
Ponsel Adrian nggak aktif setiap ditelepon yang menjawab operator dan Adelia cemas, jam 4 Adelia udah pulang ke ke tempatnya tinggal, tetapi Adrian ponselnya tidak aktif,lalu Adel mengetuk kamarnya Jihan ingin menanyakan bagaimana prosesnya tadi seperti apa jadwal Adrian apa mungkin dia sudah keluar dari kampus atau dia jalan-jalan atau kemana ?Hanya takut saja Kakaknya ada apa apa apalagi Kakaknya orangnya malas mikir yang rumit rumit.
Tapi sepertinya Jihan juga belum datang diketuk beberapa kali tidak ada sahutan,apa mungkin dia ngajak Adrian jalan-jalan dan Jihan mengenalkan bagian dari kota Perth, sesuatu yang mungkin,sedikit banyak Adelia tahu karakter seorang Jihan dia memang tidak terlalu pintar tapi mau aktif dengan alasan menjaring teman, sebagai cewek yang menurut Adelia dia punya darah Arab termasuk di luar dugaan awal Adel, Jihan gampang kenal dan begitu supel dalam pergaulan,orangnya ceria dan selalu penasaran.
"Hai Adel ada apa ?" suara Jihan di ujung telephon.
"Kamu belum pulang Ji ?"
"Belum,aku masih di senat,emang kenapa ?"
"Nggak cuma mau tanya Kak Adrian belum pulang, ponselnya nggak aktif,gimana tadi lancar enggak ada kendala apa-apa ? Kak Adrian nggak bersama kamu kan ? apa mungkin dia jalan-jalan ya atau masih di kampus ada kuliah langsung dia bisa mengikuti hari ini ?"
"Tadi kita berpisah saat Kakakmu mau masuk kelas dan memang hari ini udah bisa langsung mengikuti kelasnya, cuma aku nggak tahu jadwalnya,udah itu aku nggak ketemu lagi,biarin Del udah gede ini paling dia jalan jalan hehehe..."
"Iya sih udah gede cuman dia Kakakku satu-satunya kalau hilang kan susah cari gantinya gimana hehehe..."
"Aku sebentar lagi pulang nanti coba aku lihat deh... ke kelasnya atau masih ada atau dia udah keluar"
"Oke Terima kasih ya Ji..."
"Yu bye..."
Jam lima sore Jihan pulang tapi tidak bersama Adrian Adel mencegatnya di pintu dan menghampirinya.
"Tenang Del kakakmu masih ada di kampus belum pulang, kemungkinan dia masuk 2 kali jadi ada istirahatnya dulu dan masuk kembali, kan dia ngambilnya untuk kelas pegawai jadi setiap pertemuan itu pasti padat dengan mata perkuliahan tidak seperti kita yang mengambil kelas reguler mungkin seperti itu"
"Ya ya aku faham...menurut kamu gimana pandangan kamu sama Kakak aku ?"
"Di lihat dari sudut mana nih hehehe... orangnya baik cepet akrab juga sangat care dan yang pasti satu lagi dia cukup tampan diatas rata rata untuk ukuran cowok Asia..."
"Hati-hati loh sama dia"
"Hehehe... pasti, kelihatannya juga dia memang sangat hati-hati"
"Makasih ya Ji..."
"Makasih melulu emang aku ngasih apa sama kamu heh ?"
"Sudah ngebantu aku heee..."
"Biasa aja lagi..."
__ADS_1
Jihan berjalan ke arah pintu kamarnya membuka kunci,Adelia juga masuk ke tempatnya, sekarang Adel mungkin tenang sedikit dan Adel juga percaya Kakaknya bukan orang yang bodoh cuma hanya slebor sedikit tidak teliti dan rapi juga tertib seperti perempuan, jadi dia mah main gampang apa-apa itu,kalau perempuan lebih hati-hati dari awal kalau laki-laki gimana nanti saja.
Adelia berpikir saat melihat Jihan begitu senang hatinya ingin rasanya Adelia memberitahu kepada Jihan kalau Kakaknya itu sudah bertunangan tetapi Adelia merasa nggak enak seakan dia menghalangi atau membatasi juga memberikan warning mereka untuk bergaul,Adelia takut Jihan merasa tersinggung.
Di antara mereka belum pernah ada masalah, dan jangan sampai ada masalah, mereka selalu terbuka curhat satu sama lain walaupun jarang keduanya berbicara soal keluarga masing-masing,yang pasti yang menjadi topik pembicaraan mereka selain diskusi pelajaran lebih banyak ke persoalan pribadi yaitu apalagi kalau bukan soal pandangan mereka tentang cowok.
Jam 18.25 Adrian datang dan langsung menuju kamar Adelia yang terbuka dan masuk, Adelia membuka kulkasnya dan mengambil minuman menyimpan di depan Kakaknya sambil melihat dan meneliti muka Kakaknya, membiarkan Adrian minum dulu setelah menarik nafas baru Adelia bisa bertanya.
"Gimana Kak nggak ada kendala apa apa,semua lancar ?"
"Nggak semua beres,aku langsung bisa mengikuti kelas..."
"Ya syukurlah tadinya aku cemas takut Kakak nyasar heee..,Kakak mau makan di sini apa kita keluar ?"
"Boleh kita makan di luar aja sekalian ajak Jihan buat terima kasih gue tadi dia udah nganter"
"Heemght..."
