
Aryanti terbangun pagi pagi mendapati suaminya nggak ada di sampingnya panik dan kaget juga takut baru pertama kali Adrian nggak ada di sampingnya yang biasanya nempel sampai bangun,dan dirinya dalam keadaan tak berpakaian,Aryanti mengingat ingat apa yang di obrolkan nya sama suaminya di tempat tidur sebelum tidur malam tadi dan di lanjutkan dengan bercinta dan akhirnya dirinya kelelahan dan tertidur lelap.
Aryanti mencoba memanggil tapi tak ada sahutan dan Aryanti bangun lalu memakai gaun tidurnya,membuka kamar mandi tapi nggak ada siapapun Aryanti menyalakan lampu dan mendapati suaminya tertidur di sofa.
"Astaghfirullahaladzim...Mas ngapain tidur di sini nanti sakit leher kamu Mas..."
Aryanti memeluk suaminya dan Adrian mulai sadar dan ingat kalau dirinya ketiduran di sofa dari semalam,Adrian duduk dan Aryanti menarik tangannya untuk pindah ke tempat tidurnya.
"Ayo pindah tidurnya,apa apaan tidur di situ ?"
"Aku iseng aja malam lihat lihat ulasan tentang kehamilan sampai aku ketiduran saking ngantuk nya heee...ayo tidur lagi sayang"
"Aku mau bangun Mas lihat tuh udah shubuh"
"Alah sebentar saja,masih pagi banget... sini kita pelukan sambil ngobrol apa yang aku dapat semalam"
"Maksud Mas apaan ?"
"Aku nggak menemukan hal hal lain pada diri kita,kemungkinan terbesar kamu capek,harus banyak istirahat,memang banyak faktor yang mempengaruhi seseorang sulit hamil ya diantaranya itu,stres,capek,kurang istirahat,kurang tidur,banyak tekanan mungkin dari pekerjaan,banyak mikir,pola hidup nggak sehat dan banyak faktor lainnya"
"Menurut mas aku memang ada di kriteria tadi nggak ? sepertinya nggak ada,aku kerja santai saja nggak stres pola hidup biasa saja paling kurang tidur ronda melulu...sih"
"Haaaaaaaa...sayang bisa saja kamu...dan satu lagi berhubungan suami istri itu baiknya jangan tiap malam ada jeda dua hari sekali itu lebih baik dan tubuh kita tidak stres dan bisa merefresh otot otot kita dari rangsangan"
"Itu kali masalahnya Mas sih terlalu bersemangat,ada kesempatan sedikit manfaatin,ada waktu santai rebahan,pokoknya kita rubah dari sekarang ya..."
"Itu yang aku belum bisa sayang...aku kangen terus sama kamu heee..."
"Aaaaaah... Mas apalagi kalau aku jauh gimana ekspresi kamu saat ketemu,aku nggak bisa bayangin"
"Aku nggak mau jauh dan tak akan pernah jauh darimu"
"Udah siang tuh kita bangun,semangat pagi kan kita mau ke dokter hari ini,biasanya Mas yang bangun duluan,cium aku heee.."
"Hari ini aku mau pagi ini menikmati bersamamu sebelum bangun sayang...aku ketiduran semalam di sofa"
"Mas udah,aku mau bangun kita mandi sholat kita joging sebentar kayaknya enak cuacanya"
"Aku mau joging nya di sini di tempat tidur"
__ADS_1
"Kan malam udah Mas !"
"Aku mau lagi"
"Kan Mas sendiri yang baca aturan baiknya berhubungan itu sebaiknya gimana ? tapi buat apa hanya di baca doang ?"
"Heeee.... kan aturan itu buat di taati dan di langgar sayang...."
Habis deh akal Aryanti untuk berkelit tak ada jalan semua buntu,apalagi suaminya sudah menarik tali bajunya kembali dan memeluknya hangat dan gairah.
"Sayang jangan terbebani apa apa setiap berhubungan itu,lepaskan aja perasaan mu jangan ada fikiran jadi nggak nih ? atau kali ini semoga !...justru itu yang memicu stres,mulai hari ini sebagian pekerjaanmu aku ambil alih biar kamu lebih santai"
Aryanti tak menjawab hanya tangannya melingkar ke pinggang suaminya dan Adrian mulai merangsang istrinya.
"Nikmati sayang...lepaskan perasaanmu,bebaskan semua ganjalan mu,mau merintih merintih lah,mau mendesah mendesah lah,mau menjerit menjerit lah,panggil namaku sayang...biarkan semuanya terjadi tahu tahu benih yang aku tanam ada di rahimmu,bayangkan semua yang indah indah..."
"Mas..."
