Ardika..."


"Selanjutnya apa yang terjadi dan kejadian apa yang Komang tahu selama saya nggak ada terutama dengan suami saya...?"


"Pak Adrian marah marah setiap hari pada siapa saja sampai Pak Daud datang dan hanya Pak Daud yang bisa menenangkan, sampai tangannya terluka menggebrak meja sampai pecah dan setiap laporan nihil selalu langsung marah marah... pokoknya tak ada hari yang tak marah dan satu lagi sepertinya Pak Adrian tak pernah tidur di rumah... selalu di kantor walau hanya tidur di sofa"


Aryanti diam membayangkan kemarahan suaminya yang dirinya juga tahu seperti apa saat suaminya dalam emosi dan amarah,semua luluhnya hanya sama dirinya dan kebenaran, berulangkali Aryanti menenangkan saat suaminya dalam kondisi seperti itu,Aryanti tahu dan menyadari juga merasakan besar rasa cinta Adrian pada dirinya,dan begitu luar biasa kasih sayangnya dan semua itu sekarang terusik terganggu...menjadikan Adrian seperti singa yang di bangunkan dan terluka membabi buta menyerang siapa saja yang dianggap onak duri bagi dirinya dan ketenangannya.


Semua bisa di maklumi sama orangtuanya pun sama kadang tak bicara beberapa hari membuat orang bingung, Aryanti masih ingat saat dulu waktu kejadian tahun baru di Pangandaran Adrian marah saat cemburu melihat kedekatan Aryanti dan Habil Ismail... merusak semua properti di meja kerja Aryanti sampai semua pada pecah berantakan,dan saat Aryanti habis pingsan setelah kejadian tragis itu dengan maksa Adrian ingin Aryanti ikut sama sama berobat ke Bandung tapi orangtuanya melarang karena Aryanti cukup istirahat di Pangandaran sedang Adrian urgent harus berobat di Bandung marah juga...berhari hari tak bicara sama orangtuanya apalagi saat Aryanti nggak mengaktifkan ponselnya,marah sama Pak Edi dan menelephon setiap lima menit sekali !


Aryanti tersenyum sendiri dan merasa begitu senang saat bisa mencumbu suaminya dan bisa menenangkannya...dengan kelembutan dan senyuman, semua begitu luluh...


"Bu... Bu... Bu Aryanti..." Komang Putri memotong lamunan panjang dan jauh Aryanti dan begitu mengagetkannya...


"Oh iya maaf saya masih banyak melamun...eh Komang sampai mana saya tadi bicara ?"


"Kan tadi Bu Aryanti tanya sama saya bagaimana kondisi Pak Adrian saat Bu Aryanti tak ada..."


"Oh iya...ya ya ya..."


"Satu lagi apa semua kandang hewan hewan itu sudah terisi ? juga tenaga kerja yang khusus di Mini Zoo sudah di efektifkan ?"


"Semua kandang sudah terisi bahkan tamu tamu Hotel sudah banyak yang melihat dan menikmatinya..."


Baguslah juga ya sambutan mereka ya ?"


"Bagus banget Bu...sepertinya Bu Aryanti harus istirahat dulu Bu"


"Iya ya Komang...Aku begitu lelah lahir bathin, Aku pulang duluan ya"


"Ya Bu mari saya antar..."

__ADS_1


Aryanti bangkit diikuti Komang Putri yang berjalan di belakangnya...Komang Putri merasa kasihan dan prihatin dengan atasannya itu dan menjadi tugasnya menemani dan memastikan Bu Aryanti ada di mana.


"Bu Aryanti jangan banyak fikiran dulu,istirahat dengan tenang saja,apalagi memikirkan pekerjaan..."


"Harusnya seperti itu Komang... tapi Apa yang tak bisa Aku fikirkan ? suami di kantor polisi,semua kasus belum selesai masih begitu menyita perhatian dan fikiranku"


Komang Putri hanya diam...


"Aku mau sekalian melihat semua kebun binatangnya dan nanti baru pulang..."


Komang Putri menghela nafas dan mengangguk,tak bisa membantah apalagi melarang jiwa kerja Bu Aryanti yang begitu luar biasa,saat dalam tekanan Made Ardika saja masih bisa dirinya bernegosiasi dan menghasilkan beberapa poin penting dan itu tidak semua orang bisa melakukan semua itu...