Adelia mulai mewarning dirinya harus bisa membatasi antara Kakaknya dan Jihan jangan sampai hubungan mereka semakin dekat karena kesempatan begitu banyak mereka miliki,untuk saat ini bolehlah kita masih bisa jalan bertiga,tapi kadepan nya Akulah yang harus bisa ambil peran.
Awalnya Adelia memang ingin memperkenalkan Kakaknya pada Jihan tetapi karena mendengar Kakaknya yang sudah bertunangan perasaan yang ada dalam diri Adelia seakan tak rela Kakaknya jadi dekat dengan Jihan,Adelia merasakan sendiri bagaimana rasanya seandainya gagal membina cinta hanya karena cinta lokasi dan perasaan sesaat, dan itu jangan sampai terjadi pada dirinya ataupun pada Kakaknya.
Adelia mengetuk kamar Jihan lama nggak dibuka mungkin dia lagi di kamar mandi tapi lama-lama juga ia nongol.
"Aku enggak deh,tadi beli sesuatu pulang kampus"
"Ini Aku yang traktir,serius deh... kan aku mau ngerayain kebersamaan sama Kakakku"
"Ya itu kamu aku kan orang lain..."
"Ah...banyak banget drama ngomong sama kamu,pokoknya ayo ikut,mau makan atau mau manyun juga ikut ya aku tunggu jam delapan"
"Heeeee...ya sudah aku ikut kalian..."
Sengaja Adelia mengatakan kepada Jihan dirinya yang traktir bukan Kakaknya yang ngajak,kalau sampai dia tahu Kak Adrian yang mengajak mungkin dia akan berbesar hati atau seperti diberi harapan,itu ketakutan Adelia terhadap Kakaknya, melihat sorot matanya Jihan terhadap Kakaknya Adelia menangkap sesuatu,tapi melihat roman muka Kakaknya biasa biasa aja.
Selang beberapa saat benar saja Jihan datang dan dandanannya begitu cantik,sesuatu yang jarang penampilan seperti ini,Jihan memakai gaun malam panjang dengan blazer longgar tanpa kancing begitu serasi dengan kerudung senada gaunnya.
Adelia menjadi bimbang,serba salah dan berfikir juga berdo'a dalam hatinya semoga Kakaknya tak tertarik dan jatuh hati sama Jihan,tapi Adelia menghibur dirinya sendiri Kak Adrian bukan orang bodoh,melepas tunangan hanya demi orang yang baru kenal, semoga ini murni niat Kak Adrian hanya untuk mengucapkan terima kasih kepada Jihan.
Berdua berjalan menuju ke kamarnya Adrian,Adelia mengetuknya dan dijawab sama Kakaknya lalu Adrian keluar dan mengunci pintu.
__ADS_1
"Wow...cantik cantik juga wangi wangi mau pada nge date di mana ini heeeee..."
"Adel nih tahu... nge date di mana juga sama siapa cowoknya yang Malaysia nggak pernah datang lagi hihihihihi..."
"Ssssssssst Ji...kamu jangan bawel ya..."
"Haaaaaaaa...rupanya ada yang lintas negara"
"Iya sorry tapi bukan berarti putus kan ?"
"Iya cuma lagi perang dingin heeeeee..."
Mereka bertiga tertawa bareng, sambil berjalan menuju lift dan mereka masuk lift masih sambil tertawa cekikikan,Adrian merengkuh bahu adiknya keluar dari lift begitu juga Adelia,manja banget sambil melingkarkan tangan di pinggang Kakaknya,pemandangan yang membuat iri Jihan, dan sepintas orang yang tidak mengenal mereka mungkin mereka menganggap Adrian sama Adelia adalah pacaran dan mereka mungkin memandangnya seperti orang yang lagi kasmaran.
Sampai di tempat makan Adelia mengambil langkah jangan sampai Kakaknya berhadap-hadapan sama Jihan, Adelia mengambil inisiatif Adrian duduk berhadapan dengan dirinya dan di sampingnya Jihan berhadapan dengan kursi kosong.
"Kak orang yang baru datang ke sini biasanya selalu memesan makanan asli orang sini, tetapi lama-lama aku juga bosan pengen kembali ke makanan kita yang seperti di kampung halaman kita,jadi kita sekarang pesan apa ?"
"Ya terserah kalian,aku mah tinggal makan,mau modern,mau klasik,mau tradisional boleh aja,mau yang cepat saji,asal jangan yang lama saji aku kan lapar heeee..."
"Oke aku pesanyang cepat saji,karena Kakakku lapar banget kamu setuju Ji ?
"Setuju aja..."
Mereka bertiga makan,sambil tetap aja ngobrol yang nggak ada habisnya.
"Yang diet gimana nih ceritanya ?"
"Heeeee malam ini izin dulu kan makan sama Kakak tercinta...
"Memang diet ada izinnya segala ?"
"Sudah nggak usah bahas izin diet,pokoknya yang penting sehat dan tetap cantik..."
"Haaaaaaaa..."
"Ngomong ngomong makasih ya Ji...udah nganter sama bantu aku tadi siang"
"Iya Mas Adrian jangan sebegitu nya lah...biasa saja sesama di perantauan sudah kewajiban kita tolong menolong...
"Terus kita mau kemana lagi nih,apa pulang aja ?"
__ADS_1
"Iya pulang aja Kak aku banyak tugas buat esok"