"Iya sayang...habis dari dokter kita pergi ke pantai sampai senja"
"Mas"
"Heemght...kita tuntaskan dulu ya..."
"Jangan terburu buru sayang...cobalah santai"
Aryanti keluar kamar mandi dan menggelar sajadahnya lalu menunaikan sholat shubuh nya yang hampir kesiangan.
"Mas kok belum bangun atuh nggak kebagian shubuh nya..."
"Aku cape sayang..."
"Pokoknya bangun jangan banyak alasan,kalau sudah mandi terasa seger lagi, ayo bangun !"
"Iya aku bangun"
Adrian mencium pipi Aryanti sambil tertawa dan berlalu ke kamar mandi.
"Dasar jorok" Adrian terkekeh sendiri dan Aryanti membereskan tempat tidurnya yang berantakan.
__ADS_1
Dan seperti pagi biasanya semua di lalui Pasangan suami istri ini sarapan minum minuman kesukaan dan bermanja sambil nonton berita pagi atau gossip selebritis.
"Mas nonton apa semalam sampai ketiduran di sofa hayo...?"
"Aku bukan nonton,tapi baca ulasan ulasan,pemahaman kehamilan,tuh lihat aja data history nya"
Aryanti membuka laptop suaminya,dan memang benar semua tentang pemahaman ulasan motivasi juga solusi kehamilan.
"Baca deh sama kamu ulasannya tuh... kamu sepertinya tertekan dengan keadaan, stres mikirin pekerjaan,nggak bisa santai"
"Perasaan aku biasa saja Mas heee..."
"Justru itu yang salah merasa diri benar padahal kamu itu bekerja keras,otak kamu terutama mulailah me-manage fikiran mu,di bawa santai seperti kita masih pacaran"
"Aku akan berusaha pokoknya Mas,dan kita konsultasi dan cek up semuanya,aku nggak sabar Mas... seperti apa ya kira kira nanti anak kita cantik seperti aku apa ganteng seperti Mas heeeeee..."
"Ssssssssst...sayang sudah, sudah...fikiran itu yang bikin kamu stres,sini aku peluk...aku nggak tega melihat kamu seperti ini"
Aryanti menjadi begitu sensitif sedikit sedikit berlinang airmata,begitu berharap dirinya akan kehadiran buah hati dan merasakan rasanya ngidam,hamil dan melahirkan,walaupun orangtuanya begitu mengerti kalau rezeki itu di atur sama yang di Atas tapi betapa Aryanti ingin menyempurnakan perkawinannya dengan hadirnya seorang buah hati bagi orang tuanya juga mertuanya.
"Aku bilang apa sayang... kamu itu terlalu perasa terlalu dalam memikirkan hal ini jangan seperti itu menyiksa diri, lihat aku ! Aku biasa saja Aku santai bukan berarti Aku tidak memikirkan"
"Mas maafkan Aku"
"Apa yang harus di maafkan ? sudahlah sayang mari kita tersenyum,hadapi hari ini dengan gembira aku nggak mau melihat kamu muram lagi cemas lagi khawatir lagi,kita ke dokter siang ya...ayo kita dandan"
"Heeee...kalau di fikir Ibuku lebih meledek aku sayang dia mengatakan "ngapain aja tiap malam kerjamu belum membuahkan hasil" ya aku jawab datar aja memang semua kita yang atur ? sabar lah bukan hanya Ibu yang pengen jadi nenek Aku sama Istriku lebih lagi,pokoknya do'akan saja"
"Semua orang sudah nggak sabar Mas" Aryanti sambil agak jinjit memasang dasi di leher Adrian.
"Ya itulah agar kita lebih banyak bersyukur dan tafakur,boleh jadi keterlambatan kita memiliki anak sesuatu yang terbaik menurut pandangan Yang Maha Kuasa dan kita saja yang nggak pandai mencari hikmahnya"
"Iya ya Mas,padahal banyak hikmah dari setiap kejadian yang menimpa diri kita"
"Yang pasti aku lebih banyak bisa menikmati waktu bersamamu sayang..."
Aryanti mengangguk dan tersenyum.
"Adel kan selesai studinya beberapa bulan lagi saya sudah dapat bocoran dari Ibu, Orangtuanya Fath juga sudah nggak sabar ingin cepat cepat menikahkan mereka banyak kekhawatiran sebagi orangtua,sepertinya lulus di wisuda langsung punya SIM si Adel heee..."
__ADS_1
"Jadinya kita berpisah lagi lagi doooong ? kemungkinan dia setelah menikah tinggal di Malaysia kan ? Mas...ya ampuuuuun kapan ya Aku punya adik ?"
"Iya ya kemungkinan begitu..."