Satu cek berisi uang milyaran bisa di dapatkan dalam suasana tekanan dalam sekapan dalam posisi dirinya di culik,dan bisa ber-drama ria dengan begitu suksesnya dan begitu merubah image menjadi seorang Dayu Saraswati dan sampai sekarang Aira masih menganggap Mamanya ada dan Mamanya yaitu Mama Aryanti...


"Wow... surprise banget Komang...semua begitu sehat sehat..." Aryanti mulai meneliti satu persatu binatang mulai dari Menjangan...Kuda poni..Ayam Kalkun... Kelinci dan unggas unggasan dan paling menyita perhatiannya adalah Angsa yang berenang bebas di kolam hias yang sekarang kolam taman itu berubah jadi masuk area kebun binatang mini...


Aryanti terus berjalan dan berbaur dengan orang orang yang sama lagi melihat lihat semua binatang.


"Komang...Wawancara dong pengunjungnya apalagi yang bawa Anak a'naknya...bagaimana tanggapan mereka kan itu sebagai bahan masukan buat kita sebagai pengelola..."


Komang Putri tersenyum agak malu,semua pemikiran Bu Aryanti seperti tak terjangkau juga tak terpikirkan oleh dirinya,tetapi Bu Aryanti walau semua begitu refleks dengan cara berfikir nya dan semua begitu kena dan tepat sasaran.


"Ya ya ya...saya akan coba ya Bu Aryanti... mari kita datangi itu bule bule..."


"Good afternoon mom and dad...can I talk for a minute?"


"With pleasure please...


"What do you think about the mini zoo at this Hotel ?"


"Wow...very happy and very unique also good for children's education and entertainment..."


"Wow, we from the manager are so happy to hear your feedback, thank you and good afternoon too. Have fun...


"prok prok prok....Aryanti bertepuk tangan dan mengacungkan jempolnya,Good job Komang Putri ! haaaaaaaa... itu baru namanya guide Saya percaya sekarang Komang pernah jadi guide..."


Komang Putri begitu senang bisa sedikit menghibur pada atasannya,dan mereka melanjutkan melihat lihat satwa dan hewan lainnya dan paling belakang dekat dengan huniannya yaitu species burung burung dan Aryanti sampai di rumahnya dan mengajak Komang duduk di kursi teras...

__ADS_1


Kelihatan rumah sepi Alinea mungkin tidur,Aryanti mengetuk pintu dan memijit bel Bi Inah keluar membuka pintu dan langsung berkata mempersilahkan tamunya Bu Aryanti.


"Dedek tidur Bi ?"


"Iya Neng di kamar depan sama Neneknya"


"Oh ya ?" Aryanti tersenyum..


"Bibi lagi ngapain ?"


"Mau masak kata Ibu tadi Ibu mau makan sama sayur asem...Ibu yang beli bahan bahannya juga..."


"Ya sudah lanjutin lagi ya..."


Aryanti mencoba membuka pintu kamar Ibu mertuanya yang tidak rapat di tutup dan melihat Ibu Mertuanya sedang tidur atau sekedar ngelonin Alinea saja dan Aryanti hanya memastikan saja,dan Ibu Handayani meliriknya berarti tidak tidur hanya menemani saja.


"Nak kamu sudah pulang ?"


"Ya Bu..."


Bu Handayani bangun dan menghalangi Alinea dengan guling dan bantal bantal,Aryanti berdiri di pintu dan keluar beriringan...lalu mereka duduk dengan Komang Putri duduk di kursi teras.


"Gimana Nak Mas Adri bisa pulang ?"


"Belum Bu...masih ada proses yang harus di jalani..."


"Tapi kelihatanya dia sehat sehat saja ? tidak stres atau yang lain lainnya ?"


"Ya begitulah Bu...namanya juga orang tidak bebas..."


"Ya ya ya yang penting kelihatan sehat,Ibu tadi sengaja nggak ikut nggak boleh sama Bapak takutnya malah tambah sedih katanya..."


"Iya Bu kan saya yang habis nengok barusan,malah tadi juga yang di tanyain duluan Ibu sama Alinea..."


"Kamu sudah memberikan kesaksian tadi Nak ?"


"Iya Bu semoga semua cepat selesai..."

__ADS_1


"Kelihatan kamu capek sekali Nak...istirahatlah..."


"Iya Bu..."


__ADS_2